<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490</id><updated>2011-11-17T00:49:55.926+07:00</updated><category term='profesiku'/><category term='sedekah'/><category term='terbaik'/><category term='mimpi'/><category term='supertwin'/><category term='guru'/><category term='inspirasi'/><category term='ibu'/><category term='persahabatan'/><category term='cinta'/><category term='keluarga'/><category term='inspiration'/><category term='muhasabah'/><category term='APRIL'/><category term='motivation'/><category term='achievement'/><category term='nikah'/><category term='sholat sunah hajat'/><category term='power'/><category term='tepat'/><category term='prestasi'/><category term='selamat ulang tahun ibu'/><category term='ITB'/><category term='love'/><category term='pantai'/><title type='text'>KEISYA AVICENNA</title><subtitle type='html'>Waktu seolah menuntut bahwa otak ini harus berpikir, dan menghasilkan. Sesuatu yang tak percuma. sesuatu yang bernilai. ada kandungan warisan dan ada kandungan makna.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>502</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-5920651929415135528</id><published>2011-08-11T11:00:00.000+07:00</published><updated>2011-08-11T11:01:27.783+07:00</updated><title type='text'>MELATI #1 Ramadhan 1432 H</title><content type='html'>&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Monday, August 1, 2011 at 3:09pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, 1 Ramadhan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan suci ini ada satu program yang Nungma luncurkan untuk diri sendiri, yaitu MELATI. Melati, karena Nungma sangat mencintainya karena bunga yang berwarna putih itu begitu harum mewangi, putih berarti suci dan harapannya “kesucian” itu mampu terinternalisasikan di dalam hati dan diri ini. Bunga melati juga merupakan bunga kesayangan Ibu. Ibu, wanita terhebat dalam hidup Nungma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eits, tapi di bulan ini Nungma gak bakalan jadi penjual bunga. Melati itu adalah sebuah akronim. MELATI = [ME]nulis [LA]pangkan ha[TI].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setiap hari ada targetan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menulis di buku DIARY RAMADHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menulis di catatan harian [D’NA]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menulis naskah-naskah “impian” dan merampungkan naskah CPNS (tinggal nunggu dari mysupertwin nih! Mohon doanya biar segera dikumpulkan. Hehe); Insya Allah, pengin menulis proposal beasiswa juga  (planning of study ^^v), menulis hal-hal sederhana yang kusuka…(khusus topik ini minimal 1 jam/hari, tapi mungkin gak bisa diupload tiap hari. Biasanya disimpan dulu aja di doralepito)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MELATI = [ME]nulis [LA]pangkan ha[TI] hari ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Kita tidak berhenti, karena cinta ternyata di sekeliling kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`    Kita tidak boleh ‘kalah’, jiwa kita harus menolak untuk patah, karena cinta ternyata ada di sekeliling kita. KYDEN, my dreams…my inspiration. PELANGI, my lovely family!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Kita tidak berhenti, karena kita memilih tegak meski tertatih-tatih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ke-1000, dimulai dari langkah pertama. Ciptakanlah jejak-jejak terbaik dalam kehidupan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Kita tidak berhenti, karena kita harus menjadi ‘pelita kehidupan’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi, pilihan untuk tidak berhenti, didesak pula oleh lingkungan di sekitar kita. Namun, tidak semua orang menyambut desakan ini, hanya orang yang mengerti ‘hakikat berjuang’ lah yang kan mampu kuat bertahan, layaknya karang yang tak gentar meski dihantam amukan badai bertubi-tubi. Kita bisa jadi ‘lentera’ bagi orang-orang di sekitar kita, meski terkadang ‘nyalanya harus redup’, tapi yakinlah, kita mampu mengobarkan ‘bara semangat’ dalam jiwa-jiwa mereka, menjadi ‘pelita dalam kegelapan’, mampu menjadi ‘penerang bagi kehidupan’…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Kita tidak berhenti, karena kita punya mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi dan cita-cita, yang di dalamnya terdapat tekad, semangat dan kerja keras, seringkali membuat orang tidak mau berhenti. Bahkan, seekor semut pun, menghayati semangat ini. Apalagi, kita, manusia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DNA = Dream ‘N Action!!!! (nungmaholic)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Kita tidak berhenti, karena batin kita kaya (semoga…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kuncinya : SYUKUR. Kita serasa melihat potret kekayaan batin, jika kita senantiasa mensyukuri setiap kenikmatan yang telah Allah swt berikan untuk kita…. Ini adalah kekayaan hakiki, yang membuat manusia tidak patah, tidak kalah. Sampai kapan pun. Maka, BERSYUKURLAH!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sangat mencintai melati dan aku pun menyayangi sang mawar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, untuk diriku dan jiwaku yang terus belajar. Menikmati hari pertama jadi "KEPOMPONG"]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-5920651929415135528?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/5920651929415135528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=5920651929415135528&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/5920651929415135528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/5920651929415135528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/08/melati-1-ramadhan-1432-h.html' title='MELATI #1 Ramadhan 1432 H'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-2426199087436818675</id><published>2011-08-11T10:59:00.002+07:00</published><updated>2011-08-11T11:00:41.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Catatan 456 + 1 [NO]stalgia [R]o[MA]ntic: “IYA DAN MANTAB”</title><content type='html'>&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Sunday, July 31, 2011 at 4:37pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang kemudian bertanya kepada Nungma, “Kok dah lama banget ya Nung, kamu gak pernah upload note di FB?”. Hehe. Nung cuman bisa nyengir garing. Tapi selama ini Nung tetap rutin nulis di doralepito kok. Insya Allah nulis setiap hari. Selain di doralepito juga di catatan harian, buku DNA [NO]stalgia [R]o[MA]ntic. Tapi memang gak Nung upload. Hihi. Bukan apa-apa, alasannya karena Nung masih ingin mempertahankan angka 456, jumlah note Nung saat ini (dari tahun 2009 silam). Kata ketua Pelangi pas ketemu kemarin, “wah, alesane ra’mboiz”. Hahaha… unmutu tenan ogh! :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bytheway, tak terasa yha hari ini kita telah sampai pada penghujung bulan Juli yang bertepatan dengan penghujung bulan Sya’ban. Itu artinya, besok kita akan kedatangan bulan mulia nan luar biasa, Ramadhan! Detik-detik yang terasa sangat istimewa. Sekali lagi mari kita bertanya pada diri kita masing-masing, sudahkah kita semua menyiapkan diri dalam kondisi terbaik untuk mengerahkan segenap potensi jasadiyah, fikriyah, dan ruhiyah kita? Semoga kita telah melakukan banyak persiapan dengan sebaik-baik persiapan. Layaknya “seekor ulat” yang makan daun sebanyak-banyaknya sebagai perbekalan saat menjalani “fase kepompong”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marhaban Yaa Ramadhan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nung berharap kita berada dalam kondisi yang “IYA dan MANTAB”. Dua kata ini lahir tanpa sengaja lantaran suatu kondisi yang akhir-akhir ini menghadirkan kejutan-kejutan tak terduga dalam pilihan perjalanan hidup menjelang bulan suci Ramadhan. Hm, “IYA dan MANTAB”. Jika kita bertanya pada diri kita, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     “Sudahkah aku mempersiapkan Ramadhan tahun ini dengan sebaik-baik persiapan?” Jawabku: “IYA!” J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     “Sudahkah aku mempunyai targetan-targetan yang aku penuhi dan aku akan berusaha merealisasikannya di bulan Ramadhan kali ini?” Jawabku: “IYA!” J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.     “Jika aku mampu menjadi kepompong yang siap ditempa untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik, aku akan merasa sangat bersyukur dan bahagia karena aku bisa menjadi hamba-Nya yang BERMETAMORFOSA menjadi lebih baik (Insya Allah, semoga…). Maka, jawabku: “MANTAB! J &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.     “Jika aku mampu melaksanakan dan siap menerima segala konsekuensi serta bertanggung jawab atas pilihanku, aku akan menjadi pribadi yang dewasa, memiliki kematangan dalam berpikir dan bertindak. Siap menjalani semua keputusanku itu dengan senang hati, bahagia, dan penuh rasa syukur. Karena aku melibatkan Rabb-ku.” Jawabku: “MANTAB!” J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang jelas, “IYA dan MANTAB” tetep ada sisi humornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“IYA kan, Yu’?” (manggil ponakan!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“MANTAB kan, Mut?” (manggil cucu semata wayang!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, setidaknya keceriaan-keceriaan harus senantiasa kita munculkan dan kita ciptakan dalam keseharian kita. Enjoy your life, guys!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, di penghujung Sya’ban ini Nung kembali ingin mengingatkan diri ini bahwasanya Ramadhan adalah bulan yang menawarkan bonus-bonus pahala. Marilah kita ber-fastabiqul khairat! Ayo, raih pahala sebanyak-banyaknya! ^^v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Ramadhan adalah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.     SYAHRU DAKWAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    SYAHRU QUR’AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.      SYAHRU JIHAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Semangat seorang mujahid : siap, imannya kuat, tidak pernah lalai, menghiasi jam-jamnya dengan ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.    SYAHRU TARBIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Bulan pembinaan, dengan kurikulum KBK (Kurikulum Berbasis Keimanan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.      SYAHRU MAGHFIROH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Bulan pengampunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Ikhlas dan iman menjadi landasan pokok berpuasa di bulan Ramadhan, karena bulan ini penuh kesempatan besar untuk mendelete dosa-dosa besar kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.      SYAHRU DO’A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Renungi kembali kisah Perang Badar, Rasulullah berdoa ketika menjelang Perang Badar dengan doa yang sangat luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangkaian ibadah di bulan Ramadhan akan membentuk jiwa kebajikan pada diri  seorang mukmin. Hal ini akan menjadi bekal baginya dalam menjalani kehidupan di dalam dan pasca Ramadhan. Rasulullah saw. mengukuhkan keyakinan mukmin akan keutamaan jiwa yang diliputi kebajikan ini dengan sabdanya, "Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan sepenuh iman dan kesungguhan, maka akan diampunkanlah dosa-dosa yang pernah dilakukannya.” (HR Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar “IYA dan MANTAB” kan??? J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bishowab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afwan jiddan atas segala kesalahan dan kekhilafan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan yang Indah [Seventeen]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertekuk lututku disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memanjatkan doa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersembah sujudku ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya untuk-Mu Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku hanya mahluk ciptaan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berlumur dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampuni segala kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan jalan surga-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan ini bulan yang sangat indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan yang suci ‘tuk melebur dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan ini bulan yang sangat indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjatkan doa atas Allah semata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, Ramadhan “Sarana Tarbiyah Jiwa agar Lebih Bercahaya”! @Penghujung Sya’ban, 31 Juli 2011 menjelang Dhuhur di Istana KYDEN Wonogiri]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-2426199087436818675?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/2426199087436818675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=2426199087436818675&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/2426199087436818675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/2426199087436818675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/08/catatan-456-1-nostalgia-romantic-iya.html' title='Catatan 456 + 1 [NO]stalgia [R]o[MA]ntic: “IYA DAN MANTAB”'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-1963732042232053427</id><published>2011-08-11T10:59:00.001+07:00</published><updated>2011-08-11T10:59:49.501+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>[NO]stalgia [R]o[MA]ntic JULI #7: ”SKS_Syukur Kala Sakit”</title><content type='html'>&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Wednesday, July 20, 2011 at 6:36pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sih yang ingin sakit? Hm, setiap orang pasti ingin selalu sehat dalam kesehariannya. Iya kan? Tapi sakit juga bisa menjadi sarana ”muhasabah cinta” kita kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sakit yang kurasa (semoga) menjadi penawar dosaku...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Nung anggap episode kali ini sebagai sebuah penempaan serta tarbiyah yang luar biasa dari-Nya menjelang Ramadhan. Sebuah pengingatan untuk senantiasa  menjaga kesehatan jasadiyah. Sehat, sebuah karunia luar biasa dari-Nya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhat dikit ya, sejak Selasa pagi mulai terjadi ketidaknormalan dalam diri Nungma. Hehe. Berdasarkan diagnosa, terjadi infeksi saluran pencernaan yang cukup akut. Ya Rabb, kuatkanlah! Padahal Selasa jam 09.30 bakal ada ujian presentasi pengajar di Ganesha Operation. Nung sempat SMS Ibu minta doa restu. Lima menit sebelum Nung dipanggil untuk masuk kelas Newton, Ibu mbls: ”Ya Allah berikan dik Nung kekuatan. Pasti bisa!”. yupz, Alhamdulillah, presentasi mapel ”Bahasa Inggris” berlangsung sangat lancar dan bisa dibilang lebih sukses daripada presentasiku mapel ”IPA” semester kemarin. Para penguji pun memberikan apresiasi yang luar biasa. Dan herannya, seolah rasa sakit di perut itu hilang (meski untuk sementara saja). Terima kasih, mylovelymom!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca dari GO, janjian sama ponakan Ayu’ terchayang, kita mo ada meeting dengan ”someone”. Alhamdulillah, pertemuan berlangsung lancar dan kita dapat banyak inspirasi juga. Ada proyek besar menanti. Proyek kemanusiaan, Insya Allah. Diah Cmut gak jadi membersamai kita karena dia juga lagi sakit perut. Siang yang bahagia bersama ponakan, meski kondisi fisikku agak ngedrop. Ada adegan di mana tu ponakan Nung tinggal saat makan siang. Gak nyangkanya, tu ponakan nyusul tantenya ke kostan. Heuheu, pon...gue terharu sama aksi loe! Makasih banyak, yua! Pasang status deh: ”Setiap orang boleh datang dan pergi dalam hidup kita. Tapi, sahabat sejati akan selalu ada di hati...” Setidaknya itu yang Nung rasain. Di Pelangi, Nung bersyukur (salah satunya) diperkenankan oleh Allah Swt untuk mengikat erat simpul persahabatan dengan Ayu’ and Diah Cmut (karena kita kan sebaya...^^v, yang lain dah pakdhe-pakdhe and emak-emak sih!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngajar di GO agak letoy karena badan lemes banget. Pulang ngajar sempet nyoto Betawi dulu di Kobar. Sendirian. Andai ada dua onggok makhluk itu, pasti makanku abiz! SMSan ma Diah Cmut. ”Kuat...Kuat...Kuat! Syafakillah, say!” setidaknya energi poistif mengalir deras ’n kembali menguatkan langkahku. Terima kasih, cin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, berangkat...tidak...berangkat...tidak... (ngetung kancing baju!). Bismillah, dengan sedikit menguat-nguatkan diri akhirnya Nung memutuskan untuk berangkat mabit malam ini di masjid perjuangan NH. Agenda dahsyat yang sayang untuk dilewatkan. Akhirnya, menemukan tempat yang sungguh menenangkan dan berharap malam ini menjadi sebuah pertemuan yang menyembuhkan...Semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam yang sungguh indah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat Nung bangun tengah malam karena merasakan perih yang luar biasa, hampir aja pingsan di tempat wudhu. Mata sudah berkunang-kunang. Tapi, Subhanallah... Alhamdulillah, setelah duduk sejenak, Nung bisa bangkit lagi. Nung jadi inget, dulu pernah pas sakit nekat ikut mabit, malamnya Nung menggigil. Serius! Untungnya gak ada yang tahu, meski pas para akhwat MIPA itu terbangun, jaket-jaket mereka berpindah tempat (tak pake selimut). Hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pagi pun menyapa... Rabu euy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakang UNS dah rame orang jual sarapan. Nung bertemu salah seorang adik tingkat yang juga mau beli nasi gudeg. Nung tanya ke penjualnya, ”ada bubur gak, Bu?”. ibu penjualnya itu njawab, ”Ada mbak. Bubur lemu!”. Akhirnya, Nung request tu bubur. Padahal pengin banget bubur sumsum. Tapi tak apalah, selera makan nasi lenyap! Beli bubur doang, krupuk udang, ’n teh anget. Yah, tu ibuk belum punya uang kembalian. Alhasil, sarapan pagi ini statusnya ”UTANG”. Hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarapan bubur, ngeteh, minum obat, rehat. Lemezzzzz bangeeet! Alhamdulillah nya, kemarin ada pengajar yang ngajak tukar jadwal. Jadi hari ini Nung libur gak ngajar. Bisa ”bed rest” deh. Baca buku sambil tiduran, FB-an sambil glimpungan, nonton film dari doralepito sambil glundang glundung... Sederet perencanaan aktivitas or action hari ini kacau semua. Ya, gara-gara kondisi fisik tidak bisa diajak kompromi. Tapi tak apalah, tetap disyukuri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Update status:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasti akan muncul kekuatan dahsyat "tak terduga" meski saat qt berada dlm titik terlemah sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Laa yukalifullahu nafsan illa wus'aha. Aku mengamininy! (sambil bersandar menopang raga! Allahumma 'afinifii badani...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak disangka-sangka, ba’da Dhuhur (kost Nung sepi, cuma Nung doang. 2 adik kost sedang magang, yang lain liburan), pintu kost di lantai 1 diketuk. Huuaaaa... apa yang terjadi sodara-sodara? Siapakah ”tamu misterius” itu? Huah, sipon Ayu’ and Mbak Umi Kultum. Wkwkwk. Remphong deh bhook... gak nyangka banget deh gue... dengan tampang pluz aksi ugal-ugalan mereka, dua manusia itu Nung persilahkan naik ke lantai 2 dan masuk ke zona inspirasi-nya Nung! Waktu itu, Nung lagi nylesein nonton film Kungfu Panda. Ckikik... dan akhirnya, kita bertiga malah asyik bercerita, ngikik2, ’n nonton film yang lain lagi (DMC ’n UD). Wah, kehadiran mereka benar-benar menghibur kesepianku! Tapi oleh-olehnya gak nguati banget. Seolah-olah itu buah favoritku. Hyaaaaaaaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ya, aYu’!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ya, Mbak Ummi...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ya, Diah Cmut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ya Mas El, Mas Tyo, Kang Fachmy, Mbak Santi, Mbak Nury, Mas Alib... SMS-SMS dari kalian sangat menghiburku. Benar-benar mencerminkan ketidakwarasan kalian. Hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pelangi, aku tidak hanya menemukan sosok-sosok manusia luar biasa (meski aneh-aneh), tapi aku menemukan lebih dari itu... KELUARGA, yang selalu ada dalam suka dan duka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUANG RENUNG:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dalam sehari, 17 kali kita berjanji, hanya akan menyembah dan mohon pertolongan/ perlindungan kepada Allah. Iyyaka na’budu wa iyaka nasta’in. Ketika diri juga tengah mengalami ujian kesabaran. Benar-benar mencoba memaknai...&lt;br /&gt;    Manusia, lebih senang yang kontan meski yang tertunda itu menjanjikan lebih nikmat. Ketika ia sakit, dan mohon perlindungan Allah, boleh jadi sakit itu tidak segera terobati. Tetapi manusia sering tak menyadari, bahwa sebelum fisiknya yang sehat, jiwanya harus sehat terlebih dahulu. Maka sesungguhnya, ketika kita berdoa kepada Allah minta perlindungan dari sakit ketika kita sakit; dan saat itu belum memperoleh kesembuhan, sesungguhnya Allah akan menyembuhkan jiwanya dengan KESABARAN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, perenungan dua hari ini...ditulis sebelum keluar kost untuk beli makan malam. Masih nyidam bubur sumsum euy...]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-sebuah pengingatan menjelang Ramadhan-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-1963732042232053427?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/1963732042232053427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=1963732042232053427&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1963732042232053427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1963732042232053427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/08/nostalgia-romantic-juli-7-skssyukur.html' title='[NO]stalgia [R]o[MA]ntic JULI #7: ”SKS_Syukur Kala Sakit”'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-8052504140987094406</id><published>2011-08-11T10:56:00.000+07:00</published><updated>2011-08-11T10:58:47.604+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persahabatan'/><title type='text'>[NO]stalgia [R]o[MA]ntic JULI #6: "AWAL TANPA AKHIR…18 JULI 2005 – 18 JULI 2011"</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Monday, July 18, 2011 at 1:14pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 JULI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti..waktu begitu cepat berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama kristal bening embun pagi, ku bersenandung syukur membuka hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab putih menjuntai rapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuatku semakin percaya diri tuk arungi hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 juli hari yang istimewa, karna hidup baru kan kumulai dengan segera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berteman sinaran mentari ..yang sangat cerah menerpaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membawaku terbuai dalam kebahagiaan yang semoga tiada pernah kan berkesudahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memberiku banyak hal luar biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya hari ini, sungguh luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 juli hari yang indah, hijab pertamaku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrar dan janji coba ku tunaikan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban untuk menjadi muslimah sesungguhnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tlah ku AZZAM kan di awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan inilah yang kan ku tempuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takkan pernah ber AKHIR…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga hembusan nafasku terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(AWAL TANPA AKHIR…18 JULI 2005 – 18 JULI 2011)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis mungil berkaca mata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab putih seputih hatinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis manis yang selalu ceria..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semanis dan seindah kata-katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebijak nama yang melekat pada dirinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NORMA!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(30 Juni 06..dari seorang Sahabat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu, tapi untuk mjd lebih baik kita mesti berubah. Belum terlambat bagi kita memancangkan niat untuk menjadi hamba yang mukminin, manusia yang muttaqin, makhluk yang memancarkan kebaikan kepada sesama. Blm tertutup pintu taubat bagi hamba yang mau bertaubat.Mari kita berubah, kita jadikan persinggahan yang sebentar di dunia ini sebagai wahana bagi kita berpetualang mengumpulkan amal sebanyak-banyak untuk bekal kelak di akhirat.Saya bisa, dia bisa, mereka juga bisa, Anda tentu lebih bisa lagi!!! Get inspiration, do with motivation and create successfully……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JILBAB = Jadi Indah Luar BiasA Bo’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN HARIANKU…SENIN, 18 JULI 2005 (Hanya kutulis ulang…SEBUAH KISAH NYATA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari yang baru bagiku. Keinginanku untuk berhijrah dan berhijab akhirnya terealisasikan. Alhamdulillah Ya Allah…atas semua karunia dan anugerah yang telah Engkau berikan. Semoga aku tetap istiqomah di jalan-Mu tuk menegakkan panji Islam..SEmoga ini menjadi salah satu saranaku untuk senantiasa memperbaiki diri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini MOS (Masa Orientasi Siswa) hari pertama…jam 5 pagi ku dianter Babe ke kostnya Gestin..Kita nanti berencana berangkat bareng ke SMA. Nah, pas lewat depan gerbang SMA, dah ada beberapa temenku yang datang…(mereka ternyata gak nyangka kalo yang barusan aja lewat aku dengan penampilan baruku). Sampai kostnya Gestin, ku langsung dipeluk and disalami ma Gestin dan anak-anak kost di situ. Mereka ngucapin selamat dan mendoakanku semoga senantiasa istiqomah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua siap, kita jalan bareng ke SMA. Hari itu kita ceritanya jadi senior MOS (cieee..dah kelas 3)..jam 05.30, semua senior briefing. Serius abiz! Jam 6, peluit panjang dibunyikan. Junior disuruh kumpul di lapangan upacara. Gayenk abis..jabatanku waktu itu jadi TP (Tim Penilai), tukang akumulasi pelanggaran dan menilai apapun seperti kebersihan kelas, dll. Eh, ada “seseorang” di atas sana…(bagian taman). Ada mas dodoy juga, mbak thicko yang pada penasaran liat aksiku jadi senior MOS.hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi bentak-bentakan pun dimulai. SENIOR……..TANGGUH!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas ada SIDAK, seruuu…juniornya pada kaget!!! (Maaf ya adek-adek…tuntutan scenario nich). Pas sesi istirahat, aku di-oso-ni temen2 (ex : Deny, Timbul, Joko, Ary Tri, Nova, Afi’, dll…). Ada juga yang bilang gini, “Cie, abz pake jilbab kok sekarang jadi pendiem ya???” hehe…ada juga yang senyam-senyum penuh arti). Thanks buat sobat-sobatku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ketrima jadi warga 3 IPA 4. Semoga aku bisa sukses di IPA..Amin…Aku duduk sebangku ma Nova..Temen-temenku banyak yang berubah. Mualimah juga pake jilbab, dan masih ada yang lain lagi. Alhamdulillah, segala puji hanya bagi-Mu, Ya Rabb…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOS hari pertama berlangsung seru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Terima kasih Gestin, Anang, Nova, Joko, Deny, Risang, Dita, Timbul, dan semua SAHABAT TERBAIKKU yang gak mungkin bisa kusebutin satu persatu..AKU BAHAGIA KARENA CINTA dan tlah kutemukan INDAHNYA CINTA dalam jalinan indah PERSAHABATAN KITA!!!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just For Gestin : Terima kasih untuk “seragam putih abu-abu” dan “jilbab pertamaku”. AKU SANGAT MENCINTAIMU KARENA ALLAH…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Nuur 31 ‘Katakanlah kepada wanita yang beriman," Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOAKAN ISTIQOMAH!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-8052504140987094406?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/8052504140987094406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=8052504140987094406&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/8052504140987094406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/8052504140987094406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/08/nostalgia-romantic-juli-6-awal-tanpa.html' title='[NO]stalgia [R]o[MA]ntic JULI #6: &quot;AWAL TANPA AKHIR…18 JULI 2005 – 18 JULI 2011&quot;'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-8642293661747799345</id><published>2011-08-11T10:55:00.000+07:00</published><updated>2011-08-11T10:56:12.710+07:00</updated><title type='text'>[NO]stalgia [R]o[MA]ntic JULI#5: "IDEALOGI"</title><content type='html'>&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Monday, July 18, 2011 at 12:58pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDEALOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“How To Boom Your Idea Into A Book?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Pena!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar, para pejuang pena? Semoga senantiasa dalam naungan kasih dan cinta-Nya. Mari  sejenak mengenang masa-masa di mana kita harus berjuang mendapatkan sebuah kunci untuk membuka gerbang komunitas kepenulisan FLP Solo Raya beberapa waktu silam, tepatnya pada tanggal 6-7 November 2010. Tak terasa sudah 9 bulan yang lalu, ya? Dari agenda yang bertajuk Pelat Pulpen itu pun akhirnya melahirkan angkatan ke-7 FLP Solo Raya yang sampai saat ini memiliki 5 ranting, yaitu: FLP Pelangi, FLP Pelajar, FLP UNS, FLP UMS, dan FLP IAIN. Dari kelima ranting tersebut sudah ada pertemuan rutin di masing-masing ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk menyelaraskan dan semakin mengakrabkan setiap personil yang ada di masing-masing ranting, tercetuslah sebuah event yang melibatkan seluruh ranting dan tidak menutup keikutsertaan peserta dari luar (nonFLP) yang semoga kelak mereka pun “tersadarkan diri” untuk kemudian menjadi anggota FLP. Semoga… ^^v. Nah, sekeren apa sich agenda IDEALOGI yang dilaksanakan Ahad, 17 Juli 2011 kemarin? Simak reportase berikut ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi pertama “IDEALOGI” bersama Fachmy Casofa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“How To Boom Your Idea Into A Book?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Fachmy mengawali dengan berbagi cerita pertemuannya dengan Bapak Syamsudin, seorang pemimpin Harian Jurnas, penggagas sinetron “Para Pencari Tuhan”. Waktu Kang Fachmy menjadi guide ketika Pak Syamsudin itu di Solo, dia sempat bertanya, “Bagaimana caranya dalam satu hari itu kita bisa kebanjiran ide yang berlimpah?”. Dan apa jawaban dari Pak Syamsudin? Ternyata, ide itu tidak perlu dicari, dalam keseharian hidup kita saja itu sudah bisa menjadi stimulus ide. Ada 5 wilayah yang sebenarnya sudah sangat kita akrabi dalam keseharian kita, yang semuanya bisa menjadi sumber pemantik ide kita, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Wilayah otak yang cemerlang (pembaca akan cenderung mencari bacaan yang dapat membuat kemampuan oatknya bagus, kecerdasan yang semakin berkembang, dll.)&lt;br /&gt;    Wilayah hati yang tenang (buku-buku dengan isi yang berkaitan dengan motivasi, tazkiyatun nafs, pencerahan, dll.)&lt;br /&gt;    Wilayah perut yang kenyang (buku-buku yang dapat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup, seperti: buku-buku tentang bisnis, cara membangun usaha, dll.)&lt;br /&gt;    Wilayah ‘seks’.&lt;br /&gt;    Wilayah lingkungan (tentang green society, eco green, dll.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kelima wilayah tersebut, point no.1-3 yang lebih diprioritaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan Menulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 5 tahapan dalam menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Prewriting (berpikir dan merencanakan)&lt;br /&gt;    Drafting (tulis dan gambarkan! Ex: buat outline!)&lt;br /&gt;    Revising (jadikan tulisan lebih baik)&lt;br /&gt;    Editing (perbaiki kesalahan tulisan)&lt;br /&gt;    Publishing (publikasikan dan sebarkan tulisan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, buku-buku semacam apa sih yang masih diburu banyak orang? Kata Kang Fachmy, “buku-buku yang bisa membuat seseorang menjadi” ini akan tetap dicari sampai bumi tak berotasi dan berevolusi lagi (alias kiamat), diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Buku yang menjadikan kaya dan makmur&lt;br /&gt;    Buku yang menjadikan sehat dan bahagia&lt;br /&gt;    Buku yang menjadikan cerdas dan terampil&lt;br /&gt;    Buku yang menjadikan saleh dan tenang&lt;br /&gt;    Buku yang menjadikan ‘gaul’ (mengikuti tren dan gaya hidup)&lt;br /&gt;    Buku yang membuat terhibur (gembira dan senang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide adalah Panglima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, ngomong-ngomong masalah ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua awal karya dan proses kreatif penulisan  adalah ide. Ide yang baik di tangan penulis yang buruk tetap akan terlihat bagus. Ide yang buruk di tangan penulis yang baik tetap akan terlihat tidak bagus. Maka, IDE adalah PANGLIMA!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepakat, to?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide itu selaras dengan ketekunan dan keyakinan! Ide juga bukan sebuah pencarian, tapi PENEMUAN! Cliiing!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun bisa belajar dari para penulis yang sudah mendunia dan menguasai banyak bidang. Sebut saja, JK. Rowling dengan “Harry Potter”-nya, Imam Ghazali, Robert Kiyosaki dengan “Quadrant Cashflow”-nya, Stephen R. Covey, dll. Ide-ide mereka sungguh mengguncang dunia. Bisakah kita seperti mereka? Hm, OPTIMIS, PASTI BISA!!! Jika suatu ketika kamu menemukan IDE, maka IKATLAH SEGERA DENGAN MENULIS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas Stimulasi Ide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa aktivitas yang dapat men-STIMULUS IDE:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tidak melulu buku, tapi bisa apa saja yang kita lihat, dengar, dan rasakan.&lt;br /&gt;    Bisa juga membaca diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tukar pikiran (Brain storming)&lt;br /&gt;    Silaturahim&lt;br /&gt;    Berjalan (traveling. ‘mbolang’ euy…)&lt;br /&gt;    Bermain&lt;br /&gt;    Bermusik&lt;br /&gt;    Berbagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dari celotehan orang-orang yang berada di sekitar kita pun bisa menjadi salah satu sarana menstilmulus ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Writer’s Block&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi Writer’s Block:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Perbendaharaan kata yang sedikit&lt;br /&gt;    Referensi menulis sangat kurang.&lt;br /&gt;    Ide menulis berkembang terlalu luas.&lt;br /&gt;    Topik tulisan tidak dikuasai sepenuhnya oleh penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Fachmy juga menyampaikan tentang “ATURAN BEST SELLER”, “MENGIKHTIARKAN BEST SELLER”, dan masih banyak lagi. Pokoknya benar-benar menginspirasi, memotivasi, sekaligus mencerahkan agar kita segera beraksi dan membuktikan dengan KARYA! Penasaran? Berkunjung aja ke rumah mayanya yang beralamat di Jalan Remphong Gang Nejong Blok CF. hihihi. Gak ding, klik aja: www.writhink.wordpress.com atau email-emailan ma dia: fachmy_85@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WRITER CHALLENGE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi selanjutnya setelah penyampaian materi pertama dari Kang Fachmy, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Ikhwan 2 kelompok, akhwat 3 kelompok. Mau ngapain nih? Yupz, ada agenda yang namanya “WRITER CHALLENGE”. Panitia menyediakan satu karton manila putih, double tip, ‘n gunting untuk masing-masing kelompok. Buat apa? Hm, tiap kelompok harus berkreasi membuat MADING alias Majalah Dinding. Bebas deh, mau bikin puisi, nulis cerpen, pantun, gambar corek alias kartun, kata-kata mutiara, pokoknya silahkan mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dari materi pertama. Ajang berkreasi sebebas-bebasnya, yang penting sesuai tema: “SENYUM SEMANGAT RAMADHAN”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan writer challenge ini untuk menstimulus ide dan menuangkannya dalam bentuk kreatif karya, ‘n tentu saja semakin mengakrabkan tiap peserta yang notabene beberapa ada yang belum kenal biar semakin kompak karena kita kerja tim. Yuhuy, setiap peserta pun asyik menuangkan ide-ide kreatif dan karya-karya terbaik mereka dalam selembar karton manila putih itu. Dari jam 11.00-13.15. Sempat terpending untuk sholat Dhuhur dan makan siang. Setelah waktu habis, karya-karya MADING kelima kelompok itu pun dikumpulkan dan dinilai oleh para dewan juri yang terhormat. ^^v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba’da Ashar (setelah usai materi kedua bersama kang emje dan sholat Ashar), ada acara ramah tamah pengurus cabang. Para ‘dedengkot’-nya FLP Solo Raya. Mbak Asri (sang ketua) keburu ijin, jadi gak ikutan beramah tamah, langsung deh perkenalan dari sekjend FLP Solo Raya, Mas Aris El Durra (siapa yang penasaran sama nama aslinya? Tanya saya! Saya tahu… hehe); kemudian Mas Ranu Muda (Ketua Bidang PSDM yang sudah tidak muda lagi ^^v tapi semangatnya jangan ditanya, selalu muda!). Mas Ranu membawahi dua bidang, yaitu: Divisi Kaderisasi (Mbak Tetra Azkia), Divisi Training Internal (Mbak Yatik), dan Divisi Training Eksternal (Mbak Ungu Lianza_beliau tidak bisa hadir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian selanjutnya perkenalan dari Kang Fachmy Casofa, sang Ketua Bidang Produksi Karya. Sayembara: siapa yang tahu nama aslinya tolong kasih tahu saya! Hehe…, terus ada Norma Keisya Avicenna sang Menteri Keuangan, ada lagi Bidang HUMAS (Mbak Sita, Erny,…) tapi tidak bisa hadir. Pengurus cabang yang lain adalah ketua dari masing-masing ranting. Siip, selama periode kepengurusan 2011-2013 kita akan berjuang bersama dalam SATU VISI: “Menjadikan FLP sebagai rahim yang melahirkan penulis-penulis muda yang produktif dan berkualitas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohya, akhirnya momentum yang ditunggu-tunggu…pengumuman pemenang “WRITER CHALLENGE”. Setelah melalui perdebatan yang cukup sengit, mengingat-ingat, menimbang-nimbang, dan akhirnya memutuskan… (eng-ing-eng…). Dan ketua dewan juri yang terhormat, Mas Ranu Muda, menyampaikan “Kelompok 2”-lah yang menjadi JUARA PERTAMA. Plok..plok..plok...^^v (ketua kelompoknya yang bikin reportase ini. Hihi. Alhamdulillah deh, mading kita emang yippy!). Pertanyaannya, kenapa kelompok 2 yang bisa menang? Konon, kata ketua dewan juri yang terhormat  itu, dari sisi design grafisnya bagus, content-nya juga sip. Hehe… Selamat deh buat kelompok 2 yang akhirnya masing-masing personil (Nungma, Fafa, Asih, Anik, Sita, Nuri, Mimi, dan Via) berhak mendapatkan hadiah buku. Semoga menjadi pemantik semangat dan menginspirasi yang lain untuk terus berkarya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi kedua “IDEALOGI” bersama Erwin Skripsiadi (kang Emje)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Emje menyampaikan materi tentang DIGITAL PUBLISHING. Kita mendapatkan wawasan baru mengenai perbedaan dari “Digital Publishing” dan “Publishing Service”. Bener-bener materi yang bikin geleng-geleng kepala dan ber “ooo…” (panjang). Kita banyak mendapatkan ilmu baru dalam dunia kepenulisan sekaligus perbukuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                   ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara berakhir dengan foto bersama…^^v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa lagi dan teruslah berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat berjuang dengan pena!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Norma Keisya Avicenna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-8642293661747799345?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/8642293661747799345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=8642293661747799345&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/8642293661747799345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/8642293661747799345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/08/nostalgia-romantic-juli5-idealogi.html' title='[NO]stalgia [R]o[MA]ntic JULI#5: &quot;IDEALOGI&quot;'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-1022832914868310904</id><published>2011-08-11T10:33:00.001+07:00</published><updated>2011-08-11T10:33:55.219+07:00</updated><title type='text'>PASSPORT</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Oleh Rhenald Kasali&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[Jawapos, 8 Agustus 2011]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa&lt;br /&gt;orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya&lt;br /&gt;sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah&lt;br /&gt;naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah&lt;br /&gt;pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah&lt;br /&gt;pelancong lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR&lt;br /&gt;dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi&lt;br /&gt;tugas mengurus pasport. Setiap mahasiswa harus memiliki "surat ijin&lt;br /&gt;memasuki dunia global.". Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet,&lt;br /&gt;terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu&lt;br /&gt;kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini? Saya katakan,&lt;br /&gt;pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu. Tidak boleh ke Malaysia,&lt;br /&gt;Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam. Pergilah sejauh yang mampu&lt;br /&gt;dan bisa dijangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uang untuk beli tiketnya bagaimana, pak?"&lt;br /&gt;Saya katakan saya tidak tahu. &lt;br /&gt;*Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang&lt;br /&gt;bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi&lt;br /&gt;kehidupan dan tujuannya dari uang. &lt;br /&gt;*Dan begitu seorang pemula bertanya&lt;br /&gt;uangnya dari mana, maka ia akan terbelenggu oleh constraint. Dan hampir&lt;br /&gt;pasti jawabannya hanyalah tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan seperti itu tak hanya ada di kepala mahasiswa, melainkan juga&lt;br /&gt;para dosen steril yang kurang jalan-jalan. Bagi mereka yang tak pernah&lt;br /&gt;melihat dunia, luar negeri terasa jauh, mahal, mewah, menembus batas&lt;br /&gt;kewajaran dan buang-buang uang. Maka tak heran banyak dosen yang takut&lt;br /&gt;sekolah ke luar negeri sehingga memilih kuliah di almamaternya sendiri.&lt;br /&gt;Padahal dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju.&lt;br /&gt;Anda bisa mendapatkan sesuatu yang yang terbayangkan, pengetahuan,&lt;br /&gt;teknologi, kedewasaan, dan wisdom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun beruntunglah, pertanyaan seperti itu tak pernah ada di kepala para&lt;br /&gt;pelancong, dan diantaranya adalah mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok&lt;br /&gt;backpackers. Mereka adalah pemburu tiket dan penginapan super murah,&lt;br /&gt;menggendong ransel butut dan bersandal jepit, yang kalau kehabisan uang&lt;br /&gt;bekerja di warung sebagai pencuci piring. Perilaku melancong mereka&lt;br /&gt;sebenarnya tak ada bedanya dengan remaja-remaja Minang, Banjar, atau Bugis,&lt;br /&gt;yang merantau ke Pulau Jawa berbekal seadanya.Ini berarti tak banyak orang&lt;br /&gt;yang paham bahwa bepergian keluar negeri sudah tak semenyeramkan, sejauh,&lt;br /&gt;bahkan semewah di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mahasiswa asal daerah yang saya dorong pergi jauh, sekarang malah&lt;br /&gt;rajin bepergian. Ia bergabung ke dalam kelompok PKI (Pedagang Kaki Lima&lt;br /&gt;Internasional) yang tugasnya memetakan pameran-pameran besar yang&lt;br /&gt;dikoordinasi pemerintah. Disana mereka membuka lapak, mengambil resiko,&lt;br /&gt;menjajakan aneka barang kerajinan, dan pulangnya mereka jalan-jalan, ikut&lt;br /&gt;kursus, dan membawa dolar. Saat diwisuda, ia menghampiri saya dengan&lt;br /&gt;menunjukkan pasportnya yang tertera stempel imigrasi dari 35 negara. Selain&lt;br /&gt;kaya teori, matanya tajam mengendus peluang dan rasa percaya tinggi. Saat&lt;br /&gt;teman-temannya yang lulus cum-laude masih mencari kerja, ia sudah menjadi&lt;br /&gt;eksekutif di sebuah perusahaan besar di luar negeri.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Next Convergence*&lt;br /&gt;Dalam bukunya yang berjudul The Next Convergence, penerima hadiah Nobel&lt;br /&gt;ekonomi Michael Spence mengatakan, dunia tengah memasuki Abad Ke tiga dari&lt;br /&gt;Revolusi Industri. dan sejak tahun 1950, rata-rata pendapatan penduduk&lt;br /&gt;dunia telah meningkat dua puluh kali lipat. Maka kendati penduduk miskin&lt;br /&gt;masih banyak, adalah hal yang biasa kalau kita menemukan perempuan&lt;br /&gt;miskin-lulusan SD dari sebuah dusun di Madura bolak-balik Surabaya-Hongkong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kita juga biasa menemukan mahasiswa yang hanya sibuk demo dan tak&lt;br /&gt;pernah keluar negeri sekalipun. Jangankan ke luar negeri, tahu harga tiket&lt;br /&gt;pesawat saja tidak, apalagi memiliki pasport.Maka bagi saya, penting bagi&lt;br /&gt;para pendidik untuk membawa anak-anak didiknya melihat dunia. Berbekal lima&lt;br /&gt;ratus ribu rupiah, anak-anak SD dari Pontianak dapat diajak menumpang bis&lt;br /&gt;melewati perbatasan Entekong memasuki Kuching. Dalam jarak tempuh sembilan&lt;br /&gt;jam mereka sudah mendapatkan pelajaran PPKN yang sangat penting, yaitu&lt;br /&gt;pupusnya kebangsaan karena kita kurang urus daerah perbatasan. Rumah-rumah&lt;br /&gt;kumuh, jalan berlubang, pedagang kecil yang tak diurus Pemda, dan&lt;br /&gt;infrastruktur yang buruk ada di bagian sini. Sedangkan hal sebaliknya ada&lt;br /&gt;di sisi seberang. Anak-anak yang melihat dunia akan terbuka matanya dan&lt;br /&gt;memakai nuraninya saat memimpin bangsa di masa depan. Di universitas&lt;br /&gt;Indonesia, setiap mahasiswa saya diwajibkan memiliki pasport dan melihat&lt;br /&gt;minimal satu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya sendiri yang menjadi gembala sekaligus guide nya. Kami menembus&lt;br /&gt;Chiangmay dan menyaksikan penduduk miskin di Thailand dan Vietnam bertarung&lt;br /&gt;melawan arus globalisasi. Namun belakangan saya berubah pikiran, kalau&lt;br /&gt;diantar oleh dosennya, kapan memiliki keberanian dan inisiatif? Maka&lt;br /&gt;perjalanan penuh pertanyaan pun mereka jalani. Saat anak-anak Indonesia&lt;br /&gt;ketakutan tak bisa berbahasa Inggris, anak-anak Korea dan Jepang yang huruf&lt;br /&gt;tulisannya jauh lebih rumit dan pronounciation-nya sulit dimengerti&lt;br /&gt;menjelajahi dunia tanpa rasa takut. Uniknya, anak-anak didik saya yang sudah&lt;br /&gt;punya pasport itu 99% akhirnya dapat pergi keluar negeri. Sekali lagi,&lt;br /&gt;jangan tanya darimana uangnya. Mereka memutar otak untuk mendapatkan tiket,&lt;br /&gt;menabung, mencari losmen-losmen murah, menghubungi sponsor dan mengedarkan&lt;br /&gt;kotak sumbangan. Tentu saja, kalau kurang sedikit ya ditomboki dosennya&lt;br /&gt;sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun harap dimaklumi, anak-anak didik saya yang wajahnya ndeso sekalipun&lt;br /&gt;kini dipasportnya tertera satu dua cap imigrasi luar negeri. Apakah mereka&lt;br /&gt;anak-anak orang kaya yang orangtuanya mampu membelikan mereka tiket? Tentu&lt;br /&gt;tidak. Di UI, sebagian mahasiswa kami adalah anak PNS, bahkan tidak jarang&lt;br /&gt;mereka anak petani dan nelayan. Tetapi mereka tak mau kalah dengan TKW yang&lt;br /&gt;meski tak sepandai mereka, kini sudah pandai berbahasa asing.&lt;br /&gt;Anak-anak yang ditugaskan ke luar negeri secara mandiri ternyata memiliki&lt;br /&gt;daya inovasi dan inisiatif yang tumbuh. Rasa percaya diri mereka bangkit.&lt;br /&gt;Sekembalinya dari luar negeri mereka membawa segudang pengalaman, cerita,&lt;br /&gt;gambar dan foto yang ternyata sangat membentuk visi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir ada baiknya para guru mulai membiasakan anak didiknya memiliki&lt;br /&gt;pasport. Pasport adalah tiket untuk melihat dunia, dan berawal dari pasport&lt;br /&gt;pulalah seorang santri dari Jawa Timur menjadi pengusaha di luar negeri. Di&lt;br /&gt;Italy saya bertemu Dewi Francesca, perempuan asal Bali yang memiliki kafe&lt;br /&gt;yang indah di Rocca di Papa. Dan karena pasport pulalah, Yohannes Surya&lt;br /&gt;mendapat bea siswa di Amerika Serikat. Ayo, jangan kalah dengan Gayus&lt;br /&gt;Tambunan atau Nazaruddin yang baru punya pasport dari uang negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Rhenald Kasali&lt;br /&gt;Guru Besar Universitas Indonesia *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*RAIHLAH ILMU, DAN UNTUK MERAIH ILMU, BELAJARLAH UNTUK TENANG, DAN SABAR. *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*(KHALIFAH UMAR R.A.)*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-1022832914868310904?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/1022832914868310904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=1022832914868310904&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1022832914868310904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1022832914868310904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/08/passport.html' title='PASSPORT'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-7927396249472009135</id><published>2011-07-14T10:24:00.002+07:00</published><updated>2011-07-14T10:27:20.351+07:00</updated><title type='text'>[NO]stalgia [R]o[MA]ntic JULI #4: “PELANGI HIDUPKU”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-R2nJuZa-g1c/Th5iBVPYOAI/AAAAAAAAAv8/qCbueIn1-6A/s1600/tim%2Bambre.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-R2nJuZa-g1c/Th5iBVPYOAI/AAAAAAAAAv8/qCbueIn1-6A/s400/tim%2Bambre.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5629044359280736258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-HbmIDET8Vww/Th5hwbMiT5I/AAAAAAAAAv0/08x5406ssno/s1600/Image1728.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-HbmIDET8Vww/Th5hwbMiT5I/AAAAAAAAAv0/08x5406ssno/s400/Image1728.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5629044068821651346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Thursday, July 14, 2011 at 10:10am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tak terasa ya hampir sampai di pertengahan Juli. Itu artinya, bulan Ramadhan sebentar lagi datang. Ayo, makin semangat menyambut sang tamu agung! Semoga Allah Swt masih berkenan mempertemukan kita dengan bulan mulia itu… Aamiin ya Rabb…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Targetan hari ini aku mulai mencicil kembali Bab 6 naskah CPNS-ku yang beberapa hari terakhir ini sempat tertunda untuk aku kerjakan karena ada kesibukan yang lain. Hehe. Mungkin kurang fokus ‘n kurang bisa buat prioritas! Tapi tak apalah, yang penting terus semangat berkarya. Seperti menaiki anak tangga, untuk mencapai puncak kamu harus berjalan bertahap di setiap anak tangganya... ^^v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku tengah asyik menikmati makan siang di kost yang mulai sepi karena ditinggal penghuninya liburan (heuheu…kesepian nih gue!), datanglah seorang adik  (Bio 2007)  menukarkan charger laptopnya yang dulu tertukar dengan punyaku. Ah, kayak judul sinetron aja. “Charger yang Tertukar”. Adikku satu ini memang asyik dan lucu. Alhamdulillah, dia sudah selesai ujian pendadaran dan sedang sibuk mengurusi kelengkapan wisuda buat September nanti. Dia sempat bercerita proses revisian skripsinya menjelang ujian pendadaran beberapa waktu lalu. Kebetulan dosen pembimbing skripsi kita sama. Meski perjalanan bimbingannya jauh lebih ribet daripada aku dulu. Perasaan pas aku dulu konsultasi semuanya fine-fine aja. Tapi seru juga sih, banyak suka-dukanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku itu juga cerita tentang teman-teman seangkatannya yang masih sibuk riset skripsi mereka. Tak jarang terjadi konflik internal maupun hal-hal yang menyangkut masalah teknis. Suer deh, pikiranku langsung melayang kepada sosok-sosok sahabat terbaikku yang jadi satu tim penelitianku dulu. Tim AMBRE. Ambre adalah nama tanaman yang terdapat di daerah Tawangmangu. Nama ilmiahnya Geranium radula Cavan. Dulu aku satu tim dengan Tanti dan Mita. Ah, aku jadi kangen sama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenang riset kita dulu… Aku kadang merasa bersalah juga karena mungkin dalam satu tim aku yang paling sering meninggalkan mereka saat riset. Di saat mereka membantuku uji toksisitas, aku sering gak bisa bantu mereka saat uji bakteri. Tapi, Alhamdulillah… mereka paham dengan segudang aktivitasku. Saat mereka harus ngelab, pada jam yang sama aku dibutuhkan teman-teman lain untuk rapat di SIM-BEM UNS atau ada agenda di Masjid Nurul Huda. Hah, maafkan aku kawan, jika kurang optimal. Tapi aku sangat bersyukur, Tim AMBRE selalu kompak. Gak pernah musuhan atau terjadi persengketaan diantara anggotanya. Satu kuncinya, KOMUNIKASI! Dari komunikasi yang terbangun dengan baik akan menumbuhkan sikap saling pengertian satu dengan yang lain, bukan masalah pemakluman tapi kita mampu menempatkan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Seiring berjalannya waktu, kita juga jadi semakin paham karakter masing-masing. Saling melengkapi kekurangan antara yang satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang kadang cuek dan kurang peka, Tanti yang rajin tapi kadang panikan, Mita yang selalu santai dan kadang lola. Lucu-lucu banget lah kalau inget. Sampai ada satu peristiwa yang benar-benar menguji kesolidan tim kita. Pada suatu siang, riset kita salah! Kita salah menggunakan sampel yang harus difraksinasi. Alhasil, pekerjaan kita (waktu itu dosen pembimbing kita juga setia menemani di lab) dari siang sampai sore itu bisa dibilang sia-sia. Hah… sebenarnya dosen kita tidak tahu masalah ini. Panik, itu pasti! Kacau banget pikiran kita saat itu. Masing-masing punya pendapat sendiri-sendiri. Sampai akhirnya, kita bertiga memutuskan untuk mengulangi lagi dari awal. Lab Biologi lantai 1 sepi banget karena sudah malam! Untungnya ada Pak Satpam yang berpatroli. Hihi… benar-benar menjadi sebuah moment yang gak bakal kita lupain deh! Kita baru pulang jam 9 malam… Kita juga pernah belajar bertiga di kost Tanti. Aku sampai nginep. Buat persiapan seminar skrispi. Seru banget lah! Mereka sahabat-sahabat terbaik yang luar biasa. Ya Rabb, aku merindukan mereka. Jagalah mereka selalu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita adik tingkatku itu, aku hanya bisa tersenyum simpul. Ah, jangan sampai deh…persahabatan yang mulai terjalin saat di awal perkuliahan bisa rusak hanya gara-gara ketidaksepahaman saat melakukan penelitian. Semuanya akan baik-baik saja jika paham hakikat sebuah “amal jama’i”. Bekerja sama. Kerja tim! Ya, semoga itu bisa menjadi bumbu pemanis persahabatan kalian… tapi yang terpenting, “KOMUNIKASI”. Oke…hal yang sepele, tapi menjadi sangat berpengaruh dalam keberhasilan kinerja sebuah tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita siang menjelang sore… sebelum ngajar di GO Mawar, aku menyempatkan diri untuk mampir di showroom Tiga Serangkai. Rencananya aku mau beli buku “first novel” seperti yang disarankan oleh mentor kepenulisanku, Casofa Fachmy. Berharap sih, gak ketemu tu orang. E…mak bedunduk…tu orang malah lagi nangkring di kursi, ngobrol sama seorang ibu dan seorang bapak. Nyengir deh gue! Liat-liat buku dulu, sampai akhirnya dia ngasih tau mana lokasi first novel yang harus aku beli. Yuhuy, beli 2. Semoga bisa jadi perbekalan untuk masa depan menulis yang lebih baik. Bergegas aku ke GO (cukup jalan kaki saja, coz gak jauh-jauh amat), e…aku malah ketemu sama Pangsit TeamLo. Hm, 11-12 deh sama seonggok yang tadi aku temui di TS. Wkwkwk…ngekek sepanjang jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita sore… bertemu dengan murid-murid baru di kelas Galileo. Wuih, seru banget deh! Mencatat inspirasi yang bisa ku dapat saat 2 jam bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita malam… saat ngajar piket seorang murid yang besok ada ulangan IPA ada pemandangan menarik yang sayang kalau terlewat begitu saja. Ada sepasang suami istri. Mereka berdua mengantarkan salah seorang putranya (yang masih kelas 4 SD) untuk tes modalitas. Saat sang anak tengah dibimbing oleh seorang pengajar untuk tes, mereka mengeluarkan sebuah buku dari tas masing-masing. Wuizzz…adegan pertama yang memukau! Sang suami (bapak itu, dari segi fisik dah cukup berumur deh, warna rambutnya juga sudah berubah), sang istri pun demikian… (sudah banyak kerutan di wajahnya). Tak pikir adik yang tadi itu cucunya. Tapi gak tau juga deh, putranya atau cucunya. Yang penting, aku suka gaya mereka memanfaatkan waktu “penantian” dengan PRODUKTIF. Mbaca buku bhook… ngintip dikit, buku yang mereka baca juga keren! Buku keagamaan. Hm, malam yang sangat inspiratif!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menikmati malam sorangan wae, mampir beli nasi uduk di kota Barat kemudian naik angkot 01. Ketemu mbak-mbak yang dulu pernah kenalan. Kalau ada barengan gini sedikit lebih tenang. Di dalam angkot, sempat terekam sebuah dialog antara bapak, ibu, dan seorang anak laki-lakinya yang aku taksir usianya sebaya dengan anak kelas 6 SD. Pembahasan mengenai “anak punk”. Wuiz, kedua orang tua itu wanti-wanti agar tu anak gak ikut-ikutan “gaya berandalan”-nya mereka. Ada satu dialog lagi, saat seorang laki-laki dengan mata sedikit kemerahan, wajah yang ‘culas’, dengan senyum tidak ramah (gue serem liat elo, mas!). Duduk dekat mbak-mbak yang kukenal tadi. Kemudian dia bertanya, “Turun mana mbak?”. “Pedharingan”, jawab mbak itu. “Kuliah atau kerja?”, kata cowok tadi. “Kerja!”, jawab mbak itu. Singkat! Sumpah, ngeliat adegan itu antara pengin ketawa dan pasang tampang sangar karena waspada. Hehe…  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kost, wuih… sepi banget! Kost tiga lantai dengan 19 kamar saat ini tinggal 3 orang. Sampai jam 9, aku ngobrol dan mendengarkan curhatan adik kostku di ruang tengah tentang kondisi kampus. Masuk zona inspirasiku, aku mengeluarkan satu buku first novel dari dalam tas yang berjudul “Nathan, Sang Penjelajah Mimpi”. Melahap lembar demi lembar dari kisah di buku itu. Mencoba mengikat makna. Sampai akhirnya aku terlelap dan berpetualang dalam EKSPEDISI MIMPI-ku sendiri. Muncul wajah-wajah penuh cinta yang sangat akrab kukenal. Diah Cmut, Aprisa Ayu Primasari, Mbak Santi, Mbak Amrih, Mbak Nury, Mbak Umi, Mbak Fu’ah, Mbak Eka, Mbak Anik, Mas Aris El Durra, Kang Fachmy, Mas Tyo, Mas Alib, Mas Cowie… wah, kok mereka rombongan hadir di mimpiku yha? Mimpi yang sangat seru… (gak perlu diceritakan di sini ah… bikin ketawa!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelumit kisah hari ini yang sayang jikalau aku tidak bisa mendokumentasikannya dengan baik. Jejak-jejak berharga yang semoga bisa memberikanku banyak hikmah dan pelajaran sarat makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Solo menjadi pilihanku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Aku hampir meninggalkan kota ini yang itu artinya aku meninggalkan “PELANGI”. Tapi waktu itu wajah-wajah keluarga Pelangi-ku pernah muncul di istikharahku, yang membuatku cukup berat untuk meninggalkan kota ini. Hikzhikz… Ya Rabb, mereka sangat berharga!!! Izinkan aku di sini lebih lama lagi… Kuatkan aku apapun skenario-Mu untukku!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, jejak 13 Juli 2011 tentang aku dan Pelangi Hidupku…]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;\NB: pemanasan dulu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-7927396249472009135?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/7927396249472009135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=7927396249472009135&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/7927396249472009135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/7927396249472009135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/07/nostalgia-romantic-juli-4-pelangi.html' title='[NO]stalgia [R]o[MA]ntic JULI #4: “PELANGI HIDUPKU”'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-R2nJuZa-g1c/Th5iBVPYOAI/AAAAAAAAAv8/qCbueIn1-6A/s72-c/tim%2Bambre.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-3301531217316940497</id><published>2011-07-14T10:20:00.001+07:00</published><updated>2011-07-14T10:20:34.737+07:00</updated><title type='text'>[NO]stalgia [R]o[MA]ntic JULI #3: “KAMBOJA”</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Tuesday, July 12, 2011 at 6:27pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali mengenalnya tak tahu harus berbuat apa. Saat bertemu dengannya tak tahu harus berkata apa. Karena apa? Karena aku sebenarnya mengenal jiwa itu tapi nyatanya begitu jauh. Terdengar nyanyian hatinya melingkar di telingaku. Aku pun begitu menikmatinya, hingga aku tak percaya kalau semua ini hanyalah mimpi. Aku pun segera terbangun dari mimpi itu, mimpi yang selalu mencekikku hingga aku tak bisa bernafas. Kembali kurenungkan apa yang baru saja terjadi. Bayangan lembutnya segera menghampiriku yang termangu memandang dinding kamar yang kaku. Sinar matanya layaknya bintang yang berpijar hingga tak kuasa aku melawannya. Aku hanya terpaku ketika jiwa itu memandangku dan mengajakku bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu dengan cepat dan sekejap saja aku mengenal jiwa itu. Hanya aku yang tahu kenapa aku memilih jiwa yang sebenarnya begitu pengecut untuk mengetahui bahwa jiwanya benar-benar berharga. Dan di suatu malam yang dingin sedingin jiwanya yang tak mampu melihat kenyataan, hatinya terbuka, ungkapkan apa yang menjadi keinginannya. Tapi, aku tak bisa menerima itu semua, karena aku tak mungkin menjadi orang yang selalu di belakangnya. Aku tak bisa memungkirinya, sebenarnya aku juga membutuhkan jiwanya untuk menenangkan jiwaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin masih berhembus dengan pelan dan tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutku atau darinya. Aku sebenarnya ingin mengatakan sesuatu agar semuanya mencair. Tapi, aku tak tahu apa yang harus kukatakan. Sampai akhirnya, rerentet kata mulai terlontar dari mulut dingin ini, “Apabila suatu hari nanti aku mati, aku akan berkata padamu dengan bisikan dari kuburku dan aku akan menjadi kamboja yang mekar saat tahu kalau kau bisa membuktikan padaku apakah hatimu masih suci, apakah tulusmu benar-benar mencintai jiwaku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar gundahnya berkata, “Apakah langkahmu terlalu jauh hingga aku tak sanggup mengejarmu? Jika sekiranya kau menginginkan hal itu, aku akan menemanimu mati dan menjadi pohon di mana kau bisa bernaung di terik siang. Dan pergilah di saat yang tepat di kala aku berubah layu dan kering hingga aku akhirnya lebur layaknya buih di lautan. Aku akan mencobanya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pun menangis mendengar apa yang baru saja ia katakan. Jiwaku meleleh layaknya lilin yang terbakar.  Kebimbangan segera memasuki relung hatiku. Tapi jiwaku kembali merasa, seperti tak pernah terjadi apa-apa. Aku hempaskan diriku di kehampaan jiwa yang selama ini sebenarnya terisi keangkuhanku tentangnya. Lelap dan semakin lelap ditemani cahaya kunang-kunang yang tak seterang dulu lagi, perlahan meredup dalam keremangan. Aku tertidur dalam imajinasiku. Aku pergi jauh, jauh sekali…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku katakan padanya, aku berhenti melangkah karena aku tak sanggup lagi berjalan seorang diri. Dan aku berkata padanya, “Kau tak perlu jadi pohon karena mengenal jiwamu sudah cukup membuatku merasa nyaman”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari sebuah cinta. Aku yakin, cinta-Nya lah yang telah mempertemukan jiwa-jiwa kita. Semangat berkarya, kawan! Ini hanyalah sebentuk kegelisahan jiwaku yang belum bisa membuktikan apa-apa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba memupus  luka yang dulu pernah ada. Dan aku benar-benar merasakan, waktu menjadi bagian dari proses penyembuhan luka itu. Menulislah, dan biarkan jiwamu tetap sehat karena ada banyak cinta saat ke-26 aksara itu bersatu, bersama merangkai kata hingga jadi bermakna…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk  “karya-karya impian”  yang jiwaku amat mencintainya. Aku tak ingin ketika jatah hidupku habis, aku belum menghasilkan apa-apa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Terima kasih buat Diah Cmut dan Aprisa Ayuprimasari…di bawah pohon itu, siang ini… aku kembali merenungi semuanya! @Taman Pujangga_ndegan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, 12 Juli 2011. Sembari menyeka air mata hatiku yang semakin lama semakin menderas…@17:30WIB]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-3301531217316940497?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/3301531217316940497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=3301531217316940497&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3301531217316940497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3301531217316940497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/07/nostalgia-romantic-juli-3-kamboja.html' title='[NO]stalgia [R]o[MA]ntic JULI #3: “KAMBOJA”'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-1059126831443929322</id><published>2011-07-14T10:19:00.001+07:00</published><updated>2011-07-14T10:19:54.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>MENANGIS ITU BUKAN LAKI-LAKI</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Monday, July 11, 2011 at 7:45pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, ada kalanya seorang anak mendambakan kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya secara berlebih. Ini wajar! Tatkala sang anak mulai beranjak dewasa, ia berusaha mati-matian untuk menjadikan dirinya sebagai kebanggaan orang tua. Alasannya hanya satu, untuk membalas jasa bagi kebaikan orang tua. Walaupun balas jasa sang anak itu  satu berbanding tak terhingga dengan semua kebaikan yang telah diberikan dan segala bentuk pengorbanan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diri ini benar-benar merasakan perih, sakit, luka yang begitu dahsyat ketika harus ‘dipukul’ dengan beningnya air mata orang tua yang mengalir, seiring permohonan maaf kepada anaknya. Bukan anak yang mohon maaf kepada orang tuanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari keinginan untuk membahagiakan mereka dengan mencoba mencari skeolah lanjutan yang tepat. Akan tetapi, pada saat yang bersamaan, kakak perempuanku harus mendaftar sebagai dosen di UNDIP. Tentu saja biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Konsentrasi orang tuapun terpecah, bahkan aku merasa mereka lebih sibuk mengurusi pendaftaran kakak perempuanku itu sehingga sedikit meninggalkan kepentinganku untuk mencari sekolah lanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbersit rasa kesal karena perguruan tinggi yang diharapkan seakan mustahil untuk diraih sedangkan diri ini sudah gagal PMDK. Rasa iri kepada sang kakak pun semakin memuncak. Semakin menjadi bahkan begitu hebat! Terakhir aku mencoba bicara dengan orang tua bahwa aku ingin sekolah di STT TELKOM, tapi lagi-lagi gagal karena biaya per semester 4 juta lebih. Aku tambah kacau, aku tidak ingin kejadian ini sama dan berulang seperti tahun-tahun lalu, di mana aku selalu gagal mendapatkan sekolah yang aku inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah, iri, kesal yang membabi buta, aku lampiaskan begitu saja kepada Ibu. Umpatan demi umpatan keluar dari ‘mulut jahanam’ ini. Hati kotor ini berbisik, “aku di -nomor dua-kan”. Di tambah lagi, Bapak sering menonjolkan prestasi kakak perempuanku. Kakak yang dulu sekolah di SMA Al Azhar daripada aku yang hanya sekolah di desa, yang mungkin tidak ada apa-apanya dengan sekolah kakakku itu. Hati ini tambah miris!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kakak perempuanku itu pulang ke rumah, tak sepatah kata pun terucap untuk menyambut, tak ada sekilas wajah  terlihat untuk menatap, yang ada hanya pikiran bahwa diri ini adalah pecundang yang selalu gagal…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu -yang selalu mencoba meneduhkan si anak durhaka ini- malah kembali dijadikan bulan-bulanan mulut hina ini. Begitu berhari-hari. Malah sempat terbersit, “Lebih baik aku menjadi berandalan, membuat orang tua malu! Jika mereka tidak mau aku menjadi anak kebanggaan mereka!”. Ibu tetap sabar. Hati anaknya yang terbakar emosi ini masih juga belum mengerti linangan air mata ibunya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah, saat teman-teman yang lain sibuk mengurus PMDK, aku hanya duduk menatap karena cita-citaku untuk ikut PMDK sudah kandas. Sementara teman-temanku enak, mereka berpeluang bisa masuk perguruan tinggi negeri tanpa harus ikut tes saringan masuk. Sedangkan aku? Aku mungkin harus berjuang mati-matia untuk ikut tes SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru), yang tentu saja aku ragu. Aku ini kan orang bodoh? Lalu kenapa aku dilahirkan? Setiap orang bilang bahwa aku beda sama kakak, benar! Aku beda, aku lebih bodoh, aku lebih jahat, aku lebih keras kepala, egois! Aku mulai menebar benci pada semua orang. Prinsipku saat itu, kalau aku benci pada semua orang, maka aku laki-laki sejati!!! Lebih baik aku suka daripada orang lain suka. Aku sering makan ati…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, sepulang sekolah aku ingin makan siang. Keadaan rumah tidak seperti biasanya, ada rasa jengkel ketika menatap wajah Ibu! Seperti hari-hari sebelumnya, beliau menanyakan keadaan di sekolah, tapi jawaban yang keluar dari mulut ini malah kata-kata yang sinis. Kata-kata yang terlontar adalah kata-kata yang sangat menyakitkan. Sampai puncaknya, Ibu menangis. Ibu menangis di hadapanku, memohon maaf kepadaku. Sedang aku? Aku hanya diam berusaha bertahan dengan pikiran-pikiran iblisku yang mencoba meracuni. Ibu menangis…sekali lagi mohon maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari bercerita bahwa beliau tidak pernah sekalipun membedakan anak-anaknya. Bagi beliau, anak-anaklah kekuatan untuk menjalani hidup. Bapak yang bekerja tiada henti demi siapa? Demi anak-anak…Ibu tidak pernah menganggap aku bodoh!!! Aku pintar…aku adalah kebanggaan beliau. Ibu terus minta maaf, teriring kristal-kristal bening yang terus membuat jejak membasahi kulit pipinya yang mulai keriput termakan usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba piring yang tadi aku pegang, aku letakkan. Aku bersimpuh di kaki Ibu. Aku menangis sejadi-jadinya! Aku tak kuasa memandang air mata Ibu. Aku bersimpuh dan Ibu membelaiku dengan kasih sayangnya, aku hanya bisa berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sampun Ibu, sampun…kulo lepat!”1) Hanya itu yang dapat keluar dari mulut neraka ini. Aku mencium tangan Ibu sebisanya. Aku merasakan perjuangannya membesarkanku, kurasakan tangan halus itu yang senantiasa menemani langkahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku durhaka sama Ibu…”, kataku sambil terisak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang beliau katakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, kamu tidak salah. Wajar…kamu masih remaja, Ibu bangga sama kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar merasa telah menyakiti hati Ibu. Aku sulit melepaskan genggaman tanganku di kaki beliau, sudah banyak kesalahan yang aku perbuat. Aku tidak sadar bahwa selama ini aku hanya bisa merepotkan beliau, mencemooh beliau, memaki, berkata keras…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku durhaka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku durhaka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, ampuni aku! Jikalau beliau hilang kesabaran, pasti aku sekarang telah menjadi manusia laknat, terkutuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu tidak berharap apa-apa dariku. Ibu hanya ingin menyaksikan anak-anaknya berhasil. Itulah yang kuingat, dan sampai sekarang aku masih bisa melihat sosok Ibu yang penuh cinta kasih pada anak-anaknya. Aku ingin mempersembahkan yang terbaik untuk Ibu. Sering aku melihat Ibu berdoa panjang seusai sholat malam, tapi aku tak tahu jika dalam doanya…ada namaku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu…ampuni aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu…ampuni anakmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Aku kembali ingat kejadian itu…dan inilah pelebur kerasnya hatiku. Aku tidak malu jika harus menangis karena meratapi kesalahan. Karena selama ini, aku hanya menganggap menangis itu bukan laki-laki!!! Aku menangis karena Ibu…Ibu yang akan selalu aku hormati. Ibu, surga ada di bawah telapak kakimu…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)        “Sudah Ibu, sudah…saya salah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna...belajar memaknai air mata laki-laki]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-1059126831443929322?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/1059126831443929322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=1059126831443929322&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1059126831443929322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1059126831443929322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/07/menangis-itu-bukan-laki-laki.html' title='MENANGIS ITU BUKAN LAKI-LAKI'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-1246036861251694491</id><published>2011-07-14T10:18:00.001+07:00</published><updated>2011-07-14T10:18:58.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>[NO]stalgia [R]o[MA]ntic JULI #2: “KARENA CINTA KUIKHLASKAN…”</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Friday, July 8, 2011 at 10:52am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi cinta ku pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalkanmu relakanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk cinta tak pernah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku sesali saat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku alami ku lewati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat ku kan kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sebelum aku mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mihrab cinta ku berdoa semoga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari kau kan mengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang paling mencintai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mihrab cinta ku berdoa pada-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cinta ku ikhlaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segalanya kepada-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk cinta tak pernah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku sesali saat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku alami ku lewati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat ku kan kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sebelum aku mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mihrab cinta ku berdoa semoga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari kau kan mengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang paling mencintai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mihrab cinta ku berdoa padaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Afgan – Dalam Mihrab Cinta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hikmah yang bisa saya ambil dari karya Kang Abik “Dalam Mihrab Cinta”. Ketika sebuah tulisan divisualisasikan pun tidak mengurangi esensi dari maksud dan tujuan sang penulis ketika menyusun karya tersebut. Satu hikmah yang ingin saya ulas dari film tersebut adalah makna dan hakikat KEIKHLASAN. Ya, ada adegan dimana Silvy (Asmirandah) akan menikah dengan Syamsul Hadi (Dude ^^v). Beberapa hari sebelum hari bahagia itu datang, Allah berkehendak lain. Silvy mengalami kecelakaan. Ia meninggal. Syamsul sangat syok. Ayah Silvy (Izur Muchtar) sempat meminta Syamsul menikahi jasadnya. Oh...T_T. Bagian dimana saya harus berebut tissue dengan Kaizenemon, boneka Doraemon kesayangan saya. Heuheu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Syamsul kembali ke rumahnya di Pekalongan dia seperti kehilangan harapan, kerjaannya melamun, dan tidak mau makan. Ada adegan yang sangat berkesan bagi saya, saat Ibunya Syamsul mengatakan: “Sampai kapan kamu mau terus bersedih, ngger…Percuma, BIBIRMU BILANG IKHLAS TAPI HATIMU TIDAK!!!”. Nah, kalimat ini yang paling saya suka (cukup menampar luar-dalam). Tentang sebuah keikhlasan. Mudah diucapkan tapi kadang berat di tindakan. Sesuatu yang sekiranya hendak menjadi milik kita bahkan mungkin kita sudah benar-benar yakin bahwa segala yang kita rencanakan akan sesuai dengan yang kita harapkan. Tapi pada kenyataannya, Allah Swt berkehendak lain. Hm…belajar memaknai kehilangan. Ya, sebaik-baik rencana kita jauh lebih baik rencana Allah Swt untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentang jodoh (seperti yang pernah dituliskan oleh saudari kembar saya), “Memang belum tentu seseorang yang ‘baru akan’ menikah dengan kita, itu benar-benar jodoh yang dipilihkan Allah Swt. Jodoh itu misterius, hadirnya tak terduga. Semua sudah diatur-Nya sedemikian rupa. Tidak akan datang terlambat atau terlampau cepat, jodoh kita akan datang pada saat yang tepat!” Yups, sepakat my supertwin…kalau saya selalu menuliskan kalimat ini di halaman depan catatan harian saya “Allah Swt pasti akan menjawab dengan lebih indah pada saat yang TEPAT dan TERBAIK”. (Ntah itu tentang siapa yang akan menjadi pendamping hidup saya, terealisasinya impian-impian saya, dll…ya, TEPAT dan TERBAIK! Sampai adik-adik di kampus pun hafal dengan kalimat dan dua kata tersebut seolah sudah menjadi ciri khas saya…hehe…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, banyak hikmah yang bisa saya ambil setelah dua kali menonton film ini… (yang jelas siap-siap tissue dulu yaa…Nulisnya cuma 15 menit nih. Mau rihlah ‘n refreshing dulu di taman pujangga bersama Ayu’ dan Diah Cmut. Mumpung masih libur 3 hari. Hm, SEMANGAT!!! Hidup Dude!!! Lho? ^^v)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: ditulis saat kondisi fisik lagi gak bersahabat (migrain…so, kalau ada yang salah, koreksinya yaw!) Hm, MENULIS itu MENYEMBUHKAN!!! kapan-kapan crita tentang DMC lagi, ah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-1246036861251694491?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/1246036861251694491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=1246036861251694491&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1246036861251694491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1246036861251694491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/07/nostalgia-romantic-juli-2-karena-cinta.html' title='[NO]stalgia [R]o[MA]ntic JULI #2: “KARENA CINTA KUIKHLASKAN…”'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-467851683220202536</id><published>2011-07-14T10:06:00.000+07:00</published><updated>2011-07-14T10:18:05.043+07:00</updated><title type='text'>MENGHITUNG HARI JELANG RAMADHAN..YUK RENUNGI KEUTAMAANNYA AGAR SEMAKIN SIAP MENYAMBUTNYA..!!!</title><content type='html'>by Ratu Surya Atmajaya on Thursday, July 14, 2011 at 6:08am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan sekalian, saya pandang bahwa saya perlu mengingatkan masalah Ramadhan, karena kita berada di ambang pintu Ramadhan dan hampir menyibukkan diri dalam kewajiban-kewajiban kita di dalamnya. Ramadhan adalah bulan barakah, rahmat, dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa perlunya manusia merenung sejenak untuk bersiap-siap menyambutnya berikut kebaikan-kebaikan yang dikandungnya. Ia merupakan bulan yang dihormati di masa jahiliah, dan ketika Islam datang semakin dihormati dan dimuliakan. Di bulan ini Allah menurunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia. Betapa perlunya kita menenangkan dan menyadarkan jiwa tentang hak Ramadhan sebelum menjumpainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan sekalian, Allah swt. menjadikan bulan ini sebagai bulan yang agung, memberikan keistimewaan yang banyak sekali kepadanya, serta menjadikannya sebagai salah satu fase kehidupan yang paling berharga dan salah satu stasiun perjalanan di atas jalan hidup yang lurus. Pada bulan itu seorang muslim mencurahkan sebagian besar perhatiannya kepada Allah, akhirat, dan peningkatan ruhani sebelum peningkatan materi. Ia adalah bulan ruhani, bulan kebersihan jiwa, bulan munajat, serta waktu untuk menghadap kepada Allah, memohon pertolongan dari Yang Mahatinggi lagi Mahabesar, dan menjalin hubungan dengan Al-Mala’ul A’la. Ia adalah bulan yang mempunyai keistimewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur.” (Al-Baqarab: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pemancing perhatian yang indah dan kenikmatan yang luar biasa, yaitu dihubungkannya kandungan ayat ini dengan ayat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah: 186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ayat ini dilanjutkan lagi dengan ayat lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian; mereka itu adalah pakaian bagi kalian dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka.” (Al-Baqarah: 187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat mulia ini datang di sela-sela hukum-hukum puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian.” (Al-Baqarah: 183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian.” (Al-Baqarah:187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan serasi dan sempurna ayat ini berhubungan dengan ayat puasa. Kemudian di antara keduanya Allah swt. mendatangkan ayat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (Al-Baaarah: 186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat agung yang terkandung di dalamnya adalah bahwa Allah swt. mendorong kita untuk bermunajat dan memohon kepada-Nya pada saat j iwa dalam keadaan paling dekat kepada Rabb-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah: 186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan adalah bulan permohonan, munajat, hidayah, dan petunjuk kebenaran. Hendaklah orang yang berpuasa menggembleng diri di dalamnya dan menjauhkannya dari urusan materi, agar kemanusiaannya meningkat dan bersambung dengan Rabb-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hadits yang menarik manusia agar memperhatikan keutamaan bulan ini, ketinggian kedudukannya, kemuliaan hari-harinya, dan besarnya nilai taubat di dalamnya, sehingga memacu kaum muslimin untuk menyiapkan diri menjumpainya serta menyadari bahwa perniagaan di dalamnya pasti mendatangkan keuntungan. Waktu-waktu yang akan berlalu di dalamnya sangat berharga, dan kesempatan yang ada merupakan kesempatan emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا باغي الشر أقصر وَ يَا باغي الخير هلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai pencari kejahatan berhentilah dan wahai pencari kebaikan kemarilah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah kaum muslimin mengingatkan diri mereka dengan sabda beliau saw.