JEJAK PERJALANAN dan PUING RERUNTUHAN MASA LALU

27 Januari 2011




The Spirit of “GANESHA”
Rabu, 26 Januari 2011
Jam 14.00 Nungma sudah melangkahkan kaki untuk berangkat menjemput rizki. Hm, semangat!!! Di perjalanan, aktivitas yang dilakukan adalah membaca. Masih asyik membaca buku tentang pengalaman dan perjalanan seseorang yang menunaikan ibadah HAJI. Semakin merindu tanah suci!!! Sampai di kantor bimbel Ganesha Operation sudah ada seorang pengajar yang tengah piket jam 14.00. kebetulan hari ini Nungma gak ada jadwal piket, baik siang atau malam. Tapi meskipun begitu Nung tetap berusaha sampai GO sebelum jam 14.45 karena biasanya adik-adik banyak yang sudah asyik mengerjakan PR di Ruang Diskusi dan tentu saja butuh pendampingan. Belum sempat duduk dan meletakkan tas, dua orang siswi dari SD Bratan I sudah menyodorkan buku UASBN. “Bu NM, ada PR Bahasa Indonesia…”. “Sipp, ayo..silahkan dikerjakan dulu…nanti sambil Ibu cek hasil jawabanmu”. Mereka berdua pun mengerjakan dengan penuh semangat. Beberapa siswa juga sudah berdatangan, para pengajar satu persatu juga berdatangan. Ruang diskusi semakin penuh dengan siswa-siswa yang mengerjakan PR.

Eh, Nungma dikagetkan oleh kedatangan Nares (anak kelas 5 SD yang chubby banget pluz pake kacamata), dia datang sambil menjinjing LKS dan tempat pensil. Waktu itu sudah jam 15.00. “Bu, ada PR Matematika tentang pecahan. Saya kerjakan di kertas coret-coretan ini dulu ya Bu. Nanti Ibu tinggal ngoreksi”. Hm, Nares memang tergolong siswa yang cerdas. Kayaknya dia itu selalu minta Nungma-lah yang menjadi korektor sekaligus pembimbing PR-PRnya. Hehe. Lucu lah…^^v. Jam 15.20, Nares tinggal 2 no. lagi PR Matnya. Nungma izin dulu buat sholat. Nares jawab : “OKe Bu, nanti kalau belum selesai tolong dikoreksinya nanti kalau pas pulang aja ya.” Nung jawab : “oke deh..”. Nung tinggalkan ruang diskusi, Nares masih asyik dengan soal Matematikanya. Jam 15.30 bel berbunyi. Hari ini Nung dapat jadwal ngajar kelas 6 SDR 1 (WATT).hm, seru dan gayeng banget. Apalagi Nung sudah “klop” dengan ke-14 siswa yang hadir. Kalau kelas reguler biasanya dalam satu kelas terdiri dari 20 siswa.

Jadwal hari ini Nung tidak perlu menyampaikan materi karena kebetulan jadwalnya mengerjakan paket soal UASBN. Sesi pertama Matematika 20 soal, sekaligus nanti Nung koreksi dan bahas. Jam 16.15 para siswa mengerjakan tes harian. Jam 16.30 istirahat. Ada seorang siswa menyodorkan biscuit. Hehe…terima kasih dik. Di sela aktivitas mengajar Nung masih bisa menyempatkan diri untuk menulis di buku DNA. Atau menulis di kertas yang gak kepake. Paling gak tega lihat kertas kosong. Hehe….sesi dua lanjut mengerjakan 25 soal Bahasa Indonesia. Jam 17.45 kelas usai….Seru!!

Kembali ke ruang diskusi, sekitar jam 18.00 Eka datang. Meski tidak ada jadwal les, dia selalu datang untuk minta jam tambahan buat persiapan Olimpiade Sains bulan Februari nanti. Wah, ni anak pintar dan cerdas juga. Yadah, diskusi-diskusi ser pluz latihan soal-soal pun dimulai. Kali ini kita belajar Biologi dan Astronomi. Dua bidang sains yang sangat Nung suka. Hehe…Eka belajar dengan penuh semangat. Kalau disuruh baca aja ni anak kadang ngantuk, apalagi materi yang pake bahasa Inggris. Tapi kalau kita latihan soal dulu trus Nung jelaskan pasti dia lebih semangat.

Vega Merah, Mas Dhody dan Puing Reruntuhan Masa Lalu….
Biasanya Eka minta tambahan sampai jam 19.00, kebetulan Nung juga sekalian nunggu jemputan.Hm, GO dah sepi banget. Jadi pengajar yang pulang terakhir nih…^^. Jam 19.10 Mas Dhody baru datang dengan VEGA Merah nya. Hm, selalu banyak cerita dengan si Vega…^^v. Sepanjang perjalanan sambil menikmati malam kota Solo, dia bilang kalau kepalanya agak pusing n pengin beli makan yang panas dan berkuah gitu. Akhirnya tak usulin capjay. Tapi mau beli dimana y? di sekitar kampus dah biasa. Akhirnya si Vega sampai di daerah stasiun Balapan. Kita berdua makan di situ deh. Tapi Ma s Dhody mengubah menu makannya. Dia malah jadi kepengin nasi goreng aja. Nung tetap pesanc apjay pluz pake nasi.

Sambil menunggu makan malam kita dibuat, akhirnya terjadilah obrolan seru kakak-adik. Nung tanya tentang beberapa “planning” nya ke depan termasuk dalam hal berwirausaha. Mas Dhody pun crita banyak banget. Obrolan hangat dan penuh kasih sayang lah. Nung benar-benar merasa sangat beruntung dan bersyukur punya seorang kakak seperti dia. Rela berkorban, bertanggung jawab, dan sangat tangguh!! Di sela obrolannya dia juga berkisah tentang ‘sesorang yang masih misterius’ itu. Hehe….ini mah dah menyangkut kemantaban hati. Wkwk…semoga kau segera menemukan “kakak iparku”, Mas….

Sampai akhirnya Mas Dhody mengajakku flash back masa lalu. Betapa ia ingin kita bertiga (dia, aku n mbak Thicko) harus senantiasa ingat akan perjuangan dan pengorbanan bapak ibu. Dulu ketika Nung sakit bapak ibu bener2 gak “tegel” liat kondisi Nung kala itu, tapi Mas Dhody-lah orang yang pertama kali yakin, Nung pasti bisa sembuh total (Mas Dhody bilang : “buktinya sekarang? Alhamdulillah, kamu bisa sembuh total dik.” Ya Alhamdulillah, seolah Nung diberikan “kesempatan kedua” oleh Allah SWT untuk hidup. Nung bisa selesai SMA bahkan jadi sarjana. Keyakinan itu juga yang sekarang bersemayam dalam hati Mas Dhody tentang ‘seseorang’ yang kini tengah diuji Allah dengan ‘rasa sakit’).

Mas Dhody cerita, seumur-umur dia bener-bener merasa sedih bahkan sampai menangis sekencang-kencangnya waktu awal Nung sakit dulu (tahun 2003). Waktu itu, dia sampai membanting pintu kamarnya kemudian mengurung diri di kamar dan menangis sejadi-jadinya. Dia bertanya sama Allah SWT, “Ya Allah, apa dosa keluargaku hingga kau timpakan ujian yang begitu berat dan kenapa harus adikku?”. Mas Dhody benar-benar menangis sejadi-jadinya kala itu (pas bagian cerita ini, Nung berusaha nahan air mata biar gak nangis di depan Mas Dhody di warung itu…hehe..banyak orang juga sih. Kan malu.^^. Tahan…tahan…..gak nangis!!! Tapi hujan air mata di hatiku dah menderas. Akhirnya nangisnya di kost, ba’da sholat Isya’…hehe…).

Waktu itu, Babe mengetuk pintu kamarnya dan bertanya ada apa, tapi Mas Dhody bilang gak kenapa-napa. Ya Rabb….betapa sosok di hadapan hamba ini benar-benar lelaki kedua yang sangat mencintai diri ini. Mas Dhody juga bilang, “ntah kenapa dik dulu itu kamu lebih “klop” sama aku. Kamu gak mau minum obat kalau bukan aku yang menyiapkan dan membantumu meminumnya…”.(hiks….pas ngetik ini Nung dah gak bisa nahan air mata…tisuuuuu….T_T). Mas Dhody juga yang senantiasa menjaga Nung di rumah sebelum dia kembali kerja di Solo.

Ada dua kisah yang gak bisa Nung ceritakan di sini. Tapi itu cukup menjadi bukti bahwa jika ada orang yang ingin ‘bertindak semena-mena’, baik itu mencaci, menggunjing, dsb kepada diri kita, Allah SWT sudah menyiapkan balasan yang setimpal untuk dirinya. Karena tiada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula begitupun sebaliknya….(dari Allah SWT tentunya). Dan itu cukup menjadi bukti bahwa Mas Dhody adalah sosok seorang kakak yang sangat mencintai adik-adiknya, dia berani membela mati-matian sampai harus menahan emosi, kesedihan yang sangat mendalam, dsb. Dan malam ini kami berdua kembali mengenangnya….RERUNTUHAN MASA LALU…dimana puing-puing yang berserak itu justru bisa menjadikan diri ini semakin tegar dan tangguh dalam menjalani kehidupan..

Terima kasih Mas Dhody….doakan, semoga suatu saat nanti Dik Nung-mu ini mampu membalas kebaikan dan pengorbananmu selama ini meski mungkin takkan pernah bisa sebanding dengan semua yang telah kamu lakukan untukku (sekarang Nung tengah memperjuangkannya!!!). Begitu juga dengan mbak Thicko. Sosok MY SUPERTWIN yang darinya Nung belajar makna kerja keras, sungguh-sungguh, disiplin dan totalitas. Wah, betapa beruntungnya dan bersyukurnya Nungma menjadi adik dari dua orang yang LUAR BIASA itu!!! Alhamdulillah, scenario-Mu begitu INDAH, Ya Rabb….Kita akan terus bersama, berjuang untuk KYDEN!!!

Satu pintaku :….”Jangan pernah letih untuk mencintaiku…”

***
Perjalanan malam yang tenang
Dengan kesenduan jiwa
Tak terwakili dengan kata atau kalimat
Suatu keadaan yang menghentak di kalbu
Ketika hati begitu lembut
Halus..
Bak kain sutra yang terajut harmonis di tangan sang maestro

Malam..
Begitu tepat untuk mengalirkan tetes-tetes lembut air mata
Deras…
Lebih deras dibanding rintiknya air hujan
Dalam malam di sepertiga bagiannya
Kupintalkan doa untuk orang-orang tercinta…
Ya Rabb, perkenankan doa hamba..



“Di relung hatiku, di lubuknya yang paling dalam…aku berjanji akan membalas semua yang tlah kau curahkan padaku, sepanjang mampu bibir ini mengucap doa, selagi dapat otak ini berpikir dengan logika, selagi masih jiwa ini bernama nurani….”

[Keisya Avicenna, 27 Januari 2011…ditulis dalam rintik air mata….”Menuju 24 : untuk jiwaku yang sedang bertumbuh, untuk rinduku yang berpeluh, jadilah engkau pribadi yang tegar dan tangguh!!!” SEMANGAT TEPAT dan TERBAIK!!!]

KUBIARKAN AKSARA INI BELAJAR...



by Norma Keisya Avicenna on Tuesday, January 25, 2011 at 7:58pm

Malam masih berkisah tentang gelap dan hitam..
Ia menanti pergiliran waktu dalam kerinduan..
Tatkala secercah cahaya kembli brtandang..
Dalam cinta pada sebentuk pagi di keesokan hari..
Seperti halnya aku yg begitu merindu pada kerlip kunang-kunang yg menyempurnakan indahnya malam..

Aku terpaku bersama 26 aksara yg kini tengah berbaris di hadapku..
Akan aku apakan mereka?
Ah,aku ajak saja memaknai malam..menikmati dinginnya..merasakan sepinya..

Kubiarkan mereka belajar..tegak berdiri,saling mensejajarkan diri..
Melengkapi hidup satu dan yg lain..
Saling terikat,mencoba menjadi lebih bermakna..

"Ketika sendiri itu baik,maka bersama akan jauh lebih baik.."

[Celoteh aksaraku saat kuajak menikmati kesendirian ini dalam sunyinya malam]


~Keisya Avicenna~
kostsepi.com >.<

0,33 MALAM



by Norma Keisya Avicenna on Tuesday, January 25, 2011 at 7:01am



Dingin mencoba membekukan…

Dalam gulita malam yang masih terlalu dini untuk disebut pagi

Bersamaan dengan itu, beribu malaikat melayang turun meniti malam

Menjemput pujian lantunan doa…

Menggotong berjuta pinta...

Mengusung berpundi-pundi peluh dan kesah siapa saja yang bermunajat kepada-Nya

Seonggok tubuh rapuh, mencoba membasuh diri dengan cucuran air mata…

Menyemai sejumput dzarrah suci

Di lahan hitam masa lalu…

Sesengguk, tertunduk khusyuk

Melafalkan ayat-ayat kebenaran

Seluruh tubuh bergetar

Kala mengingat…

Izroil pasti bertamu tanpa ketuk pintu…




[DALAM 0,33 MALAM YANG KADANG TERLUPAKAN]



***

Dengan nama-Mu ya Allah...
hamba melangkah, berharap Engkau kan meridhoinya sebagai sebuah rangkaian pahala menuju Jannah-Mu...


Dalam langkah-langkah memperjuangkan izzah dan keridhoan...

