Jilbab Antara Syar'i dan Trendy

30 Juli 2009



Sesungguhnya agama Islam memerintahkan setiap orang muslim agar mencintai saudaranya bagaikan mencintai dirinya sendiri, kemudian menghindari mereka dari keburukan sebagaimana ia menghindarkan diri daripadanya, nasehat menasehati demi menta'ati kebenaran yang telah didatangkan dari Allah dan Rasul-Nya, baik itu berupa perintah maupun larangan, dengan hati rela mematuhinya.

Di saat agama Islam tiba dan kaum Jahiliyah membenci bayi perempuan, bahkan tega buah hati sendiri dikubur hidup-hidup, tidak memberikan harta warisan kepada wanita, terkadang mem- pusakai wanita bagaikan harta yang lain dengan jalan paksa.

Maka Allah serta Rasul-Nya melarang perbuatan keji tersebut, menjaga dan mengangkat derajat wanita bagaikan mutiara berharga, dengan memberikan hak-haknya sebagaimana agama menghormati dan memberikan hak-haknya kepada seorang lelaki.

Demi kesucian masyarakat serta demi keutuhan dan kehormatan seorang muslimah dari kemaksiatan dan dari kecerobohan orang jahil, maka Islam menganjurkan perkawinan dan mengharamkan perbuatan zina. Maka demi kesucian dan keutuhan, Allah Maha Penyayang memerintahkan para muslimah agar mengenakan hijab (jilbab), supaya berada di sisi Allah, dan ditempat sejauh mungkin dari perbuatan keji yang dapat menimpa pada diri kaum muslimah.

Simak baik-baik ayat Al Qur'an ini : "Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan pehiasaannya kecuali yang biasa nampak dari pandangan. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau kepada ayah mereka, atau putra-putra mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra suami mereka, atau wanita- wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan- pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap kaum wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat kaum wanita. dan janganlah mereka memukul kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung". (Qs An Nur : 31)

Bagaimana jilbab yang dimaksud dalam ayat diatas, setidaknya harus memenuhi syarat-syarat hijab atau jilbab sebagai berikut dan inilah jilbab yang syar'i dan benar :

Menutupi seluruh tubuh, sebagaimana yang difirmankan Allah, "Hendaklah mereka itu mengeluarkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". (Qs Al Ahzab : 59)

Maksud daripada berhijab adalah untuk menutup tubuh wanita dari pandangan laki-laki. Jadi, bukan yang tipis, yang pendek, yang ketat, atau serupa dengan kulit, maupun yang bercorak mencolok dan yang bersifat mengundang penglihatan laki-laki.

Harus yang longgar, sehingga tidak menampakkan tempat- tempat yang menarik pada anggota tubuh.

Tidak diberi wangi-wangian, hal ini telah diperingatkan oleh Rasulullah saw : "Sesungguhnya seorang wanita yang memakai wangi- wangian kemudian melewati kaum (laki-laki) bermaksud agar mereka mencium aromanya, maka ia telah melakukan perbuatan zina". (HR Tirmidzi)

Pakaian wanita tidak boleh menyerupai laki-laki, "Nabi saw melaknat laki-laki yang mengenakan pakaian wanita, dan seorang wanita yang mengenakan pakaian laki-laki". (HR Abu Dawud dan An Nasai).

Tidak menyerupai pakaian orang kafir, "Siapa yang meniru suatu kaum, maka ia berarti dari golongan mereka". (HR Ahmad)

Berpakaian tanpa bermaksud supaya dikenal, baik itu dengan mengenakan pakaian yang berharga mahal maupun yang murah, jika niatnya untuk dibanggakan karena harganya ataupun yang kumal jika bermaksud agar dikenal sebagai orang yang ta'at (riya'). "Siapa yang mengenakan pakaian tersohor (bermaksud supaya dikenal) di dunia, maka Allah akan memberinya pakaian hina di hari Kiamat, lalu dinyalakan apa pada pakaian tersebut." (HR Abu Dawud)

Sungguh fenomena jilbab pada saat sekarang, membuat kita di satu sisi patut bersyukur, wanita sudah tidak malu lagi untuk berjilbab di manapun tempatnya sehingga jilbab benar-benar telah membudaya di masyarakat dan dianggap sesuatu yang lumrah.Namun di sisi lain jilbab yang sesungguhnya harus memenuhi prasyarat jilbab syar'i sebagaimana tersebut di atas seakan telah berubah fungsi dan ajaran, banyak sekali dan telah bertebaran dimana-mana jilbab yang bukan lagi syar'i tapi lebih terkesan trendy dan mode atau lebih dikenal dengan jilbab funky yang kebanyakan dari semua itu adalah menyimpang dari syarat-syarat syara' jilbab yang sebenarnya.

Diantara penyimpangan-penyimpangannya yang ada, antara lain :

Tidak ditutupnya seluruh bagian tubuh. Seperti yang biasa dan di anggap sepele yaitu terbukanya bagian kaki bawah, atau bagian dada karena jilbab diikatkan ke leher, atau yang lagi trendy, remaja putri memakai jilbab tapi lengan pakaiannya digulung atau dibuka hingga ke siku mereka.

Sering ditemui adanya perempuan yang berjilbab dengan pakaian ketat, pakaian yang berkaos, ataupun menggunakan pakaian yang tipis, sehingga walaupun perempuan tersebut telah menggunakan jilbab, tapi lekuk-lekuk tubuh mereka dapat diamati dengan jelas.

Didapati perempuan yang berjilbab dengan menggunakan celana panjang bahkan terkadang memakai celana jeans. Yang perlu ditekankan dan telah diketahui dengan jelas bahwa celana jeans bukanlah pakaian syar'i untuk kaum muslimin, apalagi wanita.

Banyak wanita muslimah di sekitar kita yang memakai jilbab bersifat temporer yaitu jilbab dipakai hanya pada saat tertentu atau pada kegiatan tertentu, kendurian, acara pengajian kampung dsb, setelah itu jilbab dicopot dan yang ada kebanyakan jilbab tersebut sekedar mampir alias tidak sampai menutup rambut atau menutup kepala.

Terkadang, kalau ditanyakan kepada mereka, mengapa kalian berbuat (melakukan) yang demikian, tidak memakai jilbab yang syar'i, padahal telah mengetahui bagaimana jilbab yang syar'i, sering didapati jawaban, "Yaa, pengen aja ", atau "Belum siap ", atau "Mendingan begini daripada tidak memakai jilbab sama sekali ", atau " Jilbab itu khan tidak hanya satu bentuk, jilbab khan bisa dimodofikasi yang penting khan menutup aurat " terkadang didapati juga jawaban, "Kok kamu yang ribut, khan emang sudah menjadi mode yang seperti ini!" Ada jg yang menjawab “menjilbabi hati dulu, baru jilbab fisik yang baik”

Padahal, dituntutnya jilbab dengan syarat-syarat yang telah ditentukan sesuai dengan hukum syara' yang disebutkan di atas, sesungguhnya akan membawa kebaikan bagi kita sendiri, baik di dunia maupun di akhirat dan bukan didasari atas nafsu atau ditujukan untuk mengekang kita.

Janganlah sampai suatu kaum, dimana mereka meremehkan perempuan-perempuan/muslimah yang berjilbab hanya karena memakai pakaian/jilbab yang tidak sesuai dengan hukum syara'.

Apabila kaum telah meremehkan hal ini, maka bagaimana dengan pandangan (penilaian) Allah dan Rasul -Nya terhadap wantia yang seperti ini ? Tidakkah ada bedanya antara perempuan yang berjilbab dengan perempuan yang tidak berjilbab ?
Saudariku, menjadi baik memang melewati banyak proses. Tidak instan! Tapi menjadi baik adalah impian kita semua kan??? So, teruslah melakukan perbaikan. Ingat bahwa setiap yang ada dalam diri kita akan dimintai pertanggungjawaban di sisi-Nya. Jadilah BAIK dan teruslah berada di jalan KEBAIKAN!!!
Luph u coz Allah.


Sumber : http://ngaji.cjb.net

MENGAPA "KITA" HARUS BERPRESTASI ??



1. Confidenly
Kepercayaan diri itu penting‼!
Refleksi diri…saya adalah orang yang pantas berhasil atau orang yang akan gagal???

2. Realisasi dari sebuah doa

3. Perubahan individu berasal dari diri individu itu sendiri
Q.S. Ar Radu : 11
OPTIMIS, HARUS BERPRESTASI ‼

4. Tidak ada dalam islam rasa iri hati kecuali untuk ahli infaq dan ahli ilmu, dalam artian kita harus senantiasa menjadi manusia yang selalu bersemangat untuk berinfaq dan menuntut ilmu‼

5. Tarbiyah Dzatiyah
Menjadi sosok manusia yang berprestasi merupakan investasi masa depan‼!
So, berprestasilah dari sekarang….
Buat “sejarah” untuk keluarga masa depan

6. Dakwah butuh rijal-rijal yang qawwi dan berprestasi‼!

KARENA HIDUP ADALAH PILIHAN...

28 Juli 2009



Alhamdulillah.. Segala puji hanya milik Allah swt. Segenap usaha hanya ditujukan kepada-Nya. Segenap cinta hanyalah terukir untuk-Nya. Tak terasa kaki ini telah mampu melangkah jauh, menempuh perjalanan panjang yang penuh dengan rintangan, menyeberangi dan menyelami dalamnya lautan kepedihan, mencoba merengkuh satu demi satu mata air kesabaran. Bersyukurlah, karena Allah swt telah menganugerahkan kepada kita kaki-kaki yang kokoh. Sepasang kaki yang semoga akan terus menapak maju, mengukir jejak langkah terbaik dalam pengembaraan menyusuri belantara kehidupan kita. Shalawat dan salam semoga tercurah selalu kepada pemimpin besar sepanjang masa, Rasulullah saw. Walaupun sosok pemimpin itu telah kembali ke naungan-Nya, pun dengan sudah begitu jauhnya masa-masa kepemimpinan itu tertinggal di belakang, namun hati kita masih merasakan betapa agungnya kepemimpinan itu. Kepemimpinan besar sepanjang zaman, yang tongkat-tongkat estafetnya akan senantiasa bergulir dari generasi ke generasi. Semoga kita mendapatkan safa’at di yaumil akhir nanti. Allahumma amin..

Saudaraku.. Perjalanan hidup ini begitu panjang. Menjalani kehidupan dan bertemu dengan pilihan-pilihan hidup adalah sebuah keniscayaan, tetapi mengambil pilihan terbaik diantara beragam pilihan tersebut adalah sesuatu yang harus diupayakan. Tidak dapat dielakkan lagi, bahwa setiap harinya pilihan-pilihan tersebut akan terus bersafari di panggung kehidupan kita. Kemanapun kaki ini dilangkahkan, sejauh apapun tubuh ini dilarikan, di balik apapun wajah ini disembunyikan, niscaya tidak akan mampu terhindar dari pilihan-pilihan tersebut. Lari dari pilihan bukanlah sebuah jawaban, namun mencoba memilih yang terbaik adalah sebuah keutamaan. Pilihan-pilihan di dalam hidup itu nyata, bukanlah sebuah bayang-bayang semu yang muncul secara kebetulan, pilihan itu tidak dihadirkan dengan sia-sia belaka, bukan pula ditetapkan Allah swt secara tidak sengaja. Khiaroh atau pilihan itu sudah menjadi Sunnatullah, dimana setiap manusia yang tersebar dari berbagai keturunan dan peradaban memang harus menentukan pilihan yang terbaik.