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiada hari yang merekah fajarnya, kecuali berseni, ‘Hai anak Adam, aku adalah makhluk baru yang menyaksikan amal perbuatanmu. Maka ambillah bekal dariku, karena aku tidak akan kembali sampai hari kiamat.”‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan sekalian, hendaklah Anda benar-benar berusaha agar tidak ada waktu yang berlalu tanpa amal shalih. Jika Anda lalai, hendaklah kalian segera menyadari kelalaian Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu ketika Hanzhalah ra. menemui Abu Bakar Ash-Shiddiq ra., dan berkata, “Abu Bakar, saya melihat keadaanku sebagaimana keadaan orang-orang munafik.” Abu Bakaf menjawab, “Mengapa?” Hanzhalah berkata, “Bukankah ketika bersama Rasulullah saw. ruh kita menjadi lembut dan jiwa kita meningkat, tetapi jika kita meninggalkan beliau keadaan menjadi berubah-ubah?” Maka Abu Bakar berkata, “Marilah kita datang kepada Rasulullah saw.!” Nabi saw. bersabda, “Andaikata keadaanmu sebagaimana ketika di hadapanku, niscaya para malaikat akan menjabat tanginmu. Tetapi, sewaktu-waktu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, terapi atas kelengahan adalah mengingat-ingat, introspeksi diri, dan senantiasa menjalin hubungan dengan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (Al-A’raf: 201)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila setan berhasil menimpakan kelalaian pada hati kita dan menjauhkan kita dari sebagian kebaikan, maka hendaklah kita lebih merrperserius perjalanan, mengerahkan upaya, dan menghadap kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya.” (Asy-Syura: 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah manusia melakukan persiapan dengan senantiasa bertaubat, memohon ampun, dan meninjau lembaran-lembaran masa lalu. Apabila kita mendapatkan kebaikan, kita memuji Allah, dan apabila kita mendapatkan keburukan, kita meninggalkannya seraya bertaubat kepada-Nya. “Wahai pencari keburukan, berhentilah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam sehari Rasulullah saw. bertaubat seratus kali, sedangkan sebagaimana Anda tahu, Allah telah mengampuni segala dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang, maka bagaimana pendapat Anda tentang orang yang diliputi oleh perbuatan maksiat dari segala penjuru serta tenggelam dalam kesenangan dan syahwatnya. Maka kewajiban kita adalah memperbanyak istighfar apalagi kita berada dalam bulan suci. Kita menghadap kepada Allah dengan keimanan sempurna dan  keikhlasan yang tulus, seraya memohon agar Dia memberi kita kemampuan untuk menempuh sebab-sebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bertaubadah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kalian akan menutupi kesalahan-kesalahan kalia.i dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (At-Tah rim: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat yang murni dan penghadapan yang tulus dengan kembali kepada Allah swt. adalah salah satu sebab kebahagiaan sempurna pada hara-kiamat dan jalan untuk menyertai Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (An-Nisa’:69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sejak sekarang hendaklah Anda bersungguh-sungguh menyucikan  diri dari kotoran-kotoran dosa dan maksiat, karena Anda semua menghadapi kedatangan bulan Ramadhan. Karunia Allah di bulan Ramadhan lebih luas daripada di waktu lainnya. Maka, persiapkan diri Anda semua untuk menghadapi kewajiban agung ini. Nabi saw. bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa telah didatangi bulan Ramadhan, tetapi tidak mendapatkan ampunan dari Allah, maka Allah tidak akan memberikan ampunan kepadanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang celaka adalah yang dihalangi dari rahmat Allah swt. pada bulan Ramadhan. Adalah wajib untuk mengingatkan diri tentang keutamaan bulan ini dan mempersiapkannya untuk beramal di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan telah mendorong amal yang banyak dan kewajiban yang luhur, seperd puasa, shalat, dzikir, serta membaca kitab Allah yang bisa membersihkan jiwa dan menghidupkan hati. Nabi saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Puasa dan Al-Qur’an, pada hari kiamat akan memberikan syafaat kepada hamba. Puasa berkata, ‘Rabbi, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat, maka perkenankan aku memberikan syafaat kepadanya.’ Al-Qur’an berkata, ‘Rabbi, aku telah mencegahnya dari tidur malam, maka perkenankan aku memberikan syafaat kepadanya.’ Maka keduanya diperkenankan memberikan syafaat kepadanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul saw. membaca dan mempelajari Al-Qur’an di hadapan Jibril pada bulan Ramadhan, sekali. Dan pada tahun terakhir beliau membacanya dua kali. Dakwah Anda semua adalah dakwah Al-Qur’an, sedangkan Anda sekalian mengatakan, “Al-Qur’an adalah pedoman hidup kami.” Maka, bulan Ramadhan adalah dakwah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan renungkan kandung-annya, karena Anda akan mendapatkan kenikmatan baru padanya ketika membaca ulang, sekalipun Anda seorang hafizh (penghafal) Al-Qur’an. Anda akan merasakan pengaruh yang menakjubkan jika membacanya dengan penghayatan makna. Jangan berusaha memahaminya dengan mendalami hal-hal yang pelik-pelik dan kajian yang njlimet, tetapi bacalah sebagaimana para sahabat Rasulullah saw. membacanya. Barangsiapa membacanya seperti ini, maka untuk setiap huruf yang dibacanya ia mendapat sepuluh kebaikan, dan Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mendengarkan satu ayat dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan cahaya dan petunjuk pada hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa bulan ini merupakan bulan sedekah dan kezuhudan terhadap materi. Karena itu, banyaklah menyantuni fakir miskin. Rasulullah saw. adalah manusia yang paling dermawan dan kedermawanan beliau paling besar terlihat pada bulan Ramadhan. Berusahalah agar, Anda mempunyai amalan yang tidak Anda tinggalkan selama bulan Ramadhan. Bersemangatlah dalam melaksanakan shalat tarawih. Kita melaksanakannya dengan membaca seluruh Al-Qur’an, delapan rakaat. Shalat tarawih merupakan salah satu sunah muakadah serta syiar dan kekhususan bulan Ramadhan. Ia adalah wadah tempat hati seorang muslim berhubungan dengan Tuhannya. Nabi saw. didatangi oleh Jibril pada bulan Ramadhan, lantas membacakan Al-Qur’an di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Ramadhan adalah puasa di siang hari sekaligus cocok untuk menjadi bulan bangun di malam hari, sedangkan malam sangat cocok untuk dilak-sanakan shalat. Jumlah rakaat dalam shalat tarawih adalah delapan, itulah yang dilaksanakan oleh Rasulullah saw. Bisa pula dua puluh rakaat, yaitu sebagaimana yang dilaksanakan oleh Umar ra. Ada pula yang melaksanakan tiga puluh enam rakaat, dan ini sebagaimana yang dilaksanakan oleh penduduk Madinah. Masing-masing mempunyai dasar dari sunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pelaksanaan shalat tarawih adalah menjalin interaksi dengan Allah dan Kitabullah. Disunahkan untuk memanjangkan shalat tarawih ini. Shalat tarawih tidak dimaksudkan untuk memperbanyak rakaat saja, sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan orang, sambil melaksanakannya secara tergesa-gesa sehingga menjadikannya cacat, sementara mereka lupa bahwa shalat tarawih ddak lain untuk menikmati kitabulah dan inilah rahasia di dalamnya. Jika ada pertentangan antara kedua hal itu, maka mencukupkan dengan delapan rakaat panjang lebih baik daripada dua puluh rakaat dengan tergesa-gesa. Diriwayatkan dari Abu Bakar ra. yang berkata, “Kami meninggalkan shalat tarawih, agar orang-orang yang berpuasa bisa segera makan sahur, lantaran khawatir terbitnya jajar. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka biasa membaca seluruh surat Al-Baqarah, bersandar di atas tongkat karena lamanya berdiri dan membaca, sehingga mereka bisa menkmati kitab Allah. Yang dikehendaki dalam pelaksanaan shalat ini adalah perhatian terhadap jiwa pensyariatannya, pelaksanaannya sebaik mungkin, dan pemanfaatan kesempatan untuk mendengar bacaan Al-Qur’an. Adapun acara ritual yang dilakukan oleh sebagian umat Islam sehingga menimbulkan suara gaduh di masjid, seperd shalawat dan kalimat la ilaha illallah wahdahu la syarikalah...dst. yang mereka baca dengan suara keras, itu sama sekali bukan termasuk dalam ajaran agama. Menghadapi keadaan ini, seorang mursyid harus berlaku lemah lembut dalam dakwah dan menggunakan kebijaksanaan dalam memberikan bimbingan, tanpa kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.” (An-Nahl: 125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mempunyai kekuatan, maka kita bisa memaksa mereka, tetapi jika tidak, maka kita harus mengajak mereka dengan lemah lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” (An-Nur: 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bertanggung jawab terhadap kondisi seperti ini adalah Departemen Wakaf dan Al-Azhar Asy-Syarif. Tidak perlu menciptakan persengketaan antara seorang muslim dengan saudara muslim lainnya. Menjaga persatuan adalah kewajiban, sedangkan shalat tarawih adalah sunah. Menjaga kewajiban itu lebih utama daripada menjaga sunah. Para da’i dan mursyid berkewajiban untuk mengarahkan para pemimpin mereka untuk memperbaiki keadaan ini dengan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah Anda semua senantiasa menjaga pelaksanaan sesuatu yang lebih sempurna dan lebih baik. Di bulan Ramadhan Anda juga menanti malam-malam mulia, saat kebaikan tercurah. Malam ketujuh belas adalah malam bersejarah yaitu ketika pertolongan teoritis dan praktis terwujud nyata dalam perang Badr, saat dua pasukan saling berhadapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَى كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَنْ يَشَاءُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orangorang yang mempunyai mata hati.” (Ali Imran: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lailatul Oadar jatuh pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Bahkan sepuluh malam ini merupakan malam-malam tajalli, karena itu hendaklah Anda menggembleng jiwa di dalamnya dan membersihkannya dari urusan-urusan dunia. Menghadaplah kepada Allah dengan shalat, munajat, dan terus-menerus berdoa, karena Allah menyukai orang yang terus-menerus berdoa. Barangsiapa memiliki waktu luang, hendaklah b&amp;u’tikaf dan tidak keluar dari masjid kecuali untuk kebutuhan yang mendesak, karena i’tikaf adalah sunah Rasulullah saw. dan dilaksanakan pula oleh orang-orang shalih. Adapun yang mempunyai kesibukan, setidaknya supaya beri’tikaf di malam hari. Jika sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan datang, beliau saw. “mengencangkan sarung”, melaksanakan qiyamullail, dan membangunkan istri-istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa interaksi yang dikehendaki di bulan Ramadhan adalah interaksi dalam ketaatan kepada Allah, tidak dalam permainan. Tetapi yang dilakukan manusia justru sebaliknya, mereka menjadikan Ramadhan sebagai bulan kelalaian dan permainan. Di antara mereka ada yang menghabiskan waktu-waktu di bulan Ramadhan di kelab-kelab,  tempat-tempat hiburan, dan kafe-kafe. Di antara mereka ada juga yang mendatangi seorang fakih di satu ruangan untuk membaca Kitabullah di dalamnya, setelah itu mereka meninggalkannya ke ruangan lain antuk berbincang-bincang semaunya, tidak mendengarkan atau pun mcntadabun ayat Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Ibnu Masud ra. berlalu di hadapan sekelompok orang yang berada di sisi jalan. Ia berkata kepada mereka, “Para sahabat Muhammad biasa saling berkunjung karena Allah.” Mereka menjawab, “Motif kami keluar dari rumah tidak lain adalah saling berkunjung karena Allah.” Ia berkata kepada mereka, “Bergembiralah. Saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Kamu semua tetap dalam keadaan baik, selama masih saling mengunjungi. ‘”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Ikhwan sekalian, hendaklah Anda semua menjadikan bulan ini sebagai bulan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan melaksanakan tradisi yang dilakukan oleh salafus-shalih radhiyallahu ‘anhum. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Sayidina Muhammad, juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-467851683220202536?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/467851683220202536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=467851683220202536&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/467851683220202536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/467851683220202536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/07/menghitung-hari-jelang-ramadhanyuk.html' title='MENGHITUNG HARI JELANG RAMADHAN..YUK RENUNGI KEUTAMAANNYA AGAR SEMAKIN SIAP MENYAMBUTNYA..!!!'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-8560930208080711192</id><published>2011-07-06T05:53:00.000+07:00</published><updated>2011-07-06T05:55:43.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>TIME HEALS EVERY WOUND</title><content type='html'>TIME HEALS EVERY WOUND : &lt;br /&gt;“Karena Aku Sangat Mencintaimu, Ibu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaibnya sang waktu, masa lalu yang menyakitkan lambat laun bisa menjelma menjadi [NO]stalgia [R]o[MA]ntic yang tak ingin dilupakan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Juli 2003, detik ini Keisya kembali mengenangnya…&lt;br /&gt;Tak terasa sudah 8 tahun yang lalu, tapi peristiwa itu selalu melekat dalam memori otaknya. Saat ini, Keisya seperti memutar kembali ‘sebuah rekaman skenario kehidupan’ yang telah dituliskan-Nya dengan luar biasa dan pastinya sarat akan makna.&lt;br /&gt;Waktu itu, Keisya adalah seorang gadis remaja yang tengah asyik-asyiknya menikmati masa putih abu-abu. Bulan Juli 2003 ia naik kelas 2 SMA. Prestasinya di kelas 1 SMA pun tidak mengecewakan. Peringkat 5 besar masih menghiasi rapornya dan di kelas 1 SMA dia berkesempatan duduk satu bangku dengan saudara kembarnya dan seringkali membuat guru-guru dan teman-temannya keliru karena sulit membedakan. Keisya dan Aisya memang kembar identik. &lt;br /&gt;Masuk hari pertama di tahun ajaran baru kelas 2 SMA. Keisya masuk di kelas 2.2 dan Aisya di kelas 2.3. Seperti biasa, tahun ajaran baru selalu identik dengan MOS (Masa Orientasi Siswa). Wah, Keisya dah punya adik tingkat nih. Berangkat pagi, bertemu dengan teman-teman baru di kelas yang baru. Keisya memutuskan untuk duduk satu bangku dengan Ifang. Sebelum bel masuk berbunyi, Keisya dan Ifang serta beberapa teman yang lain turun ke lapangan upacara untuk melihat murid-murid kelas satu yang di-MOS oleh para ‘senior’ (kebanyakan dari para pengurus OSIS). Keisya menyaksikan MOS yang tengah ‘panas-panasnya’ berlangsung, peraturan para ‘senior’ pun masih sama: pertama, senior selalu benar dan kedua, jika terjadi kesalahan, kembali ke peraturan yang pertama. Hah, peraturan macam apa ini??? Pada waktu itu, tiba-tiba Keisya mengalami sesuatu hal yang membuat dirinya seolah kembali ke masa MOS-nya satu tahun silam. Keisya seolah-olah ‘di-MOS’ lagi. Setahun lalu, Keisya memang pernah mengalami kejadian yang sangat tidak mengenakkan pada waktu MOS. Waktu itu, sehabis pengecekan barang PR, para senior berteriak-teriak mirip orang kesetanan, seolah mencari-cari kesalahan para junior dan Keisya juga menjadi salah satu ‘korban’ dari ‘keganasan’ para senior.&lt;br /&gt;Pada waktu baris, tiba-tiba Keisya dihampiri oleh salah seorang senior (yang pada akhirnya senior ini dinobatkan sebagai ‘senior tergalak’), Keisya ditanya macam-macam. Keisya menjawab pertanyaannya sesuai dengan kenyataan dan sesuai dengan yang Keisya ketahui. Senior ini sepertinya tidak puas dengan jawaban Keisya. Mungkin jawaban Keisya membuat dia seolah diremehkan atau kurang dihargai jabatannya sebagai seorang senior. Wah, Keisya jadi bulan-bulanan senior nih! Apalagi dia memanggil beberapa senior yang lain. Nyali Keisya pun ciut. Bagaimana tidak, Keisya masih merasa terasing dengan lingkungannya yang baru. Masih butuh adaptasi. Keisya pun jadi bertanya-tanya : “Apa yang salah dengan jawaban tadi??”. Aduh, ni senior bikin gara-gara aja….&lt;br /&gt;Yah, itu peristiwa setahun yang lalu dan saat Keisya melihat MOS adik kelasnya, ia seolah merasa seperti ‘di-MOS’ lagi. Ya mungkin ini yang disebut trauma! Trauma MOS. Pasca melihat MOS adik kelasnya itu, mendadak kepala Keisya pusing bukan main. Keisya benar-benar tidak bisa berkonsentrasi dengan kegiatan pengenalan kelas, pelajaran pertama Biologi, dan semua yang seharusnya ia nikmati pada hari pertama masuk sekolah. Di telinga Keisya berdengung suara-suara para senior yang berteriak-teriak, membentak-bentak, marah-marah seperti kejadian MOS yang ia alami satu tahun silam. Ketika di rumahpun ia mengalami hal-hal yang membuat seisi rumah kebingungan. Keisya jadi benar-benar aneh pada waktu itu.&lt;br /&gt;Hari kedua masuk sekolah, Keisya kembali mengalami hal yang sama. Seperti kaset yang memutar kembali semua kejadian itu. Kejadian yang benar-benar menyakitkan dan menyisakan semacam trauma. Pada akhirnya, Keisya ‘ambruk’. Ia mengalami sebuah guncangan psikologis dalam dirinya. Kemudian ia pun dibawa pulang ke rumah. Sore harinya karena kondisi Keisya bukannya semakin membaik tapi justru semakin memburuk, Keisya akhirnya dibawa ke salah satu rumah sakit khusus syaraf di kota Solo. Keisya masih boleh dibawa pulang karena kondisinya bisa dibilang masih cukup stabil dan hanya butuh waktu dan istirahat total untuk menenangkan diri. Tapi selang beberapa hari kemudian, Keisya akhirnya harus ditangani serius oleh para dokter. Hasil Computerized Tomography Scan (CT-scan), menunjukkan ada yang bermasalah dengan syaraf otaknya. Rasa trauma ini bukan hal yang biasa. Terlalu rumit untuk dijelaskan dengan istilah kedokteran. &lt;br /&gt;Cobaan yang cukup berat dialami keluarga Keisya. Pada waktu itu, rumah Keisya sebenarnya tengah direnovasi. Tapi, karena Keisya harus opname dan menjalani perawatan di rumah sakit, dengan terpaksa renovasi dihentikan dan seluruh biaya dialihkan untuk biaya pengobatan Keisya. Ya Rabbi…cobaan ini terlalu berat bagi keluarga Keisya. Biaya rumah sakit, biaya pengobatan, biaya terapi, semuanya tidak murah. &lt;br /&gt;Pada waktu Keisya pertama kali masuk rumah sakit, Ibu-lah sosok yang paling syok dengan peristiwa yang dialami Keisya. Ibu selalu menangis. Tapi Ibu jugalah sosok yang selalu mengajari Keisya makna ketegaran dan kesabaran dalam menghadapi ujian dari Allah SWT. Mas Dhody, kakak sulungnya Keisya menjadi orang yang pertama kali yakin, suatu hari nanti Keisya pasti sembuh. Sembuh total!! Bapak adalah sosok yang selalu memberikan motivasi. Satu hal yang paling Keisya ingat, sehabis terapi Bapak mengelus rambut Keisya dan membisikkan sesuatu ke telinga Keisya : “Bapak ingin melihat kamu sembuh, dik…” . Bapak berkata sambil menahan air matanya. Bisikan itu selalu membuat Keisya menangis dan memiliki semangat luar biasa untuk bisa sembuh. Aisya, saudari kembar Keisya juga menjadi sosok yang selalu berusaha menghadirkan keceriaan dan rasa optimis dalam hari-hari Keisya saat menjalani pengobatan dan terapi di rumah sakit. &lt;br /&gt;Masa itu menjadi masa-masa terpuruk dalam kehidupan Keisya. Tapi kehadiran keluarga selalu bisa memberikan motivasi dan harapan baru bagi dirinya untuk selalu sabar dan tegar melalui masa-masa sulit itu. Keisya benar-benar merasakan kasih sayang dan cinta luar biasa dari keluarganya, terutama Ibu. Selama 22 hari, Ibu rela izin dari pekerjaannya di kantor. Selama 22 hari, Ibu rela jatah waktu tidurnya dikurangi. Selama 22 hari, Ibu-lah yang selalu ada di samping Keisya, selama 22 hari Ibu yang selalu memenuhi kebutuhan Keisya ketika dirawat di rumah sakit, selama 22 hari Ibu yang selalu menangis di setiap sholat malamnya, selama 22 hari Ibu-lah yang selalu berusaha membuat Keisya tersenyum. Ibu yang tak pernah lelah membisikkan kata-kata motivasi untuk Keisya, Ibu yang selalu menemani Keisya menikmati udara segar kala pagi dengan berjalan-jalan di sekitar rumah sakit, menyaksikan hiruk-pikuk jalan utama kota Solo, melihat pembangunan sebuah mall terbesar kota Solo….ya, selama 22 hari Keisya harus menjalani perawatan, terapi, dan pengobatan intens yang ditangani oleh dokter-dokter dan perawat yang ahli. Sampai akhirnya, Keisya sembuh!!!&lt;br /&gt;Bulan Agusus 2003…setiap pekan Keisya harus rutin check up dan membeli obat. Dan inipun membutuhkan biaya yang tidak murah. Pertengahan Agustus 2003 dokter mengizinkan Keisya untuk kembali ke sekolah. Kebahagiaan luar biasa yang Keisya rasakan, bisa bertemu kembali dengan teman-teman, para guru, dan semua hal yang Keisya rindukan di SMA. Tetapi, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Bukan hal yang mudah mengejar ketinggalan pelajaran selama kurang lebih 1,5 bulan. Kemampuan otak Keisya belum maksimal. Akhirnya, Keisya ‘ambruk’ lagi. Dokter yang selama ini menangani Keisya akhirnya membuat keputusan Keisya cuti sekolah dulu selama satu tahun!!! Serasa petir menyambar di siang hari, Keisya benar-benar syok waktu itu. Menangis…ya Keisya menangis sejadi-jadinya. Di hadapan dokter, para perawat, bapak dan ibu. Ia sangat sedih…sedih sekali. Keisya tidak bisa membayangkan harus cuti sekolah selama satu tahun. Benar-benar Keisya merasa saat itu menjadi saat-saat paling rapuh dan terpuruk dalam hidupnya. Tapi sekali lagi, Ibu yang memeluk, ibu yang mencium, ibu yang menguatkan Keisya, Ibu yang menghapus air mata Keisya….Oh, Ibu…semoga Keisya bisa kuat dan tegar karena Allah SWT…”karena Allah SWT pasti punya hikmah dan pelajaran berharga di balik ini semua” dan itu yang selalu engkau ajarkan, Bu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al waqtu juz’un minal ilaj : “Waktu adalah sebagian dari proses penyembuhan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keisya mulai menjalani masa-masa ‘cuti’ nya di rumah, di istana KYDEN, istananya yang baru setengah jadi. Setiap hari, Keisya merasakan kesedihan yang teramat sangat saat menjalani masa-masa awal ‘cuti’ di rumah. Bagaimana tidak sedih, setiap hari ia menyaksikan saudari kembarnya, Aisya, memakai seragam putih abu-abunya dan berangkat ke sekolah dengan penuh semangat. Sedangkan ia??? Setiap hari di rumah, sibuk dengan pikirannya : ‘Kapan aku bisa kembali ke sekolah?”. Sampai akhirnya, tanggal 26 Oktober 2003, Bapak dan Ibu mendirikan sebuah warung kecil di depan rumah dan Keisya-lah yang harus mengelolanya. Setidaknya itu bisa menjadi hiburan tersendiri bagi Keisya. Setiap hari, setelah Keisya benar-benar bisa melakukan aktivitasnya sendiri, bapak dan ibu memulai aktivitasnya kembali seperti biasa, berangkat ke kantor, Mas Dhody bekerja di Solo dan Aisya menikmati masa-masa kelas 2 SMA. Iri, Keisya benar-benar iri sama saudari kembarnya waktu itu. Tapi rasa itu berangsur hilang karena Keisya mulai sibuk juga dengan aktivitasnya sehari-hari. Setiap hari ia menunggu warung kecilnya sambil membaca, menulis buku harian, membuat puisi, membuat es lilin aneka rasa, dan mendengarkan musik. Ia ditemani oleh tetangganya, salah seorang ‘murid’ Bapak di panti. Ya, orang yang sudah Keisya anggap sebagai kakak ini menderita gangguan pada pendengaran dan cara dia berbicara. Tapi, ia juga menjadi sosok motivator dalam hidup Keisya. Pada waktu luang, Keisya mengajari ia membaca, Keisya pun belajar main gitar. Seru…setidaknya Keisya bisa menikmati masa-masa keceriaan dalam hari-harinya. Sesekali ada beberapa sahabat SMA yang main ke rumah dan itu membuat Keisya terhibur dan semakin bahagia.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Detik merangkak menjadi menit, sang jam berlalu menggulung hari demi hari dan bulan demi bulan pun berganti…Tak terasa, sebentar lagi sudah memasuki tahun ajaran baru. Insya Allah, Keisya benar-benar sudah sembuh total. Keisya sudah bertekad tahun ajaran 2004/2005 Keisya kembali masuk sekolah. Pada suatu malam di sepertiga bagiannya, Keisya sempat mengalami kejadian luar biasa saat sholat tahajud. Benar-benar Allah SWT menunjukkan kebesaran-Nya dan pasca kejadian itu, Keisya semakin yakin dan mantab untuk kembali ke sekolah. Ibu-lah orang yang pertama kali bertanya : “Kenapa menangis, Dik?”. Keisya pernah ragu kala itu, apakah Keisya bisa menyesuaikan diri lagi di sekolah? Apakah mental Keisya siap untuk kembali menjadi murid kelas 2 SMA dan memiliki teman-teman yang dulu menjadi adik kelasnya sedangkan teman yang seangkatannya sekarang sudah menjadi kakak kelasnya? Dan lagi-lagi, Ibu-lah yang memeluk dan menghapus air mata Keisya. Ibu menenangkan dengan kata-kata bijaknya, ibu kembali menguatkan Keisya!! &lt;br /&gt;Akhirnya, Keisya kembali ke sekolah. Respon dan sambutan yang luar biasa Keisya dapatkan dari semua teman-temannya yang sekarang sudah kelas 3 dan adik-adik kelasnya yang sekarang menjadi teman seangkatannya. Keisya pun menunjukkan prestasi gemilang di sekolahnya, selalu masuk peringkat 3 besar dan ini salah satu bukti kalau ia sudah benar-benar sembuh serta menjadi bukti rasa sayang dan cinta Allah SWT untuk dirinya begitu luar biasa!&lt;br /&gt;“Ya Rabbi, Engkau takkan pernah memberikan keputusan-Mu yang nomor dua…keputusan-Mu pastilah selalu nomor satu dan itu pasti yang TERBAIK”. Ya Allah, izinkan Keisya memaknai semua ini. Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Keisya pun menjalani hari-harinya di sekolah dengan penuh semangat. Ia seolah merasa ‘terlahir kembali’. Keisya menjadi gadis yang selalu tersenyum ceria, sosok yang selalu bersemangat, tegar, tidak mudah rapuh dan pantang mengeluh. Kalimat “Laa Yukalifullahu Nafsan Illa Wus’aha” senantiasa menjadi motivator terdahsyat dalam kesehariannya. &lt;br /&gt;Tak terasa sudah 8 tahun silam, semua peristiwa itu menjadi sebuah [NO]stalgia [R]o[MA]ntic yang tak ingin dilupakan.  Ketika mengenang peristiwa itu, mengingatkan Keisya akan perjuangan Ibu, Bapak, Mas Dhody, Aisya, dan semua orang yang telah berpengaruh dan membersamai Keisya pada masa-masa ‘terpuruk’ itu dan salah satu hikmahnya menjadikan Keisya semakin sayang dan cinta dengan keluarganya. Semangat BIRRUL WALIDAIN akan selalu ada dalam setiap hembusan nafasnya, dalam setiap detak jantungnya. Terutama untukmu, Ibu…&lt;br /&gt;Melukiskan keindahan seorang ibu butuh kekuatan ekstra untuk menyadarkan kembali arti kehadirannya untuk diri kita. Terkadang kita sadar, banyak hal yang terjadi, banyak khilaf yang telah berlalu, begitu banyak arti, banyak makna dan  mengalir begitu saja. Tanpa kita sadar, sudah banyak hal indah yang telah terlewati bersamanya, dan kita pun melupakan begitu saja. Sadar ataupun tidak, terkadang yang ada hanya harapan, tuntutan dan bahkan menyalahkan. Nauu`dzubillah… &lt;br /&gt;Just for my mom…&lt;br /&gt;Sebuah rangkaian kalimat sarat makna, menghadirkan berjuta inspirasi, menyuguhkan penggalan pertanyaan yang kita sendirilah yang mampu menjawabnya! ”Mau nggak dapat ‘door prize’ tanpa diundi dan surprise full prestise? Penghargaan besar, peluang yang jarang, investasi hakiki. Segera, rebut dan dapatkan kelas surga sebaik-baiknya! Beramal bakti sepanjang hari kepada kedua orangtua. Raih hidup penuh berkah. Anugerah di atas anugerah. Tak perlu gelisah. Pintu surga itu ada di rumah. Buku yang menggugah jiwa kepahlawanan, menggali energi kesuksesan, menemukan motivasi dan inspirasi dahsyat meraih sukses dan bahagia dunia akhirat. Bukalah pintu tobat kala dosa menggelisahkanmu. Bukalah jendela rahmat untuk mengantar suksesmu. Nikmati belaian ventilasi nan wangi kala berbagai problem menghampiri. Temukan relung-relung kebahagiaan dengan berbakti kepada kedua orangtua, khususnya kepada ibu. Ibu yang sangat berjasa kepadamu. “The Great Power of Mother, inspirasi dahsyat dunia akhirat.” [Solikhin Abu Izzudin]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt pun telah berfirman dalam ayat-ayat CINTA-Nya…&lt;br /&gt;“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang Ibu Bapaknya; Ibunya telah mengandung dalam keadaan LEMAH yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kedua Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah tempat kembalimu”.&lt;br /&gt;“Dan jika keduanya memaksamu untuk mensekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku-lah kembalimu maka Ku-berikan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.&lt;br /&gt; (Q.S. Luqman [31]:14-15).&lt;br /&gt;Betapa dahsyatnya ayat tersebut menjelaskan posisi orang tua. Bahkan, ketika mereka memaksa kita untuk mensekutukan-Nya, meski kita diperintahkan oleh Allah untuk menolaknya, tapi kita tetap harus mempergauli/ memperlakukan mereka dengan baik di dunia. Bahkan, amalan kepada orang tua merupakan salah satu amalan yang paling utama selain sholat tepat pada waktunya dan Jihad fisabilillah.&lt;br /&gt;Sekarang Keisya masih mendapati Ibu menanti kedatangannya, kepulangannya di rumah. Keisya masih mendapatkan kasih sayang Ibu setiap saat…Untuk itu saudaraku, jika Ibu-mu masih ada, belum terlambat jika mulai saat ini kita mencoba untuk menghargai jerih payahnya..untuk memberikan yang TERBAIK bagi Ibu. Menunjukkan PRESTASI dan KESUKSESAN kita, untuk ditukar dengan senyum BANGGA dan BAHAGIA dari Ibu…! Pun jika beliau sudah kembali ke Sang Pemilik Kehidupan dan Kematian, tetap jadilah anak yang sholih dan sholihah agar Ibu senantiasa tersenyum bahagia di syurga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Ibu dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah.  Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia, sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil " &lt;br /&gt;"Titip Ibuku ya Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [Based on true story, by : Keisya Avicenna]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keisya Avicenna adalah nama pena dari Norma Ambarwati, S.Si. Terlahir kembar pada tanggal 2 Februari 1987. Saat ini ia berprofesi sebagai pengajar SD di Ganesha Operation Solo dan penulis freelance. Menguatkan azzamnya untuk menjadi seorang penulis dengan bergabung di Forum Lingkar Pena (FLP) Solo Raya angkatan ke-7.  Senang membaca, menulis,menggambar, membuat puisi,  mengisi training, koleksi buku, berpetualang, melihat bintang, berkontemplasi, dan melakukan hal-hal yang menantang serta full inspirasi. Penulis yang berdomisili di Banaran Rt 02/X Wonoboyo Wonogiri ini  bisa dihubungi di keisya_avicenna@yahoo.com, webblog : http://nungma.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link postingan Ke FB :&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/note.php?created&amp;&amp;note_id=10150095001855660#!/note.php?note_id=10150095001855660&amp;notif_t=like&amp;fbb=r9ce69696&amp;refid=0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIKA AKU MERASA FUTUR, SEMANGAT MELEMAH… KISAH INI YANG KEMBALI MELECUTKAN SEMANGATKU!!!&lt;br /&gt;Semoga “senyuman” senantiasa menghias di wajah ini… ^^v. Love u, all…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-8560930208080711192?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/8560930208080711192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=8560930208080711192&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/8560930208080711192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/8560930208080711192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/07/time-heals-every-wound.html' title='TIME HEALS EVERY WOUND'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-635328450949091932</id><published>2011-07-01T16:03:00.000+07:00</published><updated>2011-07-01T16:04:15.320+07:00</updated><title type='text'>PR Pak Langit (tentang aku dan “Rahasia Langit”…^^v)</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;N: “Sedari kemarin aku amati, kenapa roman mukamu mendung sekali, kawan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A: “Aku rindu cinta pertamaku.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;N: “Hah…aku gak salah dengar, nih? Cowok dingin, cuek abiz, &lt;i style=""&gt;introvert&lt;/i&gt; kayak kamu juga bisa ngrasain jatuh cinta?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A: “Aku juga manusia biasa, &lt;i style=""&gt;bro&lt;/i&gt;! Tapi ini bukan masalah jatuh cinta yang bisa bikin hati patah bahkan hancur berkeping-keping. Akhir-akhir ini ada yang begitu bergemuruh dalam dadaku. Aku merindukan rasa rindu ini. Kerinduan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Kerinduanku pada sosok berhati malaikat yang menjelma manusia yang belum pernah aku temui sampai detik ini.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;N: “Aaargh, gak biasanya kamu jadi melankolis kayak gini, kawan!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A: “Hm…aku serius nih! Aku rindu tatapan mata yang teduh, sebening embun pagi yang menyejukkan. Aku iri padamu, &lt;i style=""&gt;bro&lt;/i&gt;! Kamu masih bisa merasakan belaian lembut dan kasih sayang seorang Ibu. Aku selalu iri saat menatap anak-anak kecil yang digandeng tangannya oleh Ibu-Ibu mereka dan saling tertawa penuh keceriaan. Kebahagiaan mereka begitu lengkap sedangkan aku tak pernah sekalipun mengecap manisnya cinta dari sosok manusia luar biasa bernama Ibu. Aku tak pernah mengenal sosoknya sejak tangis pertamaku memecah keheningan malam itu.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;N: “Ooo…, Ibu. Ah, kamu jadi ngingetin aku dengan kejadian tadi pagi di rumah. Karena kurang nafsu makan atau lebih tepatnya lagi kurang &lt;i style=""&gt;mood&lt;/i&gt;, aku gak ngabisin sarapanku. Padahal aku pun tahu, sehabis Subuh tadi Ibu sudah menyiapkan sarapan untuk kami sekeluarga. Sekilas aku sempat menangkap raut kecewa dari wajahnya meskipun beliau berhasil menutupi kekecewaan itu dengan senyuman. Sebuah senyum paling melegakan sepanjang hidupku.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A: “&lt;i style=""&gt;Bro&lt;/i&gt;, kita mungkin dilahirkan dari rahim seorang perempuan biasa. Tapi dialah perempuan yang telah rela menggadaikan jiwanya demi memperjuangkan hidup sang buah hati yang dikandungnya. Ibu adalah anugerah terindah dari Allah Swt untuk kita. Meski aku harus menelan kesedihanku dalam-dalam karena Allah Swt jauh lebih sayang sama Ibu sebelum sempat aku merasakan dekapan hangatnya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;N: “Kata-katamu sungguh menyadarkanku, kawan. Aku sekarang benar-benar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ngrasa bersalah. Aku gak bisa menghargai hasil kerja keras Ibu meski dalam hal kecil dan sederhana sekalipun. Oh Ibu, maafkan anakmu ini!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A: “Ah, rasanya kita semua pernah mengalami jatuh cinta. Dan cinta pertama itu terhatur pada seseorang yang selalu berada di samping kita dalam suka maupun duka, tempat curahan hati dan segala keluh kesah. Bersyukurlah karena kesempatan itu masih ada buatmy. Dan Ibu-lah cinta pertamaku. Meskipun aku tak pernah menatap senyumannya tapi aku selalu yakin cintaku selalu berbalas tanpa aku harus meminta. Ibu sudah bahagia di surga-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;N: “Iya, kawan. Ingin rasanya sekarang menghambur ke pelukan Ibu dan mengucap terima kasih sebanyak yang aku bisa. Ternyata kerinduanmu menjadi pencerahan hatiku hari ini.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A: “&lt;i style=""&gt;Bro&lt;/i&gt;, sebentar lagi aku akan menikah. Aku berharap, pilihan calon pendamping hidupku adalah pilihan yang tepat. Semoga ia menjelma selayaknya Ibu yang mampu menjadi pelabuhan cinta bagi anak-anaknya. Doakan aku, ya!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ckikikik…Nungma tuh paling “low-bat” kalau disuruh bikin dialog. Bikin cerpen aja belum ada satupun yang sampai tamat (masih nggantung di tali jemuran semuaaa)…mohon dimaklumi, yah! Tapi Nung akan belajar dengan sungguh-sungguh! Ya, sungguh-sungguh!!! Kita semua sedang berproses. Dari tidak bisa menjadi bisa. Dan bagi yang sudah bisa semoga bisa sampai ke level “ahli”. ‘n Nung diajarin pluz dibagi ilmunya yak...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Nung yakin, hasil kerja keras kita hari ini pasti akan menuai “hal terindah” suatu saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;SEMANGAAAAATTTT!!! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;MENULIS ITU INDAH… MENULIS ITU IBADAH!!! ^^v &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Menulis adalah menjadikan setiap aksara bermetamorfosa sebagai dzarrah kebaikan”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;[Keisya Avicenna]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-635328450949091932?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/635328450949091932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=635328450949091932&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/635328450949091932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/635328450949091932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/07/pr-pak-langit-tentang-aku-dan-rahasia.html' title='PR Pak Langit (tentang aku dan “Rahasia Langit”…^^v)'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-2681109023254351693</id><published>2011-06-30T11:21:00.001+07:00</published><updated>2011-06-30T11:23:20.116+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persahabatan'/><title type='text'>[DAYERI GRENDUL_BUKAN DAYERI BIASA]: “NOSTALGI(L)A ROMANTIK”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-_lzwahmmw-w/Tgv6Ie1iCMI/AAAAAAAAAvk/hVJ6AqW2mAw/s1600/258504_2022681020905_1660352442_1987058_3927700_o.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_lzwahmmw-w/Tgv6Ie1iCMI/AAAAAAAAAvk/hVJ6AqW2mAw/s400/258504_2022681020905_1660352442_1987058_3927700_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5623863583325685954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="clearfix"&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg"&gt;by &lt;a href="http://www.facebook.com/norma.ambarwati"&gt;Norma Keisya Avicenna&lt;/a&gt; on Thursday, June 30, 2011 at 11:03am&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mvm pam uiBoxYellow"&gt;&lt;div class="fsl fwb fcb"&gt;Your changes have been saved.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Der dayeri...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat  mentari mulai beringsut untuk beredar menjalankan tugasnya hari ini. Ia  pun kembali berharap para makhluk hidup yang berdomisili di bumi pada  khususnya dan di alam semesta ini pada umumnya tak lupa untuk menghargai  kinerjanya dan tentu saja mensyukuri karena masih bisa bertemu pagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan kisah ini pun bermula…&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hari setelah Ahad, bulan Juni hari ke-27 (setting ‘n latar waktunya ujug-ujug siangan mpe sore aja yua…)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Singkat  cerita, ada telp di no.XL gue (hm, ijinkan dalam note ini penulis  menggunakan kata ganti orang pertama “gue”. Hehe. Minta izin dulu,  yak!). Dengan mata masih kriyap-kriyip (coz pas jadwal bobo siang gue  nih!), gue jawab si penelpun gelap itu (karena di HP XL gue yang muncul  number duang!). Ealah, ternyata terdengar sayup-sayup suara ponakan gue  yang chubby kayak bakpao ituh (Ayu’). Doi mengabarkan kalau Diah Cmut  lagi di depan SMP 7 ‘n mau ketemu Mbak Amrih. Gue disuruh mbales SMS-nya  si Cmut. Siang ini kita bertiga memang ada rencana buat arisan. Ngik!  Ngumpul-ngumpul lah ‘n mau ke rumah kreatipnya Mas Alib Isa ‘n si kartun  Nunu. Bergegas cuci muka ‘n cari N5310 gue. Yupz, ada 2 messages.  Satunya dari Cmut. Iyaa, honey…”jemput gue yuaaa”. Detik berikutnya gue  dah nangkring dengan sukses di MIO itemnya yang dah sembuh dari masuk  angin. So, dah gak nge-rudal gitu. Ngeeeeeng…&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampailah  kite berdua di rumah Ayu’. Langsung ke markasnya. Si doi lagi lihat  pelem 3 IDIOTS. Hmm… langsung deh kita bertiga pada heboh dengan  aktivitas masing-masing. Cemut ‘n Ayu’ pada sibuk baca sambil  selonjoran. Gue pinjem si kokomnya Ayu’ buat ngerjain tugas pra diklat.  Hihi. Tadi gue bawa tas yang isinya buku KODING Ganesha Operation.  Hihihi…milihin materi (yang tadi gue dapet dari internet) yang bisa gue  masukin di “Pengembangan Materi”. Sambil ngobrol-ngobrol tentunya. Tapi  gak ngegosip lho. Sumpeh deh! Insya Allah, pembahasan kita full manfaat  dah… Kedamaian itu sedikit terusik saat sekjend FLP Solo Raya (Mas El)  telpun (yang sebenere mau ditelp si Cmut tapi malah dipateni. Wkwkwk).  Nanya macem-macem ‘n ada pembahasan sedikit tentang FLP. Haha… Mas, dua  pasien rawat jalan elo lagi sama gue nih!!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adzan Ashar berkumandang, kita bertiga sholat jama’ah, then bersiap ngabuburit asyik ke &lt;strong&gt;STUDIO VECTO VERSUS&lt;/strong&gt;!  