Jika langkah ini harus tertatih, kemudian harus terjatuh karena sirna sudah kekuatan yang bersemayam dalam diri ini. Hanya satu kekuatan yang tiada kan pernah pudar. Kekuatan yang tiada lawan sanggup mengalahkannya. Kekuatan-Mu Ya Rabbi… Kuatkan hamba dengan kekuatan-Mu….

AMIN!!



[Keisya Avicenna..untuk jiwaku yang sedang bertumbuh…menuju 24!!!]

MENJEMPUT INSPIRASI DENGAN MENGIKAT MAKNA [FLP Pelangi Solo Raya_5]



by Norma Keisya Avicenna on Monday, January 24, 2011 at 11:20am

Bismillahirrahmanirrahim...



Sejenak diri ini ingin menceritakan proses pembuatan PR dari FLP Pelangi pekan lalu untuk dikumpulkan pada hari Ahad ini. Sudah sejak Ahad lalu, kondisi fisik saya agak sedikit ‘ngedrop’. Flu berat. Parah-parahnya saya alami dari hari Senin-Rabu. Tapi prinsip saya sakit itu tidak boleh dikeluhkan, tapi harus dikalahkan. Meski terkadang kepala ini rasanya beraaaat bangeeet n senut2 gimana gitu ditambah hidung jadi “merah merona” (hihihi) tapi saya tetap memaksakan diri ini untuk beraktivitas, baik ngajar di GO maupun merampungkan beberapa amanah pekan ini. Alhasil, Sabtu malam saya benar-benar baru bisa menyentuh doralepito untuk fokus menyelesaikan PR. meski terkadang di sela-sela ngajar pas di GO, saya sempatkan untuk mencoret-coret kertas. Buat apa? Buat nggambar…lho?? Enggak ding…buat menyempurnakan outline naskah saya untuk Pelangi. Hehe…



Ba’da Isya’ saya mulai fokus untuk membuat ikhtisar 3 buku sekaligus memperbaiki ketikan pekan kemarin. Setengah jam selesai. Kemudian membuat outline final. Diiringi musik yang “menghentak dan penuh semangat” dari para munsyid yang cukup menginspirasi saya…karena saya tipe pembelajar VAK. Visual-Auditori-dan Kinestetik. Hehe…3-3 nya!!! Tapi yang lebih dominan yang Auditori. Selain sambil mendengarkan tembang2 nasyid itu, tadi sore saya sempat beli beberapa jenis camilan ada yang manis ada yang gurih/asin.. jadi nulisnya sambil ngemil. Hehe….kan logika tanpa logistik bagai sayur tanpa garam…haiiyaah..



Outline final selesai, kemudian saya coba merangkai-rangkai bahan yang sudah saya punya untuk mencoba memulai menulis salah satu sub bab dari outline itu…hm, bukan suatu hal yang mudah. Mencoba membangun ruang privat untuk diri sendiri dulu….^^v. seolah-olah apa yang saya tulis itu untuk diri saya sendiri dulu. Malam semakin larut. Kost-an sepi banget. Malam itu cuma ada 3 orang yang tersisa termasuk saya di lantai 2. Anak-anak lantai 1 dan lantai 3 pada mudik karena kebetulan memang lagi liburan kuliah. Akhirnya saya coba mengumpulkan semua dulu, saya niatkan besok ba’da tahajud akan saya lanjukan dan selesaikan. Mendengarkan satu nasyid favorit “Insya Allah”-nya Maher Zain…kemudian bersiap untuk muhasabah dan tidur…jam di HP tepat jam 22:22. Angka yang fantastis….Zzzz…



****

Masih dini untuk disebut pagi…



Alhamdulillah, ketika membuka mata Allah SWT masih berkenan menitipkan ruh ini pada raga sesosok manusia bernama Norma. Melihat jam di HP…02:22. Hm, lagi-lagi angka yang fantastis…Alhamdulillah, bisa bangun sebelum alarm HP berbunyi (biasanya alarm berbunyi jam 02:30).



Keluar kamar, hm…dingin banget….coz lantai 2 ruangannya ada bagian yang terbuka sehingga setiap hari kita bisa menikmati senja di ufuk barat atau pesona langit malam saat kita mendongakkan kepala. Tempat favorit lah…



Air wudhu yang menyejukkan….setelah itu sempat bikin puisi dulu tyuz diSMSkan ke beberapa orang, mengajak untuk “tahajud yuk..” ^^



Ba’da Tahajud dan serangkaian ibadah lainnya, saya menyalakan doralepito kembali. Mengetik, mencoba merangkai kata sampai Subuh….Ba’da Subuh PR itu baru benar-benar selesai. Alhamdulillah…tinggal di print deh!!!! Semoga pertemuan Pelangi hari ini semakin penuh warna….



***

Pertemuan Bassic Terakhir FLP Pelangi Solo Raya

Ahad, 23 Januari 2011. Ruang Multimedia SMP Muhammadiyah 7



Siang itu sang kepala suku FLP Pelangi Solo Raya (Kang Fachmy Casofa) kembali memberikan motivasi dan membagi ilmunya kepada kita. Pembahasan kali ini tentang MENJEMPUT INSPIRASI DENGAN MENGIKAT MAKNA.



Kenapa kita gak produktif? Apakah inspirasi itu datang dengan sendirinya ataukah perlu kita jemput? Ya, kadang inspirasi memang datang dengan sendirinya dan setiap orang mempunyai cara yang berbeda-beda untuk menjemput inspirasi.

Nah, sekarang…bagaimana cara kita MENGIKAT MAKNA agar dapat MENJEMPUT INSPIRASI?



A. Makna tentang Diri

* Mengikat makna tentang diri sendiri (bersifat individual). Coba sesekali menulis di blog, di catatan harian, atau mungkin di FB (keunggulan FB feedbacknya cepet tapi pendalaman makna pembaca kurang). Beda dengan blog, yang bisa diakses dan direfresh setiap saat.
* Sebenarnya kita tidak pernah kehabisan waktu untuk menulis ketika kita mampu dan berani mengexplore diri kita sendiri. Kita akan menemukan sesuatu yang baru, memantik ide dan membuat pribadi kita menjadi dewasa dan berkembang
* Menabung inspirasi sebanyak2nya, kemudian kita olah…



B. Makna tentang Kehidupan

* Bersifat hal-hal di luar kita. Mungkin kondisi di sekitar kita, lingkungan dimana kita berada, dll.



C. Mengikat Makna dari Aktivitas Membaca

* Paling penting dan paling banyak menghasilkan inspirasi

1. Mengagendakan aktivitas membaca.
2. Membaca tidak harus buku.

* Ada suatu event namanya : One Hundred Book Challenge. Memaksa anggotanya untuk membaca 100 buku dalam satu tahun. 8 buku dalam waktu satu bulan. Dari event itu kita bisa belajar dan termotivasi untuk menaikkan standarisasi dalam membaca buku.
* Dalam membaca, setiap orang pasti mempunyai tingkat “Interest” yang berbeda-beda.
* Ada banyak hal dalam kehidupan ini yang bisa kita baca. Seperti : buku, koran, majalah, blog, film, perjalanan, televisi.
* Menemukan gagasan baru dengan gagasan yang sudah ada kemudian kita olah.
* Bagaimana agar aktivitas “MEMBACA” itu menjadi efektif ? Jawabnya : Diagendakan setiap hari. Misalnya : buku (Ahad), koran (Senin), majalah (Selasa), blog (Rabu), film (Kamis), perjalanan (Jumat), televisi(Sabtu).
* Misalnya pasca melihat film kemudian kita menuliskan resume film yang tadi kita lihat, ketika menulis langsung pasca melihat keuntungannya emosi kita masih terbentuk, kita bisa menuliskan apa saja yang terlintas dalam pikiran dan perasaan kita dan kita tidak perlu menggabungkan dengan teori-teori yang lain. Menulis aja gitu…(flow lah…^^)
* Aktivitas “membaca” itu harus teragendakan dan terencana dengan rapi. Always by planning bukan by accident. Kita bukan dikendalikan waktu tapi kitalah yang mengendalikan waktu. Semuanya memang membutuhkan pembiasaan. Awali dan biasakan menulis hal-hal yang sederhana, dan dirasakan…



Setelah pemberian “suplemen” dari kepala suku selesai kemudian kita dikelompokkan sesuai warna Pelangi. Ada merah, kuning, hijau, biru, ungu. Kemudian kita dapat tugas untuk menuliskan di secarik kertas, menjawab 3 pertanyaan yang Kang Sofa ajukan :

1. Bagaimana perkembangan kemampuan menulis selama 4x pertemuan dalam WRITING CAMP FLP Pelangi ini?

2. Saran dan kritik untuk pelatihan ini !

3. Harapan pribadi setelah ikut pelatihan ini !

Sambil menikmati camilan yang ada (ada 2 biji pisang godhog, kacang goreng, bakpao gemuk, n teh panas…) kita-kita asyik mengungkapkan semuanya dalam secarik kertas. Berkontemplasi dengan aksara euy…



Setelah itu, anggota dalam tiap kelompok warna dipanggil satu per satu oleh kepala suku untuk diadili dan mempertanggungjawabkan apa yang sudah mereka tulis. Haiyyaaah…intine kalau mau curhat ma kepala suku selama proses penggarapan naskah ya dipunsumanggakaken…^^v. mpe merah merona dah…



Sambil nunggu giliran ‘eksekusi’, saya dan tim Kuning saling diskusi n saling baca naskah. Ada mbak Ivon, mas Dwi, dan Mbak Santi. Lagi-lagi jadi yang termuda. Wkwkwkwk….setelah dirasa cukup, kita beredar dewe-dewe. Nung gabung ma duo unyu “Diah Cmut n Ayu”. Kita berunyu2 ria dengan berkreasi dengan kertas lipat. Belajar ORIGAMI. Bikin burung…dasar anak-anak TK Pelangi. Ahihihi…Mbak Santi, Pak Wiwit, Mbak Eka, Mas Dwi juga pada ikutan. Ba’da Ashar, kegiatan kembali berlanjut….Seru banget lah!!!



Bahagianya bersama PELANGI….

“Sepertinya warna bukan hanya milik kita. Ia milik semua orang. Pelangi tak hanya hadir untuk satu dua mata. Ia muncul untuk menutup rintik, mengabarkan indahnya paduan warna, untuk siapa? Untuk yang bertanya tentang akhir dari air mata langit…”




Semoga begitu pun dengan kita dan karya-karya kita…Semoga kita mampu menghasilkan karya yang bermanfaat dan mencerahkan. Senantiasa kita luruskan niat-niat kita….SEMANGAT KELUARGA PELANGIKU!!!



Hari ini yang hadir : Kang Sofa, Mas Dwi, Mas Sururi, Pak Wiwit, Pak Beny, Nungma, Diah Cemut, Aprisa Ayu, Mbak Fuah, Mbak Santi, Mbak Eka, Mbak Ummi, Mbak Nury, Mbak Ivon, Mbak Anik, Mbak Fitri



Yang gak hadir : Mas Aris El Durra, Mas Dwi, Bunda Eny, Erny Ratna, Mas Hery, Mbak Amrih, sapa lagi ya???



CU next week….



[Keisya Avicenna]

PERJUMPAANKU DENGAN SENJA [untuk keluarga PELANGI ku...]



by Norma Keisya Avicenna on Sunday, January 23, 2011 at 5:07pm
Pada sebuah perjumpaanku dng senja..
Hari ini..
Menempuh perjalanan dlm sebuah garis edar..
Menuju kota yg dr sana kubelajar memaknai cinta, kutemukan hakikat hidup..

Dalam romansa perjalanan..
Sendiri,namun penuh perenungan..
Memanfaatkan detik untk bertasbih,menit untk berpikir,dan jam untk beramal..
Sendiri,menikmati senja..

Banyak kisah yg terekam hari ini..
Bahagia tanpa duka..
Tertawa tanpa deraian air mata..
Aku menikmatinya
Aku mensyukurinya
Dan aku bahagia karenanya..

Terima kasih..
Ucapku pada senja
yg seolah enggan berganti tugas dengan sang malam..
Tak hendak pergi mengembalikan segala cahaya dr sang bintang,bulan,dan mimpi..
Senja ingin melukiskan PELANGI,melingkari alam dalam susunan warna dan rasa...

[Dalam perjumpaanku dgn senja,sebentar namun membekas..by:Keisya Avicenna]

terima ksh bt keluarga ku, FLP PELANGI SOLO RAYA!!!

~LIFE WITH A GREAT MISSION : LILLAH,BILLAH,ILALLAH (Ada Cerita di ‘Bhepomany’)~

22 Januari 2011





Sabtu pagi yang penuh semangat tertanggal 15 Januari 2011, Dhaca Suli, Muwu Thedmamu, Sothap Bhepami, dan Nyithal Sadeth berjalan beriringan menuju Aula Bhepomany untuk mengikuti kajian dari seorang “nyubthar” favorit mereka, yang sudah sangat kondang di Nyathemaythibh. Sambil berjalan keempat murid Bhepomany berjalan penuh semangat untuk mengasah “pughaba” pluz mereka. Biar ruhiyahnya semakin OK gitu…

Dhaca Suli bersenandung : “Jagalah hati, jangan kau kotori…jagalah hati , lentera hidup ini…. Haiyyah...tidak kalah suaraku dengan nyubthar kan?”, tanya Dhaca mencari persetujuan ketiga temannya.