"Mereka adalah himpunan dari orang-orang pilihan dari berbagai kabilah. Berhimpun dalam Dzikrullah. Mereka memilih kalimat-kalimat terbaik sebagaimana orang-orang memilih kurma terbaik"
(HR Thabrani)

Simaklah.. Bahwa kisah-kisah terdahulu telah menceritakan pilihan-pilihan terbaik yang dipilih oleh generasi Rasulullah saw. Sebelum kota Mekah dibuka, banyak orang-orang yang menunda-nunda bahkan berpikir penuh keraguan tentang Dinul Islam. Padahal pilihan itu sudah jelas, antara kebenaran dan kebathilan, antara kebebasan dan kediktatoran, dan pada dasarnya merupakan pilihan yang paling hakiki. Walaupun agama samawi ini telah disampaikan secara terang-terangan, hanya sedikit orang yang memilih beriman pada waktu itu. Sedikit orang itu, adalah orang-orang yang meneguhkan hatinya untuk memilih berjuang menegakkan kebenaran. Walaupun mereka terasing, dihina dan dicampakkan, namun itulah pilihan yang terbaik yang harus dipilih. Merekalah orang-orang yang tak pernah padam semangatnya untuk berjuang menegakkan Kalimatullah, bersama Rasulullah saw memerangi kekafiran dan kejahiliyahan. Namun janji Allah swt adalah janji yang benar. Orang-orang yang telah memilih lebih dulu itu mendapatkan kemuliaan pada akhirnya. Allah telah menjanjikan bahwa tidaklah sama antara mereka yang beriman sebelum dibukanya kota Mekah, dengan mereka yang beriman sesudahnya. Yang pertama menjadi lebih utama. Betapa tidak, orang yang lebih dulu itu telah memilih dengan susah payah, berjuang untuk menjadi muslim sejati hingga berdarah-darah pada saat yang lain ragu dan menunda-nunda pilihannya.

Sungguh.. Betapa sebuah pilihan itu adalah awal dari cita-cita. Pilihan hidup laksana bibit dari sebatang pohon yang suatu hari akan kita petik buahnya, dimana akan lahir sebuah kebanggaan pada saat kita memetik buahnya karena pilihan yang benar telah kita tetapkan, atau sebaliknya akan muncul pula sebuah penyesalan pada saat kita menyadari bahwa sesuatu yang kita pilih itu adalah sebuah kesalahan. Maka apapun pilihan itu, itu adalah jalan hidup kita selanjutnya. Setiap orang akan menemukan pilihan hidupnya. Pilihan itu mungkin antara dua perkara yang besar, namun saat-saat memilih itu mungkin hanya ditemukan dalam sekejap saja, sepanjang masa. Sungguh, sesaat itu begitu berarti, karena segalanya dapat berubah hanya karena hadirnya momentum yang singkat itu. Saat itu adalah ketika hati manusia telah menemukan hidayah-Nya. Saat dimana pintu hati terbuka hingga dapat merasakan manisnya iman. Saat dimana manusia benar-benar dihadapkan pada pilihan yang sebenarnya. Saat dimana impian untuk berjumpa dengan Allah swt menjadi sebuah pilihan, apakah ia akan bertemu dengan Tuhannya dengan senyuman penuh rasa syukur, ataukah dengan ratap tangis penuh penyesalan. Bersungguh-sungguhlah. Karena hidup adalah pilihan..

Ibnu Qayyim Al Jauziyah berkata..
Seorang hamba punya dua tempat pemberhentian di hadapan Allah swt. Tempat pemberhentian pertama, ketika ia shalat di hadapan-Nya, dan tempat pemberhentian kedua, ketika ia berdiri di hadapan-Nya di hari Kiamat. Barangsiapa menunaikan hak tempat pemberhentian yang pertama, maka ia akan diringankan pada tempat pemberhentian yang kedua. Dan barangsiapa yang meremehkan tempet pemberhentian ini dan tidak menunaikan haknya, maka Allah akan mempersulitnya di tempat pemberhentian yang kedua. Allah berfirman, "Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka pada hari yang berat (Hari Kiamat)"
(QS. Al Insan:26-27)

Akhirnya.. Sungguh Allah swt telah menggilirkan pilihan demi pilihan di persimpangan jalan kehidupan kita. Peristiwa demi peristiwa telah dihadirkan sebagai pembelajaran, apakah dari peristiwa itu kita mampu mengambil hikmah, hingga hati kita luluh laksana embun yang penuh cahaya, ataukah akan tetap keras laksana batu. Semoga Allah swt meneguhkan hati kita untuk senantiasa berjalan di atas pilihan yang benar. Wallahu ‘alam bishawab.

DEADLINE YOUR LIFE . . .
INGAT MATI !!!
BIAR HIDUP SEMAKIN BERARTI . . .

25 Juli 2009

1. EKSPEDISI MIMPI
Malam kian larut..
Detik beranjak jadi menit
Menit pun merangkak menjadi jam
Sang jam pun berlari menjadi hari..

Malam pun kian terasa pekat…
Terbuai diri ini dalam sebuah ekspedisi
Membawaku ke dalam lorong waktu
yang tak nampak nyata sebenarnya

Arus nafasku pun masih terus merangkak
Mencoba mendaki bukit-bukit mimpi
Terjal…tinggi bak bintang di langit..

Semakin payah kaki ini melangkah
Tapi semangat dalam jiwa justru semakin menggelora
Bukit mimpi masih terlalu tinggi
Bukit itu masih jauh dari puncaknya…
Masa berlalu tak terhitung jariku..
Syahdu nyanyian kalbu
Mesra memagut mimpi
Mencumbu ilusi sunyi
Dalam dekap peluk romantisme lamunan
Penuh harap…

Kaki ini semakin tertatih..
Perih menahan luka..
Suara-suara yang mencoba melemahkan semakin keras kudengar…
Tapi langkahku takkan gentar…
Bayagan kelam kembali bergelayut
Membuatku sering terjatuh dalam lembah suram kehidupan
Namun..semangat tetap membakar hati..
Lanjutkan ekspedisi mimpi ini..

Tercenung hening
Dalam khidmat selarik lantun doa
Mencoba mengurai angan..
Masih terus bercengkerama bersama malam..
Mencoba menaklukkan kembali hamparan panjang
Terangkum indah dalam sebuah kisah
berpadu dalam ekspedisi mimpi…
malam ini
…………….
(22 Juli 2009, Selasa…Berpetualang dengan Gestin di Solo…20:22)


Aquarius Gemilang Dalam Karir dan Cinta di 2009

Kehidupan karir dan hubungan percintaan Aquarius semakin gemilang di tahun 2009. Seperti apa keberuntungan Aquarius selengkapnya?

Para Aquarius akan bekerja keras untuk mendapatkan visi yang lebih kuat dalam kehidupan profesional. Dalam dunia pekerjaan cara bekerja Anda bersifat mulus dan fleksibel. Hal ini akan menjadi kunci untuk menciptakan kesempatan karir yang lebih baik.

Berbeda dengan karisnya yang semakin menanjak, Aquarius harus berhati-hati dengan masalah keuangan atau finansial. Rencanakan sumber penghasilan alternatif untuk menjaga kestabilan keadaan finansial Anda. Karena pada tahun ini, Aquarius keadaan finansialnya sedikit tergoncang.

Sedangkan dalam kehidupan sosial, Aquarius cukup gemilang. Kemampuan Anda dalam bersosialisasi dan mempengaruhi orang lain akan membantu Anda untuk bersosialisasi dengan orang kalangan atas. Maka dari itu jangan biarkan orang-orang di sekitar mempengaruhi pemikiran Anda.

Dunia percintaan Aquarius tahun ini bisa dibilang berbunga-bunga. If you are single, then get ready to mingle!

Khususnya pada akhir tahun ini. Kesempatan untuk menikah sangat memungkinkan. Apalagi bagi Anda yang baru patah hati akan ada pengalaman baru dalam urusan cinta.

Sedangkan ramalan Aquarius pada tahun 2009 mengatakan bahwa Anda akan belajar untuk mengekspresikan perasaan dan lebih menikmati kebersamaan dengan pasangan Anda secara emosional. Banyak permasalahan dan argumentasi yang akan diselesaikan dengan kepala dingin.

EKSPEDISI MIMPI


Malam kian larut..
Detik beranjak jadi menit
Menit pun merangkak menjadi jam
Sang jam pun berlari menjadi hari..

Malam pun kian terasa pekat…
Terbuai diri ini dalam sebuah ekspedisi
Membawaku ke dalam lorong waktu
yang tak nampak nyata sebenarnya

Arus nafasku pun masih terus merangkak
Mencoba mendaki bukit-bukit mimpi
Terjal…tinggi bak bintang di langit..

Semakin payah kaki ini melangkah
Tapi semangat dalam jiwa justru semakin menggelora
Bukit mimpi masih terlalu tinggi
Bukit itu masih jauh dari puncaknya…

Masa berlalu tak terhitung jariku..
Syahdu nyanyian kalbu
Mesra memagut mimpi
Mencumbu ilusi sunyi
Dalam dekap peluk romantisme lamunan
Penuh harap…

Kaki ini semakin tertatih..
Perih menahan luka..
Suara-suara yang mencoba melemahkan semakin keras kudengar…
Tapi langkahku takkan gentar…
Bayagan kelam kembali bergelayut
Membuatku sering terjatuh dalam lembah suram kehidupan
Namun..semangat tetap membakar hati..
Lanjutkan ekspedisi mimpi ini..

Tercenung hening
Dalam khidmat selarik lantun doa
Mencoba mengurai angan..
Masih terus bercengkerama bersama malam..
Mencoba menaklukkan kembali hamparan panjang
Terangkum indah dalam sebuah kisah
berpadu dalam ekspedisi mimpi…
malam ini
…………….
(22 Juli 2009, Selasa…Berpetualang dengan Gestin di Solo…20:22)

UNTUKMU..DAN UNTUKKU...


Sepertinya sejarah terlanjur mempercayakan kepada pemuda untuk menginisiasi sebuah perubahannya. Bergeraklah..!
Lelahlah kalian yang ingin lelah
Lemahlah kalian yang ingin lemah
aku tetap di sini
kelelahan kita adalah kumpulan-kumpulan energi
untuk melintasi kelelahan-kelelahan berikutnya
hingga kita tiada pernah lelah
bahkan lelah
telah lelah mengejar kita...