Uhuy…Abububu…  Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang tapi  Alhamdulillah gak pake acara nyasar. Eh, sempet kebablasen dikit lah,  tapi yunohu ups, salah…yunomesowellah! Nyampai juga di depan studio yang  tutupan. Sekilas tadi gue sempat menangkap sosok Mas Alib sedang di  warung. Gue tebak pasti beli teh botol (hah, tamune GR bgt!). Ternyata  bener to? Gak pake nunggu lama, Mas Alib datang dengan menjinjing 4 biji  teh botol.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masuk dah kita ke rumah kreatifnya yang bisa  dibilang jauh lebih rapi dari kondisi saat kunjungan perdana. Bar  dipiketi yo, Mas? Hm, apa yang terjadi berikutnya? Heboh banget dah!  Habis ni huruf jikalau harus dituliskan…yang jelas aktivitas kite-kite  mulai dari baca komik sampai berinisiatif inventaris buku-buku bakal  calon anggota Rumah Baca Pelangi. Teh botol jatah gue pun disruput sama  Ayu’…wkwkwk&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat senja menjelang, gak dinyana-nyana Mr.  Remphong datang! Setelah usai membahas hubungan kekerabatan antara SMASH  dan SO NICE, akhir-akhir ini tu makhluk demen SMS ke orang-orang yang  bunyinya: &lt;strong&gt;“Rajin shalat. Sayang mama. Pengertian sama akuh.”&lt;/strong&gt;  Hah, dung-dung stadium lanjut usia dah… Alhasil, kedatangan satu  makhluk ini semakin membuat suasana semakin “uwuh”. Tercetus pula nama  “trio legging”. Hah, paraaaaaaaaaah!!! Mas Alib dan Nunu pun tenggelam  dalam dunianya masing-masing tapi masih dalam dunia yang sama bukan  “lain dunia” atau “dunia lain”. Hiiiiiyy…&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adzan Maghrib  pun berkumandang, Alhamdulillah…saatnya buka puasa (gue ‘ngembat’ satu  aqua gelas di studio.hihi). Saatnya berpisah…&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ending:&lt;/strong&gt; Ayu’ tersesat gara-gara Kang Sofa; gue makan tim-tam saat mbonceng Cemut ‘n kita berdua hampir nyasar ; )&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;********&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hari setelah Senin, Juni hari ke-28&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari  ini keren banget deh buat gue. Dari pagi uthuk-uthuk gue dah  menyibukkan diri di atas meja lipat (bukan gue dudukin, tapi dipake buat  nulis. Yaiyalah…). Meja lipat dengan cover Naruto dah penuh dengan  piranti buat nulis ‘n beberapa lembar kertas. Doralepito juga dah nyala.  Gue letakin di deket meja. Yupz, target hari ini finishing tugas pra  diklat! Huaah, buanyak banget dan harus gue tulis ala konvensional.  Alias pake jari-jemari. Dua materi bisa selesai dalam waktu kurang lebih  satu jam. Ada 10 materi lagi yang harus gue selesein hari ini. Akhirnya  gue bikin coret-coretan di kertas. Time scheduling:&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;07.00 – 08.00: Materi 4-5&lt;/p&gt;&lt;p&gt;08.00 – 09.00: Materi 6-7&lt;/p&gt;&lt;p&gt;09.00 – 09.30: Pending rehat dan sholat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;09.30 – 10.30: Materi 8-9&lt;/p&gt;&lt;p&gt;10.30 – 11. 30: Materi 10-11&lt;/p&gt;&lt;p&gt;11.30 – 12.00: Rehat makan siang dan sholat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;12.00 – 13.00: Materi 12-13&lt;/p&gt;&lt;p&gt;13.00 – 13.30: Checking akhir semua tugas!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Huaah,  Alhamdulillah dengan time scheduling seperti ituh gue bisa lebih  semangat dan DISIPLIN untuk FOKUS nylesein. Akhirnya, selesai juga deh  tu tugas yang banyaknye segambreng…lega bukan buatan! Sesuai rencana,  ba’da Ashar gue ngumpulin tu tugas ke kantor Ganesha Operation. Eh,  malah ketemu sahabat SMA yang dulu sempat di GO Tangerang ‘n sekarang  lagi ngurus mutasi mau pindah ke GO Solo Raya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sore  ini gue gak jadi ngendon di rumah Ayu’ karena tu anak mendadak dangdut  eh mendadak meriang belerang ops meriang belina gituh. Padahal rencana  gue, ntar biz Maghrib mau minta doi buat nemenin gue njagong ke Graha  Sabha Buana. Ada dua rekan pengajar GO yang walimatul urs malam ini  (kakak beradik, jadi dibarengke…*hm, dapat inspirasi). Yaaah,  ponakaaaan… kalo gak sama elu, Tante Cenung njagong sama siapaaah? Kan  Om Cenung masih “disamarkan”. Ngik!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Singkat cerita, gue  akhirnya ditemenin adik kost yang paling seneng diajak ke walimahan.  Alhamdulillah, deh… bener-bener banyak inspirasi malam inih…^^v  (nyengirandmesammesempluzbanyakdoa).&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari ini gue tutup dengan menuliskan puisi &lt;strong&gt;“KUTEMUKAN TULUS”&lt;/strong&gt;  (yang tadi senja sempet gue upload di note pesbuk), gue salin di buku  harian gue… Hari yang bikin gue banyak tersenyum. Terima kasih, buat  semua tokoh yang dah berperan!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;********&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hari setelah Selasa, Juni hari ke-29&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gue  mereka-reka rencana hari ini. Mulai sibuk nata buku, ‘n kembali  dirapiin berdasarkan kategori. Ada 4 kardus yang sudah ada labelnya di  bagian tutupe. Sengaja koleksi buku itu gue taruh di kardus, buat  jaga-jaga kalo harus pindahan dalam waktu yang gak gue duga. “MOTIVASI  dan INSPIRASI”; “NIKAH dan PARENTING”; “DAKWAH/ ISLAMI”; “NOVEL/ BUKU  FIKSI”. Masih ada satu kardus lagi dink buat naruh majalah-majalah ‘n  bacaan yang tidak masuk dalam 4 kategori itu. Hm, di rak kayu gue taruh  buku-buku yang harus dibaca dalam waktu dekat ‘n sebaris buku catatan  harian gue sejak SMA. Sapa yang mau nambah koleksi buku gue??? Dengan  senang hati pasti gue terima ‘n gue doain moga kelak masuk surga.  Aamiin…&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah kelar ngerjain kerjaan rumah tangga kayak  nyapu, nyuci,  sakwadyabalane, gue pun meluncur ke warnet terdekat.  Ngenet paketan dua jam! Sempet dapat SMS dari sahabat gue yang  menanyakan agenda reuni SMA ntar sore. Sipp, ba’da Dhuhur gue agendakan  buat mudik. Ntar sore ngumpul-ngumpul &lt;strong&gt;BAJAJ COMMUNITY!&lt;/strong&gt;  Lucu ya, nama julukan kelas gue. Secaraaa, icon kelas gue namanya Ali  Badjuri. What??? Yupz, tu orang mirip banget dengan pemeran utama  sinetron Bajaj Badjuri. Ckikik…&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tepat pukul 13.00, dengan  tas hitam backpacker yang selalu nemenin gue mbolang akhirnya gue siap  juga buat mudik. Berbekal Doralepito, 2 buku bacaan (salah satunya &lt;strong&gt;“Diary Dodol ABG Ngocol”-&lt;/strong&gt;nya  Fahdin Ardhain milik Ayu’), mushaf tercinta gue, camilan, dompet, buku  catatan harian, buku “Creative Writhink”, dll). Dah mirip kayak  kura-kura ninja deh…pating mbendayut. Hihi. Naik angkun 03 (angkot  kuning no.03 yang biasa lewat belakang UNS), turun di Timlo Solo,  langsung dapat bis Aneka Jaya. Mantabz dah… Gue celingukan cari tempat  duduk yang kosong. Lumayan padat penumpang sich. Pyuuh…dapat juga.  Bangku no.3 dari belakang, sebelah gue dah ada mbak-mbak yang lagi asyik  nelpun. Setelah pewe, gue keluarin buku DDABGN. Mulai menikmati lembar  demi lembar, melahap tiap aksara yang membuat gue sesekali harus ngikik  (ketawanya miniii banget). Asli, ketawa gue ngirit. Nih buku bikin  senewen, ngefek bikin gue senyam-senyum sendiri saat mbaca. Hihi…&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedikit  terusik dengan penumpang yang naik-turun, pluz kondektur yang nagih  uang transport (ini mah bukan nagih, dah jadi kewajiban doi lah!). Tapi  satu peristiwa paling dodol pas gue asyik baca tu buku, tiba-tiba &lt;strong&gt;“mak nyuk”.&lt;/strong&gt;  Kepala gue ditangkap sebuah tangan. Gue ndongak 45 derajat. Ada  mbokdhe-mbokdhe yang berhasil mendaratkan tangannya ke kepala gue. Detik  berikutnya, tu mbokdhe nyengir sambil bilang: &lt;strong&gt;“Nyuwun ngapunten, nggih Bu…”&lt;/strong&gt; Hah, mbokdheeeeeeeeee…gue belom jadi emak-emak yuaaa!!! &lt;strong&gt;“Tak kiro kursi…”,&lt;/strong&gt; kata-kata lanjutan yang sempet nyasar di telinga gue. Hah, apaaah?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kembali  cuek dengan kondisi sekitar, ngikik lagi deh… Sesekali sempat juga  merekam beberapa peristiwa yang terjadi di dalam bus itu. Sekarang gue  mau cerita tentang pengamen yua. Pasca gue duduk, ada dua pengamen yang  masuk dengan kostum item-item ‘n terkesan bulux-lah. Lagunya pun tak  bisa gue mengerti. Hihi… ada kejadian di mana penumpang di kursi sebelah  kanan gue menjatuhkan beberapa receh dan dia gak mau ngambil receh yang  berjatuhan itu. Akhirnya, tu bapak nyuruh pengamen itu “menjumputinya”  sendiri. Ah, tragis!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengamen berikutnya, sosok pemuda berkaos ungu. Cukup rapi dan suaranya bagus, nyanyi lagu nostalgia (“&lt;em&gt;Sepanjang kita masih terus bersama&lt;/em&gt;…”).  Setiap kali dikasih recehan sama para penumpang, kata “terima kasih”  selalu meluncur dari bibirnya. Pengamen ketiga, seorang bocah kecil yang  dulu gue pertama kali liat si doi masih ingusan. Dan biasane doi ngamen  bareng “keluarganya” (ada ibuknya, kakak-kakaknya, ‘n adik bayinya).  Tapi gue lihat siang ini, si doi dah beranjak ABG. Ada ekor kecil di  rambutnya. Tapi gak mirip Dhaca Suli. Gaul gitu loh! Tu bocah bagiin  amplop yang sudah ditulisi. Kelar mbagiin, doi nyanyi. Dulu suara yang  gue denger masih khas anak-anak, sekarang dah lebih meremaja. Nge-bass  gituh! Duh, bener-bener miris hati gue. Apa dia gak sekolah yha? Dari  kecil mpe ABG jadi pengamen terus???&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gak terasa, sampai  deh di Agraria Wonogiri. DDABGN-nya gue masukin tas. Menikmati senandung  yang dibawakan sekelompok pengamen yang biasa mangkal di Agraria. Pas  gue ngasih recehan, tu pengamen bilang: &lt;em&gt;“Makasih, mbak cantik. Semoga sukses&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;!”&lt;/strong&gt;  (Aamiiin. Hah, dodol banget dah! Pengin nimpuk!!!). Banyak pedagang  asongan yang hilir mudik, ada yang menjajakan koran, bakpia 2000-an,  buah strawberry, minuman dingin, dll. Gue sempat disapa sama mas-mas  yang jualan strawberry. Kok gue bisa kenal? Yaiyalah, dulu tu mas-mas  sempet berprofesi jadi loper koran langganan gue. Ngik!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai  di “Mawar”, Babe dah nongkrong di atas Vega Merah-nya Mas Dhody Dodoy  Cobain, menyambut gue dengan senyuman khasnya. Tengkyu, Be! Ba’da Ashar  siap-siap reunian 3 IPA 4 sore ini. Dijemput temen sebangku gue dulu,  Nova. Pas sampai di deket lapangan basket SMA, kok belum pada ngumpul  yua? Yadah, gue nostagila dulu sama Nova. Mengenang romansa putih  abu-abu! Akhirnya, 8 orang yang ngumpul. &lt;strong&gt;Dita&lt;/strong&gt; “Putri Duta Wisata Wonogiri 2010” yang sekarang masih nglanjutin S2 di UNDIP; &lt;strong&gt;Vian&lt;/strong&gt; (ketua rombongan makan gratis sore ini. Ni orang yang bakal nraktir kita-kita, merayakan lulusannya dari IPB); &lt;strong&gt;Ali Badjuri&lt;/strong&gt; (kok elo kurusan sih, bro?); &lt;strong&gt;Sinta &lt;/strong&gt;dan&lt;strong&gt; Wawan&lt;/strong&gt; (bukan Sinta dan Jojo. Hehe. Pasangan “inbreeding” kelas kita); ada bu bidan &lt;strong&gt;Fitri&lt;/strong&gt;; &lt;strong&gt;Nova&lt;/strong&gt; (bu guru Matematika yang dulu selalu panas dingin pas pelajaran Matematika. Hehe); ‘n &lt;strong&gt;Nungma&lt;/strong&gt; duonk! ^^v&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Makan-makan  di warung bakso Pak Manto deket Lapangan Pringgodani. Seru banget  deh!!! Crita banyak hal, termasuk siapa aja temen-temen sekelas yang dah  pada nikah. Ngabsen satu persatu. Denik, Siti, Puji, Pipit, Lilis, dan  Ima. &lt;strong&gt;Siapakah urutan ke-7???&lt;/strong&gt; Wallahu’alam…  Ngumpul-ngumpul gini jadi bikin gue inget hal-hal seru pas SMA. Gue dulu  dapat amanah jadi bendahara kelas. Gue yang biasanya terkenal kalem dan  ramah (hahaha), mendadak berubah “sangar dan bengis” saat nagih uang  iuran kelas ‘n bayaran buku atau LKS. Tuntutan peran, guys! Wkwkwk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada  cerita seru lagi antara gue, Nova, Sinta dan Fitri. Kita berempat kan  bangkune depan-belakang. Waktu pelajaran Matematika dengan guru yang  cukup terkenal “killer” (tapi gak juga kok!), gue selalu nebak siapa di  antara kita ber-4 yang nanti bakal dapat “spidol ajaib” buat maju  ngerjain soal di depan kelas. Hahaha, dan ntah dapat pangsit eh wangsit  dari mana, tebakan gue selalu bener. Kalau gue nebak yang bakal maju  Nova, tu anak langsung panas-dingin. Gembrobyoz! Hihihi. Bikin  ngikikgulingguling, dah! Nova ma Dita seolah berkebalikan dengan fakta  sekarang. Nova yang demen banget Bahasa Inggris dan Biologi dan selalu  gembrobyoz saat pelajaran Matematika malah ketrima kuliah di jurusan  Pendidikan Matematika. Sedangkan sahabat gue, Dita yang getol banget  sama angka-angka sampai muka imutnya dah kayak rumus Phytagoras malah  ketrima di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang otomatis ada  beberapa mata kuliah yang ada hubungane sama Biologi, padahal ni anak  agak ilfil sama Biologi. Sampai-sampai pas awal semester dulu Dita  sempat pingsan di kampus gara-gara syok ‘n melabeli fakultasnya dengan  sebutan “Fakultas Kehilangan Mathematic” (FKM). Aya-aya’ wae!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada  satu moment lagi yang gak bakal gue lupain sepanjang hayat masih di  kandung badan. Waktu itu pengumuman kelulusan, semua anak 3 IPA 4 dah  duduk manis di kelas. Ibu Wali Kelas gue cantik banget. Beliau demen  banget bilang “apa itu” pas lagi ngajar. Dan kita-kita iseng gitu  ngetung. ‘n kadang dicocokin berapa jumlahnya pas jam pelajarannya dah  usai. Hahaha. Konyol banget dah! Ibu Wali Kelas gue itu pun mulai  mengalirkan kalimat-kalimat motivasinya dan kegembiraan yang meluap-luap  karena angkatan ini lulus 100%. Pluz dapat bonus juga, dari semua kelas  3 ada 4 siswa yang mendapatkan nilai sempurna alias 10 untuk mata  pelajaran Bahasa Inggris. Dan salah satunya adalah siswa kelas 3 IPA 4.  Hm, siapakah? Aku langsung bilang ke Nova, &lt;strong&gt;“Pasti elu, Nov! Elu kan jago Inggris ‘n demen cicitcuit pake bahasa bule ituh”.&lt;/strong&gt; Si doi cuma nyengir ‘n sempet nyangkal karna ngrasa dulu jawabane ada yang salah. Sampai akhirnya, Ibu Wali Kelas bilang, &lt;strong&gt;“Selamat ya, Norma. Nilai Bahasa Inggrismu dapat 10!”.&lt;/strong&gt;  Diiringi tepukan riuh temen-temen satu kelas. Huaaaaaaaaaa…gue gak  mimpi kan??? Plaaak! Gubraaakz… (nyengir deh…Alhamdulillah!). Dan masih  banyak lagi romansa putih abu-abu yang lain…^^v&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ending [NO]stalgia [R]o[MA]ntic sore ini adalah foto-foto bertema: &lt;strong&gt;“PENINGKATAN”&lt;/strong&gt;  di depan lapangan Pringgodani. Banyak anak-anak dan para orang tua di  wilayah itu. Kita ber-8 cuek-cuek ajah poto-poto. Seru banget dech!!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Pertemuan kita kali ini...bukan sekadar kawan lama tak jumpa. Tapi kita bertemu ada satu makna…kita punya satu perjuangan…”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Miz  u all… Sampai ketemu lagi di reunian selanjutnya semoga lebih banyak  yang bisa ikut, dah bawa suami/istri  dan anak masing-masing. Aamiin…&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sahabat  adalah bagai teman berlekat satu sisi, menemani mimpi saat bulan  tersenyum meraih paruh burung pungguk, merindukan kesepian lari dari  bayangan malam…&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sobatku, aku slalu ingin melihat kalian tersenyum…&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Janganlah air mata membasuh keindahan yang telah terlukis di layar jiwa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Marilah melangkah untuk harapan sahabat kita yang lain,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berada untuk menemani saat kerapuhannya.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dekatkanlah hatimu dalam kegundahan sobat-sobat kita&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hapuskanlah segala kehitaman&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tiupkanlah lirih kata-kata tersirat penghibur luka&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bantulah ia berharap sebagai akhir dari ucapmu…&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[&lt;strong&gt;Keisya Avicenna&lt;/strong&gt;, kubiarkan aksara ini mengabadikan kisah terbaik dalam perjalanan hidupku…kisah seru tiga hari 27-29 Juni 2011]&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;NB:&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;DAYERI GRENDUL &lt;/strong&gt;tuh masih satu marga sama &lt;strong&gt;DIARY DODOL&lt;/strong&gt;. Sama-sama satu marga per-jenang-an. Ocre??? (meksodikit). Bikin GeeeRrrr mpe kepala guNDUL. ^^v&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suer, jenang grendul tu spesies jenang yang paling gue suka!!!&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;(jujur, capek pek bahasa gue-elo. yadah, gue-elo-END!!!)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-2681109023254351693?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/2681109023254351693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=2681109023254351693&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/2681109023254351693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/2681109023254351693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/dayeri-grendulbukan-dayeri-biasa.html' title='[DAYERI GRENDUL_BUKAN DAYERI BIASA]: “NOSTALGI(L)A ROMANTIK”'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-_lzwahmmw-w/Tgv6Ie1iCMI/AAAAAAAAAvk/hVJ6AqW2mAw/s72-c/258504_2022681020905_1660352442_1987058_3927700_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-2514877656410929219</id><published>2011-06-29T10:23:00.001+07:00</published><updated>2011-06-29T10:23:30.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persahabatan'/><title type='text'>KUTEMUKAN TULUS...</title><content type='html'>&lt;div class="clearfix"&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg"&gt;by &lt;a href="http://www.facebook.com/norma.ambarwati"&gt;Norma Keisya Avicenna&lt;/a&gt; on Tuesday, June 28, 2011 at 5:29pm&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;"Sebab keyakinan pada-Nya menumbuhkan rasa cinta dan kesetiaan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ku merajut impian&lt;br /&gt;Mereka-reka dengan sesuatu yg sempurna&lt;br /&gt;Aku tahu, kau hampir menemukan kebahagiaan itu&lt;br /&gt;Meski akhirnya aku pun tahu, kau menelan kesedihan hatimu dalam-dalam...&lt;br /&gt;Karna kadang kala kebahagiaan tak berumur panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bola merah raksasa itu sudah condong&lt;br /&gt;Bumi pun mulai temaram&lt;br /&gt;Ada semburat merah membekas di langit barat&lt;br /&gt;Serasa ingin menghidupkan kenangan manis yg dulu pernah singgah&lt;br /&gt;Walaupun akhirnya aku pun tahu kau harus terjebak dalam pusaran kesedihan&lt;br /&gt;Dan (mungkin) juga kau pun tahu, aku tersenyum tapi hatiku menangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, doa itu didengar Tuhan...&lt;br /&gt;Tapi Dia berhak mengabulkan dalam berbagai bentuk&lt;br /&gt;Bisa dalam bentuk yg kita minta&lt;br /&gt;Bisa ditunda...&lt;br /&gt;Atau diganti yg lebih tepat dan terbaik buat kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kutemukan tulus dalam tatapan matamu...&lt;br /&gt;Bersamaan dengan getar hatiku yang meneriakkan kerinduan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setulus jiwaku masih setia mengurai makna&lt;br /&gt;Pada pijakan bait-bait cinta menuju pangkuan ridho-Nya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah tersenyum...&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-2514877656410929219?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/2514877656410929219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=2514877656410929219&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/2514877656410929219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/2514877656410929219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/kutemukan-tulus.html' title='KUTEMUKAN TULUS...'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-329728179216749873</id><published>2011-06-27T11:32:00.001+07:00</published><updated>2011-06-27T11:35:43.696+07:00</updated><title type='text'>JINGGA DI BATAS CAKRAWALA</title><content type='html'>&lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=187114-%E8%87%89%E7%B4%85%E7%B4%85.gif" alt=":blush:" title=":blush:" width="50" height="50" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="clearfix"&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg"&gt;by &lt;a href="http://www.facebook.com/norma.ambarwati"&gt;Norma Keisya Avicenna&lt;/a&gt; on Friday, June 24, 2011 at 4:57pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Senja kembali mendatangiku dengan sapaan penuh cinta. Sapaan terbaik yg baru kali ini jiwaku mampu merasakan kehangatannya. Sapuan terindah yg bertiup bersama angin senja. Saat jingga kembali merona di batas cakrawala. Mengiringi kepak camar yg berarak kembali ke sarangnya. Dalam sayup-sayup ruang rindu yg bersenandung syahdu di dalam kalbu. Meluruhkan segala gundah yg mendera jiwa. Kembali kucoba mengeja aksara demi aksara, mereka-reka sebuah nama. Tapi rangkaian aksaraku itu kembali dibutakan karna aku tak kuasa memilih serta memilah konsonan dan vokal mana yg harus kurangkai. Semuanya masih tampak samar. Seiring sinaran mentari yg merayap dan membias di ufuk barat. Hari ini aku kembali belajar bahwa langit memang menyimpan misteri, seperti halnya hidup. Maka, bersama keremangan senja, aku biarkan nama itu diejakan oleh Yang Maha Kuasa hingga kelak tiba masanya, masa yg TEPAT dan TERBAIK...nama itu kan mengendap, menetap, dan terukir jelas serta terngiang indah dalam istikharah cintaku. Bersinergi dalam kemaslahatan, berpadu asa dalam janji...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, 24 Juni 2011@Istana KYDEN. Note ke-445] &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-329728179216749873?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/329728179216749873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=329728179216749873&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/329728179216749873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/329728179216749873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/jingga-di-batas-cakrawala.html' title='JINGGA DI BATAS CAKRAWALA'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-917169518618184673</id><published>2011-06-27T11:20:00.000+07:00</published><updated>2011-06-27T11:31:26.019+07:00</updated><title type='text'>SUNYI YANG KUMILIKI...SENDIRI</title><content type='html'>&lt;div class="clearfix"&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg"&gt;by &lt;a href="http://www.facebook.com/norma.ambarwati"&gt;Norma Keisya Avicenna&lt;/a&gt; on Thursday, June 23, 2011 at 6:36pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;1. RUANG RENUNG&lt;br /&gt;"Jika kamu ternyata tak kuasa memiliki hatinya, bersabarlah! Bahkan jika kamu pun tak sanggup mengukir namamu di hatinya, tenanglah! Istighfari semua kesalahan! Segala yg menurutmu baik belum tentu baik pula menurut-Nya. Biarlah Sang Pemilik Hati menentukan sendiri hatimu harus dimiliki siapa dan dialah yg nanti berhak menjaga hatimu, jangan sampai tergores bahkan tersayat luka. Maka tersenyumlah! Dan biarkan hatimu tetap bersih..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. "MENGAPA HARUS HITAM?" tanya CINTA&lt;br /&gt;"Cinta selalu mendatangkan hal terbaik dalam hidup. Jikalau warnanya harus berubah menjadi hitam, tak mengapa. Karena sesungguhnya ia terwarnai begitu bukan tanpa makna. Jikalau harus hitam, pasti ada yang harus diperjuangkan. Bagaimana cara hitam agar menjadi putih? Itu yg pernah cinta tanyakan. Semua bermula dari jiwa. Jika kau percaya bahwa setiap yg kotor -jika kau mengartikan hitam itu kotor- itu berproses dalam belajar, begitu pula dengan hati-hati kita. Bukan dalam sekejap mata bisa berubah menjadi putih. Tapi semua itu butuh PROSES dan tentu saja, PROSES MENSYARATKAN WAKTU...&lt;br /&gt;Maka hatiku, hatimu, hati kita... BERHATI-HATILAH!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, ditulis dalam ruangan bersuhu 16 derajat Celcius di ruang ITB GO Bhayangkara ^^. Kubiarkan semuanya "mengalir"...]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-917169518618184673?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/917169518618184673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=917169518618184673&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/917169518618184673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/917169518618184673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/sunyi-yang-kumilikisendiri.html' title='SUNYI YANG KUMILIKI...SENDIRI'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-1610931343332445177</id><published>2011-06-27T11:12:00.000+07:00</published><updated>2011-06-27T11:13:08.333+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/17.gif" alt="gigil" title="gigil" /&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=193305-praise.gif" alt=":inlove:" title=":inlove:" width="50" height="50" /&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=187114-%E8%87%89%E7%B4%85%E7%B4%85.gif" alt=":blush:" title=":blush:" width="50" height="50" /&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/8.gif" alt="love" title="love" /&gt;&lt;br /&gt;lucunya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-1610931343332445177?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/1610931343332445177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=1610931343332445177&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1610931343332445177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1610931343332445177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/lucunya.html' title=''/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-2319382982603401488</id><published>2011-06-27T10:38:00.000+07:00</published><updated>2011-06-27T10:39:31.503+07:00</updated><title type='text'>SERUNYA HARI INI...</title><content type='html'>blogku tambah rame....&lt;br /&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://img148.imageshack.us/img148/3656/ngacirzy5.gif" alt=":ngacir:" title=":ngacir:" width="50" height="50" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-2319382982603401488?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/2319382982603401488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=2319382982603401488&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/2319382982603401488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/2319382982603401488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/serunya-hari-ini.html' title='SERUNYA HARI INI...'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-7518695960885653876</id><published>2011-06-23T09:49:00.000+07:00</published><updated>2011-06-23T09:53:54.564+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persahabatan'/><title type='text'>FILOGENIK: ANTARA AKU, SM*SH, dan SOSIS SO NICE ^^v</title><content type='html'>Rabu, 22 Juni 2011&lt;br /&gt;Pagi yang lebih istimewa karena cuaca tidak sedingin biasanya. Kemarin-kemarin bener-bener mati-matian menjaga mata agar tetep melek pasca Subuh. Pyuuuh… Biasanya aku langsung nyalaian doralepito atau ngambil salah satu koleksi buku di rak. Yang penting beraktivitas biar otak penuh oksigen jadinya gak ngantuk lagi. Hehe. Pagi ini aku menuntaskan 2 buku yang kemarin sempat beli di Bazar Gramedia sama Ayu’-ponakanku tercinta-. Aku merampungkan membaca “Catatan Pernikahan”-nya Mbak Helvy Tiana Rosa disambung dengan buku pengalaman “24 jam Sebelum Menikah” yang ditulis oleh para penulis seperti Kang Taufan E. Prast (ketua FLP Jakarta sekarang. Hehe…); Alm. Mbak Nurul F.Huda, Mas Koko Nata (FLP Depok), dll. Whatz? Hihi…dua buku tentang pengalaman pernikahan semua. Gakpapa ,belajar dari pengalaman orang lain semoga semakin menguatkan azzam dan memperkaya diri. Karena menikah itu tidak sekadar ingin, ya to? Eitz, sudah ah kok jadi mbahas itu? (mendadak merah padam eh merah marun…eh merah bata…eh merah merona maksudnya) ^^v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai kesepakatan kemarin, pagi ini jam 9 Diah Cmut akan menjemputku dan kita akan mbolang bersama. Pas dia datang, kita rapat dulu, mbahas jalur yang harus kita lalui untuk sampai di studio Vecto Versus-nya Mas Alib Isa. Nggelar peta Solo di jok motor. Asli, Nung jadi inget waktu mbolang Semarang-Demak bareng Sulis. Nggelar peta sampai 3x di pinggir jalan raya sampai diliatin orang-orang. Huaaa, jadi kangen mbolang nih! Kangen mbolang di Jakarta juga, saat berbekal peta Jakarta dan peta jalur busway. Ckikik. Jangan ditanya berapa kali nyasar dah…Tapi itulah serunya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha, akhirnya ketemu juga jalurnya dan kita berdua pun berangkat. Di tengah-tengah perjalanan mulai terdengar suara-suara aneh, kata Diah Cmut MIO itemnya itu dah ngluarin suara aneh ‘n sayup-sayup terdengar sejak keberangkatannya tadi. Wah, mungkin dia lagi masuk angin, jadi perutnya kembung ‘n sering buang angin. Merudal gitu istilah kedokterannya. Hihi. Pas di depan Muwardi malah bikin pengendara motor di belakang kita hebring sendiri yang mengira kalau ban sepeda motornya “mbledhug”. (-mesem-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohya, sempat kita menangkap kardus bawaan orang yang ada tulisannya “SM*SH”. Ah, kita jadi tertular virus remphongnya ketua Pelangi nih. Akhir-akhir ini doi semakin sibuk aja ngurus kekerabatan antara SM*SH dan SO NICE. Seperti SMS-nya pagi ini (hm, lihat juga status-statusnya yang menunjukkan ketidakwarasannya): “Setengah tahun sudah pelangi berada. Saatnya karya mulai menunjukkan warnanya. Mari merefleksikannya dengan semakin mempertajam sosis so nice.eh.nganu. maksudnya semangat untuk terus berkarya!”. Gila kan? (gak sah dijawab, tak perlu bertanya lagi kepada rumput yang bergoyang karena tu rumput sudah doi makan. Itu dah cukup jadi bukti…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui perjalanan yang cukup berliku, mendaki gunung-melewati lembah sungai mengalir indah ke samudra, bersama teman berpetualang….kok malah ber-Hatori-ria? Akhirnya dari arah Slamet Riyadhi, melewati Jalan Bhayangkara, dan sampailah di Jalan Veteran. Kita sempat tanya tukang becak. Dari beliau kita dapat info dimana posisi Toko Buku Arofah. Cmut pun mengabari Mas Alib untuk memperjelas jalan ke lokasi, kalau gak ntar malah kesasar. Hihi. Setelah belok kanan-kiri-kanan-kiri. Alhamdulillah, akhirnya bangunan toko itu kelihatan. Markir motor dulu dan akhirnya ketemu juga dengan Mas Alib Isa. Kita disuruh masuk ke studionya. Hm, unik deh, nyempil diantara bangunan toko buku Arofah. ALIB DESIGN. Ngik! Mana tulisan VECTO VERSUS-nya? Kita berdua pun masuk istana kreatif mereka, tempat yang kadang jadi markas orang-orang remphong meronda (baca: Mas Tyo, Kang Sofa, Mas Aslam mungkin?hehe). Langsung deh, mengamati keadaan ruangan. Ada bungkus permen berserakan (haha), ada meja baru warna “kuning”, paling asyik waktu liat deretan beberapa buku yang dipajang. ‘n liat beberapa hasil kreativitas Mas Alib. Bagus banget! Nung dulu sempat memimpikan menjadi seorang design grafis yang canggih gitu. Tapi sampai sekarang karena mungkin gak fokus, bisa Corel cuma setengah-setengah, bisa Photoshop juga setengah-setengah, bisa Flash juga cuma seperempat. Hihihi, apalagi sekarang temen-temen mereka semakin menjamur saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan kita sih ngambil formulir NIBIRU yang dibikin Mas Tyo. Rencana Nung sih juga pengin ngambil PIN. Tapi ternyata pinnya dibawa Mas Tyo. Huaaa….dasar!!! hm, asyik…dapat teh botol gratis. Seger euy! Eh, ada si kartun “Nunu”. Hihi. Ooo…orangnya itu tho? Setelah sekian hari berinteraksi di dunia maya, akhirnya ketemu juga di dunia nyata. Bener-bener kayak kartun!!! Oops, alamaaak… keceplosan…^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan selanjutnya, kita diselundupkan Mas Alib ke Toko Buku Arofah. Bagaimana ceritanya? Kita masuk melalui sebuah pintu yang menjadi pembatas sekaligus penghubung antara ruangan di toko buku dengan ruang kerjanya Mas Alib. Hihi. Pas mau masuk lewat pintu itu Nung jadi berimajinasi sedang make “pintu kemana sajanya” Kaizenemon. Kalau punya Doraemon kan warnanya pink, kalau punya Kaizenemon lebih unik donk. Ada tulisan “TARIK” dan “DORONG” nya. Masuk deh aku sambil ngikik karena imajinasi itu. Dan sampailah kita pada dimensi penuh buku. Ah, jadi mbayangke kalau kelak punya rumah sendiri dan penuh dengan buku. Uhuyy…betapa seru dan bahagianya…^^v. mulai lagi deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar setengah jam, aku dan Cmut muter-muter di situ. Nyomot buku, dibaca bagian cover belakangnya, tyuz dibalikin lagi ke tempat semula. Ada buku yang sebenarnya bikin aku jatuh cinta. Tapi berhubung gak bawa duit jadi ngilernya ditahan dulu eh kepenginnya ditunda dulu. Ntar pas pameran (Muslim Fair) moga-moga tu buku ada ‘n dijual dengan harga yang lebih murah. Aamiin. Jam 11 an, kita keluar lagi melewati “pintu ajaib” itu dan mendapati dua onggok eh dua butir ups salah lagi, dua orang makhluk ajaib itu tengah asyik di depan computer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, sudah ada sebuah komik 1001 malam yang bikin Nung ngakak guling-guling sampai nangis-nangis. Hihi. Asli, lucu banget!!! Akhirnya, Nung merelakan ketawanya bersambung biar tu buku dibawa mbolang ke Bandung dulu sama Diah Cmut. Hm, aku gak nanggung lho, Mut kalau kamu nanti ketawa-tawa di kereta sampai berglundung-glundung ria dari satu gerbong ke gerbong yang lain. Setelah dipuas-puasin di studio itu, kita pun berpamitan (kok gak dibawain oleh-oleh sih? Buat temen pulang. ^^). Ni tamune malah ugal-ugalan. Yadah Mas Alib, ‘n si kartun Nunu kapan-kapan tak oleh-olehi permen cecak berikut cecaknya yea. Kan lucu tuh… daripada nyasar, kita pun dikawal Mas Isa sampai daerah tanggul. Terima kasih ya, Mas! Adegan selanjutnya ponakanku tercinta telpun. Huaaa…dia mewek karena aku lupa ngajak dia ke studionya Mas Alib. Sorrydorrymorrystrobery, ya ponakan! Kapan-kapan kita ngrampok bersama lagi deh…Cup cup cup, Ajinomoto! ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan MIO hitam Diah Cmut masih mengeluarkan rudal-rudal ringannya…endingnya, sampai kost ada brownies kukus Amanda dah nangkring di depan kamarku. Wow, surprise!!! Hm, tu browniez dari seorang sahabat MITI-M (anak Surabaya) yang dulu pernah nginep di kost ‘n hari ini kebetulan ada keperluan dengan birokrasi UNS pluz menyempatkan mampir. Huaaa…tapi gak bisa ketemu aku! Jazakumullahu khairan katsiran ya ukh…tahu aja kalau Nung demen banget ma kue brownies. Adegan selanjutnya disensor saja ya, gak tega liat kalian pada “ngecez”. Sumpah, brownies-nya enak banget! Hihihi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Siang ini Nung kembali mengajar di Ganesha Operation, tepatnya di GO Mawar yang sebelumya diagendakan di unit baru di GO Bhayangkara. Pindah tempat, tapi gakpapa malah lebih dekat… Uhuyy, ngajar kelas 4 SD yang baru aja naik ke kelas 5. Ada 6 siswa kala itu. Sip, benar-benar menikmati “Pekan Liburan Cerdas” di GO. Materi hari ini Matematika dan IPS. Gak butuh waktu lama untuk Nung mengenal mereka, hafal namanya, mencoba mengawasi tingkah lakunya, dan mengetahui sejauh mana kemampuan mereka menguasai mapel yang diajarkan. Setengah jam pertama mengerjakan, setengah jam selanjutnya kita koreksi dan bahas bersama kemudian pending istirahat selama 15’. Suasana kelas belum terlalu cair, maklum baru tahap awal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesi kedua saat pelajaran IPS dan mereka telah menyelesaikan pengerjaan soalnya, sebelum masuk pembahasan aku kasih “BREAK” dulu. Mulai dari tebak-tebakan garing kayak: “Truk apa yang bisa terbang?” (hayo, jawabannya apa coba?); permainan andalanku yang bikin aku dapat julukan “Bu Tung Srung” sama anak-anak 6 SDR1 dulu (yupz, permainan jari untuk mengasah konsentrasi “Tung-Tung Srung”), “sambung kata”, sampai akhirnya “tebak gaya” (berhubung masih pengenalan break, biasanya salah satu murid bergaya dan gurunya ngasih “clue” teman-teman yang lain menebak tapi berhubung baru awalan akhirnya aku deh yang bergaya.ckikikik…”kue srabi”, “batik Solo”, “belanja di SGM”, “kantong ajaib Doraemon”, “Harry Potter”, “wayang”, haha…ngikikgulingguling deh…). Setelah cukup fresh ‘n puas mainnya, kita kembali fokus di materi. Kelas rame lagi saat aku ngasih “THE KING” yang lucu-lucu bagi mereka. Benar-benar kelas yang hidup! Dan semoga mereka bisa mencerna materi hari ini dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu lagi saat ada yang manggil aku “Bu Norman”, ah seperti mengulang lagi kenangan masa lalu. Hihi, aduh dik…gak pake N yha! Ntar malah joget India “chaiyya chaiyya” bisa berabe ntar…(ketawaaa maning!). Hm, kok belum bel tanda usai ya? Padahal jam di kelas dah menunjukkan kelas harus diakhiri. Yadah, sebelum pulang akhirnya aku kasih tebakan biar mereka mikir. Hihi…tebakan yang bikin remphong semua…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NM: “Tahu iklannya SM*SH yang sosis so nice kan?”&lt;br /&gt;(semua menjawab serempak: “Tahuuu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NM: “Nah, menurut kalian SM*SH itu beneran suka sosis so nice gak sih? Ayo, satu per satu njawab ‘n ngasih alasannya!” (sumpah, aku pengin ngikikglundungglundung. Siapa lagi yang patut disalahkan kalau bukan si sosis!!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamila, Agi, Laura, dan Ajeng kompak dengan jawaban dan alasan yang hampir sama: “Gak suka, Bu. Karena itu cuma akting dan iklan, jadi pura-pura aja. Kan makannya juga cuma ujungnya doang. Sapa tahu abiz itu muntah-muntah atau gak diabizin” (jawaban dari mereka yang bisa aku simpulkan. Bagus-bagus…cerdas!hihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jawab Dyva lebih keren lagi: “SM*SH suka so nice, bu! Alasannya: kan mereka juga suka nyanyi sosis…wowowo..sosis…” (ngik! Itu kan lagunya Sule…hadeuh…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jawabannya Yuda: “Suka, Bu! Kan elo-gue-end!!!” (sambil niru gaya Sule). Hadeuh…lucu-lucu banget deh! Yah, kesimpulannya antara SM*SH, SOSIS SO NICE , bahkan SULE mempunyai hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Menurut ilmu Biologi yang pernah Nung pelajari genotip dan lingkungan bisa mempengaruhi fenotip…(lho? Maksudnya? Pokonya gitu deh, kalau gak percaya berarti elo-gue-END!) : )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kelas pun berakhir. Keluar GO mereka masih senyam-senyum sendiri, menyapa Nung dengan panggilan yang benar, say “good bye”, tersenyum, dan semoga apa yang terjadi di kelas tadi punya tempat tersendiri di hati-hati mereka. Heuheuheu…senja yang sangat indah! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring ingatanku melayang pada tulisan Mbak Helvy Tiana Rosa dalam bukunya di bagian “CINTA SEJATI ITU, ANAKKU”:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Jika kau mencintai seseorang, kau akan menaruhnya di tempat paling nyaman di hatimu, hingga setiap kali menatap matamu, ia temukan dirinya berpijar di sana. Kau tak akan pernah lelah belajar mengenali diri dan jiwanya hingga ke sumsum tulang. Hidupmu penuh gairah, tak abai sekejap pun atas keberadaannya. Maka sampailah kau pada keputusan itu: kau akan setia pada tiap nafas, getar, gerak saat bersamanya hingga nyawa berpamitan untuk selamanya pada jasadmu. Bahkan kau masih berharap semua tak akan pernah tamat. Kau mendambakan hari di mana kau dan dia kelak dibangkitkan kembali sebagai pasangan, yang terus bergandengan tangan melintasi jalan-jalan asmara di taman surga-Nya…Itulah CINTA SEJATI, anakku…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perjalanan pulang senja ini aku kembali memaknai rangkaian aksara itu. Ya Rabb…terima kasih untuk hari ini…hari di mana aku belajar kembali mengurai makna sebuah cinta sejati…(dengan berbagai versi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, 23 Juni 2011. Aksara-aksara ini belajar mendokumentasikan hidupku dan belajar mengambil hikmah dalam hari-hariku. Teruslah BERMETAMORFOSA, aksaraku!]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-7518695960885653876?