“Kupikir dengan serius”, Muwu menggosokkan kedua telapak tangannya, “ka…ka…kau diam saja itu ja…ja…jauh lebih bagus Dhaca.” Muwu melihat Dhaca sambil terkekeh.

“Aku sepakat dengan Muwu. Kau cerdas sekali, kawan. Kali ini aku sepakat denganmu. Daripada bersenandung, aku lebih suka bermain-main dengan otot-ototku. Menjadi seorang bhaythedhi yang kuat fisiknya,” sahut Nyithal sambil memamerkan otot bisepnya. Dhaca hanya melengos sambil terus bergumam melanjutkan lantunan tembang yang mengiringi derap langkah kakinya.

Sothap mengelus kepala pelontosnya kemudian ikut angkat bicara,”Ah sudahlah, kawan. Tak usah berdebat. Nasyid itu bagian dari seni berdakwah dalam Islam. Ayo bergegas ke aula. Keburu acaranya dimulai…”

Akhirnya keempat murid Bhepomany, Sothap si badan sekebal baja dengan pughaba pesam-nya, Nyithal yang bertenaga raksasa dengan pughaba sutha-nya, Dhaca yang bisa menundukkan angin dengan pughaba nyamal-nya, dan Muwu yang menguasai air dengan pughaba nyamal-nya sekaligus pandai menghilang dengan pughaba nyinaw-nya, itu melanjutkan perjalanan mereka menuju Aula Bhepomany dengan penuh semangat. Dhaca jadi ingat pesan nenek tua yang telah membersamainya sejak kecil, Bhupa Supu : “Carilah ilmu yang bertebaran di muka bumi, Dhaca…”

***
Dan bertempat di ruangan yang sama seorang gadis berbaju mirip “kupu-kupu”, sudah asyik dengan buku catatan dan penanya. Siap mendokumentasikan acara di Aula Bhepomany siang itu…. (dan inilah hasil reportase Sira…^^v)

AWALI TAHUN BARU DENGAN LANGKAH PASTI MENUJU PERBAIKAN UMAT
Nyubthar : Ust. Abdullah Gymnastiar (Aa’Gym)

JIka kita yakin pada Allah SWT, kita tidak akan takut menghadapi dunia ini. Memiliki pribadi yang mantab, tidak gentar menghadapi hidup ini. Inilah “kekayaan” yang letaknya di jiwa.

Nyubhtar Aa’Gym menceritakan kisah Pak Atok yang lumpuh, yang sering datang ke pesantren menemui Aa’. Meski beliau lumpuh, beliau sangat bersemangat mencari ilmu agama, karena baginya ilmu agama adalah pupuk iman. Pak Atok yakin, meski memiliki keterbatasan dalam segi fisik Allah SWT tidak akan pernah menyia-nyiakannya. Termasuk ketika beliau ingin sekali memiliki anak agar kelak ada yang mendoakannya…(otomatis Pak Atok harus menikah dan punya istri dulu kan?), Pak Atok benar-benar yakin : “Kan ada Allah SWT!!!”. Meski pendidikan rendah, kaki lumpuh, tapi iman teguh!!! Alhamdulillah, akhirnya Pak Atok menikah dan sekarang malah sudah dikaruniai 2 orang anak. Allahu Akbar!!! Pak Atok bisa menjadi cerminan bagi kita, beliau salah satu sosok yang benar-benar “PUNYA ALLAH!!!”

Nah, melihat kondisi sekarang…kenapa “orang yang keren-keren” itu banyak yang stress?? Jawabnya, karena mereka sibuk membangun TOPENG daripada membangun ISI. Mereka hanya “ingin kelihatan”, sehingga cenderung munafik dalam hidup. Orang yang tidak pernah bahagia adalah orang yang tidak tegar dalam hidupnya. Oleh karena itu, yang perlu dibangun adalah : ISI (KEKUATAN IMAN).

Kunci agar akhlaq bagus, sabar, tangguh, fight menghadapi hidup ini adalah “Laillahaillallah….”. yup, ketauhidan!!! Tidak akan berharap dan tidak akan takut pada manusia. Ketika semua datang dari Allah SWT…ketika semua karena Allah SWT…ketika semua hanya untuk Allah SWT…tiada pencipta selain Allah SWT.

Kita pun bisa belajar dari ilmu tukang parkir. Sedikit gak minder, diambil gak sakit hati, dan gak sombong ketika banyak mobil. Karena apa yang kita miliki sekarang hanyalah “TITIPAN”. Belajar dari kisah si nyamuk dan cecak. Cecak gak demo sama Allah SWT karena dia harus ditakdirkan makanannya nyamuk yang bisa terbang sedangkan dia hanya bisa merayap. Cecak ikhlas menjalani semua takdirnya, toh dia masih bisa hidup meski makanannya sehari-hari bisa terbang. Karena Allah SWT tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Semua sudah diatur dengan sangat baik dan sempurna. Enak hati ini, ketika melihat makhluk hidup di sekitar kita dan kemudian kita ingat siapa yang telah menciptakannya. Hati ini akan menjadi tenang….

Demikian halnya dengan “JODOH”. Percaya deh, jodoh kita mah gak akan pernah ketuker kok. Banyak “rahasia Allah” dalam hidup ini. eSOPe-nya sudah diatur oleh Allah SWT dengan sangat baik. Tinggal yakin aja, kalau belum saat ini…Allah SWT pasti akan menjawab dengan lebih indah di saat yang TEPAT dan TERBAIK deh….Iya to??? ^^v. Karena hidup kita ada yang punya. Siapa? Allah SWT, tentu saja…(Sira manggut-manggut dengan mantabz pas bagian nulis ini…^^)

Begitu juga dengan “REZEKI”. Ada orang yang sibuk dengan membanting tulang demi mencari sesuap nasi. Ini rugi, sudah tulang yang dibanting hanya sesuap yang dicari. Imam Ali pernah mengatakan , barang siapa yang memang kesibukannya hanya untuk mencari isi perut, maaf derajatnya tidak jauh beda dengan apa yang keluar dari perut.

Kalau hanya mencari makan apa bedanya dengan kambing? Kalau hanya sekedar mencari uang, garong juga mencari uang. Maka kita harus tahu bahwa kita tidak disuruh mencari uang. Tetapi kita disuruh untuk menjemput rezeki karena setiap makhluk sudah disiapkan rezekinya masing – masing.

Ada perbedaan mendasar antara “mencari” dan “menjemput”. Kalau “mencari itu ada kemungkinan tidak mendapatkan apa yang dicari. Tapi kalau “menjemput”,pasti ada.

Kenapa? Karena setiap orang sudah ada rezekinya. Contoh lain, mencari istri itu belum tentu dia punya istri. tetapi menjemput istri pasti sudah punya istri kecuali mancari yang lain. Ini penting. “Waman yatawakkal ‘ala Allah fahuwa hasbuh,” Q.S. At Thalaq (65) : 3, artinya “Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkannya.”

Rezeki
Dalam QS. Hud : 6 yang artinya : “Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis di dalam kitab yang nyata (Lawh Mahfuz).”
Rezeki itu……….
1. Penguat tubuh
2. Digantungkan (sudah ada jalannya), dibimbing Allah SWT dengan ikhtiar yang benar.
3. Gak usah pengen seperti orang lain, pengin berkah aja. Lebih enak jadi orang “PAS-PASAN”…Pas perlu, pas ada!!!

Pada kesempatan itu Nyubthar juga menyampaikan “5 US”. Apa itu 5 US?
1. Hati Tulus
• Belajar seperti matahari : “hanya memberi, tak harap kembali”
• Senantiasa melakukan yang terbaik
• Tidak ada hitung-hitungan dalam perbuatan
• Jangan pengin dipuji, jangan pengin dihargai
• Perlukah kita dianggap oleh orang lain sebagai orang baik? TIDAK PERLU!!! Jadi, yang perlu : JADI ORANG BAIK!!!
• Bahayanya dipuji : kita sibuk bertopeng!!!
• Lebih bahaya dipuji daripada dicaci. Tips dari Aa’Gym supaya kuat menghadapi omongan orang lain : dengan tegas katakan : “CUKUP BAGIKU ALLAH SWT!!!”. Yang perlu : “Allah ridho”. Insya Allah, kita akan IKHLAS.

2. Ibadah Bagus
• Amal yang utama : sholat tepat waktu.
• Waktunya bagus, kualitasnya juga harus bagus.

3. Hidup Lurus

• Kadang ketika kita jujur, kita malah dicaci. Tapi inilah seninya hidup
• Ketika kita jujur, insya Allah hati kita akan tenang (sakinah).
• Intinya, yang Allah suka, lakukanlah!! Allah gak suka, tinggalkan!!

4. Ikhtiar Serius
• Orang yang tawakal paling fight dalam hidupnya.
• Ketika Perang Uhud, Rasulullah memakai 2 lapis baju perang padahal Rasulullah yakin Allah SWT pasti melindungi. Begitu juga kisah Siti Hajar, ketika harus berlari dari Sofa-Marwah untuk menemukan air zam-zam.
• Sempurnakan Ikhtiar!!! Tidak mengenal kata menyerah dan putus asa. Rahmat Allah SWT itu sangat luas…dan pencari rahmat itu gak pernah putus asa.
• Ikhtiar bagi kita adalah ibadah, hasil akhirnya Allah yang lebih menentukan, karena Allah punya segalanya

5. Taubat Terus-Menerus
• Ketika kita bertaubat dengan sungguh-sungguh, Allah akan memberikan kita ketenangan hati.
• Takutlah ketika kita tidak bisa melihat apa yang Allah berikan karena terhalang dosa.
• Menolong orang itu sedekah, seperti halnya air. Karena air itu “memadamkan” api…

Hm…demikian reportase dari Siraradhi Luminya*).
*)Murid tingkat Peramu di Bhepomany, putri salah satu anggota Dewan Bintang, Thalkay Luminya dan sosok mulia bernama Lemathi Luminya.

SEMOGA BERMANFAAT!!!

[Keisya Avicenna dan NIBIRU…: “thedhubhmany sedhbheladath semacad ngi nyuyikhedhbhithabh penyingukhay” {teruslah bersemangat belajar di universitas kehidupan!!!}]

ITU YANG KUHARAP ADA PADAKU....



by Norma Keisya Avicenna on Thursday, January 20, 2011 at 1:00pm

NORMA adalah aturan, tatanan, pranata, atau kaidah yang mesti diterapkan, yang mengatur manusia agar lebih manusiawi, yang mengatur manusia agar punya harga diri, agar manusia punya nilai di mata manusia lainnya dan di mata Sang Pencipta…



NORMA adalah sesuatu yang berharga…



Dan semoga seseorang yang bernama NORMA ini benar-benar berharga di mata MANUSIA dan SANG PENCIPTA!!!Amiiiiiiiin……………

(Catatan seorang SAHABAT zaman Putih Abu-Abu…)

Serunya NIBIRU READERS SOLO feat Pak BAMBANG TRIM ^^v

17 Januari 2011



by Norma Keisya Avicenna on Monday, January 17, 2011 at 7:55am
Your note has been created.

"Nibiru Readers membentuk komunitas kota tersendiri dan salah satunya yang sudah dideklarasikan adalah Nibiru Readers Solo. Seperti tidak mau kalah dengan Nasional Demokrat, kita pun akan melebarkan sayap Nasional Nibiru, eh salah Nibiru Readers di kota-kota mana pun di Indonesia, bahkan dunia ... :) Selamat berkiprah Nibiru Readers Solo!"

[Bambang Trim, a week ago... on NIBIRU READERS]



"Kurang dari satu bulan, NIBIRU sudah menembus angka penjualan lebih dari 1.100 eksemplar hanya untuk Pulau Jawa di beberapa toko buku. Data Sumatra dan Indonesia Timur belum masuk. Alhamdulillah terima kasih atas dukungan pembaca semua, terutama first reader. Kami sedang mempersiapkan kejutan-kejutan 2011 sambil menantikan petualangan Dhaca Suli selanjutnya...."

[Bambang Trim, a week ago... on NIBIRU READERS]



Kabayan membuat kesal Nyi Iteung. Di bale-bale kerjanya seharian membaca Nibiru. "Cing atuh Kang Kabayan, ulah maca wae eta kitab! Teu aya pagawean deui, apa?"

"Eleuh-eleuh, Iteung ieu teh pagawean superpenting. Maca Nibiru supados Akang terang ka nu pugabha."

"Naon pugabha teh, Akang?"

"Matakna maca Nibiru ieu, tiasa maca teu?"

"Eleuh-eleuh si Akang, karek ge tamat Kejar Paket A tos somse!"

"Pugabha teh kumaha carana Akang bisa menaklukkan si Abah!"

Nyi Iteung hanya tersenyum kecut. Dalam hati ia berujar: "Dasar borokokok!"

[Bambang Trim, a week ago... on NIBIRU READERS]



Pujangga NIBIRU:

"wahai Kedhalu,

pada tiga tingkatan rindu

pada delapan pugabha warisan tetua

pada dua cinta wanita perkasa

pada satu tujuan mulia

daku NIBIRU dan semua cita yang memburu

tertinggal jejak bukan semu

nyata bersama semangat baru."

[Bambang Trim, a week ago... on NIBIRU READERS]



"Leyjosa sedhthanyay bhepunyath nyathi,manapha padhad nad nginyelkhabh bhad nyolsab..

Camayi nyingukh ngeday kheyuny bheladath!

Padhey bhelunya pibhany khabthi nyanga nyapidh had nyadhubh ngimamunyi,thakhi nyapidh pibhany nyiyi napiypu nyiyngany..