Dakwah bagai dua mata pedang yang tajam
dia bisa melukai para musafirnya yang berjalan tanpa alas dan pegangan
dia bisa melukai dan menusukmu dari belakang
berhati-hatilah……saudaraku
jadikanlah ikhlas sebagai alas dan iman sebagai pegangan
maka dia akan menjadi bunga di tanganmu dan
menjadi kehancuran pada musuhmu

jadikanlah dia kawan dan hancurkan para setan kafir
yang selalu mengibarkan bendera perang sampai akhir zaman
tabahlah….sabarlah….kuatlah wahai saudaraku
ingatlah tidak ada jalan keridha’an
tanpa IKHLAS dan PENGORBANAN
majulah….majulah….
kibarkan Bendera LAA ILLAHA ILLA ALLAH…!!!

“Untuk sahabat-sahabat dakwahku. Kepada Allah kupinta agar 1000 malaikat membimbing setiap langkahmu. Sejuta cahaya tak padam menerangi jalanmu. Tak terbilang tangan menjagamu. Tak banyak aral menghadangmu. Teruslah bergerak dan tetaplah istiqomah..”

Jalan ini hanya menghendaki orang yang berani menempuh perjalanan. Bersedia mengerahkan tenaga. Siap mengorbankan jiwa, harta, kesehatan tenaga, waktu, ilmu dan segala yang dimilikinya. Semata-mata untuk ridho Allah….
Konsekwensinya, senantiasalah dalam keikhlasan niat dan berantaslah segala penyakit-penyakit hati. Semoga kita menjadi dai yang lebih dewasa. Amin..

Keisya Avicenna

AMANAHKU BERLAGU DALAM DENTING WAKTU...

23 Juli 2009


Kembali aku tertegun bersama denting waktu yang belum lelah untuk tunaikan tugasnya…
Aku kembali berpacu dengannya untuk sebuah perjuangan yang penuh “perenungan” yang mendalam…
Tak lelah kaki ini melangkah…menapaki jalan-jalan panjang perjuangan…

Aku tak boleh mengeluh apalagi pasrah pada keadaan…
Aku adalah sosok yang kuat dan tegar‼!
Dan aku harus yakin itu…
Aku harus meyakinkan diriku bahwa keberadaanku disini tidak ada dan tidak akan pernah sia-sia…
Aku harus punya keberanian untuk terus bergerak, untuk terus bermimpi, untuk terus merumuskan target dan berusaha sekuat tenaga untuk terus merealisasikannya…
Terima kasih Ya Rabb…atas amanah-amanah yang Engkau titipkan padaku…
Amanah-amanah yang bagiku berupa UJIAN KEHIDUPAN‼!
Tapi aku yakin, bukan lah aku yang menjaga amanah-amanah itu, tapi justru sebaliknya…
AMANAH-AMANAH ITU YANG “MENJAGA” KU…

Ya Rabb, kuatkan kembali pijakanku…teguhkan kembali langkahku, agar ku selalu ISTIQOMAH di jalan-Mu…menjadi pribadi yang tangguh tak pernah mengeluh, menjadi sosok yang SHALIH dan REVOLUSIONER…dalam mengemban amanah-amanah ini‼‼Amiiin………….
(Dalam “panasnya” medan perjuangan…)

UNTUKMU, PEJUANG DAKWAH...


Sesungguhnya Allah SWT telah mengajarkan kita tentang kehidupan ini melalui alam semesta. Begitu banyak pelajaran yang dapat dipetik didalamnya. Allah SWT mengajarkan melalui alam semesta ini tentang cinta & kasih sayang, pengorbanan, kesungguhan, dan banyak lainnya termasuk ketidak abadian. Belajar. Itulah kuncinya. Karena bisa jadi karena rutinitas yang tanpa dasar dan tujuan yang terevaluasi dengan benar membuat sebagian dari kita melupakan tugas besar ini. Tugas untuk belajar memahami hakikat kehidupan ini. Inilah salah satu hikmah ayat pertama yang turun merupakan ayat untuk senantiasa belajar.

Ikhwati fillah,
Hari-hari yang kita lalui saat ini hendaknya dijadikan hari-hari yang penuh dengan proses pembelajaran. Ruang dan waktu bukan lagi menjadi penghalang tetapi selalu ada celah kesempatan untuk mengoptimalkannya. Inilah yang membedakan kita sebagai manusia dengan makhluk lain. Karena kita mempunyai kemampuan belajar yang merupakan kemampuan primordial, standard dan dasar. Sebuah kemampuan dalam menyerap dan menganilisa informasi yang diterima. Itulah mengapa proses pembelajaran tidak boleh mati dalam setiap diri kita. Karena hakikat belajar merupakan perubahan dan manusia yang tidak mau belajar dalam hidupnya pada hakikatnya ia tidak mau melakukan perubahan. Dan kejumudan pada hakikatnya adalah kematian.

Ikhwati fillah,
Begitu juga dalam da’wah. Proses pembelajaran merupakan keniscayaan dalam mengusung da’wah dimanapun dan kapanpun. Laksana sebuah perjalanan pendakian sebuah gunung begitu pulalah cermin bagaimana kehidupan da’wah ini berjalan. Sebuah pendakian biasanya didahului dengan persiapan-persiapan, baik itu persiapan secara materil, fisik maupun mental agar jangan sampai dalam perjalanan pendakian tersebut kehabisan bekal, kelelahan atau bahkan mundur sebelum tujuan tercapai. Begitupula dengan da’wah ini. Persiapan-persiapan dalam da’wah adalah adalah sebuah keniscayaan. Persiapan materi dan wawasan secara integral dan menyeluruh, mental maupun strategi-strategi pencapaian.

Ikhwati fillah,
Dalam perjalanan pendakian, jalan yang ditempuh seringkali menanjak, berkelok dan penuh dengan bebatuan. Begitupula dengan da’wah. Perjalanan da’wah seringkali penuh dengan hambatan-hambatan baik internal da’I maupun external. Namun ketahuilah, setiap kelelahan dalam pendakian tersebut akan ada jalan menurun dan melandai yang kita dapat bernafas dan mengatur strategi sesaat. Sesaat. Itu merupakan lampu peringatan yang harus selalu menjadi filter. Karena jangan sampai jalan melandai tersebut menjadikan kita lengah dan malas untuk melanjutkan perjalanan.

Ikhwati fillah,
Pemandangan alam yang begitu indahnya maupun gemericik air terjun yang menyegarkan selama perjalanan janganlah sampai membuat kita terlena dan lupa akan tujuan kepuncak pendakian. Dalam da’wahpun demikian. Terkadang Allah SWT memberikan “kabar gembira” dalam mengisi hari-hari da’wah. Jangan jadikan itu sebagai akhir tujuan da’wah, namun jadikan itu sebagai obor yang terus menjadi penyemangat jalannya perjuangan ini. Karena ada atau tidak kabar gembira tersebut, kita telah berazzam untuk tetap berada dalam garis perjuangan da’wah ini.

Ikhwati fillah,
Puji syukur dan dzikir hendaknya menjadi penghias bibir dan hati kita takkala mengisi da’wah ini. Takkala da’wah yang kita usung ini diterima dengan baik oleh masyarakat, maha suci Allah SWT yang telah memberikan hidayah kepada hamba-hamba-Nya. Begitu pula ketika da’wah yang kita tawarkan ini menjadi sesuatu yang diacuhkan oleh masyarakat, maha suci Allah SWT yang telah memberikan peluang kualitas pahala yang akan Allah berikan kepada kita dengan pengorbanan kita tersebut.
Ketika dipuncak pendakianpun, dzikir akan kebesaran Allah hendaknya kata yang pertama kali kita lontarkan. Karena tiada daya dan kekuatan kecuali hanyalah milik-Nya. Allah pemilik alam semesta raya beserta isinya, yang akan memberikan balasan perbuatan sekecil apapun perbuatan tersebut

KUMANDANG CINTA MERAH-PUTIH HARI INI

21 Juli 2009

MERAH..
Keberanian yg kau pancarkan..
Terungkap dalam selaksa perjuangan yg terbentang di hadapan..
Tak kan surut nyali ku
menghadapi kerasny medan yg terhampar..
Aku disini..
Aku berani menjalani hidupku hari ini
Semangat kan terus menyala..
Berkobar sampai ruh ini meregang dri raga..

PUTIH..
Kesucian yg terpancar
terangkum dalam kelembutan hati
terungkap dlm pesona diri
selalu tawadhu' kpd Ilahi..

Kebersihan hati ini smg tiada yg mampu mengotori..
Selalu terjaga dlam lantunan dzikir dan munajat pada-Nya..

YaRabb,dalam kumandang cinta MERAH-PUTIH ku hari ini..
Besar harapan diri ini semoga selalu bisa mengabdi,dng senantiasa mempersembahkan yg terbaik utk agama,keluarga,dan negeri tercinta ini..

(21juli09..KostPink..HARI yg LUAR BIASA bt SUPERTWIN..)

Mb'Thicko:pake atasan putih..mw PENDADARAN..SUKSES y, my twin..

Nungma:pake kostum merah..krn hari ni harus berani dan siap menerima keptusan penelitian,ULANGI atau LANJUTKAN?!

DOAKU....(DALAM CINTA-Mu)



Tuhanku…
Aku berdo’a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu
Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah
Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya
Tuhanku…
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna
Tuhanku…
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku
Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata- kata bijaksana, mampu memberikan semangat serta
mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
“Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.”
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan
Amin….

MUHAMMAD IDOLAKU

20 Juli 2009

Kerusakan besar-besaran telah melanda dunia, menjelang diutusnya Rasululloh saw. Dunia barat dan timur, terkena wabah jahiliyah. Kerusakan terjadi bukan sekedar pada hancurnya peradaban saja, lebih dari itu kerusakan telah terjadi pada berbagai aspek kehidupan manusia, sehingga satu sama lain dari manusia itu saling memangsa. Sebagai contohnya, Licky dalam bukunya “Sejarah Moral Eropa” menggambarkan satu segi dari kebiadaban dan kebuasan manusia yang sulit dicari bandingannya, sebagai berikut: ‘kebanyakan pemandangan bagi penduduk kota Roma yang telah membuat mereka bagai kena sihir dan telah menjadi hiburan yang menyenangkan adalah ketika mereka menyaksikan pertarungan antara manusia dengan binatang buas. Ketika itu mereka lupa diri, lepas kontrol, saling berdesakan, melihat adegan itu dengan penuh antusias, hingga akhimya manusia yang malang itu terkapar jatuh terkalahkan oleh binatang buas lawan tandingnya. Padahal ia itu merupakan bagian dari bangsanya sendiri, akan tetapi secara tragis ia dijadikan hiburan disaat akhir hidupnya, hingga ia menjadi primadona indah saat menikmati pedihnya sakaratul maut.’