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/7518695960885653876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=7518695960885653876&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/7518695960885653876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/7518695960885653876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/filogenik-antara-aku-smsh-dan-sosis-so.html' title='FILOGENIK: ANTARA AKU, SM*SH, dan SOSIS SO NICE ^^v'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-3543397650994211419</id><published>2011-06-23T09:43:00.000+07:00</published><updated>2011-06-23T09:48:39.507+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><title type='text'>Prolog: mengintip pesan Allah</title><content type='html'>by Niko Amroe on Sunday, May 15, 2011 at 6:25pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan yg tak bisa kulupakan dalam episode hidup kali ini. Betapa tidak, semua berjalan tanpa bisa terfikir logika dan perhitungan matematis. Ya itulah namanya takdir. Ditengah riuknya ibukota yang padat akan manusia dan kendaraan, kucoba mencicil satu per satu untaian narasi yang coba kubuat dan ternyata telah ada yang membuatnya. Terkesan lucu, tapi tidak pantas kumenyebutnya lucu, bagaimana tidak? Lauhul mahfuz tlah mendokumentasikannya,sebuah narasi makhluk Allah dari episode demi episode. Namun, ada beberapa lembar yang bisa menjadi catatan khusus dari Sang Khalik. Catatan itu berjudul, takdir sughro. Ada peluang-peluang yg diberikan Allah dalam bentuk ihtiar,doa dan tawakal. Bagaimana Allah menilai perilaku hambaNya dalam menghadapi ujian demi ujian. Kaidahnya adalah "innalillahi wa inna illaihi raaji'uun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mana sang hamba ini bisa memaknai tidak hanya dalam kajian aksara, namun terbukti dalam aksi nyata dari jejak demi jejak kisah hidup yang dialaminya. Perjalanan demi perjalanan, memiliki benang merah yang sarat akan 'nilai Illahiyah'. "Dan nikmat Tuhan manakah yg kamu dustakan?" Begitu Allah berfirman yg tlah mengisyaratkan sebuah pesan kepada hambaNya. Namun, sekali lagi memang makhluk yg bernama manusia ini tak seperti malaikat. Ia diberi nafsu, yg karnanya pula manusia bisa keluar dari koridor janjinya kepada Allah saat di 'langit'. Nafsu ini bisa membelenggu&amp;menutup sang komandan bernama 'hati' untuk menerima nilai Illahiyah dalam hidupnya. Benang merah itu terdapat pada hikmah dari setiap jejak langkah. Karna tapak tilas ini menjadi rumus&amp;pedoman bagi jejak langkah berikutnya. Sekali lagi, konsep ini hanya bisa dihayati jikalau anda bisa memahami makna "innalillahi wa inna illaihi raaji'uun",yg singkatnya berarti manusia harus senantiasa melibatkan Allah dalam setiap urusannya,karna sesungguhnya semua milik Allah dan kembali lagi kpd Allah. Setiap peran yang dimainkan saat ini, sesungguhnya sarat akan petunjuk bagi peran-peran kita di medan laga berikutnya."Allah tidak akan membebani hambaNya diuar kemampuannya", demikian Allah berpesan kembali kepada manusia. Jangan patah arang,hai kawan yg mengalami ujian hidup berat. Yuk qt berhusnuzon bahwa, kita dianggap kuat sama Allah. Sebuah prestasi kan?Apa hubunganya dengan peran dalm panggung kehidupan? Setiap peran yang dimainkan, akan mendapat ujian dari Allah, kuat atau tidak? Masih beriman atau tidak? Putus asa atau tidak?Dalam setiap kelokannya, sarat akan hikmah,hikmah itu menjadi kunci bagi peran-peran kita selanjutnya. Coba renungkan kawan? Benar kan? Pada akhir prolog ini, terkhusus bagi aktivis,khusus lagi ADK,khusus lagi ABG(aktivis baru ghiroh)...jangan patah arang dengan ujian-ujian yang menghadang. Hadapi dengan kesabaran, dan libatkan Allah dalam setiap urusan. Masih yakin dengan Firman "Intanshurullaha wa yanshuruh" kan? Allah punya cara sendiri dalam mencintai hambaNya. Dan Allah punya banyak rahasia di balik ujian-ujian hidup ini. Salam dahsyat!...Karna kita adalah makhluk dahsyat#Niko Amroe, dalam preview "Sketsa untuk Para Pembela"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-3543397650994211419?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/3543397650994211419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=3543397650994211419&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3543397650994211419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3543397650994211419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/prolog-mengintip-pesan-allah.html' title='Prolog: mengintip pesan Allah'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-5392222860442473043</id><published>2011-06-20T11:22:00.001+07:00</published><updated>2011-06-20T11:22:49.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><title type='text'>Rasa adalah Kita</title><content type='html'>by Bambang Trim on Monday, June 20, 2011 at 7:32am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kata ada rasa. Setiap hidangan ada rasa. Setiap peristiwa ada rasa. Setiap cinta ada rasa. Dan setiap kita yang hidup adalah untuk merasa. Setiap hari kita ditakdirkan untuk bergelut dengan rasa: sedih, amarah, rindu, dendam, semangat, haru, lucu, takut, gembira, berharap, atau berdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita bisa menghilangkan rasa? Rasa-rasanya mustahil adanya. Astrid melagukan Tentang Rasa dengan anggun dan romantis. D'masiv melagukan rasa Jangan Menyerah dengan haru, namun bersemangat. Semua kita tidak dapat menghindar dari rasa karena rasa membuat kita hidup dengan segala problema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancaindra adalah karunia Yang Mahakuasa untuk merasa.... Dia tidak membutakan kita terhadap warna dan laku manusia. Dia tidak menulikan kita terhadap irama, sekaligus penghinaan dan umpatan manusia. Dia tidak menutup jalan nafas kita dan harumnya aroma bunga-bunga atau parfum buatan manusia. Dia tidak mengelukan lidah kita dari nikmatnya rasa dan hidangan kreasi manusia. Dia tidak mengebaskan kulit kita dari rasa gerah atau rasa dingin yang membeku. Dia membuat kita seutuhnya menjadi manusia yang bisa merasa, termasuk merasa sesama. Karena itu, Dia pun menyelipkan qolbu sebagai perasa dari segala perasa yang berubah menjadi perasaan (feeling).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tidak dapat menghilangkan rasa, ia hanya dapat mengendalikan rasa. Namun, terkadang rasa terasa membelenggu jiwa sehingga hati dan pikiran tidak bekerja sempurna. Kebanyakan rasa menitipkan ketakutan pada kita: takut kehilangan, takut kesalahan, takut keburukan, sehingga menjadi waswas menimpa jiwa. Maka ketika merasa baiknya selaras diiringi dengan berserah diri pada Yang Mahakuasa; tuk keluar dari ketakutan diakibatkan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:: Kita kan selalu merasa... tak mungkin menghilangkannya. Cinta adalah rasa, tak mungkin membinasakannya karena akan mengundang kedzaliman-kedzaliman baru di muka bumi ini. Rasa adalah kita....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat pagi, sahabat-sahabatku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: catatan kepagian Bambang Trim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-5392222860442473043?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/5392222860442473043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=5392222860442473043&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/5392222860442473043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/5392222860442473043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/rasa-adalah-kita.html' title='Rasa adalah Kita'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-2171003430459618007</id><published>2011-06-20T10:51:00.000+07:00</published><updated>2011-06-20T11:00:40.137+07:00</updated><title type='text'>Sekelumit 'a Life Less Ordinary'</title><content type='html'>by Dreamyhollic Santi on Sunday, June 19, 2011 at 8:00pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Memoar seorang Baby Halder)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku akan memberimu pekerjaan menulis dan membaca. Apa kamu sudah membuat kemajuan? Akan lebih baik untukmu kalau fokus pada hal itu. Jadi waktumu akan terpakai lebih baik. Suatu hari, ini akan berguna. Kamu tidak perlu melakukan hal lain, yang penting adalah fokus dalam kegiatan menulis dan membacamu. Tak perlu demikian gegabah. Sementara ini biarkan semua seperti adanya. Kemudian, berpikirlah bagaimana tulisanmu menimbulkan kegembiraan pada teman-temanku yang sudah membacanya.” (Nasehat Dr. Praboth Kumar kepada Baby Halder)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah hidup seorang Baby Halder memang bisa dibilang ‘tidak biasa’. Dan saya malah menyebutnya sangat luar biasa! Sedari kecil ia sudah ditinggalkan oleh ibunya, pergi tanpa pamit entah kemana karena frustasi dengan kelakuan ayahnya yang ringan tangan dan jarang pulang ke rumah. Dia harus menjalani hidup dengan ketiga saudaranya tanpa kasih sayang seorang ibu dan harus menerima perlakuan ayahnya yang kasar setiap hari. Kalau saya bilang, ayahnya ini memiliki kepribadian ganda. Sekali waktu ia bisa sangat sayang dan peduli, sekali waktu ia bisa marah-marah, memaki dan memukul anak-anaknya. Keadaan menjadi semakin buruk saat ayahnya harus menikah lagi, dan ibu tirinya juga memperlakukannya tidak jauh lebih baik. Dan yang lebih mengenaskan lagi, Baby dipaksa menikah ketika usianya baru 13 tahun dengan seseorang yang tidak jelas. Masa dimana seharusnya dia habiskan untuk bermain dan belajar. Tapi dia tidak bisa berkelit dari kungkungan tradisi yang melingkupinya. Masa remajanya terenggut begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan Baby mencapai puncaknya ketika ia memiliki anak tak berapa lama setelah ia menikah dan mendapati bahwa kelakuan suaminya ternyata tidak jauh berbeda dengan ayahnya. Ia kasar, tidak pedulian, suka memaki dan memukul. Tapi Baby berusaha tegar menjalani itu semua demi anaknya. Suaminya juga tidak memberi Baby dan anaknya nafkah yang layak. Hal itu terus berlanjut sampai Baby memiliki tiga orang anak. Dia bekerja kesana-kemari, apapun pekerjaan yang bisa ia lakukan, dari satu pintu rumah ke pintu rumah yang lain. Dia ingin tetap memberikan pendidikan yang baik untuk anak-anaknya, meskipun tanpa belas kasih suaminyanya sendiri, ayah dari anak-anaknya yang seharusnya itu menjadi tanggung jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah penderitaan batin dan fisik yang dia alami, Baby masih mencoba bertahan dengan keadaan itu. Tapi yang namanya manusia biasa, pasti punya titik kesabaran maksimal ketika dihadapkan pada keadaan yang memprihatinkan secara terus-menerus. Iapun lelah dan sampai pada keputusan bahwa ia harus bisa keluar dari situasi buruk itu. Dalam keadaan gundah, ia bersama ketiga anaknya pergi begitu saja meninggalkan suami dan kampung halamannya menuju ibu kota (New Delhi) untuk mengadu nasib. Sebuah perjalanan yang sulit, mengingat Baby belum pernah bepergian jauh sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata penderitaan Baby belum berhenti sampai disitu. Di New Delhi, ia harus berjalan dari satu pintu rumah ke pintu rumah yang lain demi mendapatkan pekerjaan. Ketika ia sudah mendapatkan pekerjaan, kadang majikannya tidak memberikan gajinya. Belum lagi kalau majikannya berlaku kasar, membentak-bentak, memaki dan memukulnya. Tapi sekali lagi, Baby bisa bertahan dengan situasi sulit itu. Karena kerap mendapatkan perlakuan kasar seperti itu, maka Baby diam-diam berusaha mendapatkan pekerjaan di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama bertahan pada situasi buruk itu, akhirnya garis nasib membawa Baby pada seorang majikan yang bernama Dr. Prabodh Kumar. Ia berbeda dengan majikan-majikan Baby sebelumnya. Ia baik hati, ramah dan memperbolehkan Baby dan ketiga anaknya untuk tinggal bersama di rumanhya. Bahkan  anak-anak Baby juga diperbolehkan sekolah. Suatu hari, ketika sedang membersihkan rak buku majikannya, Baby tidak sengaja membaca beberapa diantaranya. Lama-lama, hal itu secara tidak sadar menjadi kebiasaannya. Sampai suatu ketika, kebiasaan itu diketahui oleh majikannya. Marahkah majikannya? Ternyata tidak! Justru ia mendorong Baby untuk terus membaca, meskipun Baby merasa malu karena kadang ia kesulitan membaca dan memahami beberapa kata atau istilah asing (Baby hanya sempat mengenyam pendidikan sekolah sampai kelas enam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari majikannya memberikan Baby buku tulis dan pena untuk menuliskan kisah hidupnya. Apapun boleh dituliskannya, sejak ia masih bisa mengingat.  Begitulah hari-hari Baby selanjutnya, disela-sela mengerjakan pekerjaan rumah tangga, ia menyempatkan membaca dan menulis walaupun sedikit. Sedikit-sedikit, lama-lama, akhirnya tulisan itu membentuk suatu rangkaian kisah kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majikannya kemudian mengirimkan tulisan tersebut kepada temannya yang seorang editor. Sambutan positif diterima atas tulisan-tulisan Baby yang sederhana dan menyentuh.  Bahkan tulisan Baby dipuji menyerupai tulisan Anne Frank’s Diary. Anne Frank adalah seorang gadis jerman yang masih berusia 13 tahun saat ia menuliskan catatan hariannya. Ia mulai menulis dari bulan Juli tahun 1942 sampai Agustus 1944 di tempat persembunyian yang berada di bawah tanah. Catatan harian Anne Frank ini menjadi saksi bisu sejarah kesengsaraan kaum Yahudi atas keganasan Nazi di Jerman. Catatan harian itu telah diterbitkan dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa didunia, dan pernah menduduki posisi best seller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan-tulisan Babypun dimuat di sebuah majalah di India, sebelum akhirnya diterbitkan menjadi sebuah buku. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan seorang Baby sebelumnya, mengingat ia hanya seorang pembantu rumah tangga dan tidak pernah menamatkan sekolahnya.  Buku dengan judul Asli  ‘Aalo Aandhari’ yang berarti ‘Dari Gelap Kepada Terang’ itupun menduduki posisi best seller di India dan sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. And finally.. she’s not an ordinary people!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidup seorang Baby Halder menyadarkan kita bahwa Allah telah menyiapkan rencana yang indah untuk kita, tergantung bagaimana kita menjemputnya. Apakah kita mudah menyerah pada nasib atau pantang menyerah, menjalani setiap kemungkinan dan kesempatan yang ada demi masa depan yang lebih baik? Ah, seharusnya kita lebih bersyukur, setidaknya kita memiliki kesempatan belajar yang lebih dan tidak berada dibawah tekanan. Tapi, apakah dengan kesempatan yang lebih itu, kita mampu mencontohnya? Kadang.. kesuksesan yang luar biasa itu akan diawali dengan kesulitan yang luar biasa pula! Semangat membaca dan menulis!!! :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-2171003430459618007?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/2171003430459618007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=2171003430459618007&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/2171003430459618007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/2171003430459618007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/sekelumit-life-less-ordinary.html' title='Sekelumit &apos;a Life Less Ordinary&apos;'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-1245043070967866077</id><published>2011-06-20T10:49:00.001+07:00</published><updated>2011-06-20T10:49:47.126+07:00</updated><title type='text'>Babe dan Gethuk Goreng 500 Rupiah</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Friday, June 17, 2011 at 6:56pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari percakapanku dengan Babe senja tadi...&lt;br /&gt;Nung: "Be, gethuk goreng yg enak itu beliny dimana tow?"&lt;br /&gt;Babe: "Giriwono. Ntar biz maghrib beli yuk. Dingin2 gini enakny makan gethuk goreng sambil ngeteh..."&lt;br /&gt;Nung: "Asyik...Ok deh!"&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Hari ini Babe emang agak pusing, kurang enak badan gitu. Tadi Babe juga cerita kalau posyandu lansia di RT cukup seru. Hehe. Senam gtu deh. Berdasarkan cerita dari para tetangga, kalo ad Babe agenda posyandu jd makin seru. Pasti ngocol abiz. Ngik! Babe mang humoris 'n jago ngelawak. Pernah dulu jadi juara 3 se-Kabupaten. Wkwkwk. Kejadian lucu pagi ini jg ada. Babe berpose lucu bersama ayam kate kesayangannya. Mas Dhody yg jadi juru fotonya. Ahh, Babe...^^v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sehabis maghrib tadi aku pun mbonceng Babe dng HONDA GL-PRO kesayangannya dan kita pun membelah malam kota Wonogiri menuju daerah Joho, Giriwono. Satu lagi hal yg paling kusuka, menikmati malam, jalan-jalan keliling kota bareng Babe. Nyenengkeh deh! Hm, akhirny smp juga di lokasi. Sebuah tenda kecil bertuliskan "GETHUK GORENG MBAH CIPTADI". Pemandangan pertama yg bisa kurekam...seorang wanita paruh baya yg sedang menggoreng tempe menggunakan kayu sbg bahan bakar perapiannya. Kmdn mendekatlah laki2 paruh baya (mgkn suaminy) melayani pesanan Babe. Dua sosok itu sudah mengenal Babe. Mungkin krn Babe sudah sering membeli gethuk goreng karya mereka. Senyuman yg begitu tulus, wajah2 yg ramah meski tergerus usia, namun aku turut merasakan nafas2 perjuangan mereka. Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, gethuk goreng yg penuh inspirasi...dan tanpa terasa sudah gethuk yg ke-3 berhasil kunikmati!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-1245043070967866077?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/1245043070967866077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=1245043070967866077&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1245043070967866077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1245043070967866077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/babe-dan-gethuk-goreng-500-rupiah.html' title='Babe dan Gethuk Goreng 500 Rupiah'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-1549123340076961242</id><published>2011-06-20T10:48:00.000+07:00</published><updated>2011-06-20T10:49:06.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspiration'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Menikmati Senja di Istana KYDEN</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Friday, June 17, 2011 at 5:32pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya aku berhasil menemukan tempat favorit baru untuk menikmati senja ketika aku berada di rumah. Semenjak teras rumah bagian utara "dipangkas" dan istana KYDEN beralih menghadap barat, aku seolah kehilangan tempat "nongkrong" favoritku masa2 SMA dulu. Biasanya kalo hari menjelang sore (jika sedang tidak les) aku gunakan tempat itu untuk menulis puisi atau belajar memetik gitar. Hm, jd bernostalgia nie. Tp itu dulu. Sekarang semuany sudah berubah. Istana KYDEN sudah tdk punya halaman seluas dulu, renovasiny pun blm 100% selesai. Tp 1 yg tidak hilang, istana ini tetap asri. Seperti kali ini... Aku duduk sendiri di "kursi malas" nya Babe yg terbuat dr bambu. Berada diantara bunga2 kamboja, anthurium, sansiviera, talok, petai cina, dan msh banyak lagi...aku benar2 menikmati nuansa sore ini. Tentu saja sambil menatap senja yg mulai meranum di ufuk barat. Terdengar suara orang mengaji pertanda sebentar lg adzan maghrib akan berkumandang. Ah, aku bnar2 merasakan kedamaian yg luar biasa...seiring dng hembusan sang bayu dan suara2 angsa yg bersahutan tak jauh dari tempatku duduk menikmati suasana senja kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ya Rabb atas segala keagungan-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dan Babe pun menemani keasyikanku di senja ini, duduk bercerita bnyak hal di sebelahku. I LOVE U,BE...*hm, ibuk blm pulang dr Solo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-1549123340076961242?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/1549123340076961242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=1549123340076961242&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1549123340076961242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1549123340076961242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/menikmati-senja-di-istana-kyden.html' title='Menikmati Senja di Istana KYDEN'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-3354350821475494619</id><published>2011-06-20T10:47:00.003+07:00</published><updated>2011-06-20T10:48:45.270+07:00</updated><title type='text'>(tak akan) MENIHILKAN JERIH PAYAHMU...(tak akan!!!)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-7AWeBsS7IVM/Tf7DB3IzxqI/AAAAAAAAAvc/nIYxaZKoyG0/s1600/Painting_A_Rainbow_freecomputerdesktopwallpaper_p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-7AWeBsS7IVM/Tf7DB3IzxqI/AAAAAAAAAvc/nIYxaZKoyG0/s400/Painting_A_Rainbow_freecomputerdesktopwallpaper_p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620143821753140898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Thursday, June 16, 2011 at 3:22pm&lt;br /&gt;Kembali menikmati perjalanan. Mengedarkan pandangan berkeliling. Dng romansa dan nuansa yg tentu saja berbeda. Namun, ada satu hal yg sama. Aku masih berteman dng sebuah benda tak bernyawa, namun ia punya daya hingga mampu memperkaya jiwa. Benda yg masih setia menjadi teman perjalanan. Hingga aku tak lg merasa sendirian, hm...BUKU!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini aku tengah mencoba "mengikat makna" 2 buku karya seorang penulis favoritku, Gol A Gong!&lt;br /&gt;Yupz, td pagi ak berhasil menuntaskan jalan cerita Balada Si Roy #1 yg brjudul: "JOE". Kuresapi betul bagaimana Mas Gol A Gong meramu aksarany hingga menjadi cerita yg tertata apik. Ya, aku berusaha belajar dan mempelajari bgmana penulis favoritku itu MENULIS! Aku mencoba mencatat kata2 yg bagiku unik dan menarik. Pluz ketika nanti smp drumah ak akan menuliskan kembali segala hal yg ingin kutulis tentang serial itu. Sdang buku yg ke2 brjudul "AKU SEORANG KAPITEN". Buku pemberian Anggit. Sbg bonus saat ku membeli buku "MENGARANG ITU GAMPANG" ny Mas Arswendo. Ah, dia sangat tahu kalo aku penggemar berat Mas Gola 'n Mbk Tias Tatanka. Hehe. Terima ksh, Anggit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tentang menulis, sampai detik ini pun aku masih terus belajar,belajar,dan belajar. Mencoba mengasahny setiap hari dgn menulis hal2 kecil, hal2 yg menurutku sangat sederhana. Sekedar menulis catatan harian atau membuat puisi yg sesuai dgn isi hati. Setidaknya menulis untk mendokumentasikan hidup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksara2 ini akan terus bermetamorfosa dan biarkan tulusku mencintaimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(aku masih menanti sang waktu menepati janjinya.dan aku tak akan menihilkan jerih payahmu,aksara2ku...maka, BERJUANGLAH!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, 16 Juli 2011. Sembari menikmati perjalanan pulang bersama sebuah bus yg kan membawaku kembali ke tanah lahirku...]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-3354350821475494619?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/3354350821475494619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=3354350821475494619&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3354350821475494619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3354350821475494619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/tak-akan-menihilkan-jerih-payahmutak.html' title='(tak akan) MENIHILKAN JERIH PAYAHMU...(tak akan!!!)'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7AWeBsS7IVM/Tf7DB3IzxqI/AAAAAAAAAvc/nIYxaZKoyG0/s72-c/Painting_A_Rainbow_freecomputerdesktopwallpaper_p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-95158986327941708</id><published>2011-06-20T10:46:00.002+07:00</published><updated>2011-06-20T10:47:35.666+07:00</updated><title type='text'>MENGEJA PURNAMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-dpWxoxJR3rM/Tf7Cw-ab5iI/AAAAAAAAAvU/TYsy6t4Ypcc/s1600/libra-full-moon-2011.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-dpWxoxJR3rM/Tf7Cw-ab5iI/AAAAAAAAAvU/TYsy6t4Ypcc/s400/libra-full-moon-2011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620143531648345634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Wednesday, June 15, 2011 at 7:51pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kudengar desau angin mendawaikan kerinduan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di nada malam tak berirama…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening kunikmati purnama malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat jiwaku masih lugu mendambakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengukir kenangan di bawah sinarnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purnama yang menggigil di kelam malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala jiwa kita bercakap di atap mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sang waktu membawanya pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring terik mentari esok pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hapuskan nyanyian duka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski air mata terus mengalir di sepanjang sungai kenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat pertanyaan itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebesar apa harap terucap?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, bersama kita menggapai langit-langit khayal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba memintal nama-nama terbaik di rasi imaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski aku dan kamu saling terasing…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, dalam keheningan malam bermandikan cahaya purnam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-95158986327941708?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/95158986327941708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=95158986327941708&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/95158986327941708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/95158986327941708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/mengeja-purnama.html' title='MENGEJA PURNAMA'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-dpWxoxJR3rM/Tf7Cw-ab5iI/AAAAAAAAAvU/TYsy6t4Ypcc/s72-c/libra-full-moon-2011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-6799639425044055557</id><published>2011-06-20T10:41:00.002+07:00</published><updated>2011-06-20T10:46:54.589+07:00</updated><title type='text'>AKU MENUNGGUMU DI GARIS FINISH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--TWuwxojjXE/Tf7BwwM35wI/AAAAAAAAAvM/3eMOFt8v1_8/s1600/jogsem.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 331px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--TWuwxojjXE/Tf7BwwM35wI/AAAAAAAAAvM/3eMOFt8v1_8/s400/jogsem.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620142428321736450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Wednesday, June 15, 2011 at 9:06am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang mentari semakin tampak bersinar sempurna...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan inginku melangkahkan kembali semangat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengeja asa sampai kan nanti tiba masanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena yakinku, segala sesuatu itu telah diletakkan pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih menaruh mimpi-mimpi itu di ketinggian langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, aku akan selalu mendongakkan kepala ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OPTIMIS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halny tatkala bermain layang-layang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku belum pernah melihat bocah-bocah kecil itu bermain dgn kepala menunduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, "berapa kali jatuh pun, aku siap untuk bangkit lagi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kali, dua kali,...aku tak ingin ketidakberhasilan itu berulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan melati-melati itu tetap kuncup,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga tiba masanya ia kan mekar mewangi dlm hati-hati insan perindu cinta sejati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka,kukatakan: "aku tunggu jiwa terbaikmu di garis finish! Itulah jiwa para pemenang!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, untuk diriku dan bagian jiwaku yg lain]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-6799639425044055557?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/6799639425044055557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=6799639425044055557&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/6799639425044055557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/6799639425044055557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/aku-menunggumu-di-garis-finish.html' title='AKU MENUNGGUMU DI GARIS FINISH'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--TWuwxojjXE/Tf7BwwM35wI/AAAAAAAAAvM/3eMOFt8v1_8/s72-c/jogsem.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-3165829338636591487</id><published>2011-06-20T10:40:00.002+07:00</published><updated>2011-06-20T10:41:20.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>KYDEN, ISTANA 5 CINTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-hRnkWT9qS1I/Tf7BTgNWU0I/AAAAAAAAAvE/7e7J9YHyrws/s1600/KYDEN%2Bdi%2Bjogja.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-hRnkWT9qS1I/Tf7BTgNWU0I/AAAAAAAAAvE/7e7J9YHyrws/s400/KYDEN%2Bdi%2Bjogja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620141925812556610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Friday, June 10, 2011 at 12:28pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di naungan sebuah atap yang tak harus selalu megah dan mewah, tak akan ada kehangatan bila selimut cinta kasih tak terpatri indah menyelimuti para jiwa sang penghuni. Dari saling menghormati dan menghargai antara para penghuni, akan muncul sebuah keharmonisan yang berbuah kehangatan. Ya…tak akan ada perdebatan yang tiada arti, yang hanya akan menghilangkan keelokkan dari keharmonisan sebuah keluarga. Dengan saling mengingatkan dengan penuh kasih sayang, untuk selalu ada pada keridhoan Allah Swt. Hidup di keluarga dengan sebuah jiwa yang tentram dan damai dengan berpegangan pada tiang agama yang kuat. Goncangan apapun tak akan meruntuhkanya, karena kekuatan cinta kasih keluarga telah bersatu...menguatkan satu dengan yang lain...mengokohkan satu dengan yang lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KYDEN, ISTANA 5 CINTA!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, jagalah keharmonisan penuh cinta di keluarga kami hingga kelak kami pun berkumpul di jannah-Mu...Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-3165829338636591487?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/3165829338636591487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=3165829338636591487&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3165829338636591487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3165829338636591487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/kyden-istana-5-cinta.html' title='KYDEN, ISTANA 5 CINTA'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-hRnkWT9qS1I/Tf7BTgNWU0I/AAAAAAAAAvE/7e7J9YHyrws/s72-c/KYDEN%2Bdi%2Bjogja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-3686850101607511616</id><published>2011-06-09T14:23:00.002+07:00</published><updated>2011-06-09T14:23:58.160+07:00</updated><title type='text'>SUNYI UNTUK VAY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-o1u-_sggP-I/TfB1BEMnxNI/AAAAAAAAAu8/WKieJzRt8b8/s1600/PEERAHU.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 317px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-o1u-_sggP-I/TfB1BEMnxNI/AAAAAAAAAu8/WKieJzRt8b8/s400/PEERAHU.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616117396498007250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Thursday, June 9, 2011 at 2:08pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memilih untuk tetap tersenyum meski sang waktu mungkin tak bersahabat denganku. aku yakin, semuanya akan baik-baik saja. "Kamu harus jadi gadis yang tegar, Vay!", jabat erat tangan seorang sahabat sebelum kita berpisah...(biar saja kusimpan rasa kecewaku!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dia dan malam, tiba pada kelelahan. Langkah yang mengusung beban penantian terpaku di bibir danau. Hujan, pembawa kerinduan dan kehidupan telah berhenti membasuh bumi. Langit kini bertahtakan bintang, ramah bertegur sapa pada kelamnya malam. Sinar bulan sabit memecahkan lamunan, menuntun pandangannya menyambut tetes-tetes hujan yang membiaskan sinar bintang dan rembulan. Saat itu tubuhnya rebah mencium tanah, sekadar menyandarkan kelelahan dan kerinduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fajar di hari muda berbinar terang setelah kaki melangkah jauh. Setelah badan tertopang letih, setelah jiwa terselimuti kerinduan, setelah berharap menjadi kehidupan. Musim semi telah datang membinarkan kesayuan alam. Sepagi itu mentari merangkak menyentuh kebangunannya, sepagi itu nyanyian burung menggemakan nyanyian hatinya. Sepagi itu ia bangun dan tersenyum, masa penantiannya telah ditinggalkan jauh di puncak bukit, masa kesendiriannya tersesat di dalam hutan, dan masa kerinduannya telah tenggelam di dasar danau. Sekarang, ia sampai pada ujung penantian. Ada yang mendengar ia bernyanyi, menangis, atau berjanji...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Terima kasih untuk semua pemberian terindahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-VAY-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"seperti daun bertemu ranting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersama di pohon yg sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditiup angin kemana aja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu kompak..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(pesan seorang ustadz ^^v, semoga kelak aku pun bisa...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    PELABUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kenapa tak pernah kau tambatkan perahumu di satu dermaga? Padahal kulihat, bukan hanya satu pelabuhan tenang yang mau menerima kehadiran kapalmu! kalau dulu memang pernah ada satu pelabuhan kecil, yang kemudian harus kau lupakan, mengapa tak kau cari pelabuhan lain, yang akan memberikan rasa damai yang lebih? Seandainya kau mau, buka tirai di sanubarimu, dan kau akan tahu, pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya. hingga pelabuhan itu jadi rumahmu, rumah, dan pelabuhan hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    [Tias Tatanka]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-3686850101607511616?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/3686850101607511616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=3686850101607511616&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3686850101607511616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3686850101607511616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/06/sunyi-untuk-vay.html' title='SUNYI UNTUK VAY'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-o1u-_sggP-I/TfB1BEMnxNI/AAAAAAAAAu8/WKieJzRt8b8/s72-c/PEERAHU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-7246492239262493450</id><published>2011-05-30T10:22:00.001+07:00</published><updated>2011-05-30T10:24:24.355+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>ROMANTISME SENJA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-fGkEWQoiyow/TeMN2ZESgBI/AAAAAAAAAuw/5zPAoM8OLXA/s1600/Heart_Puzzle.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 284px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fGkEWQoiyow/TeMN2ZESgBI/AAAAAAAAAuw/5zPAoM8OLXA/s400/Heart_Puzzle.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612344788726743058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Thursday, May 26, 2011 at 5:26pm&lt;br /&gt;Kembali aku dpertemukan dengan paduan warna nan rupawan.&lt;br /&gt;Dominan jingga kemerahan tersapu langit yg membiru.&lt;br /&gt;Sungguh menawan...&lt;br /&gt;Kala lingkaran keemasan itu hendak kembali ke peraduan.&lt;br /&gt;Ia masih sisakan semburat sinaran yg sarat makna cinta dlm kehidupan.&lt;br /&gt;Karna itulah aku mengaguminya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hanya sekilas, namun sangat membekas.&lt;br /&gt;Meski hadirmu sekejap, tapi buncahkan rindu yg tak mudah menguap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di batas senja, di penghujung cakrawala.&lt;br /&gt;Masih ada isyarat yg tak terbaca...&lt;br /&gt;Dari keheningan yg bercengkerama.&lt;br /&gt;Masih ada rahasia yg tak terpecahkan...&lt;br /&gt;Dari sejuta hampa yg dihamparkan!&lt;br /&gt;Sendu...dan syahdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~saat menanti adzan menggema,agungkan asma-Nya!~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat berbuka puasa!", kata senja kepadaku sambil melambaikan tangannya. Tersenyum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, dlm detik2 terbaik!]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-7246492239262493450?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/7246492239262493450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=7246492239262493450&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/7246492239262493450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/7246492239262493450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/romantisme-senja.html' title='ROMANTISME SENJA'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fGkEWQoiyow/TeMN2ZESgBI/AAAAAAAAAuw/5zPAoM8OLXA/s72-c/Heart_Puzzle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-4067617116585297597</id><published>2011-05-26T12:01:00.000+07:00</published><updated>2011-05-26T12:02:19.425+07:00</updated><title type='text'>Cobalah Perjuangkan Nikmati Syukuri by Keisya Avicenna</title><content type='html'>Sesejuk angin di bulan Oktober 2010…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dee Sayang, kembali kubiarkan aksaraku bermetamorfosis di lembaran putihmu. Mengabadikan setiap jengkal peristiwa dengan susunannya yang semoga penuh makna. Menjadi dokumentasi rekam jejak perjalanan hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dee…Oktober menjadi bulan yang supersibuk, bulan yang penuh dengan Audisi Abdi Negara. Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil. Nah, dalam audisi ini pun aku ingin ikut berpartisipasi dalam rangka mewujudkan salah satu impianku, salah satu impian bapak dan ibu juga. Meskipun CPNS bukan menjadi orientasi utama. Tetapi, aku tetap berusaha semaksimal mungkin dalam memperjuangkannya. Aku tetap berpegang teguh bahwasanya “Sebaik-baik rencana kita, jauh lebih baik rencana Allah Swt. untuk kita.” So, KEEP FIGHT!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah, dengan berbekal kata motivasi dari rangkaian huruf CPNS (Cobalah, Perjuangkan, Nikmati, dan Syukuri), akhirnya aku pun mulai disibukkan dengan persiapan macam-macam. Mulai dari registrasi online, memilih formasi yang sesuai dengan jurusan dan kompetensiku, persiapan berkas-berkas persyaratan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang fresh graduate, aku mendaftar apa pun lowongan CPNS yang ada formasi S1 MIPA Biologi. Seperti LIPI, BATAN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Badan POM. Dari semua lowongan yang kudaftar itu, hanya LIPI dan Kementerian Lingkungan Hidup yang tidak lolos seleksi administrasi. Bismillah, saatnya berjuang totalitas untuk mengikuti audisi abdi negara! Doakan aku juga ya, Dee…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak yang Terpetakan di Ibu Kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 24 Oktober 2010. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa menghirup udara pagi kota Jakarta, Dee! Dan perjuangan pun dimulai. Agendaku tanggal 25 Oktober 2010 adalah pengesahan kartu Kementerian Kelautan dan Perikanan serta kartu BATAN. Di Jakarta, aku menginap di kost saudari kembarku, Mbak Etika. Dia sudah bekerja menjadi seorang PNS di Kementerian Perdagangan. Selama di Jakarta, ke mana-mana aku berpetualang sendiri. Dari saudari kembarku itu, aku dibekali sebuah peta kota Jakarta. Hehe. Jadi si bolang deh! Ah, aku nikmati saja petualangan ini. Mulai dari naik bus way, angkot, sampai jalan kaki berpanas-panas ria. Benar-benar merasakan romantika perjuangan ibu kota! Heroik pisan euy…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 26 Oktober aku mengikuti test tertulis BATAN di GOR Simprug Pertamina. Berangkat dari kost jam 06.00, karena naik bus way, otomatis muter-muter, lama banget! Akhirnya, sampai di lokasi test jam 07.55. Hampir saja terlambat, Dee! Kalau sampai terlambat, gak bakal boleh ikut test. Dan aku sangat bersyukur bisa sampai lokasi sebelum jam 08.00! Fyyuhh…Lega banget Dee rasanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 27 Oktober aku mengikuti test tertulis Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berlokasi di GOR Senayan. Berangkatnya dah pagi banget, tapi tetap saja dapat bus kota yang empet-empetan, sesak banget euy…Tapi aku tetap menikmatinya. Kejadian serunya aku malah bisa ketemu seorang sahabat dari Universitas Sumatera Utara, yang dulu pernah ketemu waktu ada Seminar Nasional di Universitas Brawijaya. Jadi moment kangen-kangenan deh! Seru banget, Dee…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 28 Oktober berpetualang ke Gedung Wanabhakti. Bisa melihat lebih dekat kompleks Gedung MPR-DPR. Jadi inget, salah satu impianku untuk bisa aksi di pelataran gedung itu pas zaman mahasiswa dulu belum bisa terealisasi. Hehehe…pulangnya naik bus way. Muter-muter lagi. Saking asyiknya menikmati perjalanan, aku malah nyasar sampai Terminal Pulogadung. Seharusnya aku tadi turun di Halte Senen, Dee. Hihi. Ya sudahlah…Kalau nyasar, cari halte bus way terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 30 Oktober 2010 aku mengikuti test tertulis Kementerian Kehutanan. Lokasinya juga di GOR Pertamina Simprug, sama seperti saat test BATAN kemarin. Tapi, aku sudah punya jalur alternatif. Serunya, aku sudah sampai di lokasi sekitar jam 06.30. Masih sepi juga, hm…padahal test baru dimulai pukul 08.00. Rajin banget euy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Test terakhir yang aku ikuti yaitu test Badan POM pada tanggal 1 November 2010 yang berlokasi di Balairung UI Depok. Alhamdulillah, aku dapat tebengan di rumah salah seorang kakak tingkatku dulu waktu kuliah. Akhirnya, terwujud juga impianku untuk menginjakkan kaki dan mengukir kisah di kampus kuning itu, Dee…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa Dee, 8 hari aku berjuang mewujudkan impian untuk menjadi seorang PNS. Tidak aku pungkiri menjadi PNS merupakan impian banyak orang. Siapa sih yang gak ingin dapat penghasilan tetap tiap bulan, tunjangan pensiun, atau bonus-bonus yang lain, punya bargaining position yang kuat di tengah-tengah masyarakat? Ya, sekali lagi pekerjaan menjadi PNS masih menjadi incaran bahkan obsesi banyak orang. Tak heran, jika antrean panjang di loket-loket pendaftaran tidak akan pernah sepi saat audisi abdi negara itu dimulai. Tapi, PNS bukanlah suatu pekerjaan main-main. Menjadi PNS harus mampu melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan, serta bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Maka, hal pertama yang harus diperhatikan ketika hati kita tergerak untuk mengikuti audisi itu adalah niat. Niat hanya untuk mencari ridha-Nya. Dan ketika niat kita sudah menjadi kebulatan tekad, selanjutnya miliki keberanian untuk mencoba, bersungguh-sungguh dalam berjuang mengikuti audisi itu, menikmati setiap suka duka prosesnya, sampai akhirnya mensyukuri apa pun hasilnya. Karena dalam setiap kompetisi atau audisi pastilah ada yang MENANG dan ada yang BELUM BERHASIL. Karena sekali lagi, manusia hanya bisa berikhtiar dan berdoa maksimal. Dan, pada akhirnya nanti ada yang lebih berhak menentukan segala yang terjadi dalam hidup kita. Dialah Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu per satu hasil tes administrasi diumumkan. Bagi yang lolos seleksi test tertulis akan mengikuti tes selanjutnya, psikotes dan wawancara. Harap-harap cemas. Pada akhirnya, aku harus ikhlas menerima kenyataan, Dee. Dari sekian banyak test yang aku ikuti tidak ada satu pun yang lolos tahap selanjutnya. Sedih? Memang. Karena aku belum bisa mewujudkan impian bapak dan ibu. Tapi, aku harus tetap optimis. Mungkin aku belum bisa mewujudkan impianku menjadi seorang abdi negara, PNS (Pegawai Negeri Sipil). Tapi, aku akan berusaha mewujudkan impian-impian PNS-ku yang lain. Pengajar Nan Sabar (jadi guru); Penulis Nan Sensasional (jadi penulis); Pengusaha Nan Sukses (jadi entrepreneur); Pendamping Nan Setia (jadi istri yang shalihah. Amin Ya Rabb…); Pendakwah Nan Sholihah; serta PNS-PNS lain yang pada akhirnya nanti bisa mewujudkan impian paripurnaku untuk menjadi Penghuni Neng Surga. Bismillah…Allahu akbar!