THEKHATH ngay THEDHSANYIP!!!"

[MIMPIKU UNTUK NIBIRU_Keisya Avicenna]



"Jangan pikirkan aku!" Sira berteriak lagi. Genggaman tanganny pd ujung sabuk bulan mulai melonggar.sengaja dia lakukan. "Kau pasti akn menemukan aku!" Sira menatap Dhaca dng cara yg blm pernah dia lakukan sblmny. Dia tersenyum! Senyum pertama yg pernah dy berikan kpd Dhaca..

~paling suka moment ini..Sosok Sira yg slalu membuat kejutan..'sebentar namun membekas'.wkwk~

[Keisya Avicenna_yang paling ngefans sosok SIraradhi Luminya...masih menunggu jemputan...xixixi]



Siraradhi luminya datang di saat yg tepat..^^v.wah,serunya..menikmati dunia aksi fantasi..(latar: saat Puya merampas pedhib Dhaca..n piala Bhepomany dr Madhi. Puya tersnyum sangat licik.tp snyum itu sgera beku tatkala sesosok perempuan muda muncul dhadapanny..hehe.plg suka adegan ini..)

[Keisya Avicenna]



"keponakanku yang baca nibiru, lucu banget. tiap ke sekolahnya, temen2nya sudah pada ngantri untuk diceritain kisah si Dhaca. gitu terus setiap hari. gak nyadar dia, kalo yang dia baca nibiru-ku. heuheuheu."

"tokoh favorit saya adalah Bhupa Supu, karena selain suka buku, beliau koleksi bukunya bejibun."

"Mungkin aku.... Bukan pugabha... yang pandai merangkai kata.... (Base Jam: Bukan Pugabha)"

[Fachmy Casofa_pethunya yang sangat unyu]





"Lunez Muya Saclbhajthajadhax

andai aku tau artinya. . ?? sapa yg udh memecahkan. . ."



"Sedang merancang agenda2 penting utk NIBIRU reader's se-Indonesia

Tunggu aksi NRS. . . dan siapkan Pughabamu utk menghadapi tantangan dari kami. . .

Ciiaaaaaattt. . . ."

[Aprisa Ayu Primasari_PJ acara yang juga sangat unyu]



"semoga mimpi ketemu Thalkay Luminya..amin.."

"dan tak lupa nibiru tetap kubawa ke merapi.

semoga tmn2 relawan dan anak2 merapi teracuni virus kedhalu yg kubawa.hehehe

bheladath!"

[Diah Cmut, the queen of unyu]



"kalau sira ada didunia nyata dia akan kirim massage ke wall ku apa ya..wkwkkwk..."

[Aris El Durra, tidak mau kalah juga ke-unyu-annya, nyulabh yang unyu...]



***

Sabtu, 15 Januari 2011

Rapat seru di cafe EDANE (hehehe...) @SGM bersama pak Bambang Trim sungguh suatu moment yang teramat istimewa. meski NRS tetap saja dengan keunyuan masing-masing.hehe. terima kasih banyak ya Pak atas apresiasi dan inspirasinya yang luar biasa.semoga apa yang sudah kita rencanakan bisa terrealisasikan dengan baik.



NRS : siapkan segala sesuatunya dengan maksimal dan totalitas..MENUJU 3 APRIL 2011!!!

***



Agenda penting NIBIRU:

> Februari 2011: peluncuran website NIBIRU dan e-book Kamus Bahasa Khedalu.

> Maret 2011: Nibiru dalam Islamic Book Fair.

> April 2011: Festival "Seberapa Nibiru-kah Kamu?" bersama Nibiru Readers Solo

Don't miss it!

MEMBANGUN RUANG PRIVAT SAAT MENULIS (FLP Pelangi Solo Raya_4)







Bismillahirrahmanirrahim…

Ba’da Subuh yang sangat dingin (bagi saya)…ingin rasanya kembali membenamkan diri di bawah selimut, meletakkan kepala yang terasa begitu berat karena dari kemarin pagi gejala flu melanda…terpaksa tadi malam harus ngedrug. Mencoba bertahan untuk tidak tidur lagi dengan menyalakan doralepito, kemudian menulis catatan ini. Menulis itu menyehatkan, konon hasil penelitian menyebutkan demikian. Dan saya pun telah membuktikan saat mengikuti suatu lomba menulis satu tahun silam. Yupz, menulis itu “menyembuhkan”!!! dan besar harapan saya, flu yang sekarang bersarang di tubuh saya segera pergi karena pekan ini banyak sekali tugas yang harus diselesaikan dan itu butuh fisik yang benar-benar fit. Allahumma ‘afinifii badanii…

Teriring nasyid-nasyid yang penuh semangat, izinkan saya menuliskan reportase pertemuan ke-4 keluarga FLP PELANGI SOLO RAYA hari Ahad kemarin (tadi malam gak sempat nulis, tepar euy…)

Ahad, 16 Januari 2011 @SMP Muhammadiyah 7 jam 13.00-17.30 WIB
Siang ini ada goresan cat hitam yang sedikit memberi warna gelap pada lukisan langit. Mendung belum berarti hujan..^^. Nungma dah siap berangkat sebelum jam 13.00, tinggal menunggu Erny datang. Tapi sampai jam 13.30 tu anak belum muncul juga, n HP nya gak bisa dihubungi. Yadah, akhirnya minta tolong adik kost buat nganter. Biasanya Nung pekewuh banget kalau harus minta bantuan orang lain. Selagi Nung bisa lakukan sendiri, pasti akan Nung lakukan!!! Tapi untuk kali ini, dengan sangat terpaksa (meski Nung sebenarnya bisa naik angkot buat ke lokasi), akhirnya Nung dianter Dik Denis yang kebetulan baru pulang beli makan, rasanya badan Nung remuk redam…jiaah..lemes banget rasanya. Gembrebeg, gak nggenah..sempet tidur waktu bersandar di tembok. Kepala rasanya berat banget..hehe…tapi mencoba menyemangati diri sendiri. Sakit itu bukan untuk dikeluhkan, tapi dikalahkan!!! Dalam hati berkata : “Berangkatlah, baik dalam keadaan ringan ataupun berat….!!!”. yadah, bismillah…semoga siang sampai sore nanti menjadi “pertemuan yang menyembuhkan”. Amin.

Sampai lokasi, sang kepala suku, Kang Sofa, baru ngasih pembukaan. Sip, belum terlalu telat kalau gitu. Ambil posisi tempat duduk terdepan (dah kebiasaan duduk di depan sih. Karena posisi menentukan prestasi. Hehe). Langsung mengeluarkan buku “PUGHABA”-ku yang bersampul DORAEMON dan pena kesayanganku. “Qayyidul ‘ilma bil kitabaah”(Ikatlah ilmu dengan menuliskannya!!!”

Pada kesempatan siang itu, bertempat di Ruang Multimedia SMP 7 Muhammadiyah, Kang Sofa (Pethunya NRS yang ‘unyu’) menyampaikan tentang “MEMBANGUN RUANG PRIVAT SAAT MENULIS”. Presentasi diawali dengan munculnya 2 lingkaran berwarna oranye dan hijau. Sebut saja zona oranye dan zona hijau. Zona oranye itu adalah zona “menulis untuk diri sendiri”. Contohnya saat menulis buku diary. (Haiiyyaah, Nung ditodong pertanyaan dari pethunya. Klo Nung mah, nulis diary ‘flow’ aja. Coz saat menulis diary Nung ibaratkan sedangkan mendokumentasikan hidup. Mencoba mengambil hikmah dalam setiap aktivitas yang terjadi setiap harinya…). Pada zona oranye ini kita akan membangun ruang privat saat menulis, tempat yang disana hanya ada diri sendiri dan tak ada yang lain, sehingga kita memiliki kebebasan mutlak saat menulis (merasakan manfaatnya secara langsung)

Zona kedua, zona hijau yang artinya : “menulis untuk orang lain”. Contohnya apa yang sedang kita ikhtiarkan sekarang : MENULIS BUKU!!!. Yang Nung tangkep, ketika kita ingin serius menekuni Zona Hijau, khatamkan dulu proses di Zona Oranye. Dengan kata lain, proses awal menulis buku : menulislah untuk diri sendiri dulu (ibaratkan buku itu untuk diri kamu sendiri, muatan-muatan pikiran yang berloncatan di otak dikeluarkan dulu).

Saudara kembar menulis bernama membaca. Kalau kata kang Sofa mah mereka berdua dah ditakdirkan berjodoh. wkwkwk…ketika proses membaca dan menulis kita lakukan, irisannya akan menghasilkan suatu manfaat untuk diri kita sendiri (ada gambar diagram Venn nya).

Ada beberapa cara membangun ruang privat saat menulis :
1. Menulis adalah keterampilan. Untuk menguasainya perlu berproses menulis atau membiasakan diri menulis dalam rentang waktu yang panjang.
2. Menulis boleh apa saja dan untuk siapa saja. Tetapi, menulislah untuk mendapatkan manfaat langsung dan konkret bagi diri sendiri terlebih dahulu.
3. Tidak usah terlalu memikirkan masalah tata bahasa, ejaan, ataupun struktur kalimat ketika menulis di ruang privat. Berusahalah untuk dapat membebaskan diri. Terserah mau menulis apa, yang penting saat menulis merasa nyaman dan tanpa tekanan.
4. Tentukan AMBAK (Apa Manfaatnya Bagi Ku) saat membaca dan menulis bagi diri sendiri.
5. Selalulah “MENGIKAT MAKNA” dari setiap buku.

Nah, sekarang apa manfaat membangun ruang privat saat menulis :
1. Menulis dengan ringan dan senang
2. Menulis dengan perasaan lebih puas (selalu dengan antusiasme)
3. Membaca yang menghasilkan (selalu mengikat makna dengan menuliskannya).


Yups, materi yang luar biasa dari kepala suku. Selanjutnya kita berkelompok lagi untuk mentoring langsung dengan beliau. Melaporkan penugasan pekan lalu, yaitu resensi 3 buku yang nanti bakalan jadi sumber utama buku yang akan kita tulis dan outline sementara. Sippp….

Setelah Nung dan Erni selesai dimentoring, kita berdua ‘colut’ sebentar. Jeng-jeng ke pasar Ledoksari buat hunting snack. Coz logika tanpa logistic serasa sayur tanpa garam. Hambar….hehe. gerimis euy…tapi Nung suka. Palagi pas di lampu merah ada atraksi topeng monyet (Erny seneng banget. Ckikikik…). Ohya, Nung jadi lupa kalau tadi siang sempat KO..^^v. Jadi merasa sangat sehat…

Ba’da sholat Ashar mentoring dilanjutkan lagi ke kelompok yang lain. Nung memanfaatkan waktu luang yang ada buat ‘research’ dengan salah seorang narasumber yang masuk dalam daftar list orang yang bakal Nung wawancara karena beliau bisa jadi salah seorang sumber inspirasi sekaligus informasi dalam naskah buku yang mau Nung tulis. Xixixi..menginterograsi Mas Aris El Durra. Beliau seorang PNS sekaligus PNS pluz!!! (Pengusaha Nan Sukses. Amin). Serunya…coz temen2 yang lain juga pada ikutan nimbrung. Unyu…unyu… (terima kasih banyak ya Mas El..)

Sebelum pertemuan ke-4 kali ini diakhiri kita ‘meeting’ sejenak, terkait iuran, konsumsi, dll…dan akhirnya jam 17.30 pertemuan kita akhiri…sampai jumpa pekan depan. Jangan lupa PR dari kepala suku ya…
1. Outline final (diprint)
2. Ikhtisar 3 referensi utama (diprint)
3. Planing list awal naskah (diketik lagi n diprint)
4. Bagi yang outline nya sudah selesai, pilih salah satu sub bab dan tuliskanlah materinya….

Yups, sampai jumpa di pertemuan pekan depan….
Semoga Allah SWT mempertemukan kita dalam kondisi yang lebih baik…Amin.

Bahagianya berkumpul bersama keluarga Pelangi….

Ending : Nung n Erny ditraktir bakso mbak Fu’ah di BAKSO SONY. Mantapz dah…Alhamdulillah…hehehe…

[Keisya Avicenna, 17 Januari 2011…selesai menulis pukul 05:55 WIB @Zona NOstalgia RoMAntic-ku…]

Engkau Penulis yang Mana?

15 Januari 2011

Engkau Penulis yang Mana?
by Bambang Trim on Saturday, January 15, 2011 at 6:22am

Ada penulis pena terlena

: setiap saat asyik berkarya

Selalu lupa pada pembaca

Merasa karya enak dibaca



Ada penulis pena perdana

: suatu saat menghasilkan karya

Setelah itu tak terdengar nama

Karya pertama dan satu-satunya



Ada penulis pena terpana

: setiap saat asyik bertanya

Mengumpulkan karya sejumlah penulis ternama

Tapi hanya terbuai angan belaka



Ada penulis pena merana

: setiap saat mengeluh menderita

Beridealisme tanpa rencana

Menulis tak dihargai semestinya



Ada penulis pena durjana

: setiap saat mencari celah

Plagiat karya berpuluh jumlah

Naskah orang dibubuhi namanya



Ada penulis pena berdana

: takdir kadang tertolak naskahnya

Terpikat penerbitan swakelola

Menerbitkan sendiri siapa sangka



Ada penulis pena kelana

: setiap saat entah pergi kemana

Backpacker sebutan mengena

Menulis di mana saja dan apa saja



Ada penulis pena bahana

: setiap saat menajamkan karya

Tidak berkompromi dengan kualitas rendah

Menulis naskah mengejutkan dunia



Ada penulis pena bermakna

: setiap saat merenungi cinta

Mengikat makna amat sempurna

Karyanya mulia bertenaga



Engkau penulis yang mana?