Sesungguhnya manusia itu sendiri yang memerlukan hadirnya seorang Rasul yang akan menuntun mereka kejalan yang lurus, namun banyak diantara mereka yang tidak menyadarinya. Sehingga ketika betul-betul telah datang seorang Rasul, tiba-tiba mereka itu berbalik memusuhi Rasul itu. Maka Alloh juga mengingatkan kita:
“Dan ingatlah akan nikmat Alloh ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Alloh lalu menjinakkan hatimu kemudian jadilah kamu karena nikmat Alloh orang-orang yang bersaudara. Dan kamu (waktu itu) telah berada di tepi jurang neraka, lalu Aku selamatkan kamu darinya.”(Ali Imron:103).

Ada banyak perumpamaan yang Alloh berikan kepada orang-orang yang menyimpang, ada yang disebut dengan babi dan kera (Al Maidah:60), keledai sebagal simbol dari kebodohan (Al Jum’ah:5), anjing (Al A’raf:176), dll. Demikianlah Alloh menegaskan amat kerasnya terhadap aturanNya yang disampaikan oIeh Rasul. Hanya dengan kembali mengikuti ajaran yang di bawa Rasululloh itu, manusia akan mendapatkan derajat yang mulia sebagai manusia (Insaniyatul lnsan). Begitu manusia mendustakan Rasul, maka
kehinaan menimpa mereka, dan kerusakan yang besar akan terjadi di peradannya sendiri.

SUDAH MERASA CINTA ROSUL?
Kecintaan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasalam adalah perintah agama. Tetapi untuk mengekspresikan cinta kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasalam tidak boleh kita lakukan menurut selera dan hawa nafsu kita sendiri. Sebab jika cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam itu kita ekspresikan secara serampangan dan tanpa mengindahkan syari'at agama maka bukannya pahala yang kita terima, tetapi malahan dapat menuai dosa.

Dari Anas radhiallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasalam, bahwasanya beliau shallallahu alaihi wasalam bersabda: "Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia." (Muttafaq Alaih)

Dengan mengacu pada hadits shahih di atas, dapat kita ambil poin-poin berikut ini: Kewajiban cinta kepada Rasul shallallahu alaihi wasalam, kenapa harus cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam? Apa tanda-tanda cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam?

Pertama, Kewajiban Cinta Rasul SAW
Hadits shahih di atas adalah dalil tentang wajibnya mencintai Nabi shallallahu alaihi wasalam dengan kualitas cinta tertinggi. Yakni kecintaan yang benar-benar melekat di hati yang mengalahkan kecintaan kita terhadap apapun dan siapapun di dunia ini. Bahkan meskipun terhadap orang-orang yang paling dekat dengan kita, seperti anak-anak dan ibu bapak kita. Bahkan cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam itu harus pula mengalahkan kecintaan kita terhadap diri kita sendiri.

Dalam Shahih Al-Bukhari diriwayatkan, Umar bin Khathab radhiallahu anhu berkata kepada Nabi shallallahu alaihi wasalam : "Sesungguhnya engkau wahai Rasulullah, adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu selain diriku sendiri." Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, 'Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di TanganNya, sehingga aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri'. Maka Umar berkata kepada beliau, 'Sekarang ini engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.' Maka Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, Sekarang (telah sempurna kecintaanmu (imanmu) padaku) wahai Umar."

Karena itu, barangsiapa yang kecintaannya kepada Nabi shallallahu alaihi wasalam belum sampai pada tingkat ini maka belumlah sempurna imannya, dan ia belum bisa merasakan manisnya iman hakiki sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Anas radhiallahu anhu , dari Nabi shallallahu alaihi wasalam , beliau bersabda:
"Ada tiga perkara yang bila seseorang memilikinya, niscaya akan merasakan manisnya iman, 'Yaitu, kecintaannya pada Allah dan RasulNya lebih dari cintanya kepada selain keduanya......"

Kedua, Mengapa kita harus mencintai Rasul shallallahu alaihi wasalam?

Tidak akan mencapai derajat kecintaan kepada Rasul shallallahu alaihi wasalam secara sempurna kecuali orang yang mengagungkan urusan din (agama)nya, yang keinginan utamanya adalah merealisasikan tujuan hidup, yakni beribadah kepada Allah Ta'ala. Dan selalu mengutamakan akhirat daripada dunia dan perhiasannya.
Cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam inilah dengan izin Allah menjadi sebab bagi kita mendapatkan hidayah (petunjuk) kepada agama yang lurus. Karena cinta Rasul pula, Allah menyelamatkan kita dari Neraka, serta dengan mengikuti beliau shallallahu alaihi wasalam, kita akan mendapatkan keselamatan dan kemenangan di akhirat.

Adapun cinta keluarga, isteri dan anak-anak maka ini adalah jenis cinta duniawi. Sebab cinta itu lahir karena mereka memperoleh kasih sayang dan manfaat materi. Cinta itu akan sirna dengan sendirinya saat datangnya Hari Kiamat. Yakni hari di mana setiap orang berlari dari saudara, ibu, bapak, isteri dan anak-anaknya karena sibuk dengan urusannya sendiri. Dan barangsiapa lebih mengagungkan cinta dan hawa nafsunya kepada isteri, anak-anak dan harta benda duniawi maka cintanya ini akan bisa mengalahkan kecintaannya kepada para ahli agama, utamanya Rasul shallallahu alaihi wasalam .

Ketiga, tanda-tanda Cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam
Cinta Nabi shallallahu alaihi wasalam tidaklah berupa kecenderungan sentimentil dan romantisme pada saat-saat khusus, misalnya dengan peringatan-peringatan tertentu. Cinta itu haruslah benar-benar murni dari lubuk hati seorang mukmin dan senantiasa terpatri di hati. Sebab dengan cinta itulah hatinya menjadi hidup, melahirkan amal shalih dan menahan dirinya dari kejahatan dan dosa.

Adapun tanda-tanda cinta sejati kepada Rasul shallallahu alaihi wasalam adalah:

a. Menaati beliau shallallahu alaihi wasalam dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Pecinta sejati Rasul shallallahu alaihi wasalam manakala mendengar Nabi shallallahu alaihi wasalam memerintahkan sesuatu akan segera menunaikannya. Ia tak akan meninggalkannya meskipun itu bertentangan dengan keinginan dan hawa nafsunya. Ia juga tidak akan mendahulukan ketaatannya kepada isteri, anak, orang tua atau adat kaumnya. Sebab kecintaannya kepada Nabi shallallahu alaihi wasalam lebih dari segala-galanya. Dan memang, pecinta sejati akan patuh kepada yang dicintainya.

Adapun orang yang dengan mudah-nya menyalahi dan meninggalkan perintah-perintah Nabi shallallahu alaihi wasalam serta menerjang berbagai kemungkaran maka pada dasarnya dia jauh lebih mencintai dirinya sendiri. Sehingga kita saksikan dengan mudahnya ia meninggalkan shalat lima waktu, padahal Nabi shallallahu alaihi wasalam sangat mengagungkan perkara shalat, hingga ia diwasiatkan pada detik-detik akhir sakaratul mautnya. Dan orang jenis ini, akan dengan ringan pula melakukan berbagai larangan agama lainnya. Na'udzubillah min dzalik.

b. Menolong dan mengagungkan beliau shallallahu alaihi wasalam. Dan ini telah dilakukan oleh para sahabat sesudah beliau wafat. Yakni dengan menyosialisasikan, menyebarkan dan mengagungkan sunnah-sunnahnya di tengah-tengah kehidupan umat manusia, betapapun tantangan dan resiko yang dihadapinya.

c. Tidak menerima sesuatupun perintah dan larangan kecuali melalui beliau shallallahu alaihi wasalam, rela dengan apa yang beliau tetapkan, serta tidak merasa sempit dada dengan sesuatu pun dari sunnah-nya . Adapun selain beliau, hingga para ulama dan shalihin maka mereka adalah pengikut Nabi shallallahu alaihi wasalam.Tidak seorang pun dari mereka boleh diterima perintah atau larangannya kecuali berdasarkan apa yang datang dari Nabi shallallahu alaihi wasalam .

d. Mengikuti beliau shallallahu alaihi wasalam dalam segala halnya. Dalam hal shalat, wudhu, makan, tidur dsb. Juga berakhlak dengan akhlak beliau shallallahu alaihi wasalam dalam kasih sayangnya, rendah hatinya, kedermawanannya, kesabaran dan zuhudnya dsb.

e. Memperbanyak mengingat dan shalawat atas beliau shallallahu alaihi wasalam . Dalam hal shalawat Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda:
"Barangsiapa bershalawat atasku sekali, niscaya Allah bershalawat atasnya sepuluh kali." (HR. Muslim).

f. Mencintai orang-orang yang dicintai Nabi shallallahu alaihi wasalam. Seperti Abu Bakar, Umar, Aisyah, Ali radhiallahu anhum dan segenap orang-orang yang disebutkan hadits bahwa beliau shallallahu alaihi wasalam mencintai mereka. Kita harus mencintai orang yang dicintai beliau dan membenci orang yang dibenci beliau shallallahu alaihi wasalam . Lebih dari itu, hendaknya kita mencintai segala sesuatu yang dicintai Nabi, termasuk ucapan, perbuatan dan sesuatu lainnya.

Apa Kata Mereka?
“Pilihan saya pada Muhammad untuk diletakkan pada peringkat diatas dari urutan orang-orang yang berpengaruh didunia boleh jadi mengejutkan sebagian pembaca dan membuat oranglain bertanya-tanya. tetapi ia adalah satu satunya manusia dalam sejarah yang meraih sukses yang begitu tinggi, baik dalam bidang agama maupun dalam bidang keduniaan.
( Michael H. Hart, The 100: A Rangking of the Most influential Persons in History)

Nabi Muhammad ketika saat haji Wada’, di padang Arafah yang terik, dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri berpidato. Di akhir pidatonya itu Nabi dengan dibalut sorban dan tubuh yang menggigil berkata, “Nanti di hari pembalasan, kalian akan ditanya oleh Allah apa yang telah aku, sebagai Nabi, perbuat pada kalian. Jika kalian ditanya nanti, apa jawaban kalian?” Para sahabat terdiam dan mulai banyak yang meneteskan air mata. Nabi melanjutkan, “Bukankah telah kujalani hari-hari bersama kalian dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku karena menahan lapar bersama kalian, bukankah aku telah bersabar menghadapi kejahilan kalian, bukankah telah ku sampaikan pada kalian wahyu dari Allah.....?” Untuk semua pertanyaan itu, para sahabat menjawab, “benar ya Rasul!”
Rasul pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, “Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah!”. Nabi meminta kesaksian Allah bahwa Nabi telah menjalankan tugasnya. Di kesempatan kali ini saya pun meminta Allah menyaksikan bahwa kita mencintai Rasulullah.”Ya Allah saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu, betapa kami sangat ingin bertemu dengan kekasih-Mu, betapa kami sangat ingin meniru semua perilakunya yang indah; semua budi pekertinya yang agung, betapa kami sangat ingin dibangkitkan nanti di padang Mahsyar bersama Nabiyullah Muhammad, betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam surga yang sama dengan surganya Nabi kami. Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah Ya Allah saksikanlah”

Wallahu’alam Bisshowab

AWAL TANPA AKHIR…18 JULI 2005 – 18 JULI 2009

18 Juli 2009


18 JULI
Hari berganti..waktu begitu cepat berlalu….
Bersama kristal bening embun pagi, ku bersenandung syukur membuka hari..
Jilbab putih menjuntai rapi..
Membuatku semakin percaya diri tuk arungi hari…

18 juli hari yang istimewa, karna hidup baru kan kumulai dengan segera..
Berteman sinaran mentari ..yang sangat cerah menerpaku…
Membawaku terbuai dalam kebahagiaan yang semoga tiada pernah kan berkesudahan…
Allah memberiku banyak hal luar biasa..
Ya hari ini, sungguh luar biasa!!!