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yakinlah bahwa Allah Swt. selalu tersenyum dengan cara-Nya kepadamu. Mempersiapkan segala yang kamu butuhkan dengan misterius, menurut jalan-Nya. Jadi sekali-sekali wahai hati berhentilah bertanya, terimalah dengan lapang dada. Bersiaplah untuk rencana baru yang dipersiapkan oleh-Nya. Yakinlah bahwa Dia tidak akan mempersiapkan hal yang buruk untuk makhluk-Nya, semuanya pasti ‘kan indah pada akhirnya. TEPAT dan TERBAIK!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bio Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keisya Avicenna adalah nama pena dari Norma Ambarwati, S.Si. Terlahir kembar pada tanggal 2 Februari 1987. Saat ini berprofesi sebagai pengajar di Ganesha Operation Solo. Menguatkan azzam untuk menjadi seorang penulis dengan bergabung di Forum Lingkar Pena (FLP) Solo Raya angkatan ke-7 (FLP Pelangi). DNA (Dream ’N Action) menjadi salah satu motto hidupnya. Senang membaca, menulis, menggambar, membuat puisi, mengisi training, koleksi buku, berpetualang, melihat bintang, berkontemplasi, dan melakukan hal-hal yang menantang serta full inspirasi.&lt;br /&gt;Share&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-4067617116585297597?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/4067617116585297597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=4067617116585297597&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4067617116585297597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4067617116585297597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/cobalah-perjuangkan-nikmati-syukuri-by.html' title='Cobalah Perjuangkan Nikmati Syukuri by Keisya Avicenna'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-7269577059407650031</id><published>2011-05-26T11:45:00.001+07:00</published><updated>2011-05-26T11:45:42.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persahabatan'/><title type='text'>Kini, Tak Ada yang Sama!</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Wednesday, May 25, 2011 at 6:25pm&lt;br /&gt;Saat malam kembali menggelar jubah kelamnya.&lt;br /&gt;Khusyuk ia tertunduk panjatkan doa...&lt;br /&gt;Berteman hening, hadirkan sunyi yg sempurna.&lt;br /&gt;Sepi sendiri mengeja hikmah, setiap hri b'ganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hatimu b'tanya, Dia yg sudah sediakan jawabnya!&lt;br /&gt;Jika hatimu meragu, Dia lbh tahu yg TERBAIK bagimu!&lt;br /&gt;Jika hatimu tak kuasa menolak, mungkin itu pilihan yg TEPAT untkmu, kini dan kelak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan jiwamu melanglang mencari kunang-kunang.&lt;br /&gt;Yang tlah lama tak qt temukan.&lt;br /&gt;Yang hadirnya slalu qt rindukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini b'damailah dgn hatimu.&lt;br /&gt;Jiwamu yakinkan nuranimu.&lt;br /&gt;"Semuanya akan baik2 saja", kataku...&lt;br /&gt;Tersenyum dan berbahagialah, akhir kisah ini pasti 'kan indah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krn Dia Yang Maha Cinta sedang menyiapkan hadirnya, saat jiwa dan ragamu tlah siap pula...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*untuk sebuah amanah besar dunia dan akhirat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yakin, Allah Swt pasti akan menjawab dgn lebih indah pd saat yg TEPAT dan TERBAIK"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~dedicated 4: seorang sahabat yg dariny ak smkn belajar utk memaknai indahny persahabatan dan manisny ukhuwah~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, dlm perjalanan Solo-Wonogiri]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-7269577059407650031?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/7269577059407650031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=7269577059407650031&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/7269577059407650031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/7269577059407650031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/kini-tak-ada-yang-sama.html' title='Kini, Tak Ada yang Sama!'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-5641812124727051850</id><published>2011-05-26T11:42:00.002+07:00</published><updated>2011-05-26T11:45:17.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='power'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pantai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persahabatan'/><title type='text'>Celoteh Aksara [44]: “Pelangi Mengeja Ayat-ayat Semesta_Tour d’PACITAN”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-kIAhsk-8yvA/Td3af6HfkEI/AAAAAAAAAuo/1I2A7Rk2tRE/s1600/250534_201580799886695_100001043289271_585715_1325640_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-kIAhsk-8yvA/Td3af6HfkEI/AAAAAAAAAuo/1I2A7Rk2tRE/s400/250534_201580799886695_100001043289271_585715_1325640_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610880952484991042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Monday, May 23, 2011 at 4:56pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[BACA SEMUANYA dan KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA! Komen terbaik dapat hadiah: Kaset rekaman… ;p]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 21 Mei 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini terasa berbeda, itu yang kurasakan! Yup, sudah ada agenda besar yang tertulis di catatan harian. Rihlah FLP Pelangi. Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu tiba juga…tapi, fisik ini agak kurang fit. Ya, sejak semalam mendadak radang tenggorokan, gejala flu, ‘n badan agak panas. Hadeuh… Buat ngomong aja agak susah. Allahumma ‘afinifii badanii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 04.00 Mas Dwi SMS, nyemangati anak-anak Pelangi buat segera bangun ‘n persiapan piknik. Selang beberapa saat kemudian muncul nama Casofa Fachmy di inboxku: “Guys, sori ea cah agus belum bisa ikut. Kata pak dokter akuh belum boleh. Masih butuh istirahat n mimik obat. Jagain alib ea. Walaupun ia agak ugal-ugalan. Tapi dia memang sangat sosis dan rudal.” Hadeuh kosakata remphong lagi nih. Gimana sih ni kepala suku, doi yang paling antusias n ambisius mpe dibela-belain diare buat ngadain piknik pas hari-H malah KO. Ckikikik…nyesel lu bro! Ops, tapi moga lekas sembuh dah…tak critani gayenge ae yho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan sedikit maksain diri (jujur, pengin rasanya hari itu izin gak jadi ikut karena kepalaku benar-benar pusing dan badan panas) akhirnya aku bersiap. Ternyata semalem tuh Mas Dwi, Ayu’, ‘n Diah Cmut juga merasakan hal yang hampir sama. Bismillah, Ya Rabb…berikanlah hamba kekuatan. Semoga pertemuan hari ini menjadi PERTEMUAN YANG MENYEMBUHKAN!!! Amin. SEMANGAT SEHAT, Nung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dianter adik kost, kita sarapan bubur ayam dulu di dekat gerbang Hukum UNS. Selesai sarapan, sekitar jam 06.30, meluncur ke Depo Pertamina Ngemplak. Huaaaaaa….kok masih sepi? Katanya kumpul jam 06.00??? Remphong deh bhoook! Hm, menangkap sosok seorang muslimah yang nangkring di atas sepeda motor. Weladalah, Mbak Umi Kultum! Hihi. kebetulan Mbak Umi mang gak bisa ikutan, karena ada “tugas lain”. Rencananya beliau hanya pengin melepas kepergian kita. Lha kok dia yang nyampe duluan. Hihi. Nung akhirnya ikutan nangkring di dekat motor beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syok, benar-benar syok, ketika membaca beberapa sms yang masuk hampir bersamaan yang mengabarkan kalau Ustadzah Yoyoh Yusroh meninggal dunia karena kecelakaan. Di FB pun hampir semua status isinya berita duka terkait beliau. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Aku pun merasakan langit semesta hari ini terlihat mendung, tidak secerah biasanya. Selamat jalan, bunda! Nung menjadi salah satu saksi, Bunda adalah orang yang baik, sangat baik. Insya Allah, khusnul khotimah (dapat kabar kalau jenazah beliau tersenyum. Subhanallah…). Mengingatkan kita untuk senantiasa DZIKRUL MAUT!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota TK Pelangi yang datang berikutnya Mas Aris El Durra. Hihi. padahal tu orang kemarin dah ijin telat ke aku karena Sabtu ada piket di rumah sakit. Selanjutnya, Mas Alib Isa datang bawa satu kardus air minum pluz bagi-bagi pin Pelangi. Bagus banget, Mas! Selanjutnya, Ayu’ n Diah Cmut datang. Tapi kok Ayu’ yang di depan yha, pake MIO-nya Cemut? Lucu banget euy….hehe… gek kostume pake kaos ijo. Haha. Gakpapa…cuma mitos kan Yu’! Selanjutnya,  si gondrong Wildan. Ayu’ n Cemut kemudian bagi-bagi permen sunduk. Alhasil, setiap anak TK Pelangi yang datang langsung bergaya ngemut permen kaki itu. Kecuali Nungma tentunya. Haha. Nung lebih milih Antangin-mu, Yu’! ckikikik… Selanjutnya, Mas Dwi datang boncengan bareng Mas Sururi. Ni orang pake tas gunung GD banget, ternyata bawa tikar. Hihi. koyo meh perang ae, Mas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ayu’ ngobrol sama Mbak Umi, Nung ngobrol sama Mas Alib ‘n sesekali nimbrung sama Ayu’, Mas Aris sibuk ngobrol sama Diah Cmut, Mas Ruri, Wildan, ‘n Mas Dwi. Semua punya dunia sendiri-sendiri dalam fase penantian itu. Erny datang bersamaan dengan yang kita nanti-nanti. Bis pariwisata “Putri Biru” yang akan membawa kita rihlah ke Pacitan hari ini akhirnya masuk ke dalam Depo Pertamina. Mas Tyo juga ada. Tinggal nunggu Mbak Nury dan Mbak Amrih deh. Gak perlu nunggu terlalu lama, akhirnya dua mbak itu datang juga. Pamitan sama Mbak Umi, boking tempat duduk di bis, checking akhir semua bawaan, dan setelah pembukaan pluz doa bersama yang dipimpin Mas Tyo, Sang “Putri Biru” pun bergerak perlahan namun pasti meninggalkan Kota Solo. Bismillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang Perjalanan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nung mau crita posisi tempat duduk nih. Pada awalnya, dari depan teteup pak sopir dan seorang kondektur. Pluz sang asisten, Mas Tyo. Haha. Kemudian Mas Dwi, belakange ada Mas Ruri. Sampinge Mas Ruri ada Wildan. Belakang Wildan ada Mbak Amrih. Sampinge Mbak Amrih ada Erny, Belakang Erny ada Nungma. Sampingnya Nungma ada Ayu’. Belakang Nungma ada Diah Cmut, sampinge Cmut ada Mbak Nury, belakange Mbak Nury ada Mas Aris, deret belakang ada Mas Alib, mojok. Hihi…intinya satu orang berhak menguasai dua kursi. Uhuyyy… berhubung banyak yang gak bisa anteng, akhire pindah-pindah tempat duduk. Sampai daerah Kajen, Wonogiri, penumpang kita tambah satu orang, Mbak Eka. Sip, dan perjalanan pun dilanjutkan. Banyak makanan euy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, mau baca buku Ranah 3 Warna tapi gak jadi. Ntar aja deh…lebih baik menikmati perjalanan sambil bersenandung ria. (duet sama Ayu’. hihi…”Desir pasir di padang tandus, segersang pemikiran hati…”). Gek tembang Ayat-Ayat Cinta ini yang paling sering diputer. Hadeuh^^v. padahal dari nasyid yang diputer-puter itu, Nung paling seneng tembang “Surga Hati”-nya Ungu. Serunya sepanjang perjalanan: ngemil, cerita, foto-foto, bagi yang “SLEEPINGHOLIC” pasti kena jepret! Haha. Alhamdulillah, Nung dah lebih mendingan dari kondisi tadi pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki kota Wonogiri, selanjutnya Ngadirojo, Baturetno…dan sampailah di gapura “Selamat Datang di Kota 1001 Goa”. Pacitan, we are comiiiiiiiiiiiiiiing!!! Akhirnya, sampai juga di Pacitan. Perjalanan ternyata masih cukup panjang. Berhentilah si “Putri Biru” di sebuah pom bensin daerah Punung. Pada ngabur ke toilet. Nung, Mbak Amrih, n Ayu’ mampir ke warung depan pom bensin buat beli teh anget ‘n gorengan. Kata ibu pemilik warung kalau mau ke Pantai Klayar kira-kira masih setengan jam-an lagi. Beliau juga berpesan supaya berhati-hati. Karena sudah ada 4 korban yang tertelan ombak. Hm…bismillah, Allah Swt adalah sebaik-baik pelindung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah rehat sejenaknya usai, kita pun putar balik ke arah yang ada tulisannya “GOA GONG”. Setelah melewati jalan yang berliku, berkelok-kelok, masuk-keluar hutan (halah), akhirnya sampai juga di kawasan parkir Goa Gong. Pak kondektur ‘n Mas Tyo turun dari bis. Ternyata si “Putri Biru” nggak bisa kalau harus dipaksa sampai ke Klayar. Karena jalannya “medeni”. Kita harus naik mobil pick-up untuk sampai lokasi. Alhasil, harus “nyarter”. Wah, ongkos maning duong. Gek per-gundul dikenai biaya 10.000. Sebenarnya seru sih, ntar kan bisa bergaya “chaiya-chaiya” pas naik pick up. Hihi. tapi akhirnya kita menerapkan pengamalan Pancasila sila ke-4, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyaratan/perwakilan”. Akhirnya, kita rembugan dulu di bis, dan akhirnya tercapailah kata mufakat. Lokasi piknik pindah ke Pantai Teleng Ria. Selanjutnya, si “Putri Biru” putar haluan dan Mbak Eka sebagai pemandu pindah duduk di belakang sopir. Hihi…dan Nung akhirnya juga pindah tempat duduk di samping Ayu’. Mendadak kepala Nung pusiiing bangeet! Ayu’ yang baik hati, tidak sombong, suka menabung tapi banyak ngemil akhirnya menawarkan diri untuk merawat Nung. Hihi. enak euy…dipijeti! Sampai pules. Teriring tembang “Ayat-Ayat Cinta” yang masih mendayu-dayu. Nung terbangun saat proses pembagian snack. Hihi…Ah, ternyata belum sampai Teleng juga yha?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa saat, terciumlah aroma pantai. Uhuy…sontak anak-anak TK Pelangi langsung hebring sendiri. Wah, Subhanallah, melihat deburan ombak dari atas. Keren euy! Si “Putri Biru” sempat putar balik karena ngrasa kebablasen, e…tapi ternyata malah harus lurus dikit baru kemudian belok kanan. Sempat terjadi “ketegangan kecil”, tapi it’s OK! Huaaaaaaaaaaaaa…akhirnya kita sampai di Pantai Teleng Ria sodara-sodaraaaaaa…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesi selanjutnya makan siang bersama di bawah rerimbun pepohonan. So romantic moment! Merasakan desau angin yang meniupkan kedamaian. Seger banget dah! Sayang ya, Pelangi gak lengkap. Kang Sofa sakit, Mbak Santi ada acara keluarga, Mbak Fitri juga, Mbak Fu’ah menjaga calon dedek bayi, Kang Nass juga gak jadi ikut, Mbak Anik gak dapat izin, Bunda Eny juga gak bisa, Mbak Umi ada tugas negara. Hm, kapan-kapan kalau ada piknik lagi semoga kita lengkap yha! Dah bawa keluarga masing-masing. Hihi…Amin. (Lho?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menu siang ini ayam bakar, nasi putih, sambel ‘n lalapan. Bagi yang merasa kurang kenyang, boleh nambah lagi kok! Sesi selanjutnya, kita sholat berjamaah di masjid dekat pasar. So romantic deh! Saatnya Pelangi mengeja ayat-ayat cinta-Mu yang terlukis menawan,  pancarkan pesona semesta karya cipta-Mu yang Maha Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai sholat, dan semuanya beres, Nung, Ayu’, Diah Cmut bersiap melancarkan aksi. Mas Aris ‘n mas Dwi juga. Pantaiiiiiiiiiiiiiii……(koyo wis pirang-pirang taun gak ketemu pantai). Nung pasang MP3 yang muter “QS. Ar Rahman”. Sambil muroja’ah…”Dan nikmat Tuhan-mu yang manakah yang akan kau dustakan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita foto-foto dulu. ‘n akhirnya semuanya lepas kendali. Terutama Mas Aris ‘n Mas Dwi. Pada nyebur air ‘n teriak-teriak gak jelas. Lari-lari ke sana kemari. Hihi. sebenarnya Nung gak niat basah-basahan, berhubung lagi flu juga. Tapi kayaknya seru… akhirnya bareng Erny, Mbak Nury, ‘n Mbak Amrih kita main air deh. Ayu’ n Cemut juga sudah lepas kendali. Moment paling konyol ya pas main lempar-lemparan pasir ‘n ciprat-cipratan air sama Mas Aris. Uber-uberan ra cetho. Tu orang melancarkan serangan kepada Cemut, Nung, ‘n Ayu. Wildan ‘n Mas Tyo juga nyebur. Mas Ruri hanya di tepi. Mas Alib juga cuma liat dari jauh ‘n sesekali jadi juru foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unforgetable moment deh! Seru-seruan di pantai…Mas Tyo yang bikin lubang ***,  Mbak Nury cs yang bikin *** raksasa buat Kang Fahmy, Mas Dwi yang bikin istana pasir buat oleh-oleh Mbak Anik, Nung yang berfoto dengan pose ‘penantian’ (haha, asli marai ngikikgulingguling. Mbak Nury juga ikutan berpose), Wildan yang berenang gaya kecebong, Mas Aris yang “ndekem” kemudian tidur telentang di pinggir pantai, Ayu’ n Diah Cmut yang dah kayak anak kecil oyak-oyakan, Erny, Mbak Amrih, n Mbak Eka yang sibuk cari gaya buat foto-foto. Mas Ruri yang berdiri termenung di pinggir pantai. Sedangkan Mas Alib, mungkin ketawa-ketiwi ngliat tingkah polah kita yang dah kayak kutu loncat. Hihi. Tanpa Kang Sofa, Mas Alib mungkin berasa sayur tanpa garam. Haha. Iyo to, Mas? Kurang asin? Krik krik krik…(air pantainya kan asin, Mas?) ^^v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil bermain-main dengan deburan ombak, akhirnya Trio Permen Sunduk (Nung, Ayu’, Diah Cmut) pun gak mau kalah dengan Trio Kwek-Kwek. Kita konser di pinggir pantai, dan ini salah satu tembang yang kita nyanyikan berulang-ulang…(berharap ada produser rekaman yang lewat :P)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;    Pantai Maha Karya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Album : K'SEH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Munsyid : Shaff-Fix&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Luasnya hamparan samudera biru tak berujung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Membuat rasa kagum dalam hati sanubari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Berarak awan putih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    dibatas cakrawala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pendarkan cahaya mentari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Camar yang beterbangan, ditemani sang angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Meniupkan kesejukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    di sela pepohonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Suara ombak laut yang memecah di pantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Berdebur gemuruh menyanyikan lagu damai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Melambai nyiur hijau  di sepanjang tepian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menjadi saksi setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Keagungan Ilahi kebesaran tercipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dijaga disyukuri selama-lamanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di pantai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    terasa damai, bebas, lepas, tak terbatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Memandang mahakarya, yang tak akan ternilai harganya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Terbetik di jiwa, Allah yang mencipta segalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sangat luar biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Puji syukur pada-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tyuz...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Sebiru hari ini, birunya bagai langit terang benderang…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     “Birunya langit…oh, putihnya awan…menjadikanku tertegun tertawan…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Kemesraan ini janganlah cepat berlalu…”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha…pokokmen racetho kabeh deh. Luapan hati betapa bersyukurnya kita hari ini, banyak cinta terbalut dalam indahnya ukhuwah. Meski latar belakang warna kita berbeda tapi ketika kita disatukan terbentuklah spektrum cinta yang sangat indah, PELANGI!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uhuy…tak terasa sudah jam 14.30. Saatnya kembali ke daratan. Nung, Ayu’, Cemut, Mas Tyo, ‘n Mas Aris jalan berlima buat nyari tempat bersih-bersih. Semua tempat padet, banyak antrian. Mpe kita harus jalan kayak bocah ilang. dan akhirnya, kita gabung bareng Mbak Eka ‘n Mbak Amrih. Antri juga di situ. Yadah, ndegan dulu deh! Nung sambil berusaha ngidupin hape yang tadi sempat kemasukan air. Huaaa…gak bisa nyala dengan sukses. Keypad error! Kamera yang dipinjam Wildan juga. Mati gak hidup-hidup. Semoga mati suri deh Wild! ^^v. Sambil nunggu antrian, kita arisan deh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua rapi ‘n dah wangi, kita pun bersiap pulang kembali. Nung ‘n Ayu’ tadi sempat beli pop mie buat menghangatkan badan. Karena kelamaan ngantri kita gak sempat beli oleh-oleh deh. Hehe. Sebelum naik ke bis, kita pun foto-foto dulu. Wah, seru banget hari ini!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah, saatnya menikmati perjalanan pulang. Sambil menikmati popmie… Roman-roman lelah terpancar dari setiap wajah tapi yang terpenting hati-hati kita dipenuhi dengan bunga-bunga yang merekah indah. Bahagia yang takkan mampu terlukiskan lewat kata-kata dan bahasa sastra tertinggi negara manapun. Haha… Never forget deh!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, sambil menikmati rona jingga sang bagas yang perlahan menuju peraduannya, Nung mencoba untuk tidur. Melirik Ayu’ yang duduk di samping Nung juga sudah sibuk berkonser tunggal dengan mp3-nya dan dia pun mulai kriyap-kriyip. Erny dah sukses mendoyongkan tubuhnya, Mbak Amrih sudah menutup wajahnya dengan jaket, Mbak Eka duduk di depan, Mas Aris sibuk ngemil, Mas Dwi ‘n Mas Ruri gak tahu lagi ngapain, Wildan sibuk ngutak-atik kameranya. Mas Alib malah dah ngimpi dengan sukses. Mas Tyo kemudian pindah ke belakang, duduk di samping Mas Alib ‘n Cemut. Mas Aris juga ke belakang. Baru mau merem, terdengar suara-suara sumbang dari belakang…hadeuh, pengin rasanya nglempar sandal! Haha. Ternyata Mas Tyo ‘n Mas Aris konser! Remphong deh bhoook… berhubung mereka semakin menggila, apalagi Mas Tyo pake nari-nari full ekspresi segala, akhirnya Nung putuskan untuk gak jadi tidur. Tapi menikmati pertunjukan. Pada akhirnya, Nung pindah duduk di tempat duduke Mas Aris ‘n Mas Aris pindah dekete Mas Tyo. Haha. Dan kegilaan yang semakin gila pun dimulai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konser!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For The Rest of My Life-nya Maher Zain, Damba Cinta-Mu, Nantikanku Di Batas Waktu, Meraih Mimpi, Season in The Sun, Muhasabah Cinta, dll…’n Ayu’ pun akhirnya gabung. Dan konser kembali digelar…soundtrack kartun ‘n film genti. Doraemon, Sailormoon, Wiro Sableng, Si Doel Anak Betawi, Si Unyil, Go Go Power Rangers, dll. Jiaaan…sakit semua!!! (terutama Mas Aris ‘n Mas Tyo. Nek Mas Aris kie kita-kita benar-benar jadi menyangsikan ni orang blas gak cocok jadi perawat RSJD, tapi jauh lebih cocok kalau dia jadi pasiennya! Haha. Nek Mas Tyo mah udah dari dulu jadi pasiene Mas Aris. Hihihi). Pokokmen seru bangeeeeeeeeeet!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai juga di daerah Ngadirojo, Wonogiri. Kita sholat Maghrib dulu. Sebelum masuk bis lagi, Nung ‘n Ayu asyik lihat bintang. So romantic beud! Langit malam ini cerah, bertabur bintang. Yaaach, sebentar lagi Nung dah harus turun dari bis. Kebersamaan hari ini takkan pernah Nung lupakan dech… Sampai jumpa di episode yang lebih REMPHONG lagi ya bhook…^^v. Akhirnya, Nung turun di pom bensin Pertamina mawar. Babe dah setia nunggu di pinggir jalan. CU next, Pelangiku. Kapan-kapan mampir Istana KYDEN yha…’n tunggu undangan dari Nungma. Insya Allah, segera, dalam masa yang TEPAT dan TERBAIK tentunya! Haha…jadi inget, doa Mas Aries Adenata waktu Nung ajak piknik beberapa waktu lalu, beliau malah ngedoain gini: “Berez. Tak sangoni dongo. Moga-moga bar muleh piknik enek sing nikah!”. Hehe, ternyata kita pun dapat kabar baik tadi. Insya Allah, Mbak Ivon mau nikah di Bengkulu. Yes, PELANGI mantu. Kita tunggu kejutan selanjutnya. Siapa yha yang mau nyusul Mbak Ivon???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini indah, sangat indah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Ya Rabb!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, sangat bersyukur menjadi bagian dari kalian. Ijinkan aku untuk selalu menjadi “HIJAU” di spektrum cinta kita, PELANGI!]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-5641812124727051850?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/5641812124727051850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=5641812124727051850&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/5641812124727051850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/5641812124727051850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/celoteh-aksara-44-pelangi-mengeja-ayat.html' title='Celoteh Aksara [44]: “Pelangi Mengeja Ayat-ayat Semesta_Tour d’PACITAN”'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-kIAhsk-8yvA/Td3af6HfkEI/AAAAAAAAAuo/1I2A7Rk2tRE/s72-c/250534_201580799886695_100001043289271_585715_1325640_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-7952519091820107795</id><published>2011-05-26T11:41:00.002+07:00</published><updated>2011-05-26T11:42:08.677+07:00</updated><title type='text'>FF POLIGAMI_KETIKA CINTA (TAK) HARUS DIBAGI</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Thursday, May 19, 2011 at 4:54pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIKA CINTA (TAK) HARUS DIBAGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hallo, Assalamu’alaikum…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam, Mbak Dea!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, hallo…”. Sesaat aku terkejut mendengar isak tangis dari ujung sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa Ratna? Istighfar! Tenangkan dulu hatimu, kalau sudah tenang coba kamu ceritakan apa masalahmu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak…Mas Heru telah berpulang sepuluh menit yang lalu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan petir menyambar di siang bolong. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…”, ucapku spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ratna, kamu sabar ya. Kuatkan dirimu! Insya Allah, mbak segera ke sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Mbak. Jazakillah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan kemudian…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam kembali menggelar jubah kelamnya. Desiran angin seolah membawa pesan-pesan sunyi yang menyayat sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ummi…!”, sebuah suara mengejutkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menoleh dan mendapatkan Mas Farhan sudah memegang pundakku dan tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lagi mikirin apa sih, Mi?”, bisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatap wajah lelaki yang sudah lima tahun melengkapi kehidupanku itu. Mata kita saling beradu. “Kasihan Ratna, ya Bi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Segalanya sudah diatur oleh Allah Yang Maha Kuasa. Semuanya sudah menjadi suratan takdir dari-Nya. Dan sebagai manusia kita hanya bisa bersabar atas semua ketentuan-Nya, termasuk episode kehilangan orang tercinta yang dialami oleh Ratna”, kata Mas Farhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi ujian dan cobaan yang dihadapi Ratna sangatlah berat, Bi. Usianya masih teramat muda untuk berjuang sendirian. Perekonomian rumah tangganya pun masih dalam tahap perbaikan. Apalagi dia sekarang harus berjuang sendiri membesarkan kedua anaknya yang masih kecil. Dan menurut pengamatan Ummi, teman-teman mulai menjauhi Ratna, Bi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Farhan terlihat terkejut. “Lha kok bisa, memangnya Ratna salah apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ummi sendiri tidak tahu. Tetapi perkiraan Ummi mungkin mereka mengkhawatirkan suami mereka sehingga akhirnya menjaga jarak dengan Ratna.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hubungannya dengan para suami mereka apa?”, Mas Farhan menatapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentang poligami”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana sepi sesaat.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hm, jangan-jangan Ummi mengkhawatirkan diri Abi juga, ya?” tanya Mas Farhan tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya menatap wajah teduh itu. “Insya Allah, tidak”, jawabku mencoba menyembunyikan perasaan khawatir. Getir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ummi, poligami itu rukhsah saja. Jika poligami mendatangkan mudharat, bukan manfaat, hukumnya bisa makruh, bahkan haram. Jadi tidak sembarangan. Namanya juga rukhsah. Berbuat adillah ia lebih dekat dengan taqwa, kata Allah dalam Al Qur’an. Dan monogami itu lebih adil, jadi lebih dekat pada taqwa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Farhan memegang tanganku dengan mesra, kemudian berkata…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh sedih tatkala diri ini menyaksikan wajah bermuram durja seorang wanita yang berazzam menjaga diri dan kehormatannya namun belum menemukan jodoh yang akan menyelamatkan hidupnya. Dan sungguh sedih tatkala diri ini menyaksikan air mata seorang wanita yang sangat ingin merasakan perjuangan luar biasa ketika melahirkan seorang anak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkejut. Kalimat-kalimat itu seperti sebuah sindiran yang ditujukan Mas Farhan kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ummi, kalau Abi yang menikahi Ratna, bagaimana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba FF 400 kata bertema POLIGAMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh Leyla Imtichanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka syukuran kelahiran novel terbaru saya, meskipun hanya diterbitkan secara indie, saya mau berbagi kebahagiaan dengan rekan-rekan semua. Ungkapkan perasaan teman-teman terhadap POLIGAMI, dengan menulis sebuah cerpen pendek atau Flash Fiction, sebanyak 400 kata, dengan judul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, suami mengancam mau nikah lagi, atau sudah menikah lagi, atau dari sudut pandang istri pertama, istri kedua, istri ketiga, atau dari orang-orang terdekat yang melihat kehidupan poligami, dan seterusnya. Boleh pro, boleh kontra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jumlah kata harus tepat 400 dengan judul, tema Poligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tulis di notes FB, dengan menyertakan info lomba ini dan info novel Hati Bidadari (sinopsis dan kaver).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tag 25 temanmu, termasuk Leyla Imtichanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kirim FF dan biodata penulis (nama, alamat, telepon, imel) ke leyla.hana@yahoo.co.id. Hadiah3 Orang Pemenang akan mendapatkan Paket Buku dan Gratis Konsultasi Menulis Novel via imel selama sebulan50 FF terbaik, insya Allah akan dibukukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deadline, 20 Mei 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah....telah terbit novel terbaruku HATI BIDADARI Pernah dimuat secara bersambung di Majalah KARTIKA, tahun 2005 Tebal 112, HalamanKertas HVS 70gr, Ukuran 14 x 21 cm, Harga 40.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana rasanya dicintai oleh lelaki yang telah beristri dan memiliki dua orang anak? Fairy menganggap Suryo sebagai bapaknya sendiri, tetapi Suryo menganggapnya sebagai wanita dewasa yang layak untuk dicintai. Hati tak dapat dibohongi. Pesona Suryo membius Fairy, hingga melemparnya ke dalam jurang cinta yang dalam. Fairy dan Suryo saling jatuh cinta.Sanggupkah Fairy berbahagia di atas penderitaan istri dan anak-anak Suryo? Ternyata, menjadi wanita kedua pun tidak mudah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang berminat, silakan sms ke no: 021 993 67 327, dengan Bang Anas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-7952519091820107795?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/7952519091820107795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=7952519091820107795&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/7952519091820107795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/7952519091820107795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/ff-poligamiketika-cinta-tak-harus.html' title='FF POLIGAMI_KETIKA CINTA (TAK) HARUS DIBAGI'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-8376342530801235217</id><published>2011-05-26T11:41:00.001+07:00</published><updated>2011-05-26T11:41:26.263+07:00</updated><title type='text'>Celoteh Aksara [43]: “SEPENGGAL KISAH SAAT MATAHARI SEPENGGALAH”</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Thursday, May 19, 2011 at 4:11pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencipta bait-bait syukur berhias sinaran purnama,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bulat sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala aksaraku beruntun mengeja doa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Masjid Perjuangan NH IC, saat hari masih terlalu dini untuk kusebut pagi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, hari baru kembali tergelar di hadapan. Kertas putih siap kembali ditulisi. Semoga catatan-catatan terbaiklah yang akan tergoreskan. Bismillah…Pagi ini terasa berbeda karena ketika ku membuka mata, aku tidak mendapati ragaku di Zona Inspirasi. Tetapi di sebuah rumah Allah Swt, sebuah tempat yang selama ini menempaku! Subhanallah, seketika damai menyeruak memenuhi rongga-rongga jiwa. Ya Rabb, Engkaulah sebaik-baik tempat mengadu dan memohon perlindungan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kulihat purnama masih setia menghias pagi, meski tugasnya harus segera berganti dengan sang mentari. Aku ucapkan sampai jumpa padanya, berharap malam nanti aku masih bisa mengaguminya, sendiri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulangkahkan kaki ini menuju rumahku di kota Solo. Segera kulakukan segudang aktivitas pagi. Ketika jarum pendek menunjukkan angka 9 dan jarum panjang setia menunjuk angka 12, bersama seorang adik kost yang satu kamar denganku, kita pergi menuju Pasar Palur. Tujuan kita mau membeli pakan kelinci. Kebetulan dia masih disibukkan dengan riset PKM-nya yang lolos DIKTI. Mumpung aku gak terlalu sibuk pagi ini, akhirnya kuputuskan untuk ikut ke pasar. Sekedar menemaninya atau ikut membantu membawa ‘barang belanjaannya’. Tapi satu tujuanku yang lain: pengin cari inspirasi sekaligus mengasah kepekaan jiwa. Hihi. Sambil nyilem ngombe banyu gitu. Hadeuh…^^v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikmati perjalanan dari kost melewati jalan raya Solo-Karanganyar. Banyak aktivitas pagi segelintir orang yang sempat terekam. Tapi ada satu kejadian yang paling unik. Waktu itu kita akan belok kiri (arah ke terminal Palur). Ada sepasang suami-istri yang berboncengan. Sang istri yang duduk di belakang tiba-tiba turun dari sepeda itu dan meletakkan sebuah benda berwarna hijau di dekat kawasan bangjo. Karena penasaran, Nung coba memicingkan mata dengan bantuan si minus 0,75 ini (hm, kayaknya ni kacamata perlu diservise lagi, apa mata ini yang kudu diperiksa lagi ya? Mungkin karena akhir-akhir ini aktivitas membaca dan berkhalwat dengan doralepito sudah sampai pada level ‘keterlaluan’. Hehe. Ah, kok jadi mbahas kacamata). Hm, kembali ke benda “hijau” itu. Selidik punya selidik, ternyata benda itu adalah daun pisang yang sudah dibentuk seperti wadah dan ada isinya (sekilas Nung lihat) ada nasi, telur, dan beberapa perangkat mirip ‘sesajen’ gitu lah. Tapi dalam porsi yang mini. What? Sesajen? Hari ginieeeee???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagian ini yang sempat bikin Nung ngikik. Sesaat setelah ibu setengah baya yang meletakkan ‘sesajen’ di dekat pojokan jalan sekitar lampu merah itu pergi, tanpa ba-bi-bu, mendekatlah seorang tukang becak yang sejak tadi (Nung sempat amati) duduk manis di becaknya, mungkin masih menunggu ada orang yang memanfaatkan jasanya. Pak becak serta merta mengambil bungkusan hijau itu!!! Bagaimana adegan selanjutnya? Nung tidak tahu…hehe… karena episode berikutnya, Nung disibukkan dengan menikmati romantika suasana pasar. Mengamati para pedagang sayur yang kebanyakan sudah berusia senja. Pokokmen seru deh! Dengan membawa 10 unting “daun ketela rambat” pluz 2 kilogram wortel, akhirnya rindu Nung pada laboratorium pusat lunas!  Banyak sekali kenangan di greenhouse. Hihi. ah, senangnya bisa ngasih makan kelinci-kelinci putih itu. Ada banyak mencit yang sibuk dengan aktivitasnya sendiri di rumah-rumah kecil mereka. Mungkin menyiapkan mental untuk menjadi sasaran para “scientist” hari ini. Huaaaaa, Nung kangen ngelaaaaaaaaaaaaaaaaabbbbbbb!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yasudah, segini aja deh ceritanya. Kan cuma sepenggal binti seonggok bin sa’uprit. Hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aktivitas selanjutnya…. (seperti status siang ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesuatu tengah menguji hatiku, maka kataku: MENULISLAH!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saat ini aku sedang menunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Diantara nyanyian malam yang saling bersahutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan cahaya yang silaunya membutakan langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku menunggu saat dimana hati insan perindu kedamaian ini bersatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saat pertemuan yang membuahkan rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rindu yang takkan pernah bertepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Meski terhapus waktu yang kan terus berjalan dan berlari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku merasa sepi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ruangan dalam hatiku senyap dan sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bahkan angin seperti enggan tuk berhembus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku merindukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menanti dalam sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku merindukan saat ia meramaikan suasana dengan canda tawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sesuatu yang dulu terasa sangat biasa di harinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kini terasa begitu istimewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saat-saat bersama kini begitu berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Adakah semua ini akan berulang???