Aku penulis pena bukan apa-apa, Na.





untuk para "pendekar penulis" dan Na

:: Bambang Trim

Colomadu, 16 Januari 2011

NORMA 2010-2015

09 Januari 2011

2010 : MANDIRI, BERKARYA DALAM KREATIVITAS TANPA BATAS!!!

2011 : MEMBANGUN ISTANA HARAPAN DALAM UNTAIAN KISAH PENUH MAKNA [MISI : A.M.A.N.A.H]

2012 : FIGHTING SPIRIT = WUJUDKAN CITA MULIA DAN KELUARGA ROBBANI TUK MERAIH RIDHO-NYA

2013 : CAHAYA-NYA BERKILAU DI SETIAP EPISODE = PENDAR INDAH KELUARGA QUR'ANI

2014 : PRIBADI KONSTRUKTIF SEBAGAI ARSITEK PERADABAN BERBEKAL INTELEKTUALITAS, PROFESIONALITAS dan KREDIBILITAS [IPK]

2015 : MENCETAK SEJARAH DENGAN GORESAN TINTA EMAS PERJUANGAN

TEPAT dan TERBAIK : Catatan Perjalanan “24 HARI SEBELUM 24 TAHUN”




Sabtu, 8 Januari 2011

Perjalanan Kembali ke Solo
Kembali ke kota Solo setelah setengah hari berada di bumi cinta Wonogiri. Menikmati perjalanan sambil mengedarkan pandangan ke luar jendela. Subhanallah…kembali terkagum-kagum dengan lukisan agung karya Sang Pencipta.

Alhamdulillah, sampai juga di kota Solo. Kota perjuangan saya!!!. Minimal selama 1 tahun ini kemungkinan besar saya masih ingin berkarya di Solo. Ntah tahun depan. Yang jelas masih ada beberapa impian yang masih ingin saya wujudkan di kota ini. Setelah beberapa waktu lalu, Allah SWT memberikan skenario lain tatkala saya belum bisa menjadi abdi Negara di tahun 2010 lalu, baik di tingkat pusat maupun di daerah (“Yakin, Allah SWT pasti akan menjawab dengan lebih indah di saat yang TEPAT dan TERBAIK”). Setidaknya itu memperkuat azzam saya untuk totalitas menjalankan plan B dalam peta hidup saya. Yup, Solo akan menjadi kota dimana saya akan mengembangkan diri. Mencoba lebih profesional dalam mengemban beberapa amanah yang masih berada di pundak saya dan terus berusaha memperbaiki diri untuk sebuah pencapaian besar (cita-cita) yang ingin saya wujudkan di tahun ini. Bismillah…

Setidaknya saya mempunyai arahan kerja dalam hidup saya selama 5 tahun ke depan yang saya visualisasikan lewat Dream Board 2011-2015 yang sekarang telah terpasang manis di dinding Zona Inspirasi saya, yang setiap saat bisa saya lihat, saya bawa ke alam bawah sadar saya, dan semoga suatu saat nanti pada waktu yang TEPAT dan TERBAIK, dengan izin Allah SWT tentunya, impian-impian itu bisa terwujud. Semoga…Amin Ya Rabb…
***
Pondok Pesantren Qur’an (PPQ) Al Mahir dan Ganesha Operation Solo
Pagi ini dengan semangat’45 berangkat dari kost sekitar jam 08.30. melakukan sebuah perjalanan Qur’ani menuju suatu tempat di daerah Colomadu yang semoga akan meningkatkan kecintaan saya pada Al Qur’an. Bismillah…kemudian pulangnya mampir ke suatu tempat di mana saya bisa meningkatkan aktualisasi diri saya di Solo, yup, mampir Ganesha Operation dulu untuk mengambil jadwal mengajar selama satu pekan ke depan.

Betapa bersyukurnya saya bisa menjadi bagian dari keluarga besar Ganesha. Disini saya bisa belajar banyak hal. Apalagi saya menjadi pengajar ‘paling muda’ (dari segi angkatan dan umur tentunya). Hehe…tapi menjadi ‘si bontot’ justru menjadikan saya bisa belajar banyak hal dari senior-senior saya. Apalagi beberapa orang sudah ada yang berkeluarga. Banyak dapat ilmu tentang banyak hal kalau kita sedang berkumpul dan melakukan diskusi. ^^v

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
Jam 11.10 Alhamdulillah, sudah bisa sampai di Sekarpace. Menanti jemputan seorang sahabat, Fina, yang meminta saya menemani survey tempat foto buat ijazah ke daerah UMS. Menunggu beberapa saat…saya gunakan untuk membaca buku. Oh ya, di tas saya selalu ada buku bacaan yang setia menemani kemanapun saya pergi. Hari ini bawa bukunya Mas Gola Gong Novel Labirin Lazuardi yang ke-3 yang judulnya PUSARAN ARUS WAKTU. Tenggelam dalam kisah Lazuardi dalam novel itu. Sekitar jam 11.30 Fina datang. Let’s Go!!! Hm, satu hal yang paling saya suka…melakukan sebuah perjalanan…hehe. Ntar kalau mendapati diri saya lagi ‘suntuk’ cukup ajak saya jalan-jalan keliling kota atau ke toko/pameran buku, atau ngasih jus alpukat, pasti saya akan ‘sumringah’ n ‘ceria’ lagi. Hehe…(apalagi kalau digratisin buku atau ditraktir makan…wkwkwk).

Sampai juga di lokasi…Fina segera melakukan negosiasi, saya berinspirasi aja disitu…mencoba mengambil hikmah yang bisa saya letakkan di hati…apa itu? Hanya saya dan Pemilik Hati saya yang tahu…^^

Perjalanan pulang…kembali menikmati apa yang bisa saya tangkap dengan panca indera saya. Paling seru pas liat spanduk bertuliskan “PAMERAN BUKU NASIONAL di Goro Assalam tanggal 29 Januari-6 Februari 2011”. Chipirilli….saatnya bersiap!!!

Kost Pink
Sampai kost, sholat, makan siang, menikmati menu yang luar biasa, lengkap dengan penutup es cincau dan cireng Bandung yang tadi sempat beli di belakang kampus UNS (jadi mengenang masa-masa perjuangan di Jakarta, tepatnya di deket kostnya Mbak Thicko, tiap kali dulu balik dari mbolang keliling Jakarta pasti beli cireng di depan warnet deket jembatan.hehe)

Masjid Perjuangan Nurul Huda UNS (NH IC)

Siang itu berkesempatan diskusi dengan salah satu staf ahli Kementerian Ristek sekaligus dari MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia). Banyak hal luar biasa yang bisa saya dapatkan. Sebuah motivasi yang semakin melejitkan semangat saya untuk bisa melanjutkan kuliah S2. Semoga bisa terwujud…(Mudahkanlah Ya Rabb…amin). Yups..”ibarat menanam pohon jati…”. Mencoba menjadi profesional dengan dasar-dasar kompetensi keilmuan kita!!! Bismillah…Pesan beliau : “Tetap Semangat dan Jaga Idealisme!!!”

Hujan turun cukup deras di luar sana…lanjut Shalat Ashar sekalian di NH. Ba’da sholat, menenggelamkan diri bersama ayat-ayat cinta-Nya. Sambil menikmati senandung air hujan. Damai banget gitu rasanya… saat mengembalikan mukena ke tempatnya semula, mata ini tertuju pada 2 lembar kertas yang tertempel di rak kaca. O, itu perpus JN UKMI ya? Sipsip…sambil nunggu hujan reda, bisa baca buku dulu nih. Mata ini semakin berbinar tatkala menangkap sebuah buku karangan Mas Gola Gong yang berjudul “Clay : Cinta dalam Segenggam Tanah Liat”

Wow, Mas Gola kan penulis favoritnya Nungma!!! Asyik deh. Saat itu, lantai 2 NH masih ada beberapa orang. Viana, adik kost sekaligus adik yang sekamar sama saya juga masih di situ, kita sepakat pulang agak nanti aja, ‘ngadem’ dulu. Yadah, saya mengambil posisi duduk di pojokan. Hingga tetesan air hujan bisa terdengar lebih jelas, sambil melihat bangunan NH IC yang semakin kokoh saja berdiri. Menikmati alur cerita dalam buku itu. Bercerita tentang kehidupan seorang wanita bernama “Clay”. Clay, sosok yang meyakini Tuhan, tapi dia tidak beragama. Pernah melakukan aborsi selama 2 kali hingga Clay harus mengidap penyakit kista dalam perutnya (salah satunya dari hasil hubungan gelapnya dengan Bryan). Bryan adalah mantan pacarnya Clay. Pada suatu malam Bryan datang ke apartemennya, padahal Clay sudah memutuskan hubungan mereka satu tahun lalu. Keesokan harinya Bryan kedapatan bunuh diri….dst. ada kisah menarik, ternyata Bryan juga menghamili 2 orang wanita yang ternyata anak penjaga villa milik Bryan di beberapa kota. Marry dan Nia, dua wanita (masih SMA) itu mendatangi Clay setelah mengetahui kabar kalau Bryan meninggal. Mereka mendapatkan warisan villa dari Bryan. Ah, Clay sebenarnya dah gak ingin berpusing-pusing ria lagi mengurusi segala hal yang ada hubungannya dengan Bryan. Ada kabar lain yang mengejutkan Clay, Bryan ternyata mengidap HIV.

Hoho. Apakah Clay juga tertular virus HIV? Ada kisah menarik lainnya…muncul sosok Elang, seorang seniman jalanan yang ternyata punya galeri gerabah!! Dan Clay merasakan ada getaran lain dalam hatinya tatkala ia mengenal sosok itu. (hm, bagus banget deh alur ceritanya….^^). Ternyata buku itu masih bersambung…hm, masih penasaran…yang jelas ada kisah cinta ibu dan anak juga disana. Ibunya Clay ternyata seorang pengrajin gerabah juga. Clay artinya gerabah/ keramik…Clay yang kemudian tenggelam dalam cinta di segenggam tanah liat.

Hehe…gak terasa 173 halaman selesai saya baca. Setelah mengedarkan pandangan ke sekeliling…lho kok gak ada orang? Sepi amat? Xixixi…akhirnya, saya kembalikan buku itu ke tempat semula. Ambil satu buku lagi (coz disuruh nunggu Viana syuro dulu, yadah, baca lagi aja…hujan juga masih menderas di luar sana). Membaca sambil mencatat hal-hal penting dalam buku terbitan tahun 2004 itu. Bagus banget ni buku. Benar-benar menggambarkan suasana hati saya kala itu. Hehe…

Jam 17.15, gak terasa waktu begitu cepat berlalu…melangkahkan kaki meninggalkan NH IC bareng Viana, sepayung berdua. Padahal saya paling suka kalau hujan-hujan. Hehe…tapi berhubung ada beberapa buku di tas saya, jadinya ya eman-eman banget kalau sampai basah…

Aku sangat mencintai hujan
Hujan dan ketulusan itu…
Ia menyejukkan bumi, rela turun dalam wujud batang-batang air untuk menjalankan titah Tuhannya, dengan tulus…

Karena ketulusan adalah ketika engkau memberikan sesuatu dengan tangan kananmu dan kau butakan tangan kirimu…”

Salah satu hikmah hari ini : “Betapapun hidup, berputarnya waktu dan usia adalah suatu keniscayaan, namun kedewasaan adalah sebuah pilihan”. Semoga perjalanan hari ini bisa tercatat dalam catatan terbaik saat buku DNA saya berceloteh mendokumentasikan hidup saya hari ini…perjalanan yang ‘mendewasakan’ dan ‘memperkaya hati dan pikiran ini’…Semoga…

[Keisya Avicenna, yang masih terus bermetamorfosa menjadi lebih baik dengan semangat “TEPAT dan TERBAIK”…dalam perjalanan “24 HARI SEBELUM 24 TAHUN”. Ketika ada pertanyaan :’Kamu ingin kado buku yang judulnya apa, Kei???’ hoho…apa aja deh…semakin banyak semakin baik…deuuu…maunya!!!wkwkwk…]

RENUNGAN 24 HARI SEBELUM 24 [“ADA CINTA DI KERAJAAN LEBAH : HIMABIO 2008”]

08 Januari 2011




Buka-buka file di doralepito gak sengaja nemu ketikan ini…dan Nungma kembali mengenang masa itu…

NORMA DIMATA PARA PRESIDIUM HIMABIO 2008….
(Secarik kertas yang saya temukan di ‘kantong ajaib’ DORAEMON).

Bagaimana ya sosok seorang NORMA di mata para penggedhe Kerajaan Lebah periode 2008 ???

1. Menurut Sutikno Arthur, Sang Ketua Umum (KETUM) HIMABIO
- Pinter…itu kelebihanmu!!
- Terlalu pendiam dan penurut…itu kadang jadi kelemahanmu. Tapi ide-idemu cukup bagus… kamu harus belajar berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain. Jangan minder dengan kelemahanmu. PD-mu harus dibangkitkan!! Be GLORY!!!
[“SIAP BOZ!!! Nungma kan DIMENSI : DIam-diam MENyimpan potenSI…Hmm, LANJUTKAN!!!”]