18 juli hari yang indah, hijab pertamaku…
Ikrar dan janji coba ku tunaikan…
Kewajiban untuk menjadi muslimah sesungguhnya…

Karena tlah ku AZZAM kan di awal…
Jalan inilah yang kan ku tempuh…
Takkan pernah ber AKHIR….
Hingga hembusan nafasku terakhir…
(AWAL TANPA AKHIR…18 JULI 2005 – 18 JULI 2009)


Gadis mungil berkaca mata..
Jilbab putih seputih hatinya
Gadis manis yang selalu ceria..
Semanis dan seindah kata-katanya
Sebijak nama yang melekat pada dirinya..
NORMA!!
(30 Juni 06..dari seorang Sahabat)

Perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu, tapi untuk mjd lebih baik kita mesti berubah. Belum terlambat bagi kita memancangkan niat untuk menjadi hamba yang mukminin, manusia yang muttaqin, makhluk yang memancarkan kebaikan kepada sesama. Blm tertutup pintu taubat bagi hamba yang mau bertaubat.Mari kita berubah, kita jadikan persinggahan yang sebentar di dunia ini sebagai wahana bagi kita berpetualang mengumpulkan amal sebanyak-banyak untuk bekal kelak di akhirat.Saya bisa, dia bisa, mereka juga bisa, Anda tentu lebih bisa lagi!!! Get inspiration, do with motivation and create successfully……

JILBAB = Jadi Indah Luar BiasA Bo’


CATATAN HARIANKU…SENIN, 18 JULI 2005 (Hanya kutulis ulang…SEBUAH KISAH NYATA)
Hari ini adalah hari yang baru bagiku. Keinginanku untuk berhijrah dan berhijab akhirnya terealisasikan. Alhamdulillah Ya Allah…atas semua karunia dan anugerah yang telah Engkau berikan. Semoga aku tetap istiqomah di jalan-Mu tuk menegakkan panji Islam..SEmoga ini menjadi salah satu saranaku untuk senantiasa memperbaiki diri..
Hari ini MOS (Masa Orientasi Siswa) hari pertama…jam 5 pagi ku dianter Babe ke kostnya Gestin..Kita nanti berencana berangkat bareng ke SMA. Nah, pas lewat depan gerbang SMA, dah ada beberapa temenku yang datang…(mereka ternyata gak nyangka kalo yang barusan aja lewat aku dengan penampilan baruku). Sampai kostnya Gestin, ku langsung dipeluk and disalami ma Gestin dan anak-anak kost di situ. Mereka ngucapin selamat dan mendoakanku semoga senantiasa istiqomah…

Setelah semua siap, kita jalan bareng ke SMA. Hari itu kita ceritanya jadi senior MOS (cieee..dah kelas 3)..jam 05.30, semua senior briefing. Serius abiz!!! Jam 6, peluit panjang dibunyikan. Junior disuruh kumpul di lapangan upacara. Gayenk abis..jabatanku waktu itu jadi TP (Tim Penilai), tukang akumulasi pelanggaran dan menilai apapun seperti kebersihan kelas, dll. Eh, ada “seseorang” di atas sana…(bagian taman). Ada mas dodoy juga, mbak thicko yang pada penasaran liat aksiku jadi senior MOS.hehehe…
Aksi bentak-bentakan pun dimulai. SENIOR……..TANGGUH!!!! Pas ada SIDAK, seruuu…juniornya pada kaget!!! (Maaf ya adek-adek…tuntutan scenario nich). Pas sesi istirahat, aku di-oso-ni temen2 (ex : Deny, Timbul, Joko, Ary Tri, Nova, Afi’, dll…). Ada juga yang bilang gini, “Cie, abz pake jilbab kok sekarang jadi pendiem ya???” hehe…ada juga yang senyam-senyum penuh arti). Thanks buat sobat-sobatku…

Aku ketrima jadi warga 3 IPA 4. Semoga aku bisa sukses di IPA..Amin…Aku duduk sebangku ma Nova..Temen-temenku banyak yang berubah. Mualimah juga pake jilbab, dan masih ada yang lain lagi. Alhamdulillah, segala puji hanya bagi-Mu, Ya Rabb…
MOS hari pertama berlangsung seru!!!

(Terima kasih Gestin, Anang, Nova, Joko, Deny, Risang, Dita, Timbul, dan semua SAHABAT TERBAIKKU yang gak mungkin bisa kusebutin satu persatu..AKU BAHAGIA KARENA CINTA dan tlah kutemukan INDAHNYA CINTA dalam jalinan indah PERSAHABATAN KITA!!!!)
Just For Gestin : Terima kasih untuk “seragam putih abu-abu” dan “jilbab pertamaku”. AKU SANGAT MENCINTAIMU KARENA ALLAH…

An Nuur 31 ‘Katakanlah kepada wanita yang beriman," Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya…"

JILBAB = Jadi Indah Luar BiasA Bo’!

CINTA KARENA ALLAH...


Cinta itu adalah ketika timbul perasaan aneh disekujur tubuhmu baik ketika kau melihatnya, mendengarnya, ataupun ketika kau merasakan kehadirannya di dekatnya. Adakalanya kau selalu ingin dekat dengannya, namun yakinlah, bahwa jarak yang jauh terkadang justru mampu mendekatkan hati kalian. Dan juga sebaliknya, kedekatan tanpa ikatan pernikahan seringkali merenggangkan hati kalian.

Cinta itu tumbuh secara tak terduga. Terkadang kau berpikir bahwa kau LEBIH BAIK mencintai orang tersebut. Namun ketika HATImu menolaknya kau tak akan mampu berbuat apa-apa. Biarlah perlahan-lahan hatimu, bersama dengan masa yang akan menghapusnya dari pikiranmu.
Namun ketika HATImu membenarkan kau justru akan dibuat kebingungan karenanya. Kau justru akan berpikir ulang sebelum kau benar-benar yakin bahwa dialah cintamu yg sebenarnya.

Cinta karena Allah adalah ketika kau mengerti, tak hanya kelebihan dari orang itu yang kau lihat, namun juga MEMAHAMI dan MENERIMA kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Sungguh pun kau baru boleh mengatakan bahwa "aku mencintainya" setelah kau benar-benar mengenalnya dgn sebenar-benarnya, yaitu baik dan buruknya.

Cinta karena Allah itu tidak akan pernah sebatas pada penampilan dan kecantikan. Adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah arang hitam daripada sebutir intan yang berkilauan. Karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkan sebuah kehangatan yang mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan yang ternyata membuatmu beku kedinginan.

Cinta karena Allah itu TIDAK akan tumbuh dari kecantikan seseorang. Namun KECANTIKAN seseorang justru akan tampak ketika kau mencintainya. Adalah bagaimana kau bisa mencintainya karena akhlak dan agamanya, bukan pada rupa, harta, ataupun nasabnya. karena dengan inilah kau bisa menepis kefakiran, kehinaan, ketidak bahagiaaan, dan kemudian menggantinya dengan kemuliaan yang diridhoi oleh Allah SWT.

Cinta karena Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu kau sangat ingin. Adalah bagaimana kau bisa ikhlas ketika dia ternyata lebih mencintai orang lain dan bahkan kau pun bisa berdoa agar mereka bisa berbahagia.


Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu pada jurang kemaksiatan. Ketika kau melihat dia dan mencintainya, hal itu akan membuatmu semakin berbenah diri, kau menjadi mampu melihat kekurangan-kekurangan dirimu untuk kemudian memperbaikinya.

Cinta Karena Allah tidak akan membuatmu berpikir sempit, justru kau akan berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih dewasa, dan ke arah yang lebih serius…!! Kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila kalian sudah pacaran, namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan. Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci, berarti dan bermakna di hadapan Allah daripada sekedar pacaran.

Cinta karena Allah terkadang tak tumbuh dengan sendirinya. Kita seperti layaknya diberi biji untuk ditanam. Lalu ia tergantung pada bagaimana kita merawatnya. Jika kita baik, maka baik pulalah perasaan itu, dan juga sebaliknya. Terkadang pula bisa jadi ia tumbuh dengan sendirinya. Ada saat dimana kau terkadang ingin membunuh saja perasaan tersebut namun entah mengapa kau tak berdaya. Karena sebenarnya bukanlah kita yang menumbuhkan perasaan cinta tersebut, namun Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang lah yang berkehendak atas segala perasaan itu.

Cinta karena Allah Bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang, namun bagaimana tentang kalian melihat ke arah yang sama, dan berjalan ke arah yang sama. Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi perjalanan tersebut sendirian melainkan kau butuh seseorang untuk berjalan disisimu, yang saling membantu, saling meringankan, dan saling mengarahkan dalam perjalanan menggapai Ridha-Nya

Cinta karena Allah tidaklah selalu membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian. Namun yang terpenting adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu menggapai ridha Allah SWT. dalam dirimu kau pun ingin agar kau merasa layak untuk mencintai dan dicintai olehnya.

Segala puji hanya bagiMu Ya Rabb Sang penguasa tidak ada yang luput dari pengetahuanMu..tidak akan habis air lautan atau bhkan lebih dari itu untuk menuliskan kalam Mu ..selalu berusaha untuk dapat memahami bahwa tidak ada yang sia-sia atas yang Engkau tentukan dan berprasangka yang terbaik untuk semuanya.Engkau Yang Maha Kuasa atas segalanya dan berkehendak tidak ada yang tidak mungkin.

LET’S WRITE TO FIGHT‼!