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Malam takkan pernah menenggelamkan kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ia hanya membiarkan sang bintang memecah sunyinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Setiap diri kita adalah sosok pribadi yang unik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bagai potongan puzzle yang harus disusun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Adanya untuk saling melengkapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tiadanya untuk saling mengisi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Setiap diri kita berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dalam warna, dalam kata, dalam rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku, kamu, dia, kita, mereka...semua tak sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tapi jalinan yang ada diantaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bisakah menjadi SATU CINTA yang tak berkesudahan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jalinan yang ujung satunya VISI, ujung yang lain adalah MISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kan menjadi sebuah simpul yang terikat erat nan kokoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tak terpisahkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tuk wujudkan sebuah MIMPI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sepertinya langit masih menyimpan sejuta kisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Yang diturunkan satu per satu bersama rintik hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Agar air mata tersamar di dalamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Agar tiap sudut berhiaskan rona indah pelangi sesudahnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Begitukah?? Semoga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    (Puisiku jaman mahasiswa doeloe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin aku ditakdirkan untuk melewati jalan berliku, tapi sejauh ini aku berhasil melaluinya dengan baik. Mungkin aku memang butuh kemauan yang kuat, harus lebih bekerja keras dan perlu memperbaiki HATI. “Bukankah butuh bara api yang sangat panas untuk membentuk besi menjadi sesuatu yang berguna?” saat aku sudah kehilangan rasa percaya diri karena ketidakberhasilan yang berulang, aku terpuruk. Namun, ketika aku buka MATA HATI dan mencoba menangkap sinyal motivasi yang ada di sekelilingku, aku sadar, bahwa semua orang peduli padaku dan Allah Swt takkan pernah meninggalkanku. Allah Swt mencintaiku lebih dari yang aku perlu!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak ada waktu lagi untuk mengeluh, menyesal, dan mengkhayal, karena waktu sudah habis untuk menjalankan AMANAH HIDUP yang tidak sedikit…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, 19 Mei 2011. Masih menanti (tak hanya) sebuah jawaban…]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-8376342530801235217?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/8376342530801235217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=8376342530801235217&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/8376342530801235217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/8376342530801235217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/celoteh-aksara-43-sepenggal-kisah-saat.html' title='Celoteh Aksara [43]: “SEPENGGAL KISAH SAAT MATAHARI SEPENGGALAH”'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-5287920563090404998</id><published>2011-05-26T11:39:00.002+07:00</published><updated>2011-05-26T11:40:17.673+07:00</updated><title type='text'>Celoteh Aksara [42]: “Ada PELANGI di Hatiku”</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Wednesday, May 18, 2011 at 12:17pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang membuat jiwa-jiwa terpilih senantiasa hadir bersama ketulusan hati, untuk selalu tersenyum dan gembira meski terkadang harus tertatih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei, hari ke-17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari istana 5 cintaku, KYDEN, dengan semangat yang berbeda. LUAR BIASA!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin sempat dapat SMS dari kepala suku FLP Pelangi. Mumpung hari ini (Selasa) tanggal merah tu pethunya ngajakin rapat Pelangi di Taman Balekambang. Sesampai di Solo, Nung sempatkan untuk ingak-inguk kostan (yang mungkin sebentar lagi akan Nung tinggalkan. Hiks!). Setelah itu ngebis sampai Terminal Tirtonadi. Berhubung hari ini HARI BUKU, Nung bawain 2 buku antologinya Mbak Thicko “PARA GURU KEHIDUPAN” ke lokasi rapat. Hehe. Buat Mas Dwi ‘n Mbak Nury. Sedangkan Nung membawa sebuah buku yang menjadi target bacaan  pecan ini: “AGAR TELAPAKMU MENJADI SURGA”. Sip, semangat membaca!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari Terminal Tirtonadi, Nung mbecak deh. Hm, banyak menangkap “moment” yang seolah mengingatkan Nung untuk lebih bersyukur dan semakin memaknai hidup. Hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah di Balekambang, beli empek-empek dulu then masuk area taman. Hm, ketemu Mas Cowie, Ayu’, n Mbak Nury. Kita jalan menuju “pendhopo” di sebelah barat kolam. Dah ada Mas Sururi, Mas Tyo, dan Mbak Amrih. Kita pun duduk-duduk. Konferensi meja kotak pun digelar. Dan akhirnya, Kang Sofa datang. Menyusul kemudian Mas Alib (yang ngasih julukan Nung: ‘gatotkacawati’. xixixi),  then Mbak Ummi. Terjadilah pembahasan yang sangat seru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salah satu prinsip Nung mah kayak ‘batu bata’, siap ditempatkan di mana saja. Intinya dimanapun Nung berada, di situ Nung bisa terus belajar untuk menjadi lebih baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat yang sempat terucap, n dapat komentar dari Mas Tyo: “wuih, ndewi banget igh!”. Hahaha…ngik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pending sholat Dhuhur…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil nunggu kedatangan Diah Cmut, Ayu’ dan Nung beli makan siang di sekitar Manahan. Hihi. Disangoni Mas Alib  ‘n Kang Sofa (gubraaaak!). Banyak kejadian konyol sama Ayu’. Untungnya gak ngisin-isini. Semuanya masih dalam batas kewajaran. Abububu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, kita makan siang bersama sambil terus membincangkan rencana bahagia hari Sabtu. Insya Allah, hasil rapat memutuskan kita akan rihlah ke Pacitan hari Sabtu besok, kumpul di Depo Pertamina Ngemplak jam 06.00. Huaaaayyooo, bagi yang belum bayar segera setor duit ke Diah Cmut selaku bendahara. Kalau gak bayar-bayar, gak bakal dapat cemilan, snack ‘n makan siang (Ancaman sie konsumsi nih. Krik…krik…krik…).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pertemuan PELANGI hari ini berakhir bahagia…^^v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah kutemui PELANGI di balik kabut hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kutemukan pula kuncup bunga diantara mahkota yang berduri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga aku mencintai terang persis seperti aku mencintai kegelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini menjadi sesuatu yang paling mengesankan yang pernah kuketahui dalam hidup ---dan kelak akan selalu kukenang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita akan meninggalkan bekas dalam tetesan embun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bangkit menyatukan diri di awan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh ke bumi menjadi hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan PELANGI pun terlahir menghadirkan ketulusan…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERIMA KASIH, PELANGIKU!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, saat hatiku dipenuhi spektrum cinta yang melukiskan bianglala. Terima kasih, ya Rabb! ]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-5287920563090404998?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/5287920563090404998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=5287920563090404998&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/5287920563090404998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/5287920563090404998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/celoteh-aksara-42-ada-pelangi-di-hatiku.html' title='Celoteh Aksara [42]: “Ada PELANGI di Hatiku”'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-7767929345718647676</id><published>2011-05-26T11:39:00.001+07:00</published><updated>2011-05-26T11:39:40.657+07:00</updated><title type='text'>Celoteh Aksara [41] : "JEJAK SARAT HIKMAH"</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Tuesday, May 17, 2011 at 9:08am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini adalah sebuah proses, apa yang telah kita capai saat ini merupakan hasil perjalanan kita setapak demi setapak dalam kehidupan. Banyak orang masuk ke dalam kehidupan kita, satu demi satu datang dan pergi silih berganti. Kadang kita sedih jika harus berpisah meninggalkan jejak langkah yang penuh goresan makna. Ada yang tinggal untuk sementara waktu dan meninggalkan jejak-jejak di dalam hati kita dan tak sedikit yang membuat diri kita berubah. Namun adakalanya juga kita mungkin akan kembali menemukan jejak-jejak langkah kita yang masih belum tersapu oleh zaman, dan terkadang sungguh mengharukan bagi kita. Tak jarang ketika kita menjejakkan langkah di suatu fase kehidupan yang awalnya kurang begitu berarti bagi kita namun ketika kita kembali merenunginya ternyata jejak langkah itulah yang telah membuat kita berubah saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah seorang tukang lentera di sebuah desa kecil, setiap petang lelaki tua ini berkeliling membawa sebuah tongkat obor penyulut lentera dan memanggul sebuah tangga kecil. Ia berjalan keliling desa menuju ke tiang lentera dan menyandarkan tangganya pada tiang lentera, naik dan menyulut sumbu dalam kotak kaca lentera itu hingga menyala lalu turun, kemudian ia panggul tangganya lagi dan berjalan menuju tiang lentera berikutnya. Begitu seterusnya dari satu tiang ke tiang berikutnya, makin jauh lelaki tua itu berjalan dan makin jauh dari pandangan kita hingga akhirnya menghilang ditelan kegelapan malam. Namun demikian, bagi siapapun yang melihatnya akan selalu tahu kemana arah perginya pak tua itu dari lentera-lentera yang dinyalakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan tertinggi adalah menjalani kehidupan sedemikian rupa sehingga pantas mendapatkan ucapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku selalu tahu kemana arah perginya dari jejak-jejak yang ditinggalkannya. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya perjalanan si lelaki tua dari satu lentera ke lentera berikutnya, kemanapun kita pergi akan meninggalkan jejak. Tujuan yang jelas dan besarnya rasa tanggung jawab kita adalah jejak-jejak yang ingin diikuti oleh putera puteri kita luar biasa, dan dalam prosesnya akan membuat orang tua kita bangga akan jejak yang pernah mereka tinggalkan bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalkanlah jejak yang bermakna, maka bukan saja kehidupan kita yang akan menjadi lebih baik tapi juga kehidupan mereka yang mengikutinya. Berikanlah jejak-jejak yang berharga dan membawa kebahagiaan bagi setiap orang dan suatu waktu, cepat atau lambat kita pasti akan menemukan jejak kesuksesan dan kebahagiaan dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Serakan Inspirasi Keisya Avicenna, saatnya kembali mengukir jejak-jejak terbaik. jikalau harus meninggalkan, semoga jejak kebaikan-lah yang bisa aku wariskan!!! 17 Mei 2011]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-7767929345718647676?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/7767929345718647676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=7767929345718647676&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/7767929345718647676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/7767929345718647676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/celoteh-aksara-41-jejak-sarat-hikmah.html' title='Celoteh Aksara [41] : &quot;JEJAK SARAT HIKMAH&quot;'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-5423398414952322543</id><published>2011-05-26T11:38:00.001+07:00</published><updated>2011-05-26T11:38:54.965+07:00</updated><title type='text'>SENJAKU BERPUISI</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Monday, May 16, 2011 at 5:27pm&lt;br /&gt;Kutatap pesona jingga di ufuk barat sana&lt;br /&gt;Tatkala kumelepas kepulangan sang mawar merah ke tanah rantaunya..&lt;br /&gt;Selamat menyulam bahagiamu, cinta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini...selepasku mengucap sampai jumpa pada deretan ular besi, aku kembali dibuat terkesima dng rona anggun lukisan langit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana, di suatu tempat terbaik tengah ada hati yg mengeja cinta, bukti mahabbah tertinggi pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, yakinkah hati ini, kuatkanlah azzam ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~saat menatap rembulan yg sudah sempurna melingkar meski langit msh tampak kebiruan~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, menikmati kayuhan perjuangan pak becak yg mengantarkanku dr Balapan smp jalan raya tmptku akan kembali ke bumi cintaku]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-5423398414952322543?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/5423398414952322543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=5423398414952322543&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/5423398414952322543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/5423398414952322543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/senjaku-berpuisi.html' title='SENJAKU BERPUISI'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-6532172847637740850</id><published>2011-05-11T09:14:00.002+07:00</published><updated>2011-05-11T09:16:31.488+07:00</updated><title type='text'>SANG JUARA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-1z2Ya-TqdMY/TcnxQBOSRtI/AAAAAAAAAug/RSFnSN7dozQ/s1600/RESOLUSI2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 345px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-1z2Ya-TqdMY/TcnxQBOSRtI/AAAAAAAAAug/RSFnSN7dozQ/s400/RESOLUSI2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605276468747847378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bondan Prakoso - Sang Juara (Feat. Fade2Black)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titz:&lt;br /&gt;Kau luapkan energi terhebatmu&lt;br /&gt;Terangi bumi dengan peluh semangatmu&lt;br /&gt;Hadirkan buih keringat, basuhi raga&lt;br /&gt;Basahi kulit, basahi jiwa, lalu busungkan dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lezz:&lt;br /&gt;Keringat adalah hasil…&lt;br /&gt;Jerih payahmu terbayar dengan semangat yang kau ambil&lt;br /&gt;Terbang tinggi menuju awan&lt;br /&gt;Di mana kau bisa lupakan semua lawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santoz:&lt;br /&gt;Stiap langkah, stiap jiwa di tiap langkah&lt;br /&gt;Mulai bercerita wakilkan semua mimpi-mimpi yang tenggelam&lt;br /&gt;Siap menantang bumi&lt;br /&gt;Dan..KAU ADALAH PEMENANG!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bondan:&lt;br /&gt;Bangunkan, bangkitkan semangat juangmu hingga membara!!&lt;br /&gt;Yakinkan, pastikan inilah puncak segalanya&lt;br /&gt;Berbanggalah karena kau adalah..SANG JUARA!!&lt;br /&gt;Yeah… SANG JUARA!! SANG JUARA!!&lt;br /&gt;Owh..SANG JUARA!! Yeah… SANG JUARA!!&lt;br /&gt;Buat apa menangis, jika masih ada senyum&lt;br /&gt;Buat apa kau mundur, kawan.. jika hidup berjalan maju&lt;br /&gt;Bila kau terjatuh, sgera bangkit dan bangun&lt;br /&gt;Pusatkan fikiran dan tetap melaju&lt;br /&gt;F ke O dan K ke U..S&lt;br /&gt;FOKUS, konstan! Tetap lihat ke depan, kawan&lt;br /&gt;Genggan erat pegangan, lihatlah titik tuju&lt;br /&gt;Raih pusat sasaran, jadilah nomer satu&lt;br /&gt;Bangun dan bangkitkan semangat juangmu hingga membara!!&lt;br /&gt;Yakinkan, pastikan inilah puncak segalanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-6532172847637740850?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/6532172847637740850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=6532172847637740850&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/6532172847637740850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/6532172847637740850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/sang-juara.html' title='SANG JUARA'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-1z2Ya-TqdMY/TcnxQBOSRtI/AAAAAAAAAug/RSFnSN7dozQ/s72-c/RESOLUSI2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-4325904671915919872</id><published>2011-05-11T09:09:00.001+07:00</published><updated>2011-05-11T09:11:59.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persahabatan'/><title type='text'>Celoteh Aksara [39]: "SEJENAK RENUNGI SEBUAH JALINAN"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-YG7Uqg6hwpk/TcnwNtLO_DI/AAAAAAAAAuY/RFjrwTUoYwI/s1600/Image1509.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YG7Uqg6hwpk/TcnwNtLO_DI/AAAAAAAAAuY/RFjrwTUoYwI/s400/Image1509.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605275329494973490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Wednesday, May 11, 2011 at 8:32am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan adalah suatu rasa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rasa kamu dan kamu rasa aku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat kan kucurkan butiran air yg menjelma menjadi hujan menyiramkan kasih sayang dalam jalinan insan pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bak gerimis yg ditumpahkan setetes demi setetes dari langit pada bumi yg telah lama mendambakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kering…telah terkikis… sedikit demi sedikit…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuucap syukur &amp; terima kasih wahai Sahabat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat kamu aku jadi tahu makna kehidupan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau beri ku kepercayaan dan kau hargai aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau warnai dengan cat keindahan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walau kadang suatu noda tercipta pada kertas putih lambang PERSAHABATAN kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan tak kan kering oleh sengatan Sang Raja Siang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan adalah rona indah pelangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesaat setelah hujan dengan variasi warna &amp; dipuja oleh jiwa yg dapat mengetahui maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketulusan seorang SAHABAT takkan terusik bayu yg menerbangkan payung pelindung diri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan penuh sejuta rasa pada sekian banyak kondisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan akan selalu penuh warna berbeda, bukan hampa tak berasa, tapi kelabu, merah, biru, kuning, &amp; hijaunya kan mengiringi perjalanan waktu persahabatan itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insannya kan dekap &amp; peluk ruh insan lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia akan membelai &amp; menjabat hati serta tangan saat sahabatnya menderu, menangis oleh badai prahara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangkan haru biru dukanya dengan tutur manis hingga ia dapat merasakan senyum tulus penyegar hati yg menghiasi bibirmu, hingga ia dapat tetap percaya &amp; merasakan bahwa kita tetap membawa selimut persahabatan yg menghangatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba sunggingkan kembali senyum hatinya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat takkan rela bila sahabatnya terhujam belati atau malah mungkin sahabatnya sendiri yg menancapkan belati itu…sehingga ia merelakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERLUKA…itu pasti !Dan mengerang adalah wajar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bila itu sampai terjadi, maka satu yg hanya mungkin kita lakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetap mencintainya walau ia tak lagi ada di samping kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAHABAT, ku kan kucurkan keringat yg selalu tulus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyiramkan pada kuncup hingga berbunga kasih sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; karena pengorbanan dalam jalinan ini adalah sesuatu yg membahagiakan bila tanpa dikotori harapan mendapat imbalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insan-insan persahabatan takkan terkoyak oleh JARAK pemisah dua jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selama mereka tetap mengibarkan panji persahabatan sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAHABAT…marahilah &amp; tegurlah aku jikalau menurutmu salah, jangan sungkan ataupun ragu karena ku ingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT meridhoi kita semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan yg tentunya semoga kan  tetap terjaga sampai akhirnya nanti,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita kembali dipertemukan di masa yg lebih kekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishowab…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Serakan Inspirasi Keisya Avicenna, file yang tersimpan lama sejak kelas 3 SMA. Ntah ini hasil tulisan siapa…(setelah sempat Nung edit)]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-4325904671915919872?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/4325904671915919872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=4325904671915919872&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4325904671915919872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4325904671915919872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/celoteh-aksara-39-sejenak-renungi.html' title='Celoteh Aksara [39]: &quot;SEJENAK RENUNGI SEBUAH JALINAN&quot;'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-YG7Uqg6hwpk/TcnwNtLO_DI/AAAAAAAAAuY/RFjrwTUoYwI/s72-c/Image1509.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-4480460571846652829</id><published>2011-05-11T09:06:00.002+07:00</published><updated>2011-05-11T09:09:55.749+07:00</updated><title type='text'>Celoteh Aksara [38]: “SAAT AKSARAKU MENSKETSA PELANGI” (remphong_mode:ON)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-rrDG3nvCB7w/Tcnvx5apf1I/AAAAAAAAAuQ/DPfuvp_qU1A/s1600/Image1480.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-rrDG3nvCB7w/Tcnvx5apf1I/AAAAAAAAAuQ/DPfuvp_qU1A/s400/Image1480.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605274851744513874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-jthnIFmS1DQ/TcnvkLmXX7I/AAAAAAAAAuI/FsTsaR2k4VQ/s1600/Image1485.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 312px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-jthnIFmS1DQ/TcnvkLmXX7I/AAAAAAAAAuI/FsTsaR2k4VQ/s400/Image1485.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605274616107327410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Tuesday, May 10, 2011 at 10:42am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 7 Mei 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di Universitas Mata Pena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda seru pagi ini mengikuti pelatihan penulisan artikel di universitas MATA PENA. Dosen yang ngajar hari ini Cek gu Erni Ratna, C. S.Pd. Calon Sarjana Pendidikan hihi…sebagai seorang mahasiswi baru, pagi itu Nung sudah melakukan sedikit kesalahan dengan melanggar nama yang melekat pada dirinya sendiri. Kelas dimulai jam 08.00. Nung terlambat 15an menit lah. Haha…lha mendadak dapat amanah harus kirim email ke salah satu penerbit di Solo. Yasudah, sebelum jalan ke “kampus pena”, Nung nangkring dulu di warnet. Hah, untung pak rektor-nya gak datang. Xixixi…pizz, pak! ^^v. Nung kan biasanya ontime jikalau tiada badai menerjang dan aral melintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kuliah unlimited SKS hari ini adalah “nge-gank sama ARTIKEL”. Bu dosen menerangkan dengan sangat runtut bagaimana proses pembuatan artikel di media massa. Mulai dari preparation, checking, dan evaluating. Kalau mau minta yang lengkap, silahkan kontak bu dosen langsung aja yha. Ni tak bagi tips-tips nongol di media dari mbak Niken Setyawati, salah satu redaktur di SOLOPOS (bu dosen juga sempat menyampaikan dan mengulas secara singkat):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Aktual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Kompetensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Spesifik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Berdaging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Orisinil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      Perhatikan Segmen Media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.      Jumlah Karakter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.      Kirim secara Eksklusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.      Kenalah dengan Editor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Bandel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menculik” Guru Besar, Mas Sakti Wibowo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, perkuliahan usai jam 10.00. Bu dosen harus segera berangkat ke Tegal. Ada pertemuan dinas. Hihi. Jadi delegatorwati FLP Solo Raya ke Upgrading FLP se-Jateng. Selanjutnya, kelas ricuh. Hehe. FLP Pelangi ada 3 orang yang datang. Mas Cowie, Diah Cmut, and Nungma. Dipimpin Wildan, kita membahas mekanisme jarkom MATA PENA. Nung asyik main-main di luar kelas. Ada 2 malaikat kecil, Fatih dan Raffi. Main-main deh sama mereka. Hyaaa, Mas Aris El Durra datang. Bener-bener deh, telatnya parah! Haha. Ada kabar kalau Mas Sakti Wibowo sedang di Solo. Singkat cerita, terpilihlah Wildan yang akan berperan “Menculik Mas Sakti”…^^v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Sakti datang sekitar jam 12.30. Membersamai MATA PENA sampai jam 13.30 lah. Satu jam untuk belajar mengenal, mengeksplorasi, dan menciptakan “KARAKTER”. Dua tips yang beliau berikan diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Memotret kondisi sekitar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Memperdalam teori psikologi manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remphong-nya Rapat di Balekambang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 14.00, setelah menempuh perjalanan yang berliku bersama Diah Cmut sampailah kita di Taman Balekambang. Berbekal snack kiloan yang kan menemani kita rapat sesorean. Hihi. Di lokasi sudah ada Mas Aris, Wahab, Wildan, Faqih, dan Hamham. Mas Tyo menyusul kemudian. Banyak kejadian lucu terutama pas ada seekor kijang yang tersepona dengan makanan yang kita bawa. Remphong deh bhook…*)asli, virus alay-nya kepala suku Pelangi dengan cepat mewabah. Hadeh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat kali ini memutuskan (langsung hasile wae yho, nek tak critakne alurnya secara detail isine gur ngikik thok…) Insya Allah tanggal 4-5 Juni 2011 mau ada upgrading FLP Solo Raya. Nginep pluz outbond di Tawangmangu. Cihuy…bisa naik kuda deh! Lho???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya Kebersamaan Penuh Cinta di Ganesha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat usai jam 15.15. Berpisah deh…Nung dianter Diah Cmut ke GO Mawar. Ada agenda doa bersama adik-adik kelas 6 SD. Seru banget! Endingnya salam-salaman semua tyuz beberapa siswa ngajakin foto bareng. Hikshikshiks… Bu NM pasti merindukan kalian semua!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak Kejutan Manis di Sabtu Romantis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dapat surprise dari Allah SWT sore itu. Seorang sahabat SMA, Novita, butuh bantuan buat pinjem kartu ATM-ku karna punya dia ketinggalan. Singkat cerita, dengan mobilnya dia menjemput Nungma di GO Mawar dan kita pun ke ATM BNI Slamet Riyadhi buat ambil transferan uang dari keluarganya di Wonogiri. Selanjutnya nganterin adiknya priksa ke dokter kulit di daerah Gemblegan. Setelah selesai priksanya, kita pun menikmati makan malam di kawasan Solo Baru. Angkringan teh pocinya “PAK ITEM”. Maknyuzzz dah, apalagi Nung ditraktir. Hihi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dapat SMS yang membahagiakan malam itu. Alhamdulillah, Mbak Thicko juga sudah sampai rumah. Hm, obrolan yang seru dengan sahabat lama. Banyak kabar-kabar mengejutkan dari beberapa teman SMA. Termasuk 2 orang teman yang sempat jadi korban penculikan NII di Jogja. Masya Allah…beberapa kabar ada yang membuat Nungma syok. Benar-benar gak percaya! Ya Rabb, jagalah sahabat-sahabatku itu… Makan malam yang sangat menyenangkan. Nung pulang ke rumah juga diantar Novita. Kebetulan kita juga searah. Sepanjang jalan pun ngobrol terus…^^v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KYDEN, Istana 5 Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulilah, sekitar jam 20.00 Nung sampai di Istana KYDEN. Malam ini KYDEN lengkap! Ah, banyak cinta malam ini. Sekotak tissue takkan cukup untuk menghapus jejak air mata yang terurai…air mata bahagia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*-*-*-*-*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad, 8 Mei 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEINIKAH: Menjadi Saksi Bersatunya Dua Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda pagi ini SUPERTWIN mau menghadiri walimahan salah seorang sahabat mereka, Ukh. Saras Mat’05. Kostum hari ini kembaran. Cihuy…jam 09.30 kita sudah tiba di lokasi. Bertemu dengan rekan-rekan Mat’05 yang lain. Dengan seragam yang sama tapi berbagai model jahitan. Cakep dah! Ijab qabul berlangsung sangat khidmat. Alhamdulillah, kita bisa menyaksikan prosesi sakral itu dengan sangat dekat. SAH! Barakallahulaka wabaroka’alaika wajama’a bainakuma fiikhoiir…Ekspresi sepasang pengantin baru itu lucu banget. Masih malu-malu gitu. Hihi…semoga menjadi “kebahagiaan yang menular”. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, ada satu surprise lagi. Pemberi taushiyah siang itu seorang ustadz yang Nung kenalnya di FB. Alhamdulillah, bisa dipertemukan dengan beliau hari ini. Ust. Asih Sunjoto Putro. Banyak dapat ilmu baru dari beliau dan nasihat2 tentang pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Power of “MANTEN” (ni mah Nung yang ngasih judul. Hihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[M]atsinamatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[A]ntebing rasa/ati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[N]embung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[T]ukon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[E]wuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[N]ikah…(bagian ini Nung lupita, lha diajak ngobrol tamu yang duduk di sebelah Nung. Ustadz, mohon dikoreksi dong! Hehe…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi MANTEN itu memang pantas untuk diacungi JEMPOL. Ada singkatannya juga nih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[J]ejeg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[E]man&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[M]udeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[P]rigel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[O]mber/ sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[L]uwes lan loma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, itu beberapa inspirasi yang Nung dapatkan. Terima kasih, ustadz! Alhamdulillah, sangat menginspirasi dan memotivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FLP Pelangi #16: Hari ter-REMPHONG Sedunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda SUPERTWIN selanjutnya menuju markas FLP Pelangi yang berlokasi di SMP 7 Muhammadiyah. Sampai markas sudah ada Ayu, Mas Cowie, dan kepala suku kang Fachmy lagi berbasket ria. Materi hari ini tentang “KATA TRANSISI ANTAR PARAGRAF”; “DEPERSONALISASI”; dan “ELEMEN KEPENULISAN DI MEDIA MASSA”. Seperti biasa, kita didikte! Dan seperti biasa pula banyak kekonyolan terjadi. Apalagi beberapa hari terakhir ini, sang kepala suku itu kumat akut! Alaynya bikin remphong!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohya, sepanjang perjalanan ke markas tadi Nung banyak cerita  ke Mbak Thicko tentang kebiasaan2 para makhluk di TK Pelangi (kalian tak rasani tjah…xixixi). Dan mbak Thicko ternyata berhasil membuktikannya. Haha. Remphong deh kalian semuaaa…Kelas sore itu dihadiri oleh Bunda Eny, Mbak Eka, Mbak Nury, Ayu’, Diah Cmut, Wien, Mbak Santi, Mbak Amrih, Mas Aris El Durra, Nungma, Mbak Thicko, dan Pethunya. Mas Tyo izin ada ujian, Mbak Ummi Kultum juga izin, Mbak Fu’ah juga. Yang lain kurang tahu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pending sholat Ashar, SUPERTWIN main basket. Tyuz foto-foto deh! Hehe. Ayu’ yang jadi korban kenarsisan kita. Jarang-jarang lho Yu’. Hwkwkwk…abubububu! Melayani para fans yang minta foto juga! (Baca: Mbak Santi). Haha…Kelas dilanjutkan lagi dan SUPERTWIN pun kabur dari kelas sekitar jam 15.45 karena harus berangkat ke Stasiun Balapan jam 17.00. Kita berdua balik ke kost tyuz bersiap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 22 Jam Bersamamu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berangkat dari kost jam 16. 50 dan sesampai di Balapan langsung menuju jalur 6 tempat sang ular besi “SENJA UTAMA” parkir sementara. Huaaa, Nung jadi kangen mbolang naik kereta bhoook…Menemani mysupertwin sampai jam 17.40 di dalam kereta. Ni Nung sempat bikin puisi. hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "22 JAM BERSAMAMU"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    by Norma Keisya Avicenna on Sunday, May 8, 2011 at 5:27pm &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Guratan jingga rona senja menjadi saksi perpisahan raga qt berdua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bersama senandung cinta yg kan slalu aku dendangkan untukmu, untuk cita kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Untuk impian2 kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kuizinkan ular besi ini kembali membawamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Merengkuh segala indah yg ingin kau raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kurelakan malam mjd penghias bunga2 harapan yg kan terus bersemi dlm hati smp pagi menjelang kembali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Perpisahan ini hanya sementara, sejatinya kurasakan jiwaku melekat pada jiwamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hatiku tlah berpadu dlm hatimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Selamanya kita dekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sampai nanti pun kita kan slalu berpeluk erat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sematkan slalu semangat dlm lubuk hatimu yg terdalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hingga nanti impianmu kan jadi nyata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kan kulihat kau slalu tersenyum bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bersama cerita2 kita yg tak kan pernah usai mengisahkan cinta yg sederhana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Doaku slalu ada untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Harapku slalu dalam hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mimpiku tlah bersemayam dlm jiwamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku titip perjuangan dan impian2ku dlm setiap detak nadi, hela nafas, dan deguban jantung dlm dirimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Cintaku, sampai jumpa lg dlm pertemuan jiwa kita yg lebih baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ~Di dalam kereta senja utama yg kan membawa belahan jiwaku yg lain...17.30 WIB! Jiwaku kini tengah menikmati episode baru yg kan "membuatku lebih"~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi Mbolang ke Rumah Sang Ketua FLP Solo Raya, Mbak Asri Istiqomah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari Stasiun Balapan, dalam hati Nung pengin banget ikut temen-temen yang pasca writing camp tadi bezuk Mbak Asri di rumahnya. Akhirnya, Nung memutuskan untuk nyusul ke rumah beliau di daerah Kampung Sewu. Ada dua petunjuk yang Nung dapatkan agar bisa sampai di rumah beliau. Dari Akh. Doni dan Akh. Choirul –suami mbak Asri-. Dengan “blue bird”-nya Solo, Nung akhirnya sampai di daerah Kelurahan Kampung Sewu. Cari petunjuk. Ternyata, pos ronda tempat di mana Nung turun tadi itu Rt 04 Rw 06, bukan Rt 03 Rw 06. Nyasar dah…Nung sempat tanya dengan dua bapak-bapak yang ada di daerah itu. Dari beliau Nung disuruh masuk ke gang itu menthog kemudian belok kiri. Nanti tanya-tanya lagi di daerah itu. Haha. Asli, seru banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nung pun jalan mengikuti petunjuk dan hari mulai gelap. Hihi. pas sampai belokan, ada seorang bapak yang tengah duduk di kursi santai depan garasi rumahnya. Nung pun nanya ke beliau, memastikan. Yuhuy, Nung lanjutkan jalan dan akhirnya ketemu sebuah pos ronda. Menurut petunjuk sih, rumah Mbak Asri tu di sebelah utaranya pos ronda. Nung dah celingak-celinguk di situ. Tapi kok gak ada petunjuk yang benar-benar bisa menguatkan kalau rumah yang di utara pos  ronda itu rumah Mbak Asri yha? Coz Nung gak liat sepedanya Mas Aris, Mas Dwi, maupun Wien. Akhirnya, Nung jalan melewati rumah itu (sempat menangkap sosok muslimah tengah duduk di kursi, tapi Nung belum yakin kalo itu mbak Asri!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nung sempat tanya kepada seorang bapak penjual tahu kupat yang lagi mangkal di dekat perempatan. Nung tanya apakah benar daerah di situ dah masuk kawasan Rt 03 Rw 06. Ternyata benar! Dan akupun tanya ke bapak itu apakah tahu rumah Pak Choirul. Beliau balik nanya, Pak Choirul yang biasa ngelesi itu ya mbak? Aku jawab aja, iya! Ternyata sebuah rumah yang kuduga sebelumnya tadi benar-benar rumah Mbak Asri. Dan seorang muslimah yang sedang duduk di kursi tadi itu yha Mbak Asri. Akhirnya, sampai juga deh… Mbak Asri surprise gitu! Secaraaa gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba Nung “mak pethungul” di rumahnya. Sendirian pula! Beliau kan juga tahu kalau Nung tuh masih trauma naik motor. Hahaha…aksi mbolang, Mbak! Ternyata Mas Aris, Mas Cowie, dan Wien tadi lagi sholat di masjid. Dan tentu saja mereka bertiga pun surprise jiddan setelah mengetahui kehadiranku. Hm, cepat sembuh ya Mbak! Dari rumah Mbak Asri, Nung berhasil merampok sebuah buku (pinjem ding!). Novel karya Mbak Riannawati: “ARVAYUNA”. Tentang poligami gitu. Sip…saatnya belajar dari karya orang-orang terdekat! Terima kasih yha, Mbak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari rumah Mbak Asri, Nung nebeng dik Wien. Sepanjang perjalanan kita menikmati bulan sabit dengan lengkungan senyumannya yang cantik ditemani kerlipan bintang. So romantic beud, dah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari penuh cinta!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa di episode selanjutnya yang lebih remphong yhaaa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, 9 Mei 2011…”mengabadikan jejak pelangi kehidupan”]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-4480460571846652829?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/4480460571846652829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=4480460571846652829&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4480460571846652829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4480460571846652829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/celoteh-aksara-38-saat-aksaraku.html' title='Celoteh Aksara [38]: “SAAT AKSARAKU MENSKETSA PELANGI” (remphong_mode:ON)'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-rrDG3nvCB7w/Tcnvx5apf1I/AAAAAAAAAuQ/DPfuvp_qU1A/s72-c/Image1480.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-5242453032485150167</id><published>2011-05-11T09:03:00.001+07:00</published><updated>2011-05-11T09:06:28.914+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Celoteh Aksara [37]: “Surat Untuk Istriku: Sirami Bunga Kita Dengan Cinta” [Mas Bayu Gawtama]</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Pd2MLPfuDZs/Tcnu83WToKI/AAAAAAAAAuA/qi2W2sPVd5w/s1600/11%2BAmanah%2BLelaki.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 274px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Pd2MLPfuDZs/Tcnu83WToKI/AAAAAAAAAuA/qi2W2sPVd5w/s400/11%2BAmanah%2BLelaki.