2. Menurut Rhosid, Sang Koordinator Departemen Kerohanian (DKRh)
- Orangnya ceria, enerjik, pantang menyerah.
- Kadang-kadang suka nyebelin (ya tapi dikit sih)…[”hmm, yaiyalah cid, kita musuh bebuyutan. Hehehe..”]
- Rajin, supel, istiqomah dalam kegiatan
- Sisi negatifnya : kadang-kadang cuek sama temen; kadang egois dalam satu hal (???): sudah cukup itu saja ntar tambah dosa buatku!!
- “SEMANGATmu yang kami tunggu!!! Jangan pernah menyerah!!”
- “Jangan lupa istirahat, makan, sholat. Jangan terlalu dipaksain belajar, ntar malah sakit!!!”[“Nggih, pak ustadz Ocid…LAKSANAKAN!!!”]

3. Menurut Bimo, Sang Koordinator Departemen Penelitian dan Pengembangan Organisasi (DPPO)
- Norma, SALAM WONOGIRI!!! [“Salam SUKSES Bim!!! WONOGIRI kan SUKSES!!”]
- Aku harap suatu saat nanti, Insya Allah, kita bisa perbaiki Wonogiri [“Amiiiin, Bim..KITA PASTI BISA!!”]. tapi gak tau dalam bentuk apa kerja sama tu. Aku senang tinggal di Wonogiri, meski bukan asli Wonogiri. Tempate penuh tantangan…[“TAKLUKKAN TANTANGANMU, Bim!!!”^^v]. dan lingkungane nyenengke yo…
- Salam persahabatan!!! Doakan aku agar bisa menjadi orang yang berguna, baik, dan sholeh..[“Insya Allah, Bim”].
- Maaf jika aku pernah berbuat salah. OK?? [“OK, Bim…”]

4. Menurut Budi, Sang Koordinator Departemen Pendidikan dan Keilmiahan (DPK)
- Mungkin secara fisikly, sangat terlihat kalau orange intelek dan sangat muslimah. Yah, terus saja menuju ke yang lebih baik. Selalu ada jalan menuju ke sana. Yah, mungkin banyak juga yang memilih tempat curhat ke Norma, karena mereka menganggap ada sesuatu yang lebih dari Norma yang sangat dibutuhkan orang lain. GAK ADA LOE GAK RAME!!! Ya meskipun agak pendiem, tapi gakpapa…[“gak salah nih, pendiem???hehehe..”]. karena sumber masalah salah satunya dari mulut..[”OK, Bro..Siiip..”].
- Ntah semangat dari mana, tapi ku sangat salut ma kamu, bisa memenej waktu dengan baik, padahal mengikuti banyak organisasi juga. Tapi organisasi jangan dijadikan prioritas, ntar bisa-bisa terjebak di dalamnya.
- Sekalian mau ngucapin makasih atas segalanya, makasih telah membantu banyak, khususnya buatku…
- Norma, sosok yang selalu pengin berbuat kebaikan dalam kebersamaan. Dy pengen berubah, sekaligus mengajak orang lain juga berubah
- Ide dan pikiran yang ada di otaknya Insya Allah orisinil, tumbuh secara langsung, padahal mungkin dy udah banyak pikiran…Thanks 4 all!!!
- Semoga Allah swt selalu menjaga dan menuntunmu ke dalam jalan yang benar. Amin…

5. Menurut Joko Ari, Sang Koordinator Departemen Seni dan Olahraga (DSO)
- Mbak, kamu orange kreatif ya!!! Wah, kamu juga muslimah yang baik. Tapi kekurangane belum komunikatif sama temen…[“Insya Allah, sekarang sudah berusaha dan akan terus belajar, Ri…thanks ya..”]. mumpung sama-sama jadi asisten, mungkin nanti bisa dikeluarkan masukan-masukannya buat kemajuan praktikum IPL..
- Dewasa tidak hanya dalam diri. Tapi, dewasa dalam mengungkapkan, tunjukkan bahwa kamu terbaik di mata temanmu, tidak apa kita dianggap sombong, sombong dalam kepintaran dan agama…[“Tapi, semoga diri ini jauh dari sifat sombong…Amin..”]

6. Menurut Kiki, Sang Sekretaris Umum (SEKUM)
- Nurma..[huh..ni anak selalu salah nulis namaku!!! NORMA yo bu…”]. Aku bangga ma kamu. Ide-ide kamu brilliant. Tapi, menurutku, jangan terlalu dipendam thok, tapi bener-bener direalisasikan.
- Sudah hampir 2 tahun bersama, aku harap kesempatan kita bisa bersama ini di HIMABIO, bisa mengenal secara kekeluargaan..[“hmmm…dasar Bahasa Lampung, susah dimengerti…hehehe..”]
- Jangan cuek ya!!
- Jangan banyak diem!!!
- (-) Galak!!! [“hehe…khusus buatmu, ki!!!”]

7. Menurut Santi, Sang Koordinator Departemen Hubungan Masyarakat (HUMAS Seorang pejuang keras, ulet, tekun dan bersemangat. Tapi biarpun banyak kesibukan, jangan lupa jaga kesehatan yach, jangan telat maem yah, heeee… makasih banyak ya,selama ini dah ngajarin aku banyak hal. Walaupun mungkin kamu gak sadar akan itu. Tapi kadang kalo budhe (hmmm, San, kapan Nungma nikah sama pakdhemu…ckckck…SAKIT!!!’kata Tanti’) lagi sibuk akan sesuatu hal penting, pasti aku dicuekin deh..Ya, aku sih coba sadar klo emang sesuatu itu jauh lebih penting. Hehehe…
Maaf juga ya budhe, klo aku dah banyak salah n ngrepotin.
Makasih banyak buat bantuan dan dukungannya. Aku yakin DK (Departemen Kaderisasi) pasti maju di bawah pimpinan Budhe.
Tetep semangat ya!!! Pasukan lebah takkan pernah menyerah!!!
Aku mohon dengan sangat, bantuan, doa, dan dukungannya yach!!!
(OK, Cin….HUMAS juga siip di bawah kendalimu…hehehe…jangan pingsan-pingsan lagi yach…^^v)

8. Menurut Sukma, Sang Bendahara Umum (BENDUM)
Kamu tu orangnya di mataku SMART (ehm…semoga tidak melayang…hehehe…), bisa memanajemen dirimu. Sejujurnya di mataku kamu gak ada jeleknya sih. Aku rasa kamu harus lebih bisa lebih semangat, dan jangan pernah mengeluh. Ajarin temen-temenmu yang mungkin kurang. Aku tahu kamu berat menjadi Koordinator DK, tapi aku yakin kamu BISA!!! Ayo Ma, kita sama-sama saling bahu-membahu untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Oya, aku minta maaf kalo-kalo ada salah mpe sekarang. We love you so much…. (love you too, CingCing…)

Satu tahun beramanah di HIMABIO benar-benar “MEMPERKAYA” diri ini…Terima kasih banyak buat semuanya… Nungma sangat merindukan saat rapat dan melakukan banyak hal bersama kalian…disinilah Nungma belajar menjadi ‘seorang konseptor handal’ dan ‘pekerja teknis profesional’. Sekali lagi, terima kasih banyak ya….

NORMA adalah aturan, tatanan, pranata, atau kaidah yang mesti diterapkan, yang mengatur manusia agar lebih manusiawi, yang mengatur manusia agar punya harga diri, agar manusia punya nilai di mata manusia lainnya dan di mata Sang Pencipta…

NORMA adalah sesuatu yang berharga…

Dan semoga seseorang yang bernama NORMA ini benar-benar berharga di mata MANUSIA dan SANG PENCIPTA!!!Amiiiiiiiin……………
(Catatan seorang SAHABAT zaman Putih Abu-Abu…)

Buat sahabat-sahabat dan saudara saudariku yang sangat saya cintai karena Allah, silahkan ngasih tambahan komentar…..dengan judul : “NUNGMA in MY EYES”. Silahkan kasih penilaian tentang diri Nungma, apapun…komentar yang paling ‘mengena’ akan mendapatkan bingkisan menarik. Hehehe….^^v

[Muhasabah 24 hari sebelum 24….Keisya Avicenna]

A PLACE TO BE ALONE [“Bheyngidhi Lehekhi”]




Pada suatu senja yang memerah…
Kutengadahkan kepala
Menantang langit
Bertanya pada hembusan angin senja
Mencoba menangkap pesan yang masih samar

Senja menuntunku tuntaskan rasa rindu
Pada camar yang terbang kembali ke sarang
setelah menjelajah alam seharian
Pada mentari yang tlah tunaikan tugas sepanjang hari
Pada malam yang tak lama lagi bertandang
Pada bintang yang kan terang berpijar

Keremangan senja selipkan sejuta hampa rasuki jiwa…
Lirih terdengar hembusan sang bayu berbisik di telingaku
Ia kabarkan padaku tentang “bhebhenyodhad nad labhiny ngidhanyabhinyapay”…
Terima kasih angin senja, jawabku :
“sinyadhpay bhad gapthu ngathad leyekhathi cayciha…”

Pintaku pada senja, tetaplah merona dalam cinta
Meski kau hadir hanya sebentar saja…

[Keisya Avicenna, 6 Januari 2010 @Ruang Kelas UNY GO Monginsidi 16:50 WIB (menunggu para siswa mengerjakan tes matematika dasar), saat diri merasakan akan ada’kejutan’ hari ini dan ternyata kuatnya perasaan itu tak bisa dibohongi…Ya Rabb, terima kasih untuk ‘kejutan’ itu…wahai diri, belajarlah untuk IKHLAS!!! Tidak hanya sekedar lisan, tapi juga hati… ^^v. CUKUP BAGIKU ALLAH SWT!!!]


“Sendiri menyepi…..tenggelam dalam renungan
Ada apa aku…seakan ku jauh dari ketenangan…
Perlahan kucari, mengapa diriku hampa
Mungkin ada salah, mungkin ku tersesat,
Mungkin dan mungkin lagi…

Oh Tuhan aku merasa…. sendiri menyepi..
Inginku menangis….. menyesali diri,
Mengapa terjadi???
Sampai kapan ku begini…resah tak bertepi
Kembalikan aku pada cahaya-Mu, yang sempat menyala
Benderang di hidupku….”
(‘Sendiri Menyepi’…EDCOUSTIC)

UNTUK MAS DHODY ARIYANTO (7 Januari 1982)





Lilin kecil menyala disini
Kuredupkan kembali
Kupanjatkan doa tulus dan suci
Kuingat hari ini ultahmu

Usiamu semakin dewasa
Dimasa remaja yang ceria (dah gak remaja lagi dink…iya kan boy???hehehe…)
Bunga-bunga ditaman hatiku
yang tumbuh indah wangi kasih
Hanya kupersembahkan untukmu

Selamat ulang tahun ku ucapkan
Sambutlah hari indah bahagia
Selamat ulang tahun untuk kamu
Panjang umur didalam hidupmu

Trimalah kadoku buat kamu
Yang kupersembahkan lewat laguku ini

********
Dentingan waktu kian cepat saja berlalu
Hidup pun terus berjalan, tanpa sanggup kita hentikan
Obati segala luka yang ada, gantilah dengan senyum penuh ceria
Dalam hangatnya cinta, dalam lembutnya balutan kasih sayang
Yang telah Tuhan ajarkan pada kita dalam meniti kehidupan

Angin berhembus senandungkan melody syahdu
Rona hangat sang mentari melengkapi kebahagiaanmu di hari ini
Indahnya kisah tercipta, di usia yang semakin dewasa
Yakinlah, Tuhan telah menyiapkan skenario terindah untuk hidupmu
Angan dan mimpi semoga bisa diwujudkan dengan penuh kesungguhan
Nikmati setiap perjalanan tuk kumpulkan bekal hadapi kehidupan yang kekal
Tak peduli onak dan duri yang terbentang di hadapan
Optimislah, karna kebahagiaan di masa depan akan segera kau jelang…

********
SELAMAT HARI LAHIR, MAS DHODY!!!!
Mas, terima kasih untuk kata- kata dan semua nasihat tulus yang kamu ajarkan kepadaku bahwa hidup adalah senyuman tulus tanpa mengeluh, jalani semuanya tanpa paksaan, menjadi diri sendiri sesuai yang kita inginkan,
dan berani untuk berkata tidak jika diperlukan
serta tidak menggantungkan hidup dengan belas kasihan…

Mas, kita sama - sama berjuang dengan waktu
dan berharap mimpi - mimpi kita kan terwujud
semoga kita menjadi orang - orang yang sukses
dan mampu membahagiakan keluarga kita…KYDEN tercinta!!!!

Love U, Boy!!!!
Kamulah LELAKI KEDUA YANG MENCINTAIKU!!!!
[Keisya Avicenna, 7 Januari 2011…aku sangat mencintaimu karena Allah, boy….]