Seperti melukis, menulis adalah sebuah aktivitas manusia yang alami. Salah satu nilai yang diberikannya adalah membantu kita memadukan dan menata kehidupan kita yang kompleks. Kegiatan menulis dapat mewujudkan sasaran yang tidak sederhana ini dalam berbagai cara.
Manfaat menulis menurut Dr. Pennebaker :
1. Menulis menjernihkan pikiran
Saat memulai tugas yang rumit, cobalah untuk menuliskan pikiran dan perasaanmu.
Para ahli hipnotis professional sering menggunakan teknik ini untuk mempercepat proses hipnotis. Pada dasarnya mereka meminta klien mereka untuk menuliskan pikiran dan perasaan mereka pada saat itu. Saat klien mereka selesai menulis, ahli hipnotis ini meminta klien untuk merobek kertas yang mereka pakai dan membuangnya. Hal ini merupakan sebuah tindakan simbolis bagi penjerniha pikiran.
2. Menulis mengatasi trauma yang menghalangi penyelesaian tugas-tugas penting
Susudah terjadinya sebuah kemelut yang besar, orang-orang cenderung dihantui kejadian itu. Dalam memikirkan trauma itu, dan bahkan dalam upaya untuk tidak memikirkannya, orang-orang akan menggunakan kapasitas pikirannya yang terbesar. Oleh sebab itu, mereka akan menjadi pelupa dan tidak bisa memusatkan perhatian merka pada pekerjaan-pekerjaan baru yang besar. Menulis tentang trauma akan membentu dalam mengelola trauma, dan dengan demikian membebaskan pikiran untuk menangani tugas-tugas lainnya.
3. Menulis membantu dalm mendapatkan dan mengingat informasi baru
Menulis bisa membantu memberikan suatu kerangka yang bisa dipakai untuk memahami perspektif baru dan unik dari orang lain. Bahkan menulis tentang hal tersebut akan membuat gagasan-gagasan semakin jelas dan mudah untuk diingat.
4. Menulis membantu memecahkan masalah
Karena menulis menolong proses integrasi informasi, maka menulis bisa membantu memecahkan masalah-masalah yang rumit. Menulis dapat memaksa orang-orang untuk memusatkan perhatian mereka lebih panjang pada satu topik tertentu daripada kalau mereka hanya memikirkannya. Karena menulis lebih lambat daripada berpikir, setiap gagasan harus dipikirkan secara terperinci
5. Menulis- bebas mambantu kita ketika kita terpaksa harus menulis
Menuliskan sesuatu dengan membebaskan seluruh pikiran dan perasaan bisa membebaskan kemampuan menulis kamu. Penulisan bebas bisa berguna sebagai landasan bagi sebuah rancangan kasar sebuah tulisan formal.

Menulis bisa menjadi sebuah kemampuan yang sangat berharga dalam mempelajari dan menghadapi DUNIA ‼ Menulis secara bijaksana bisa memperbaiki kualitas kehidupan bagi sebagian besar dari kita.

SAUDARA MENULIS ITU BERNAMA MEMBACA
Oh ya, pernahkah kamu kehabisan kata-kata saat mau menuliskan atau mengungkapkan sesuatu?? Mungkin juga kepala kamu sudah penuh dengan segala macam ide. Namun, betapa susahnya ide kamu keluarka lewat kata-kata.
Menulis memerlukan seorang saudara yang siap membantunya. Saudara menulis itu bernama membaca.
- Bagaimana memperkaya diri kita dengan sebanyak-banyaknya kata??
- Bagaimana diri kita bagaikan “gudang” atau kamus kata-kata??
- Bagaimana diri kita dapat secara cair mengalirkan kata-kata yang dapat diwujudkan dalam bentuk tertulis??

Dua point penting :
1. Gaya tulisan tidak didapat dari menulis, melainkan dari membaca.
2. Menulis bisa membantu kita menyelesaikan masalah dan menjadikan kita semakin cerdas.
- Gaya tulisan berasal dari membaca
- Kita menulis untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Namun, mungkin yang lebih penting, kita menulis untuk diri kita sendiri, untuk memperjelas dan merangsang pikiran kita. Sebagian besar tulisan kita bahkan kalaupun kita adalah penulis yang karyanya diterbitkan, adalah untuk diri kita sendiri.

Bagaimana memulai menulis???
J.K Rowling : “Mulailah menulis apa saja yang kamu tahu. Menulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri. Itulah yang saya lakukan”

Percaya atau tidak, kita semua adalah penulis. Di suatu tempat di adalam diri setiap manusia ada jiwa unik yang berbakat yang mendapatkan kepuasan mendalam karena menceritakan suatu kisah, menerangkan bagaimana melakukan sesuatu, atau sekedar berbagi rasa dan pikiran.
Dorongan untuk menulis itu sama besarnya dengan dorongan untuk berbicara; untuk mengkomunikasikan pikiran dan pengalaman kita kepada orang lain; paling tidak, untuk menunjukkan kepada mereka siapa diri kita ini.

“Orang hebat menulis masalah berat dengan bahasa sederhana. Orang yang ingin disebut hebat, menulis masalah sederhana dengan bahasa yang berat.”

F.O.K.U.S

Fokus pada pekerjaan adalah kunci untuk bekerja secara efektif dan produktif. Sayangnya seringkali kita justru bertindak sebaliknya. Belum selesai sebuah tugas kita sudah "lompat" ke tugas lainnya. Akibatnya kamu merasa tak pernah bisa "bernapas", bahkan tak jarang terpaksa lembur demi menyelesaikan sebuah tugas.


Kesulitan untuk fokus pada sebuah hal memang kerap kita alami. Bukan hanya dalam pekerjaan di kantor, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam hal mencapai target tertentu, seperti berhenti merokok atau rutin berolahraga. Menurut ilmu zen, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk tetap fokus pada tujuan dan hal itu dimulai dari pagi hari saat terbangun dari tidur.

Ingatlah akan kekuatan pikiran. Jika saat bangun tidur kamu sudah mengeluhkan hari yang berat yang akan kamu hadapi, kamu akan benar-benar mengalaminya. Jika kamu terbangun dari tidur dan memikirkan hari yang indah, kamu akan mendapatkannya.


Jangan biarkan perhatian kita lompat dari satu hal ke hal lainnya karena hal itu hanya membuat kita sibuk dan tidak produktif. Fokuslah pada satu tugas yang sedang dikerjakan. Membuat skala prioritas pada pekerjaan yang dihadapi akan membantu kamu memilih tugas yang harus diselesaikan.

Hilangkan pula kebiasaan suka menunda pekerjaan. Semakin sering ditunda, makin menumpuk tugas yang harus dikerjakan. Terakhir, bekerjalah dengan hati senang karena hal itu akan membuat tugas terasa lebih ringan

AKSI CINA, 15 JULI DALAM SUATU SIANG...



15 Juli dalam suatu siang…
Sang bagaskara bersinar cukup garang
Tapi tak mempan buat nyaliku patah arang
Kulangkahkan kaki ini dengan riang
Menuju kumpulan barisan yang siap “berperang”


Ilustrasi puisi di atas..menggambarkan suasana hatiku siang ini…Berangkat dari zona inspirasi TWIN jam 12.30 bareng adik kost…Berbekal niat dan semangat serta beberapa buah ta’limat..dengan tekad bulat kita berdua pun berangkat…naek bis kota…dan turun di Gladak. Lokasi aksi hari ini… sudah ada beberapa ikhwah yang ada di lokasi, dengan berbekal atribut dan perlengkapan masing-masing.
Jam di HP ku menunjukkan pukul 13.15…AKSI pun dimulai…perwakilan dari LDK UNS, PUSKOMDA, dan KAMMI Sholahuddin Al Ayyubi Solo menyampaikan orasi..menyatakan aksi solidaritas kita kepada semua warga muslim di Cina, yang sekarang sedang dalam keadaan yang sangat tertindas, terjadi pelanggaran HAM, terjadi pembantaian, and many more!!!

MUSLIM CINA, NI HOU MA???

Semoga aksi hari ini memberikan banyak manfaat..Amin...

BELIEVE IN YOURSELF!!!


Begitu banyak hal yang dapat mempengaruhi keadaan kita, menjadikan hari-hari kita berbeda setiap detiknya, yang bisa menjadikan kita orang yang paling bahagia atau bahkan sebaliknya. Detik-detik hidup yang kita lalui memiliki warna dan rasa yang berbeda, kejadian yang kita alami, masalah yang kita hadapi, semuanya terus bergulir dan silih berganti antara baik atau sebaliknya. Sungguh begitu banyak hal yang dapat mempengaruhi diri kita, entah itu hal yang baik atau buruk, hal yang bisa membuat kita tersenyum bahagia atau menangis penuh kepiluan. Pagi, siang, sore, hingga malam harinya, akan menjadi keadaan yang berbeda dengan apa yang kita lakukan dan kita hasilkan saat itu. Tapi berbeda atau tidaknya keadaan kita dalam hari-hari yang kita lewati akan bergantung pada diri kita, kefahaman akan hidup, kefahaman akan segala yang di hadapi.

Ada kalanya ketika kita terbangun pada pagi hari dengan segala keindahan dan pesonanya, namun saat itu, keadaan tak seperti yang kita harapkan terjadi. Itulah saat ketika kita harus memberitahu dan meyakinkan pada diri kita sendiri, bahwa keadaan akan semakin membaik, keadaan akan bisa kita hadapi, tak ada kata menyerah dan mengeluh, semuanya akan mengandung hikmah yang akan semakin mendewasakan kita, keadaan itu takkan mengubah pagi yang indah menjadi suram buram dalam kegelapan, tak lantas mentari langsung tenggelam, semuanya akan berjalan baik, tak berubah sedikit pun, hanya perlu keyakinan diri yang menjadikan semuanya menjadi indah.

Ada saat ketika ada orang yang mengecewakan kita, membuat kita sedih, seakan tak ada lagi yang bisa kita percaya. Itulah waktu, ketika kita harus mengingatkan diri sendiri, untuk percaya dan yakin pada penilaian dan pendapat kita sendiri, untuk tetap fokus pada keyakinan diri sendiri, dan mengatakan bahwa semuanya bisa dilakukan, semuanya akan baik-baik saja, dunia tak lantas menjadi tandus. Itulah saat dimana kita harus menyadari akan tantangan dan perubahan yang harus dihadapi dalam hidup yang kita jalani. Semunya tergantung pada diri kita sendiri, bagaimana menerimanya, bagaimana kita bisa ikhlas akan semua keadaan yang dihadapi, semuanya kita yang memilih dan menentukan seperti apa kita menghadapinya.


Tetaplah jaga diri pada arah yang tepat untuk mecapai tujuan. Cita dan harapan yang telah kita goreskan di lembaran hidup, semuanya pasti bisa kita capai, hanya kita yang bisa menentukan semuanya. Memang tidak mudah untuk melakukannya, tapi yakinlah bahwa masa-masa sulit yang kita hadapi dan singgah dalam kehidupan kita, akan menyadarkan kita akan jati diri yang sesungguhnya, jati diri yang sering kita sebut saat kita beranjak dewasa dulu.



Masa-masa sulit itu akan ada dan pasti kita rasakan suatu saat nanti atau bahkan saat ini, hari-hari dimana penuh dengan frustasi, penuh dengan tanggung jawag yang membebani, berat untuk dihadapi. Ingatlah, untuk tetap yakin pada diri sendiri dan segala yang kita cita dan harapkan dalam hidup kita. Semua tantangan dan perubahan itu hanya akan membantu kita dalam mendewasakan diri dan menemukan makna diri dan jati diri yang selam ini kita cari, menemukan tujuan yang selama ini memang diperuntukan bagi kita, ia tak akan mengubah keadaan sedikit pun. Maka tak ada jalan lain, yakinlah akan diri sendiri, yakin akan kemampuan diri, bahwa semuanya bisa di hadapi dan semuanya akan menjadi hari-hari yang baik, walau keadaan yang terus berbeda setiap waktunya.
(Dari berbagai sumber)

TAFSIR SURAT ABASA



Di latar belakang surat Abasa membuktikan bahwa Rasulullah memilih-milih dalam domain berdakwahnya. Rasulullah SAW mempunyai asumsi bahwa jika dia mendapat dukungan dari orang-orang penting dari suku Quraisy yaitu Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah,dll maka akan berkuranglah masalah yang dialami ummat pada saat di awal dakwah makkiyyah.
Datangnya Ibnu Ummi Maktum yang membuat Rasulullah SAW bermuka masam adalah refleksi keengganan untuk mengurus masalah yang diasumsikan kurang penting dan tidak signifikan, yaitu melayani orang yang tidak punya kekuatan masa dan tidak punya kemampuan ekonomi.

Hikmah dari Abasa terhadap Rasulullah SAW :
Tafsir Fizhilaali Quran menjelaskan bahwa disinilah langit campur tangan untuk mengatakan kata pasti dalam urusan ini, untuk menaruh rambu-rambu dan semua petunjuk jalan, dan untuk menetapkan timbangan untuk menimbang semua norma dan nilai, tanpa menghiraukan semua jenis lingkungan (kasta) dan pemikiran. Termasuk pemikiran tentang kemaslahatan dakwah menurut pandangan manusia, bahkan menurut pandangan penghulu semua manusia yakni Nabi Muhammad SAW

Tafsir Fizhilaali Quran karangan Sayyid Quthb juga menegaskan bahwa secara lughawi, didalam ayat 11, Allah memberikan peringatan yang keras terhadap Rasulullah SAW yang merupakan pembawa risalah yang amat diperhatikan dan dibimbing oleh Allah SWT. Bahkan ini dijelaskan sebagai celaan untuknya dengan uslub/cara " Sekali-kali jangan demikian !".

Dengan kata lain Allah meluruskan perbuatan dan asumsi Rasulullah SAW yang keluar dari kehendak Allah SWT :
1. Jangan sekali-kali seperti itu !
2. Jangan sekali-kali bermuka masam terhadap orang yang mencari ilmu Allah biarpun ia miskin lagi buta !
3. Jangan membeda-bedakan orang yang ingin mendengarkan dakwahmu !
4. Jangan terpedaya dalam kasta ketika berdakwah !

Aplikasi Surat Abasa di zaman Rasulullah SAW :

Tafsir fi zhilali Quran mengilustrasikan bahwa Rasulullah SAW sangat terkesan dan tersentuh oleh ayat-ayat surat 'Abasa. Maka pertama yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah mengumumkan pengarahaan dan celaan yang turun berkenan peristiwa tersebut. Juga setelah peristiwa ini Rasulullah SAW. senantiasa bersikap lunak kepada Ibnu Ummi Maktum. Setiap kali berjumpa dengannya, beliau berkata, “Selampat berjumpa orang yang karenanya aku dicela oleh Tuhanku." Bahkan beliau dua kali menjadikannya pengganti beliau setelah hijrah di Madinah.

Atas pengarahan surat ini Rasulullah SAW juga menggugurkan timbangan sosial yang ada di Arab saat itu, atau penilaian berdasarkan kasta. Rasulullah SAW mengawinkan putri bibi beliau, Zainab binti Jahsy al Asadiyah dengan mantan budak beliau yang bernama Zaid bin Haritsah, walaupun masalah perkawinan sangan sensitif di masa itu.
Rasulullah juga mempersaudarakan Khalid bin Ruwaihah al Khats'ami dengan Bilal bin Rabah ( bekas seorang budak yang hitam ). Juga Hamzah dari darah Quraisy dengan Zaid bin Haritsah.

Tak terhitung perubahan yang Rasulullah berikan karena Tarbiyyah surat 'Abasa. Dari mempersatukan Salman Al Farisi yang bukan berbangsa Arab dengan Jamaah Islam sampai mengikis rasisme kulit. Tak juga melupakan bahwa Rasulullah melantik Usamah bin Zaid sebagai panglima perang dalam menghadapi pasukan Romawi sebagai bukti bahwa mentalitas feodalisme itu tidak ada tempat dalam Islam hanya kemampuan diri dan kredibilitas.

Reference : Tafsir FI Zhilaali Quran, Sayyid Quthb, Gema Iinsani Press, 2002 Jilid 23

INDONESIA, NEGARA MASA DEPAN...DAN SEBUAH INTUISI



Berangkat dari ekspansi dimensi dunia global dewasa ini, semakin menyiratkan tuntutan sirkulasi pola pikir ke arah progresif. Pengembangan system IT (Information and Technology) dalam konsep universal tidak lagi menjadi sebatas wacana ringan, namun diperlukan aksiologi yang secara metafisika menguraikan system berbasis informasional. Abad-21 yang menjadi akselerasi komunitas pergolakan berbagai aspek di dunia seperti ekonomi, sosial, politik, agama, dan tak terkecuali dalam segi ilmu pengetahuan, telah mampu menjadi head line dalam setiap aktifitas keseharian. Manusia yang berperan sebagai subjek diharapkan mampu berbuat lebih untuk setiap perkembangan dan eksistensi dunia pegetahuan, sehingga tidak salah membenarkan adanya sinkronitas teori-teori ilmuwan masa lampau dan para peneliti saat ini.

Menjadi sebuah pilot project pengetahuan tentu membutuhkan daya intelegensi yang cukup tinggi, dimana daya intelegensi itu lahir dalam diri manusia sendiri yang kini disebut spirit mobilisasi. Untuk bisa membangkitkan hal tersebut, beragam cara yang dapat digunakan. Salah satunya dengan latihan pengembangan intuisi yang kreatif yakni niat universal kreatif yang diekpresikan melalui Anda (Carol Adrienne, 2007) yang kedepannya, diharapkan mampu melahirkan ide-ide baru dan cemerlang untuk perkembangan dunia pengetahuan. Intuisi akan mampu mendorong motivasi berpikir dan alam pun membantu membangun karya tersebut. Atas dasar itu, konsep intuisi menjadi esensi dalam kiat motivasi diri. Sifat positif, rasa berterima kasih kepada orang-orang terbaik yang bekerja bersama kita dan menyadari pentingnya harga diri adalah alur yang harus ditempuh oleh motivator secara praktikal (Harvey, Successful Motivation in a Week).

Tidak ayal saat ini, manusia berlomba-lomba meningkatkan intuisi berpikir mereka untuk sebuah pengetahuan. Masa depan yang menjadi puncak logika dan cita-cita menaruh beribu harapan terbesar bagi pemiliknya, dan pemiliknya adalah para pelajar yang berjuang menuntut ilmu hanya demi sebuah paradigma pengetahuan. Terkhusus kepada Negara Indonesia sendiri yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) melimpah, sebenarnya menjadi suatu aset berharga dalam pemenuhan kriteria Indonesia sebagai Negara Masa Depan. Namun, rendahnya kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) tetap menjadi problema nomor satu. Hal itu dikarenakan intuisi manusia Indonesia masih kurang dikembangkan dalam porsi pengetahuan khususnya berbaur dengan topik teknologi. Disamping itu, logika dan motivasi berpikir yang masih mengandalkan pola konvensioal sehingga untuk masa perkembangan pengetahuan saat ini kata “gaptek” masih menjadi warna yang corak bagi sebagian masyarakat Indonesia.

Olehnya itu, adanya system yang signifikan seperti pengembangan intuisi manusia Indonesia secara kreatif dan bertahap mampu memberikan andil yang cukup besar dalam pengembangan dunia pengetahuan. Sampelnya adalah pelajar Indonesia, dalam bidang akademik Olimpiade Fisika Dunia, para pelajar Indonesia mampu membuktikan keunggulan logika berpikir mereka lewat medali-medali emas dalam setiap ajang olimpiade, misalnya salah satu tim olimpiade Indonesia, Jonathan Mailoa mampu menorehkan sejarah emas dunia untuk kategori terbaik ‘The Absolution Winner’ untuk tes praktek dan teori. Itu semua adalah tidak lain dari pengembangan intuisi yang terus diasah dari menit ke menit dengan penuh harap dan cita untuk sebuah kata kemenangan. Mengapa ini tidak menjadi motivasi berpikir bagi mayoritas pelajar Indonesia ? Dapatkah Indonesia menjadi sebuah kebanggaan sebagai Negara Masa Depan ?. Tentunya hal itu kembali pada diri dan logika masing-masing personal. Semoga manusia Indonesia dan pelajar pada khususnya telah mampu memberikan arti dari keberadaan mereka saat ini, agar generasi intelektual dan bangsa berbasis informasional yang menjadi cita-cita bersama dapat segera diwujudkan. Insya Allah (*).

(Diambil dari berbagai sumber)

SANG PEMENANG !!!

17 Juli 2009


Hidup adalah berisi dengan aneka macam peristiwa. Peristiwa yang menghadirkan silih berganti perasaan yang mengisi jiwa. Dimana kita melewati satu momen ke momen lainnya. Meraih satu cita ke cita lainnya. Begitu indah ketika cita itu berhasil kita lewati dan kita raih. Tapi itu untuk nanti…

Adakalanya juga kita melepas satu momen untuk meraih momen lainnya. Melepas satu keinginan terganti meraih keinginan lainnya. Terkadang serasa sulit untuk menerima yang ada didepan mata, ketika harus melepas cita yang begitu kita impikan. Ini juga untuk nanti…

Tidak ada salahnya ketika kita begitu mempertahankan cita kita, siapapun berhak merasa kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Ada yang mengatakan perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa’ (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia. Dengannya, manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.

Orang bijak mengatakan, hidup itu adakalanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, ketika kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dsb.

Dibalik segala cita, dibalik segala perasaan kecewa yang hadir karena mempertahankan cita itu. Perasaan menerima untuk melepas ketika cita itu tidak berhasil kita raih merupakan kesiapan yang perlu dihadirkan. Dibalik segala cita, dibalik segala perasaan yang melahirkan pertanyaan akan jalan yang kita tempuh. Perlulah menjaga dengan meyakinkan diri itu dariNya untuk diri kita bahwa semuanya untuk nanti yang akan baik-baik saja.

Maka kokohkanlah keimanan saat perjalanan membuat kita bertanya, saat membuat kita meragu dan kecewa itu terjadi pada kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung untuk nanti… dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan dalam diri kita Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya’.