GAYA HIDUP SEORANG MUSLIM

06 Januari 2011

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, beramal sholih, seraya berkata ‘sesungguhnya aku termasuk kaum muslimin (yang berserah diri kepada Allah)’, tidaklah sama antara kebaikan dan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang diantara kamu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.”
(Fushilat: 33-34)


Menjadi sholih/ah adalah keniscayaan bagi setiap muslim. Apalagi yang mengaku sebagai aktivis dakwah. Jika aktivis dakwah bukanlah seorang ahli kebaikan, sangat mustahil bisa merubah masyarakat menuju kondisi yang lebih baik. Faqidu syai’i la yu’thi ghoirohu ‘jika tidak memiliki apa-apa, niscaya tidak akan bisa memberikan kontribusi apapun pada orang lain. Begitupun jika seorang aktivis dakwah hanya mengajak tanpa qudwah dirinya, maka dakwahnya hanya menyentuh sisi kognitif saja (knowledge), padahal sisi afektif (hati/iman) adalah point terpenting dalam dakwah. Ingatlah akan firman Allah: “wahai orang-orang yang beriman, mengapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (As-Shaf: 2-3)

Untuk menuju pribadi yang sholih, perlu dilakukan sebuah rekayasa diri (tarbiyah dzatiyah) yang akan memotivasi ruh kita untuk senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan diri. Saya berpendapat bahwa tarbiyah dzatiyah dan tarbiyah jamaah adalah ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan, apalagi mengingat keterbatasan manusia adalah makhluk yang sangat lemah dan mudah labil. Adanya tarbiyah jamaah (liqo/halaqoh) adalah back-up tarbiyah yang akan memacu komitmen tarbiyah dzatiyah, begitupun sebaliknya, tarbiyah jamaah tidak akan terwujud jika seorang muslim tidak memiliki keinginan untuk mengakselerasi ketaqwaannya.
Terwujudnya masyarakat madani pada zaman Rasulullah tidak terlepas dari bagaimana Rasulullah mendidik para sahabatnya sehingga mereka hidup dalam naungan Islam dan berjuang untuk kepentingan Islam. Madrasah pertama dalam kerasulan Rasulullah SAW adalah aktivitas kajian rutin yang diselenggarakan oleh Rasulullah dan para sahabatnya (al-sabiqunal awalun) di rumah Arqam bin Abil Arqam sebagai bentuk pegajaran dan pembinaan Islam pada saat itu.

Satu demi satu manusia di sekeliling Rasulullah berubah, mereka mengalami proses rekonstruksi (pembangunan ulang visi dan pandangan hidup). Itu menjadi awal perubahan besar yang terjadi dalam skala kepribadian mereka, sehingga mereka mampu membentuk masyarakat Islam pertama di dunia. Subhanallah. Beberapa prinsip yang harus dipegang untuk dapat menyerap Islam dalam kepribadian seseorang:

1. Hidup dengan misi yang agung, seorang muslim harus memiliki tujuan dan visi misi yang jelas dalam hidupnya. Hidup bukanlah aliran sungai, yang hanya mengalir begitu saja mengikuti arus yang ada. Seorang muslim harus mampu membentuk arus sendiri sehingga ia tidak terjebak dalam arus yang menyesatkan.
2. Hidup yang terarah sehingga terhindar dari kemungkinan disorientasi dengan memahami konsep diri yang jelas dan mengetahui model manusia muslim yang ideal. Dalam hal ini setiap muslim dituntut untuk memahami bahwa Islam merupakan sesuatu yang dapat dijadikan bingkai kepribadian seorang muslim.
3. Hidup yang bermutu tinggi. Miliki cita-cita yang besar, karena cita-cita yang besar akan menentukan besarnya usaha dan pengorbanan yang akan diberikan untuk menggapainya. Tujuan dan cita-cita yang jelas dan realistis akan mendorong seseorang untuk bekerja keras memaksimalkan seluruh potensi untuk mewujukannya.
4. Yakinlah bahwa jalan yang ditempuh akan memberikan kegemilangan hidup yang hakiki di akhirat kelak.

Aktualisasi ibadah seorang muslim mencakup:
• Dalam urusan keimanan (mantap dan murni atau tidak syirik)
• Dalam urusan ibadah mahdah (taat selalu)
• Dalam urusan akhlaq (mulia)
• Dalam urusan makanan dan minuman (halal dan thayib selalu)
• Dalam urusan pakaian (menutup aurat)
• Dalam urusan keluarga (sakinah)
• Dalam urusan pekerjaan (profesional)
• Dalam urusan masyarakat (peduli)
• Dalam urusan dakwah (aktif terlibat)

Faktor-faktor yang membentuk seseorang sehingga memiliki akhlak islami, antara lain:
1. Niat tulus ikhlas karena Allah semata
Niat yang tulus karena Allah, semata-mata hanya untuk meraih ridha Allah, akan membentuk pribadi seorang muslim untuk memiliki akhlak islami, karena dia akan selalu bersabar, lapang dada, dan tawakkal atas apapun kehendak Allah, setelah dia berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Penilaian atau perbuatan yang seperti apapun dari orang lain terhadapnya tidak akan membuatnya kecewa apalagi putus asa, selama dia meyakini bahwa apa yang dilakukannya tidak bertentangan dengan ajaran Allah dan dia melakukannya memang karena Allah.

2. Merasakan muraqobatullah
Dengan merasakan bahwa ada Allah yang akan selalu mengawasi setiap gerak-gerik langkah dan adanya malaikat Allah yang akan selalu mencatat setiap amal perbuatan manusia, maka seorang muslim akan lebih berhati-hati, baik dalam berkata-kata, berpikir, maupun bertindak.

3. Mengingat mati
Dzikrul maut adalah salah satu hal yang efektif untuk seorang muslim agar berakhlak islami, karena dia akan senantiasa memperbaiki diri dari waktu ke waktu sebagai bekal untuk menghadap Allah kelak. Setiap waktu akan sangat berharga dan senantiasa berusaha agar tidak sia-sia.

4. Motivasi dalam diri sendiri
Motivasi yang kuat untuk terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu, akan menjadikan seorang muslim menahan dirinya dari sesuatu yang sia-sia, baik perkataan, pikiran, maupun perbuatan. Motivasi dalam diri sendiri ini akan tetap ada bahkan meningkat jika terus dicharge. Salah satu yang bisa meningkatkan motivasi ini adalah dengan terus menambah ilmu tentang keislaman dan hal-hal lain yang mampu meningkatkan motivasi, baik dari membaca, dari orang lain, atau mendatangi majelis-majelis ilmu.

5. Keluarga dan lingkungan sekitar
Keluarga dan lingkungan sekitar kita adalah motivator yang bisa menambah motivasi seorang muslim. Keluarga dan lingkungan sekitar yang baik akan mempengaruhi pribadi seorang muslim untuk menjadi baik pula, begitu pula sebaliknya. Sesuai dengan hadist Rasulullah yang menyatakan bahwa siapa yang bergaul dengan tukang besi maka dia akan terpecik apinya dan siapa yang bergaul dengan penjual minyak wangi maka dia akan ikut terbawa wangi.

"Sumber dari segala macam bencana dan kutukan terhadap umat manusia adalah kebodohan dan ketidakmengertian. Sumber dari terciptanya peradaban tinggi adalah masyarakat yang menghormati pendidikan" Setiap manusia mempunyai potensi dan kesempatan yang sama untuk bahagia dalam hidupnya. Walau ukuran kebahagiaan manusia tidak bisa disama ratakan, namun secara umum bisa dilihat dari kesuksesan yang diraih selama hidupnya. Kesuksesan tidak bisa didapat begitu saja, butuh perjuangan dan usaha keras. Salah satu yang harus dilakukan untuk mendapat kesuksesan tersebut adalah dengan belajar. Belajar, merupakan tugas, tanggung jawab dan panggilan pertama bagi tiap manusia. Belajar, selain membuat pengetahuan yang kita miliki bertambah, kesempatan terbukanya pintu kesuksesan pun semakin lebar.

Lantas bagaimana caranya agar kesuksesan yang ingin dicapai dengan cara belajar tersebut, dapat mudah kita raih ?? Ada beberapa hal yang patut kita ingat, ketika kita sedang belajar untuk menuju kesuksesan yaitu :

HASRAT KUAT
Belajar tanpa disertai oleh keinginan dan hasrat yang kuat untuk menuju sukses, tak akan berhasil. Karena segala seuatu (termasuk belajar) yang dilakukan tidak dengan sungguh-sungguh, hasil yang dicapaipun akan ala kadarnya. Bila kesuksesan merupakan salah satu proses yang ingin diraih untuk mencapai kebahagiaan, maka mulailah belajar sungguh-sungguh dengan hasrat kuat, keinginan dan harapan yang besar.
Selain keberhasilan tidak akan pernah singgah kepada orang-orang yang berhasrat lemah dan tak punya kemauan, tidak bisa dipungkiri bahwa segala sesuatu hanya akan terjadi bila kita menginginkan itu terjadi. Seperti kata pepatah "Siapa yang berpikir dia bisa, maka dia akan bisa menjadi siapapun yang dia inginkan" Ciptakan dan penuhi alam bawah sadar kita dengan hasrat yang kuat untuk meraih harapan.

BERANI BELAJAR
Semua orang pada dasarnya tidak tahu dan tidak mampu. Hanya orang- orang yang berani belajar yang akhirnya akan tahu dan mampu. Ada begitu banyak cara untuk belajar, baik melalui pengalaman diri sendiri pengalaman orang lain, buku-buku bacaan, perenungan, kursus ataupun pelatihan-pelatihan yang ada. Kita tinggal memilih cara belajar yang kita sukai. Namun harus dipastikan bahwa cara belajar yang dilakukan, bisa membuat kita lebih mengerti dan memahami banyak hal. Sehingga kita mampu melihat dan mengetahui bahwa ada banyak cara dan pilihan untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

"Saya akan belajar, maka kesempatan akan datang" sungguh tepat apa yang dikatakan Abraham Lincoln tersebut. Sebab tanpa belajar, maka segala kemungkinan menuju kesuksesan bisa hilang. Untuk menjadi diri yang selalu belajar (a becoming learning person) diperlukan keberanian dan ketabahan, yang berakibat terbukanya segala kemungkinan untuk kehidupan yang lebih baik.

BERANI BERUBAH
"Learning has not taken place, until behaviour has changed: belajar tidak akan berarti apa-apa, sampai terjadi perubahan perilaku. Dengan belajar pengetahuan dan ketrampilan kita bertambah. Tetapi pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki tersebut tidak akan berarti apa-apa, jika ketrampilan yang kita miliki tersebut tidak sanggup merubah diri kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Pengetahuan kita tentang hemat tidak akan menjadikan kita kaya kecuali kita berani berubah menjadi orang hemat dan mungkin akan kaya. Pengetahuan kita tentang kerja keras tak akan memberi manfaat, sampai kita berubah menjadi seorang pekerja keras dan meraih keberhasilan. Pengetahuan kita tentang kepribadian seorang muslim tidak akan bermanfaat jika kita tidak bersunggguh-ungguh mengaplikasikannya.

Setelah kita belajar, kita memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang hal-hal yang kita pelajari. Langkah berikutnya adalah bagaimana kita bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik, berdasarkan pengetahuan yang kita miliki. Perubahan itu mungkin terjadi begitu lambat. Bagi orang-orang tertentu hal itu mungkin menjadikannya frustasi sehingga proses belajarpun terhenti ditengah jalan, karena tidak merasa mendapatkan manfaat dari proses belajar. Namun perlu disadari bahwa jauh lebih sulit menerapkan apa yang kita ketahui, dibanding dengan proses belajar untuk mendapatkan pengetahuan itu sendiri. Perubahan kearah lebih baik yang terjadi pada diri kita, walau berjalan secara perlahan, sedikit demi sedikit, hal itu akan sangat besar artinya bagi kesuksesan kita.

Teruslah belajar dan janganlah pernah menyerah, walau kegagalan bisa sewaktu-waktu menghampiri. Gagal bukan berarti mati, tapi gagal berarti ada banyak hal yang harus diperbaiki. Lupakan kata tidak mampu dan tidak mungkin, namun persiapkan fisik dan mental kita untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

SURAT PERPISAHAN

by Pak Wiranto on Thursday, January 6, 2011 at 5:38am

Di tengah-tengah ketegangan melakukan revisi proposal penelitian, tiba-tiba seorang kawan mengirimkan e-mail dengan title SURAT PERPISAHAN. Saya pikir isinya serius, langsung saya baca, ternyata malah full plesetan, lumayan buat mengendurkan syaraf. Selamat menikmati :-)



SURAT JEJAKA TUKANG BUAH YANG PATAH HATI

Wajahmu memang Manggis

Watakmu juga Melon-kolis

Tapi hatiku Nanas karena cemburu

Sirsak napasku, Anggur lebur hatiku

Ini Delima dalam hidupku

Memang ini juga Salakku, jarang Apel malam minggu

Kalau memang perPisangan ini yang terbaik untukku

Semangka engkau bahagia dengan pria lain

Sawonara...



Salam terakhir dari,

Durianto



SANG GADIS PENJUAL SAYUR PUN MEMBALAS

Membalas Kentang suratmu itu

Brokoli sudah kubilang

Jangan tiap dateng rambutmu selalu Kucai

Jagungmu tak pernah dicukur

Disuruh dateng malem minggu, eh... nongolnya hari Labu

Ditambah keuanganmu makin hari makin Pare

Kalo mau nelpon aku aja mesti ke Wortel

Terus Terong aja cintaku padamu sudah lama Tomat

Jangan Kangkung aku lagi... Cabe dehhhh



Salam perpisahan,

Timunah

“PENA SAHABATKU, PENA ALAT JUANGKU” [FLP Pelangi Solo Raya feat Kang NasSirun PurwOkartun_2]

03 Januari 2011








Pendopo Kecil Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah, 2 Januari 2011


Bheladath khawi!!! ^^ [bahasa kedhalu_NIBIRU.com : “semangat pagi!!!”]