Memang kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari. Man propose, God dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.
“Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)

Wallahu a’lam bish-shawab

FAIL AND FIGHT AGAIN!!!






Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi


Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalkani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

JANGAN MENYERAH...
JANGAN MENYERAH...
JANGAN MENYERAH!!!


Mengalami kegagalan bukan berarti kita harus menyerah, apalagi putus asa. sebab, sebenarnya dengan kegagalan itu berarti kita harus introspeksi diri dan berikhtiar lebih keras dari kemarin. melalui kegagalan lah, kita bisa mengevaluasi setiap langkah yang telah kita lakukan. dengan begitu, kita akan tahu dimana saja kesalahan yang telah kita perbuat untuk tidak mengualnginya. hal itu akan mendasari langkah kita ke depan tuk menjadi lebih baik.


Kita gagal bukan berarti kita tidak sukses, melainkan kita belum sukses. kegagalan adalah bagian kecil dari proses sebuah kesuksesan atau kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.



Selama kita masih memiliki tujuan yang menggairahkan untuk dicapai, tidak pantas kita patah semangat di tengah jalan, pada kenyataannya, tidak ada sukses sejati yang tercipta tanpa melewati kegagalan...

JANGAN TAKUT GAGAL!!! SIAP BANGKIT!!! RAIH KESUKSESAN!!!


(Meski harus mengulangi penelitianku untuk yang ketiga kalinya...tetap semangat Nung!!!kegagalan kali ini adalah sarana untuk menimba pengalaman dan sarana belajar untuk mencapai KESUKSESAN yang kamu inginkan...NEVER GIVES UP, NUNGMA!!!!)

KARENA CINTA, AKU DAN KAMU ADA!!!

16 Juli 2009


Kau rangkai bunga di pelataran hatiku
Dengan kesejukan yang tak pernah kurasakan sebelumnya
Senyuman pun membungkus jiwa ini
Tanpa sedikit titisan yang membebaniku
Tiap desir angin jua terus melayangkan mimpi
hanya kepadamu…
Hingga tiada sedikit kata yang dapat terucap
Tuk mencerna semua kebahagiaan ini…
Dirimu begitu nyata dalam anganku
Menciptakan cinta yang tak beralasan
Menciptakan senyuman yang tak pernah habis
Menciptakan kebahagiaan yang tak pernah memudar
Dalam sebuah bingkai persahabatan
TERIMA KASIH SAHABAT...........

"BUDAYA BACA” Sebuah Esensi Pendidikan yang Terabaikan


TIME IS KNOWLEDGE Sebuah kalimat yang menyiratkan kronik kehidupan pelajar yang harus bertempur dengan waktu setiap saat. Prestasi, kesuksesan, kegagalan, dan usaha, kata-kata ini sebagai bingkai pelengkap langkah pelajar mengukir masa depan. Namun masikah hal itu terpatri pada potret pelajar sekarang ? dan realisasi apakah yang terjadi dewasa ini, ditambah hadirnya dunia globalisasi? Serta masihkah dikenal budaya baca oleh sekumpulan pelajar sekarang? .Hal inilah yang perlu mendapat kalkulasi dari serangkaian seminar dan teori mengenai pendidikan bangsa kita.

Membenarkan hadirnya dunia global di era sekarang tidak menutup kemungkinan eksistensi pelajar juga harus global. Terkait persoalan system pendidikan, dinilai sudah sangat mapan oleh adanya berbagai langkah dan kebijakan pemerintah. Hanya saja objek dari paradigma pendidikan saat ini belum pas dengan apa yang dicita-citakan. Salah satu upaya pemerintah mengatasi hal tersebut adalah dengan aplikasi sebuah kurikulum pendidikan terbaru yakni KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang dianggap mampu melibatkan seluruh komponen pendidikan baik siswa, guru maupun masyarakat.

Estetika sebuah pendidikan akan tampak jika pelajarnya menampakkan diri sebagai pelajar yang sesungguhnya, dalam artian bahwa pendidikan itu dinilai berfungsi secara optimal jika objeknya mampu mengaktualisasikan teorema dari pendidikan itu sendiri. Fenomena inilah yang menjadi sebuah esensi para pakar pendidikan saat ini. Sementara dalam hal peningkatan mutu pelajar, berbagai langkah pemerintah juga telah ditempuh mulai dari pembaruan system pendidikan hingga kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan, seperti adanya program pengadaan perpustakaan di setiap sekolah sebagai sumber pendidikan, bahkan sampai penghapusan biaya pendidikan berjangka 12 tahun sekalipun.

Hal ini diperjelas pada Pasal 31 UUD 1945 yang telah mengamanatkan bawa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan, setiap warga negara wajib memperoleh pendidikan dasar dan pemerintah wajib menyediakan dananya. Dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya (ayat 1 huruf c dan d). Selain itu, pada pasal 40 ayat 1 dikatakan bahwa Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Disamping itu upaya lain pemerintah adalah dididrikannya sebuah perpustakaan milik daerah yang telah menyediakan berbagai literatur dan sumber bacaan bagi pelajar mulai dari literatur buku sekolah hingga bacaan referensi pendidikan. Namun fenomena social yang terjadi sekarang, semua fasilitas tersebut tidak dioptimalkan oleh para pelaku pendidikan khususnya masyarakat. Salah satu persoalan utama yang hingga sekarang masih berlanjut ialah kurangnya minat atau budaya baca masyarakat yang secara tidak langsung mempengaruhi eksistensi pendidikan daerah. Kemampuan membaca tidak hanya memungkinkan seseorang meningkatkan keteampilan kerja dan penguasaan berbagai biang akademik tetapi juga memungkinkan brpartisipasi dalam kehidupan social budaya, politik dan memenuhi kebutuhan emosional (Mercer, 1979: 197).

Penanaman budaya baca di masyarakat sangatlah penting demi terciptanya suatu daerah yang berorientasi pada masyarakat informasional sejalan dengan perkembangan pengetahuan. Salah satu factor kurangnya minat baca masyarakat adalah mengenai kesulitan belajar membaca atau sering disebut disleksia (Lerner, 1981 :295). Menurut Mercer (1983: 309) ada empat kelompok karakteristik kesulitan belajar membaca yaitu berkenaan dengan (1) kebiasaan membaca, (2) kekeliruan mengenal kata, (3) kekeliruan pemahaman, dan (4) gejala-gejala serbaneka. Melihat faktual tersebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah yaitu dengan program pemberantasan buta aksara baik dalam ejaan bahasa Indonesia maupun buta aksara terhadap huruf-huruf Al-Quran.

Lebih jauh, dapat dikatakan bahwa pendidikan sumbernya tiada lain adalah membaca, membaca dan membaca. Tanpa membaca dan pengetahuan yang cukup, telah dipastikan kita akan dihempaskan pembaruan zaman dan waktu yang berputar. Dalam implikasinya, kreatifitas pengetahuan masyarakat juga menjadi konsep kotomis yang sesungguhnya dapat dianulir menjadi suatu potensi yang besar bagi pembangunan bangsa menuju pada konsep paradigma pendidikan abad ke-21 yang berwawasan luas, berdedikasi tinggi, dan berasaskan pengetahuan. Insya Allah...

MERAIH TEMPAT MULIA

15 Juli 2009




Seringkali kita bingung memikirkan bagaimana caranya agar mampu mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah. Tak jarang kita merasa sulit sekali memikirkan usaha untuk berada di posisi tersebut. Padahal kalau saja kita mengetahui begitu mudahnya untuk mendapatkan tempat yang mulia itu, Insya Allah mungkin sebagian besar dari kita akan berada disana.

Ternyata, hanya dengan mencintai dan mempersaudarakan karena Allah kita bisa mencapai posisi yang selalu kita impikan itu. Membina hubungan dengan saudara dan teman di atas fondasi ukhuwah karena Allah, merupakan ikatan yang paling luhur antara dua insan, baik seorang muslim maupun muslimah. Karena ikatan ini merupakan ikatan iman yang dijadikan Allah antar orang beriman.

Renungi dengan sepenuh sungguh firman-Nya, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara." (QS. Al-Hujurat : 10).

Bahkan kita sering mendengar, salah satu cara agar kita bisa merasakan lezatnya iman adalah bila kita dapat mencintai seseorang semata-mata karena Allah. "Di manakah mereka yang saling mencintai karena kebesaran-Ku? Pada hari ini Aku naungi mereka dalam naungan-Ku, hari yang tidak ada naungan selain naungan-Ku." (HR. Muslim)

Subhanallah, sungguh besar kemuliaannya! Betapa tinggi kedudukan mereka yang saling mencintai karena Allah dan semata-mata bertujuan mencari ridha-Nya, hingga Allah menyediakan sebuah naungan di hari paling berat itu. Memang sangat berat dan sulit untuk mendapatkannya, kecuali orang yang bersih jiwanya, suci rohaninya dan memandang dunia sebagai sesuatu yang tidak ada apa-apanya dan murah.

Tapi harus ada kata permulaan, harus ada perbuatan awal karena kalau tidak, selamanya kita akan mengatakan kalau hal itu sulit sekali dan kita tidak akan mampu untuk melakukannya. Maka sekaranglah masanya. Mulailah untuk mengungkapkan rasa cinta dan sayang kepada sesama, bukan hanya dengan perbuatan saja tapi ungkapkan dengan bahasa yang indah yang mampu mengungkapkan semua rasa cinta kita yang tentu saja semuanya karena Allah.

Lalu seperti apa cara menumbuhkan cinta kepada orang lain? Nabi SAW telah memberikan contoh yang nyata kepada kita. "Demi Allah yang Jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidaklah beriman sehingga kalian saling mencintai. Tidak maukah kamu kutunjukkan suatu amal yang jika kamu melakukannya, kamu menjadi saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam di antara kamu." (HR. Muslim).

SALAM. Subhanallah ternyata begitu mudah untuk memasuki surganya Allah, hanya mengucapkan salam setiap bertemu dengan semua saudara-saudara kita.

Tapi apakah dalam prateknya semudah teori di atas? Insya Allah, jika ada kasih sayang dalam hati serta bersihnya jiwa dan tentu saja senyum yang ikhlas yang benar-benar tulus, menyebarkan salam bukanlah hal yang sulit dan tentu saja dengan berdoa, "Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepadaMu dan bersyukur kepadaMu, dan tolonglah aku dalam melakukan ibadah secara baik kepadaMu."

Insya Allah keinginan untuk berada di tempat yang mulia di sisi Allah bukan hanya sekedar impian belaka. Doaku selalu terucap agar kita bisa berada di sana bersama-sama. Aamiin. Allah Azza wa Jalla berfirman, "Orang-orang yang saling mencintai karena kebesaranKu, akan mendapat mimbar dari cahaya, di mana para Nabi dan syuhada iri kepadanya (ingin mendapatkannya)." (HR. Muadz bin Jabal RA).

Akhirnya, "Aku benar-benar mencintaimu karena Allah, wahai saudaraku!"