Alhamdulillah, pagi yang luar biasa. Hari ini ada pertemuan keluarga FLP Pelangi Solo Raya episode ke-2. Dan pada kesempatan kali ini kita kedatangan tamu yang luar biasa pula, seorang novelis, penulis, cerpenis, kartunis, ahli desain grafis yang puitis dan suami yang romantis (deuu…)”Kang NasSirun PurwOkartun.”

Jam 8 an para anggota Keluarga Pelangi sudah mulai berdatangan…jam 9 acara dimulai. Berhubung Erny masih didaulat sang kepala suku pelangi untuk fotocopy, alhasil Nungma lah yang diminta untuk membuka acara (hyaaa…). Mendadak ngeMC nih (ditodong kepala suku juga). Setelah sambutan dari kepala suku Pelangi, kang Fachmy Casofa…kemudian acara sepenuhnya diserahkan kepada Kang Nass untuk mentransfer ilmu dan mencharge semangat keluarga Pelangi…mantabz dah!!!

Pertama-tama, kita diminta untuk menyerahkan daftar minimal 10 judul buku yang inspiratif, paling kita suka atau mungkin berpengaruh dalam hidup kita (kemarin tugas ini juga sudah dismskan). Masing-masing orang ditanyai, satu judul buku yang telah dia tuliskan, mengapa buku ini bagus/menarik…dalam hal apa?? Nungma ditanya mengenai “Padang Bulan”-nya Andrea Hirata.

Nih, ada beberapa ilmu yang bisa Nungma ambil dan serap dari Kang Nass :
1. Perbedaan ‘penulis yang membaca’ dan ‘orang umum yang membaca’
• Cara seorang ‘penulis yang membaca’ adalah ia pun belajar menulis saat ia membaca….dengan memperhatikan kalimat, pilihan diksi, dll dari apa yang ia baca. Ketika membaca, ia memperhatikan dengan seksama bagaimana sang penulis menceritakan ‘cerita’ yang ia tuliskan dalam buku itu. Mencermati kekuatan kata sang pengarang dan bukan sekedar larut dalam ceritanya. Contohnya : kita bisa belajar dari sosok Pramudya, dalam tulisan2nya nuansa Jawanya sangat kena tanpa harus berkata-kata dengan bahasa Jawa.

2. Menurut Izzatul Jannah, menulis ibarat ‘tukang roti’. Untuk sampai ke tahap ‘roti yang enak, lezat, dan tentunya menarik minat konsumen ia harus ‘makan roti sebanyak-banyaknya’ dan ‘membuat roti sebanyak-banyaknya’. Nah, ini bisa kita analogikan bahwa proses ‘makan roti sebanyak-banyaknya itu adalah proses MEMBACA dan ‘membuat roti sebanyak-banyaknya’ itulah proses MENULIS. Yups, nungma sepakat banget. Karena sahabat menulis itu bernama membaca. Dan buat apa kita mengaku sebagai ‘penulis’ tapi kita tidak pernah menulis???

3. Menulis bisa menyehatkan batin, bikin ‘orang cantik’, menyehatkan jiwa kita. So, marilah kita senantiasa menjaga stamina diri untuk selalu menulis. Sehingga “pikiran kita akan ditangkap dengan cepat oleh tangan kita”.

4. Kebanyakan kita ‘gagap’ menulis karena tidak terbiasa. Padahal ketika menulis kita akan mampu menghubungkan ‘otak, hati, dan tangan’ kita.

5. Tidak ada alasan ‘waktu’ dalam menulis. Kita bisa belajar dari sosok Joni Ariadinata. Ia mengawali ‘karier’ nya sebagai seorang tukang becak. Hingga sekarang loncatan profesi luar biasa yang beliau alami. Dari tukang becak menjadi seorang redaktur senior Horizon. Wow!! Beliau menjadi seorang penulis karena awalnya beliau mengalami sebuah peristiwa yang membuatnya sangat marah. Beliau meluapkan dan menumpahkan segala kemarahannya dalam bentuk tulisan. Hm…^^. Ada ‘kekuatan kata’ disana…

6. Kegagalan seorang penulis salah satunya karena ia KURANG FOKUS SEBAGAI PENULIS. Janganlah bermimpi untuk terkenal..intens dan terus saja menulis!!! Kata Pramoedya Ananta Noer : “yang terucap itu akan hilang, tetapi apa yang terekam dalam tulisan itu akan abadi…” . Ada lagi : “sepintar apapun orang tapi kalau tidak menulis, dia akan hilang dari sejarah…”

7. Awali segala sesuatunya dengan BISMILLAH…^^. Dan focus ketika akan menentukan pilihan. Sippp…kalau Nungma mulai seneng nulis dari kecil. Semakin termotivasi saat kelas 5 SD mengikuti lomba menulis sinopsis buku bacaan fiksi dan nonfiksi. Dan pada kesempatan itu bisa mewakili Kabupaten Wonogiri untuk mengikuti lomba sinopsis dan menceritakan kembali bacaan fiksi dan nonfiksi di Semarang, maju sampai tingkat Provinsi. Hm, pengalaman luar biasa yang memotivasi saya untuk terus semangat membaca, menulis, dan berkompetisi. Sampai sekarang, saya pun masih konsisten menulis catatan harian. Prinsip saya “menulis untuk mendokumentasikan hidup” ini sudah saya ikrarkan sejak kelas 1 SMA…(file-file SMP sudah banyak yang hilang euy…hiks). Dan semoga terus berlanjut sampai nanti….amin.


8. Tulisan biasa dikerjakan dalam waktu yang cepat itu BAIK. Tulisan baik dikerjakan dalam waktu yang lama itu BIASA tetapi tulisan baik dikerjakan dalam waktu yang cepat itu LUAR BIASA!!

9. Menulis itu “menikmati diri”…kita menulis karena kita suka dan menikmati apa yang akan kita tuliskan. Menulis bisa menjadi ‘jalan pencerahan’ sekaligus ‘jalan mata pencaharian’. Menulis bukan hanya untuk orang-orang yang ingin menjadi penulis. Sip…menulis itu bikin cerdas juga euy…^^

10. Ketika kita ‘capek menulis’…flash back….bertanyalah pada diri sendiri…”KITA MENULIS UNTUK APA???”

Hmm…banyak hal luar biasa yang bisa kita dapatkan dari penulis novel PENANGSANG ini!!! Terima kasih Kang Nass…pesan beliau buat FLP : “FLP bukanlah sekumpulan penulis yang tidak menulis tapi hanya ingin menulis. FLP bukan itu, FLP hanya memberikan sedikit ruang yang lebih besar untuk orang-orang yang ingin menulis dan menjadi seorang penulis. Semuanya kembali pada diri kita sendiri…”

Alhamdulillah, pada kesempatan itu Nungma dapat hadiah novel “PENANGSANG, Tembang Rindu Dendam” nya Kang Nass. Novel setebal 701 halaman ini merupakan novel pertama dari Trilogi Penangsang. Hm, sukses deh Kang NAss buat karya-karya selanjutnya!!! Terima kasih atas hadiah yang luar biasa ini…Ada gambar kartun ‘Kang Nass’ di halaman pertama dengan tulisan : “SELAMAT MENULIS LAGI”. Tyuz ada kalimat yang lain : “Mengulang Penangsang…Menggurat yang silam….Menyirat yang menjelang….”

Agenda selanjutnya ‘mentoring’ dari kepala suku Pelangi “Kang Sofa”. Beliau menyampaikan silabus proyek kita 6 bulan kedepan “FLP PELANGI WRITING CAMP”. Karena menulis sudah menjadi ‘panggilan jiwanya’ sosok kepala suku kita ini akan berjuang mati-matian sampai berdarah-darah (hehe…) untuk membimbing kita dalam menulis dan membuat buku selama 6 bulan ke depan dengan pertemuan intens satu pekan sekali. Hoho…dan kebahagiaan kepala suku ini adalah ketika melihat “Keluarga Pelangi” berhasil!!! (deuuu…bikin terharu….xixixi…beliau bilang : “berarti ada alasan mengapa saya hidup..”.sipp dah…salam unyu!!!).

Untuk Bulan Januari ini fokus kita di level BASIC dengan materi utama :
1. Minggu 1 : memetakan ide menjadi tema; menganalisa buku yang menjadi inspirasi
2. Minggu 2 : mengisi planning list menulis buku
3. Minggu 3 : mengikhtisar 3 buku referensi utama untuk membantu membuat outline
4. Minggu 4 : membuat outline.

Selanjutnya, kita dibagi dalam kelompok-kelompok kecil 3-4 orang untuk saling mendiskusikan dan memberi masukan ide dari masing-masing orang. Nanti Kepala Suku akan berkeliling buat ngecek, ngasih masukan dan tanggapan. Ide ini harus konsisten selama 6 bulan kedepan. Jadi setiap orang nanti buat 1 buku. Sip…semangat!!! KNOWING IS NOT ENOUGH YOU MUST TAKE ACTION!!!

Tak terasa, sudah jam 13.00…kebersamaan keluarga Pelangi harus diakhiri. Sampai jumpa pekan depan :
Hari Ahad, 9 Januari 2011 bertempat di SMP Muhamadiyah 7 jam 13.00-selesai.
Semangat BERKARYA!!!

“Pena Sahabatku…Pena Alat Juangku!!!”

(meski sekarang kebanyakan nulisnya ‘pake laptop’ ya??? Hehe…tapi tetep aja kita gak bisa lepas dari ‘pena’…sipppp dah…)

[Keisya Avicenna…*humas FLP Pelangi Solo Raya]

NB : semisal ada kesalahan dalam penulisan, tolong dikoreksi…hehe…coz nyatetnya kemarin ngebut…^^

PENA INI INGIN MENANGIS, TAPI HATI BERKATA : "AKU BAHAGIA"



by Norma Keisya Avicenna on Sunday, January 2, 2011 at 7:58pm

Apa yang kita ingat dari kenangan-kenangan yang terekam oleh kita ?

Nama tempat, nama permainan, nama teman atau kejadian, adalah hal-hal yang lambat laun 'mungkin' akan terlupakan,

tapi tidak dengan rasa.



Rasa senang, rasa sedih yang akan terus kita bawa tanpa mudah tercecer di sepanjang perjalanan kita.

dan semakin kita dewasa kita akan menyadari bahwa diantara kenangan-kenangan tersebut ada satu rasa yang paling besar....



Pena ini mencoba menelusuri walau tanpa kata

Kemudian tertunduk mencoba mendaur sebuah kisah

Waktu yang terus berjalan mencari sebuah kata

Menjerit namun hilang terbawa debu yang beterbangan

Yang tersungkur dalam diam pada tinta yang menjadi kaku

Waktu yang terus berdetak menuai sebuah kata

Dengan harapan yang hampir didapatkan

Oleh tinta yang mencatat sebuah keinginan

Dalam mencari sebuah kata ......

THEKHATH ngay THEDHSANYIP!!!


Leyjosa sedhthanyay bhepunyath nyathi,manapha padhad nad nginyelkhabh bhad nyolsab..

Camayi nyingukh ngeday kheyuny bheladath!

Padhey bhelunya pibhany khabthi nyanga nyapidh had nyadhubh ngimamunyi,thakhi nyapidh pibhany nyiyi napiypu nyiyngany..
...
THEKHATH ngay THEDHSANYIP!!!

MEMBUKA MATA BARU DENGAN NIBIRU




Efek Nibiru dan semangat Indonesia yang menggelora menyongsong 2011 telah merasuk. Kami dari kru Nibiru benar-benar mendapatkan mata baru soal jejaring, soal pengaruh media, soal antusias pembaca, soal kepenulisan, dan soal indahnya berbagi. Kami ingin menjadikan NIBIRU bukan sekadar produk novel yang harus dijual menembus angka best seller, melainkan lebih dari itu ingin NIBIRU menjadi sebuah gerakan: apakah itu minat baca, apakah itu minat menulis, dan apakah itu gerakan berbagi. Indahnya jika kami bisa memfasilitasi Tasaro GK mengunjungi sekolah-sekolah daerah bencana dan sekolah-sekolah tertinggal untuk menggelindingkan semangat NIBIRU, semangat Dhaca Suli, dan semangat Indonesia Baru.

Pendeknya, NIBIRU harus menjadi gerakan budaya baru. Gerakan memandang bahwa kita bukanlah bangsa inferior dan kita masih punya 1.001 cara untuk bangkit dari impitan dan adangan masalah. NIBIRU adalah sebuah takdir; dibuat lima serial (mirip dengan REPELITA zaman Pak Harto) dan angka akhir itu akan jatuh pada 2015. Namun, gemanya akan sampai pada impian Indonesia Emas.

Dalam sebuah perjumpaan akhiir Desember lalu, kami menyerahkan NIBIRU kepada Bapak Joko Wi, walikota Solo yang masuk tokoh pilihan Majalah GATRA menjelang tutup tahun 2010. Indonesia tahu bahwa seorang Joko Wi adalah walikota paling berpengaruh dengan segudang prestasi dan kembali terpilih tanpa mengeluarkan uang sepeser pun (90% kemenangan). Kami bangga dapat memberikan NIBIRU kepada tokoh inspiratif seperti Pak Joko Wi dan cita-citanya seperti gayung bersambut dengan semangat NIBIRU, membumikan kembali karakter bangsa Indonesia yang luhur.

NIBIRU adalah sebuah mata baru meski tidak gampang bagi kita untuk selanjutnya memandang dengan 'mata baru'--kita memerlukan juga optimisme baru. NIBIRU adalah deru untuk Indonesia Baru.

:: Bambang Trim