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605273940656365730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Monday, May 9, 2011 at 12:12pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Surat Untuk Istriku: Sirami Bunga Kita Dengan Cinta”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal bulan depan, genap satu tahun pernikahan kita. Sementara bunga kecil di perutmu sudah mulai mendesak-desak ingin keluar, hmm, tak terasa sebentar lagi bunga itu akan keluar dan menghiasi harum rumah kecil ini. Dik, sungguh aku sudah tidak sabar untuk menciuminya sepuasku hingga tak satupun orang lain kuberikan kesempatan mencium dan memeluknya sebelum aku, ayahnya, bosan menciumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun empat bulan yang lalu, aku masih ingat saat datang ke rumahmu untuk berkenalan dengan keluargamu. Takkan pernah hilang dalam ingatanku, betapa kedatanganku yang ditemani beberapa sahabat untuk berkenalan malah berubah menjadi sebuah prosesi yang aku sendiri tidak siap melakukannya, yah, aku melamarmu dik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, baru satu minggu sebelum itulah kita berkenalan di rumah salah seorang sahabatmu. Waktu itu, aku tak berani menatap wajahmu meski ingin sekali aku beranikan diri untuk mengangkat wajahku dan segera menatapmu. Tapi, entah magnet apa yang membuatku terus tertunduk. Kenakalanku selama ini ternyata tidak berarti apa-apa dihadapanmu, kurasakan sebuah gunung besar bertengger tepat di atas kepalaku dan membuatku terus tertunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik, aku juga masih ingat dua hari setelah pernikahan kita, kamu masih tidak mau membuka jilbab didepanku meski aku sudah sah sebagai suamimu. Tidurpun, kita masih berpisah, kamu diatas kasur empuk yang aku belikan beberapa hari sebelum pernikahan, sementara aku harus kedinginan tidur dilantai beralaskan selimut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, aku masih sering tersenyum sendirian kala mengingat kata-kataku untuk merayumu agar mau membuka jilbab. "Abang cuma ingin tahu, istri abang nih ada telinganya nggak sih". Kata-kata lembutku pada malam ketiga itu langsung disambar dengan pelototan mata indahmu. "Teruslah dik, mata melotot adik takkan pernah membuat abang takut atau menyerah, malaaah, adik makin terlihat cantik, makin jelas indahnya mata adik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kata-kata itu meluncur dari mulut jahilku, bertubi-tubi pukulan sayang mendarat di tubuh dan kepalaku karena adik menganggap aku meledekmu. Tapi waktu itu, aku justru merasakan kehangatan pada setiap sentuhan tanganmu yang mengalir bak air di pegunungan. Karena aku yakin, dibalik pukulan-pukulan kecil itu, deras kurasakan cintamu seiring hujan yang turun sejak selepas maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah bunga seroja di taman mungkin takkan pernah bisa mengungkapkan eloknya cinta kita, cinta yang didasari atas kecintaan kepada Allah. Allah-lah yang menciptakan hati, jiwa dan ragamu begitu rupa sehingga aku mencintaimu. Aku pun berharap, atas dasar cinta Allah pulalah adik mencintaiku. Karena hanya dengan cinta karena Allah, cinta ini akan terus berbunga dan mewangi selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta hakiki adalah cinta kepada zat yang menciptakan cinta itu sendiri, begitu seorang bijak berkata. Cinta tidak dirasa tanpa pengorbanan, kasih sayang bukan sekedar untaian kata-kata indah, dan kerinduan yang terus takkan pernah terwujud jika hanya sebatas pemanis bibir, tambah sang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit akan selamanya cerah, bila kita suburkan cinta ini. Mentari takkan pernah bosan bersinar selama kasih antara kita tetap terpatri dan rembulan pun tetap tersenyum, selama kita isi hari-hari dengan segala keceriaan yang jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, malam semakin larut dik. Baru saja kudengar dentang jam berbunyi duabelas kali. Sementara tangan ini masih asik dengan pena dan secarik kertas putih. Kan kutulis semua rasa bathinku malam ini, semua keindahan, kehangatan, dan hidup dibawah naungan cinta bersamamu karena Allah. Tapi, maafkan aku dik, karena aku juga akan mengkhabarimu hal yang tidak pernah kuceritakan kepadamu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sandarkan kepalamu di dadaku, lelap sudah malam menghantarmu tidur. Tapi, ah, bunga kecil kita ternyata belum tidur dik, sesekali kurasakan sentuhan kakinya dari dalam perutmu. Rupanya bunga kecil itu sudah mengenaliku sebagai ayahnya, kurasakan berkali-kali diberbagai kesempatan berdampingan denganmu, tangan-tangan kecilnya berupaya menggapai dan menyentuhku seakan memintaku untuk segera menggendongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, ada tangis dihatiku yang tidak mungkin aku curahkan padamu. Karena aku tahu, kaupun sudah cukup sering menahan tangismu agar tidak terlihat olehku. Jadi, mana mungkin aku menambahinya dengan air mataku yang mulai menggenang di bibir kelopak mataku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai suami, aku merasa belum mampu membahagiakanmu dik. Nafkah yang kuberikan kepadamu setiap bulan, tidak pernah cukup bahkan untuk dua minggu pun. Sehingga untuk keperluan dua minggu berikutnya, aku harus meminjamnya dari teman-temanku tanpa sepengetahuanmu dan aku hanya membisikimu, "rizqumminallaah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kita menikah, tak sehelaipun pakaian kubelikan untukmu. Bahkan aku sering menangis, saat mengajakmu pergi, adik harus bingung mencari-cari sandal yang layak dipakai. Tak pernah aku mengajakmu untuk berjalan-jalan, karena aku selalu disibukkan dengan segala urusanku, tak peduli hari libur. Aku selalu berharap adik tampil cantik dan segar sepanjang hari, tapi tak pernah kubelikan adik alat-alat kecantikan. Dan yang terakhir, aku tak kuasa mengingatnya dik, meski berat kita harus melalui saat-saat kita makan dengan makanan seadanya, bahkan tidak jarang kita berpuasa. Waktu itu adik bilang, "Biarlah bang, adik lebih rela makan sedikit dan seadanya daripada kita harus berhutang, karena hidup tidak akan tenteram dan selalu merasa dikejar-kejar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi, bunga kecil itu akan hadir dik. Akankah aku, ayahnya, membiarkannya tumbuh dengan apa adanya seperti yang aku lakukan terhadapmu dik. Bersyukurlah ia karena mempunyai ibu yang sholehah dan selalu menjaga kedekatannya dengan Allah. Karena, walau gizi yang diberikannya kelak tidak sebanyak kebanyakan anak-anak lainnya, tetapi ibunya akan mengalirkan gizi takwa dihatinya, mengenalkan Allah sebagai Rabb-nya, Muhammad sebagai tauladannya dan mengajarkan Al Qur'an sebagai petunjuk jalannya kelak. Ibunya akan mengajarkan kebenaran kepadanya sehingga mampu membedakan mana hak dan mana bathil,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik, jika ia lahir nanti, sirami hatinya dengan dzikir, suburkan jiwanya dengan lantunan ayat-ayat suci Al Qur'an, hangatkan tubuhnya dengan keteguhan menjalankan dinnya, baguskan pula hatinya dengan mengajarkannya bagaimana mencintai Allah dan Rasul-Nya, ajarkan juga ia berbuat baik kepada orangtua dan orang lain, bimbinglah ia dengan ilmu yang kau punya, sehingga dengan ilmu itu ia tidak menjadi orang yang tertindas. Jadikan jujur sebagai pengharum mulutnya serta kata-kata yang benar, baik, lembut dan mulia sebagai penghias bibirnya. Sematkan kesabaran dalam setiap langkahnya, taburi pula benih-benih cinta di dadanya agar ia mampu mengukir cinta dan kasih sayang dalam setiap perilakunya, dan yang terakhir kenakan takwa sebagai pakaiannya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, insya Allah harapan dan do'a kita untuk tetap bersama sampai di surga kelak akan lebih mudah kita gapai. Aku berharap, engkau membaca surat yang kuselipkan di bawah bantalmu malam ini. Dan jika kau telah membacanya esok pagi, jangan katakan apapun kecuali ciuman hangat di tanganku. Karena dengan begitu, aku tahu kau telah membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bayu Gawtama, 22 November 2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hidup pada dasarnya seperti menata perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Selangkah demi selangkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Merangkak…berjalan…kemudian berlari…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tak jarang suatu saat harus dihadapkan pada rasa lelah…letih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Harus dihadapkan dengan keras dan beratnya jalan yang dilalui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hidup adalah sebuah perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Yang akan terus mengembara tanpa henti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pengembaraan untuk selalu mencari kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pengembaraan untuk selalu menjadi pemenang!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pengembaraan itu akan terus berlanjut…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sampai Sang Penguasa waktu memutuskan untuk menghentikan langkah demi langkah kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Maka…bagi siapa yang tiada sanggup…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Untuk mengawali lalu mengakhiri perjalanan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mereka akan hancur lenyap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bagai besi rapuh karena tetesan air…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Seperti kayu yang menjadi abu karena bara…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    (by: ASKA, a long time ago…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, Renungan 6 Mei 2011. Dua pekan lalu aku berhasil merampungkan membaca buku beliau yang “11 AMANAH LELAKI”. Kereeen dah…Dan ba’da Maghrib tadi dengan latar air mata langit yang makin menderas di luar sana, saat membaca tulisan ini pun membuat gerimis di hatiku juga semakin menderas. Hikshikshiks…Terima kasih, Mas Bayu Gawtama. Tulisan-tulisan Mas sarat dengan makna kehidupan…^^v. Benar-benar belajar bersungguh-sungguh dan bersungguh-sungguh belajar dari tulisan ini. Semangat merangkai karya dan membangun istana harapan dalam untaian kisah penuh makna, ya Nung…*TEPAT dan TERBAIK!]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-5242453032485150167?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/5242453032485150167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=5242453032485150167&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/5242453032485150167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/5242453032485150167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/celoteh-aksara-37-surat-untuk-istriku.html' title='Celoteh Aksara [37]: “Surat Untuk Istriku: Sirami Bunga Kita Dengan Cinta” [Mas Bayu Gawtama]'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Pd2MLPfuDZs/Tcnu83WToKI/AAAAAAAAAuA/qi2W2sPVd5w/s72-c/11%2BAmanah%2BLelaki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-4999788983162286444</id><published>2011-05-11T09:01:00.002+07:00</published><updated>2011-05-11T09:02:58.721+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='supertwin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Celoteh Aksara [36]: "22 JAM BERSAMAMU"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Jo3iw-vBCog/TcnuO1agBGI/AAAAAAAAAt4/cAgOHKOKx58/s1600/Image1500.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Jo3iw-vBCog/TcnuO1agBGI/AAAAAAAAAt4/cAgOHKOKx58/s400/Image1500.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605273149863101538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Sunday, May 8, 2011 at 5:27pm&lt;br /&gt;Guratan jingga rona senja menjadi saksi perpisahan raga qt berdua...&lt;br /&gt;Bersama senandung cinta yg kan slalu aku dendangkan untukmu, untuk cita kita..&lt;br /&gt;Untuk impian2 kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuizinkan ular besi ini kembali membawamu&lt;br /&gt;Merengkuh segala indah yg ingin kau raih.&lt;br /&gt;Kurelakan malam mjd penghias bunga2 harapan yg kan terus bersemi dlm hati smp pagi menjelang kembali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpisahan ini hanya sementara, sejatinya kurasakan jiwaku melekat pada jiwamu.&lt;br /&gt;Hatiku tlah berpadu dlm hatimu...&lt;br /&gt;Selamanya kita dekat&lt;br /&gt;Sampai nanti pun kita kan slalu berpeluk erat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sematkan slalu semangat dlm lubuk hatimu yg terdalam.&lt;br /&gt;Hingga nanti impianmu kan jadi nyata...&lt;br /&gt;Kan kulihat kau slalu tersenyum bahagia&lt;br /&gt;Bersama cerita2 kita yg tak kan pernah usai mengisahkan cinta yg sederhana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doaku slalu ada untukmu.&lt;br /&gt;Harapku slalu dalam hatimu.&lt;br /&gt;Mimpiku tlah bersemayam dlm jiwamu!&lt;br /&gt;Aku titip perjuangan dan impian2ku dlm setiap detak nadi, hela nafas, dan deguban jantung dlm dirimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku, sampai jumpa lg dlm pertemuan jiwa kita yg lebih baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Di dalam kereta senja utama yg kan membawa belahan jiwaku yg lain...17.30 WIB! Jiwaku kini tengah menikmati episode baru yg kan "membuatku lebih"~&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-4999788983162286444?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/4999788983162286444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=4999788983162286444&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4999788983162286444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4999788983162286444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/celoteh-aksara-36-22-jam-bersamamu.html' title='Celoteh Aksara [36]: &quot;22 JAM BERSAMAMU&quot;'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Jo3iw-vBCog/TcnuO1agBGI/AAAAAAAAAt4/cAgOHKOKx58/s72-c/Image1500.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-4739076068595556606</id><published>2011-05-11T08:58:00.004+07:00</published><updated>2011-05-11T09:01:26.868+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profesiku'/><title type='text'>Celoteh Aksara [35]: “Indahnya Kebersamaan Penuh Cinta di GANESHA”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Aw1COMdI7to/TcntvAhc6zI/AAAAAAAAAtw/Ohrx7i2JVps/s1600/Image1456.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Aw1COMdI7to/TcntvAhc6zI/AAAAAAAAAtw/Ohrx7i2JVps/s400/Image1456.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605272603089234738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Saturday, May 7, 2011 at 8:02am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di bagian malam yang terlalu dini untuk kusebut pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kalender, sudah hari ke-7 di bulan Mei. Ah, betapa perguliran sang waktu begitu cepat. Sangat cepat…Tak terasa tiga hari lagi UASBN untuk murid-murid kelas 6 SD. Tak terasa pula sudah hampir 10 bulan aku membersamai mereka belajar. Akhir-akhir ini interaksi kita pun semakin dekat dan akrab. Banyak moment yang menjadikanku lebih bijak dan dewasa. Dari mereka aku belajar apa itu sabar, apa itu kasih sayang, bagaimana menjadi seorang guru yang tidak hanya sekedar “digugu lan ditiru”, bagaimana berinteraksi dengan berbagai karakter yang melekat pada kepribadian mereka, bagaimana mentransfer ilmu dan menciptakan suasana belajar yang tetap “having fun”, dan banyak pengalaman spiritual lain yang berhasil Nung dapatkan. Intinya, banyak yang bisa Nung pelajari dari salah satu profesi yang Nung tekuni saat ini. Nung benar-benar sangat bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan salah satu cara untuk mensyukurinya adalah “konsisten” pada amanah sebagai pendidik. Tujuan kita mendidik adalah agar anak-anak tumbuh menjadi manusia yang cerdas, berilmu pengetahuan, dan berakhlak mulia. Ukuran keberhasilan mendidik adalah terjadinya perubahan perilaku anak dari tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa, dan tidak terbiasa menjadi terbiasa, sesuai dengan apa yang kita inginkan bersama. Artinya, tugas pengajar/guru dianggap “selesai” setelah terjadi perubahan perilaku pada anak kearah yang lebih baik. Lalu, apakah dengan menyusun skets mengajar, mengisi buku penghubung, mengisi daftar hadir dan menuntaskan materi dapat menjadi ukuran bahwa pengajar yang bersangkutan telah menjalankan tugas? Jawabannya belum! Jika ukuran keterlaksanaan tugas sebagai pengajar hanya diukur dari aspek administrasi semata, berarti baru sebagian tugas yang selesai, yaitu tugas administratif, sedangkan tugas sebagai edukator, belum. Ingat, jika terjadi kesalahan dalam administrasi, kita dapat menghapus dan mengganti dengan yang baru, namun jika terjadi kesalahan dalam mendidik, kita tidak mampu menghapusnya, itu artinya kita bermimpi mengembalikan umur ke kondisi semula. (salah satu alinea yang Nung tuliskan dalam naskah “Guru, Lentera yang Membebaskan”. Alhamdulillah, tulisan itu lolos seleksi. Bismillah, pengajar sekaligus penulis…^^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, izinkan Nungma memaknai lebih dalam lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Banyak kejadian unik sebelum Nung memutuskan untuk menjadi pengajar di Ganesha Operation Solo. Panjang kisahnya! Tapi, pilihan untuk mengajar SD yang masih membuat Nung paling terkesan sampai sekarang. Mungkin akan Nungma ceritakan di bagian tersendiri. Hehe…sedikit bocoran aja, dulu setelah istikharah untuk memantabkan pilihan mengambil SD ataukah SMP/ SMA, ngrasa aja Allah SWT menggaungkan kata-kata “SEMANGAT DAHSYAT” dalam hati dan pikiran Nung. Dua kata itu yang selalu muncul seiring dengan deguban jantung, helaan nafas, dan detak sang nadi. Hm, SD! Semangat Dahsyat! ^^v.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hihi…ah, ketawa sendiri kalau flash back hal-hal seru bersama murid-murid. Awal-awal masuk dalam 1-2 pekan banyak yang kemudian bertanya dengan polosnya (kapan, siapa yang tanya pernah Nung tulis di catatan harian. Xixi…), “Bu NM, keturunan Arab ya? Apa India?”; “Ibu masih saudaranya Bu FB, ya?”; “Rumah Bu NM di Pasar Kliwon ya?”; “Wajah Bu NM kok mirip istrinya Aa’ Gym?”….hyaaaaa…..bikin menungnung dah! (apalagi pertanyaan terakhir). Mirip orang Arab? Gubraaak. Gak ya dik. Ibu tu Jawa asli. Pas cerita kejadian ini ke orang-orang rumah, endingnya cuma ngikik semua. Nung jadi ingat salah satu pengalaman waktu SMA dulu. Tepatnya waktu ikut PELATIHAN JURNALISTIK bersama BASSIC. BASSIC itu majalah sekolah. Nah, salah satu tantangannya kita praktek wawancara. Waktu itu, Nung dapat tugas interview bareng Gestin ke sebuah toko yang menjual produk-produk muslim. Pas lagi asyik wawancara sama yang jaga toko, ada seorang pembeli (bapak-bapak) yang kemudian menanyai aktivitas kami dan sempat bilang: “Wajah Mbak kok mirip orang Arab ya???” hagzhagzhagz…Kalau inget kejadian itu bikin Nung n Gestin ngikik terus…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, ternyata Mas Dhody dan Mbak Thicko pun pernah mengalami hal yang sama. Kalau Mas Dhody dulu pas didatangi customernya, dia tanya, “Mas pasti rumahnya Pasar Kliwon, ya?” hahaha… ah, Nung jadi inget, waktu pulang ngajar malam dari GO Veteran. Waktu itu dijemput Mas Dhody, dia mau nraktir Nung sate kambing di daerah sebelum Beteng lah. Nah, pas lewat daerah Pasar Kliwon dia bilang, “Daerah perumahan kita nih!”. Asli, sepanjang jalan sampai rumah makan, kita berdua ngikik terus…wkwkwk…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohya, banyak panggilan yang Nung dapatkan dari murid-murid tersayang. “Bu NaMa”. Kebetulan singkatan nama Nungma: NM. Kalau di GO ciri khasnya memang seperti itu. Setiap pengajar punya kode. “Bu Doraemon” terutama dari adik-adik 6 SDR 31 n beberapa murid yang lain. Karena mereka banyak yang tahu kalau Nung cinta banget ma robot kucing dari abad 21 itu. Mereka bisa lihat dari gantungan HP, map plastik yang selalu Nung bawa saat mengajar, tempat pensil, bros, dll. Hehe…tyuz “Bu Twin”. Panggilan ini biasanya dari adik-adik 6 UNR 22. Karena mereka tahu kalau gurunya itu kembar. Hehe. Ada lagi nih, panggilan dari adik-adik 6 SDR 1 dan 6 SDR 3: “Bu Arab Jawa dan Bu Tung Srung”. Aneh-aneh aja. Tung Srung karena pas awal mengajar dulu Nung pernah menyampaikan break “tung…tung…srung”. Break yang pernah Nung dapatkan juga waktu ikut pelatihan “training for trainer” pas zaman mahasiswa dulu. Ada juga yang manggil “Bu Kiepop” Hadeh..., gara-garanya pas Nung ditanya “tahu Super Junior, Bu?” Nung njawabnya tahu ‘n paling suka lagunya yang Miracle. Hihi. Ini tuh gara-gara dulu ada adik kost yang tiap hari pasti nyetel lagu-lagunya Su-Ju karena dia terobsesi masuk jurusan Sastra Korea UI. Hihi… Ada lagi yang dari awal sampai sekarang manggilnya tu “Bu Kurma” (anak-anak genk Bratan nih!). Kata mereka sih, “kurma kan manis, bu!”. Huahaha…gubrak! ^^v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, betapa serunya. Gak terasa sebentar lagi harus berpisah dengan mereka. Ada kenangan di WATT, EINSTEIN, FARADAY, PASTEUR, ALVA, GALILEO, DALTON, NEWTON, DARWIN, MENDEL, PASCAL, OHM, UNY, UPI, UNAND,…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Terakhir mengajar di kelas DALTON yang malam, kelas yang terkenal dengan murid-muridnya yang kompak punya hobi sama: nyanyi. Break 20an menit, karena malam itu kita hanya membahas tryout SUKSES, jadi lebih cepat selesai. Mereka request, waktu yang tersisa digunakan untuk latihan buat acara hari Sabtu (nanti sore). Mereka mau mengisi hiburan waktu acara doa bersama. Seru banget deh! Dengan gaya dan aksi mereka, lagu Senyum dan Semangat-nya SM*SH jadi terasa berbeda. Hadeh dik, gara-gara aksi kalian Bu NM jadi hafal tu lagu nih…^^v. Pokoknya SUKSES buat performa nanti sore yha! (hihi…geng Nurlela) : )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“….Senyumanku tak akan pernah luntur lagi, singing all day long&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangatku tak akan pernah patah lagi, dancing all night long…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, ngomong-ngomong soal PERPISAHAN lagi nih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpisahan itu akan selalu ada, karena kita pernah berjumpa, bersama, dalam canda tawa dan bahagia.  Setiap tetes airmata yang tertumpah di hari ini, akan menjadi saksi atas jalinan PERSAHABATAN yang selama ini kita simpul seerat-eratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada kata yang pantas terucap hanya derai bening yang selalu bertaburan. Mengucap selamat jalan, silakan lanjutkan perjuanganmu ke arah yang lain, di tempat yang baru, yang akan menjadi jarak pertemuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, jiwa dan naluri kita kembali terluka atas perpisahan raga.  Namun percayalah hati kita akan selalu terikat.  Jalinan persahabatan dan kekeluargaannya akan semakin erat. Semakin jauh ragamu melangkah, semakin hatimu mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak usah terlalu bersedih, berbahagialah! Karena kau akan menemukan suasana yang baru, bukan di sini lagi, tapi di sana.  Di suatu tempat yang akan menjadi medan juangmu dalam mewujudkan impian di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukuplah setiap kenangan yang telah kita tanam, akan menjadi kenangan yang tumbuh subur. Menyemaikan benih-benih cita, cinta, dan cerita diantara kita.  Karena kita tak harus di sini, kita tak harus selalu bersama, kita harus melanjutkan langkah ini, mungkin ke tempat yang lain, yang siap untuk kita tapaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkuat langkahmu, adik-adikku! Yakinkan diri dan hatimu, hari esok pasti lebih cerah, hari esok adalah harapan yang harus diraih.  Pandang senyumannya yang lebar, tatap wajahnya yang ceria, hari esok adalah bahagia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala rindu yang akan muncul, segala nafas yang akan berhembus, segala harapan yang akan kita raih, segala langkah yang akan kita ayunkan, yakinlah disana ada sukses. Di sana ada keberkahan, dan di sana pasti ada cinta…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan aliran airmata ini jatuh sesukanya, biarkan dia mengalir, mengucap kata seindah-indahnya.  Biarkan dia, karena airmata tak berarti sedih, airmata tak berarti duka, airmata juga lambang bahagianya hati.  Biarkan dia menemani kita di hari ini.  Biarkan…Karena dia memang hadir untuk ini, menjadi saksi INDAHNYA PERTEMUAN KITA!!! Indahnya kebersamaan penuh cinta di Ganesha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik-adikku, anak-anakku, murid-muridku…selamat melanjutkan langkahmu, selamat berjumpa lagi di tangga kesuksesan, dalam senyum yang lebih indah…menyongsong masa depan yang cerah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMANGAT DAHSYAT, semuanya…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, 7 Mei 2011…teruntuk mutiara-mutiara hatiku, yang darinya aku belajar menjadi “guru”! 02:02 WIB]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-4739076068595556606?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/4739076068595556606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=4739076068595556606&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4739076068595556606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4739076068595556606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/celoteh-aksara-35-indahnya-kebersamaan.html' title='Celoteh Aksara [35]: “Indahnya Kebersamaan Penuh Cinta di GANESHA”'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Aw1COMdI7to/TcntvAhc6zI/AAAAAAAAAtw/Ohrx7i2JVps/s72-c/Image1456.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-4222377409955596994</id><published>2011-05-11T08:58:00.001+07:00</published><updated>2011-05-11T08:58:47.843+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profesiku'/><title type='text'>KADO CINTA HARI INI: “Kupilih Guru sebagai Profesiku”</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Friday, May 6, 2011 at 12:02pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman Lolos Audisi Penulis “Kupilih Guru sebagai Profesiku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05 Mei 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: Ady Azzumar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahamduillah, dengan menimbang, mengamati dan mencerna serta menganalisa “naskah-naskah” yang dikirimkan, akhirnya dari 50 lebih peserta yang turut berpartisipasi, kami hanya bisa mengambil beberapa naskah saja untuk diberi kesempatan dalam “ruang yang akan di bukukan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan dan tehnisi dibawah ini maka naskahnya beum bisa kami beri ruang, karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Naskah yang dikrimkan seperti alur cerita pendek saja, cerita mulai dari Tk, SD sampai keperguruan Tinggi. Aduh maaf naskah yang seperti ini terlalu banyak “pemubaziran kata”&lt;br /&gt;   2. Tidak turut menyertakan Tips dan alasan kenapa aku memilih guru / 15 alasan tersebut tidak diuraikan dan dijabarkan satu persatu.&lt;br /&gt;   3. “aku bangga menjadi guru” adalah kata utama dalam memulai kalimat dan dilanjutkan dengan kalimat yang berhubungan dengan kata tersebut, tapi ada beberapa naskah yang tidak mengikuti peraturan kaedah ini. Yang ada kata: “aku bangga menjadi guru” hanya dijadikan bait kata saja.&lt;br /&gt;   4. kebanyakan naskah yang ditulis tidak dari hati, artinya menulis seperti dikejar deadline. Jadi naskah-naskah yang diharapkan bisa menginspirasi buat para pembaca, sebagian belum bisa kita dapatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat nama-nama yang terpilih di bawah ini, semuanya segera mengirimkan ulang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. HEBATNYA MENJADI GURU oleh…..? Guru Bidang studi agama islam&lt;br /&gt;   2. Diary Ibu Guru + Guru Bahasa Inggris = Oleh: Intan Daswan&lt;br /&gt;   3. GURU PELITA BANGSA + GURU BAHASA INGGRIS  Oleh : MATA PENA&lt;br /&gt;   4. Guru, Obsesiku! Oleh + Guru Privat: Isti Subandini&lt;br /&gt;   5. Mengajar Dengan Ikhlas; Kunci Sukses Menjadi Guru Teladan + Guru Matematik dan Ngaji oleh: Pujiati Sari&lt;br /&gt;   6. KETIKA AKU MENJADI GURU + guru bahasa inggris Oleh: Lilih Muflihah&lt;br /&gt;   7. Teacher is the best for me + guru privat oleh: Meta sumarlina&lt;br /&gt;   8. Menginfakkan Raga+Guru Les Aritmatika  oleh: Sandza&lt;br /&gt;   9. KETIKA GURU BUKAN HANYA SEKEDAR PROFESI+ Guru Fisika oleh: Sri Maya Hadi Kesuma&lt;br /&gt;  10. GURU ANAK USIA DINI+ Guru Taman Kanak-Kanak oleh: WAHYUTI&lt;br /&gt;  11. Guru, Menyemikan Harapan Bangsa yang Tumbang + Guru matematika oleh: Intan Kamelia Mohtar&lt;br /&gt;  12. Senyum Ketulusan + Guru TK oleh: Bintang Arini&lt;br /&gt;  13. Aku Bangga Menjadi Guru (judul harap direvisi) + Guru Ngaji  oleh: Mildaini&lt;br /&gt;  14. Pembelajar oleh+ Guru Sosiologi: Bambang Kariyawan Ys&lt;br /&gt;  15. Sebuah Profesi Impian + Guru Kertakes = Lailiah, S.Pd&lt;br /&gt;  16. Karena Cinta, Aku Menjadi Guru + Guru Mengaji = Huriyah Riza&lt;br /&gt;  17. Jadi Guru Itu Asyik + Guru Kelas = Erma Fitriyani, S.IP&lt;br /&gt;  18. Belajar dari Sebuah Pilihan+ Guru Les = Efriany Susanty&lt;br /&gt;  19. Pahlawan Tanpa Harga Pantas + Guru Agama =  Dari:Ely Zamieatul Laelly&lt;br /&gt;  20. KEBULATAN HATI, BAHASA INGGRIS =  Dari: Sulis Wati&lt;br /&gt;  21. PANGGILAN HATI MENUNTUNKU MENJADI GURU + GURU BAHASA = Sapta Rini Hinona&lt;br /&gt;  22. GURU KIMIA ADALAH PILIHANKU + Guru Bidang KIMIA =  Een Kurniati&lt;br /&gt;  23. GURU LENTERA YANG MEMBEBASKAN + Guru Bimbingan Belajar =  Keisya Avicenna&lt;br /&gt;  24. menjadi guru adalah keniscayaan + guru ngaji = Ratih Muthia Nurul ‘Ain Adam&lt;br /&gt;  25. Saya Ingin Menjadi Guru + Guru Kimia = Ira Sari Sevi Widya H&lt;br /&gt;  26. AKU BANGGA MENJADI GURU SD + Guru Mata Pelajaran Umum = Fafa Fathurrohma&lt;br /&gt;  27. Panggilan Hati + Guru Bahasa Ingris. = Iwan Kurniawan&lt;br /&gt;  28. Inilah Pilhan ku + Guru Bahasa Indonesia = Aminah Jihan Bamualim&lt;br /&gt;  29. Tersesat di Jalan Yang Benar  (harap judul direvisi)+ Guru Sekolah Dasar. = Dian Sukma Kuswardhani&lt;br /&gt;  30. Bukan Sekedar Profesi + Guru PAUD = Nisa Nuraeni&lt;br /&gt;  31. Rekreasi Jiwa+Guru Bahasa Indonesia = Oleh Aika Zahra&lt;br /&gt;  32. Guru sebagai Pendidik Anak Bangsa oleh : Hesti Daisy&lt;br /&gt;  33. Siapa yang ingin menjadi guru les, walau bergaji kecil? + Guru Komputer dan Menulis = Amanda ratih Pratiwi&lt;br /&gt;  34. Memanen Pahala dari Pedalaman+Guru Matematika = Yurmawita Adismal&lt;br /&gt;  35. Guru, Profesiku Ibadahku oleh: -Lisfatul Fatinah Munir-&lt;br /&gt;  36. INDONESIA, AKU INGIN MENGAJAR oleh: Rusdi Saleh&lt;br /&gt;  37. SUSiLAWATI, S.AG Guru Bahasa Arab&lt;br /&gt;  38.  Ady Azzumar Guru SD Islam Terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat buat nama nama di atas, yang terpilih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-4222377409955596994?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/4222377409955596994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=4222377409955596994&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4222377409955596994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4222377409955596994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/kado-cinta-hari-ini-kupilih-guru.html' title='KADO CINTA HARI INI: “Kupilih Guru sebagai Profesiku”'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-2609376609368495664</id><published>2011-05-11T08:54:00.001+07:00</published><updated>2011-05-11T08:58:02.308+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persahabatan'/><title type='text'>Celoteh Aksara [32]: “KARENA SOLO ‘mungkin’ (bukan) TERMINAL AKHIRKU_Catatan FLP Pelangi #15”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-mNG9rDvmq7U/TcnspgpFEPI/AAAAAAAAAto/b8ycqSCtgpw/s1600/Image1453.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-mNG9rDvmq7U/TcnspgpFEPI/AAAAAAAAAto/b8ycqSCtgpw/s400/Image1453.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605271409120317682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Wednesday, May 4, 2011 at 8:53am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad, 1 Mei 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ahad yang luar biasa, hari pertama di bulan Mei. Ada sesuatu yang dahsyat bergemuruh dalam hati. Setiap detik semoga menjadi nafas perbaikan diri. Amin. Pagi yang berseri, indah… saatnya riyadhoh ke boulevard UNS sekaligus kuliner pagi. Paling seneng kalau ketemu adik-adik tingkat. Saling sapa, tanya kabar, tanya kesibukan sekarang. Seru banget lah! Dan Ahad pagi itu Nung banyak bertemu dengan adik-adik Biologi angkatan 2008. Ah, jadi terkenang masa-masa jadi Koordinator Sie Acara BIOSPHER 2008. Hehe. BIOSPHER terakhirku yang sangat berkesan. Kangen kalian semua…Apis melifera-ku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang ini kembali ada pertemuan dengan keluarga Pelangi setelah sepekan kita absen. Akhirnya, kerinduan kita akan tertunaikan siang-sore ini. Jam 12.30 Nung dijemput Diah Cmut kemudian kita menuju markas di SMP Muhammadiyah 7. Ayu’ dah di lokasi. Akhirnya, gabung deh berbasket ria dulu. Hehe. Kalau dah basket gini, Nung jadi inget pas jaman SMA kelas 1 dulu. Basket merupakan salah satu olahraga favorit. Tiap hari Ahad SUPERTWIN sama Mas Dhody pluz beberapa temen pasti lari pagi lanjut basket bareng-bareng di lapangan basket SMA 1 Wonogiri. Kebetulan pas kelas 1 SMA, Nung tu ngefans banget sama permainan basketnya MVP Lovers “5566”. Hihi, film Mandarin banget. Paling suka tembang “Wo Nan Kuo”. Nyanyi dulu ah…(mbatin!). basket oh basket. Dan pada episode siang itu Nung hanya berhasil masukin sekali ke keranjang. Dah jarang latihan sih, Cheng Fong mengundurkan diri sebagai pelatihnya Nung soale. Uwuh…wkwkwk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelar berbasket ria, diskusi unyu dulu dengan 3’unyu tentang pembagian honorarium majalah Embun. Di tengah unyu-unyunya, Mbak Eka datang. Tyuz karena beliau mau sholat dulu, beliau kita tinggal deh. Hehe. “Laper ni, mbak!”. Akhirnya, kita bertiga jalan mau ke warung soto dekat bangjo dr.Oen. waladalah, kok tutup sih. Hm, akhirnya kita memutuskan untuk jalan menuju area jajanan di kawasan RS dr. Oen. Nah, ada kejadian konyol saat kita bertiga menyaksikan pethunya dengan Mio Merahnya. Haha. Ekspresinya itu lho…medungdung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas sampai depan warung-warung, ealah gak ada yang sreg di hati. Akhirnya kita bertiga pun memutuskan untuk putar haluan lagi. Balik ke markas. Pas mau masuk gerbang, Nung sempat berujar ke Diah Cmut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mut, bukannya di sini ada kantin, ya?”, tanya Nung dengan muka polosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, iyo yo. Dung-dung i ngapa kita gak cari makan di kantin aja,” ujar Diah Cmut menyadari kedungdungannya. Haha (asli, marahi ngikik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan itupun kita sampaikan ke Ayu’. Dan Ayu’ cuma pasang tampang senyum ter-innocent! Nah, pas kita ke kantin ternyata harapan tak seindah kenyataan. Heuheuheu…bayangan soto atau mie goreng hanya membuat kita klomat-klamet aja. Hihi…(gak ding!). Akhirnya, setelah kita bertiga menggelar sidang pleno, istimewa, dan paripurna terputuskanlah sebuah tempat yang akan menyelamatkan kita dari penyakit Kwashiorkor alias busung lapar (eh, salah ding. Ini kan nama penyakit kekurangan protein). Rocket Chicken yang berlokasi sebelum perempatan Panggung. Uhuy, cekidot! Ninggalin pethunya yang asyik berbasket ria. Biarin aja dah…seorang bocah hiperaktip kan jangan sampai terhambat aktivitas bermainnya. “pinjem helm yo…!”. ^^v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di lokasi, kita bertiga pun segera dudang-duding pesen makanan. Agak kecewa juga sih selera Nung ‘n Ayu (paket 3) kagak ada. Tapi tak apalah, yang penting kebutuhan logistic terpenuhi sebelum kita belajar. Hehe…Logika tanpa logistik bagai TPS, tanpa permen sunduk. Hihi…Makan siang yang berlangsung sangat unyu. Ah, kelak Nung pasti sangat merindukan keunyuan kalian. Hehe…Seru!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40’an menit lah kita bercengkerama di Rocket Chicken. Balik ke markas sudah ada Mas Tyo dan mas-mas yang Nung belum kenal lagi main basket. Apa ni mas-mas yang dari FLP Yaman yha? Maybe! (tadi siang Mas Aris El Durra juga sempat ngabarin). Kemudian kita digiring pethunya untuk masuk kelas. Bertempat di kelas 8C. Ruang Multimedia yang biasa kita pakai masih disterilkan karena akan digunakan untuk workshop. Acara dibuka oleh pethunya. Hadir siang itu ada Bunda Eny. Selamat ya Bunda atas cerpen “Kucing Hitam”-nya yang dimuat di Harian Joglosemar hari ini. Kemudian ada Mbak Eka yang duduk sebangku dengan Bunda Eny, Mbak Ummi (siang ini beliau duduk sebangku dengan Nungma. Sabar ya. Nung! Hahaha…Nung ketularan ‘penyakit akut’-nya. Wkwkwk), Mbak Nury (mbakku yang satu ini selalu tersenyum manis untukku, hihi…), Diah Cmut yang duduk sebangku dengan Ayu’. Ah, dasar duo unyu! Ada Mas Dwi yang duduk di depan mereka berdua. Mas Ruri datang agak terlambat. Ohya, ada yang belum kesebut. Siapa ya? Hihi. Tu orang dimana yha? Hoe, ndelik di mana kau? Ooo…ternyata Mas Tyo duduk di belakang bangku Mbak Nury, masih dengan ekspresi ngeneznya. Haha. Oya, mas-mas yang tadi memang benar dari FLP Yaman. Beliau mengenalkan diri dan sedikit bercerita tentang FLP Yaman. Dapat wacana baru dah! Hm, salut buat Mbak Anik. Rela berhujan-hujan ria untuk datang ke Pelangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang ini pak guru Pahmi Casopah menyampaikan materi tentang “ANATOMI BUKU”. Materi yang lengkap diupload duong, Mas Dwi/ Mbak Nury! Nung nulisnya konvensional ogh kemarin. Ocre!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan pun turun dengan sangat lebatnya. Dereees puuul dah. Banyak kejadian konyol bin seru yang terjadi di dalam kelas TK Pelangi. Namanya juga anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Ada aja tingkah polahnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pending sholat Ashar, berhujan-hujan ria menuju masjid. Hihi…benar-benar merasakan indahnya kebersamaan dan kekeluargaan FLP Pelangi. Serunya,  pertemuan kali ini logistiknya banyak banget. Terima kasih, Bunda Eny! ^^v. Setelah materi selesai, ada rapat mengenai rencana rihlah keluarga Pelangi ke Pacitan Insya Allah tanggal 21 Mei nanti. Rapat dipimpin oleh sang PJ, Mas Tyo. Hahaha…Jam 17.00, Nung pun harus undur diri sama Mbak Eka karena kita berdua mau mudik ke Wonogiri. Rapat masih terus dilanjutkan. Piye hasile???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang gak datang hari ini: Mbak Amrih, Mbak Santi, Mbak Fitri, Mas Aris El Durra, Mbak Fu'ah, Erny...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, kenapa judul sama isi gak nyambung ea? Ntahlah, pengin aja bikin judul kayak gitu ‘n isinya tentang aktivitas Nung di Pelangi. Nung benar-benar ngrasa menemukan keluarga baru di kota Solo ini tatkala bergabung di FLP Solo Raya khususnya di Pelangi. Mungkin air mata pertama yang akan keluar, tatkala muncul sebuah moment: “ketika aku harus meninggalkan keluarga Pelangiku karena aku harus pindah keluar kota”. Hiks, membayangkan aja dah mo bikin nangis bombay! Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Itu sunatullah! Ntahlah, rasa-rasanya Nung benar-benar harus menyiapkan mentalitas itu dari sekarang! Bukan apa-apa, ada satu keinginan Nung aja, Nung gak selamanya akan tinggal di kota Solo ini. Ada sebuah kota impian yang kelak akan Nung ukir kisah luar biasa di kota itu! Yah, Nung mah cuma bisa ngerencanain, hasil akhirnya Nung pasrah dah sama Allah SWT. Tapi satu pinta Nung, jikalau nanti Solo memang benar-benar bukan ‘terminal akhir’ bagi Nung, jangan pernah hapus nama “Keisya Avicenna” di register perasaan kalian ya, Keluarga Pelangiku! (ah, dah gak kuat nulis lagi. Lemes.Lg flu. Hikshiks…T_T. hohoho. Ayu’, Cmut…ndegan yuk! Lho???).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LUKISAN DIRIKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakiku untuk melangkah tak akan terhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum lukisan diriku lengkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bentuk garis dan titik yang tertuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di atas hamparan alam semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimana ku dilahirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menatap lukisan yang telah tergores dan digoreskan untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah ingin dan juga tak pernah meminta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah lukisanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau pertanyakan aku mengapa, darimana dan kenapa tidak, maka pertanyakanlah pada yang menciptakanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERPISAHAN SENJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keremangan hatinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menangkap suara yang memanggil-manggil namanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perpisahan senja yang meranum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengganti jubahnya dengan kain malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa buliran kristal bening membasahi pipi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tatapan matanya yang sembab, ia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tak bisa memiliki air mataku sendiri. Bahkan aku tak punya nyali untuk menatap bayanganku di cermin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika terdengar suara yang pernah ia temui dalam ruang khayalnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap nafas berhembus, kita tahu hal berbeda. Setiap satu kedipan mata, kita kenal cerita lain. Tatkala hembusan udara terhirup, kita coba pahami kata hati. Tatkala satu langkah berjalan, kita temukan ilmu baru, kita tahu tujuan hidup. Ketika rindu bertanya padaku tentang hari ini, jawabku : ‘jiwaku takkan lelah menghitung lembaran yang tlah terlewati, hati takkan risau, jua tak ingin berkeluh’…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika ia pun tersadar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekalipun ini perih, segala takdir-Mu pasti baik untukku…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, 4 Mei 2011. “Saat simfoni cinta-Nya bersenandung mewah dalam lubuk hatiku…Sederhana saja!”]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-2609376609368495664?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/2609376609368495664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=2609376609368495664&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/2609376609368495664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/2609376609368495664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/celoteh-aksara-32-karena-solo-mungkin.html' title='Celoteh Aksara [32]: “KARENA SOLO ‘mungkin’ (bukan) TERMINAL AKHIRKU_Catatan FLP Pelangi #15”'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-mNG9rDvmq7U/TcnspgpFEPI/AAAAAAAAAto/b8ycqSCtgpw/s72-c/Image1453.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-6528464329187154275</id><published>2011-05-11T08:50:00.004+07:00</published><updated>2011-05-11T08:53:53.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persahabatan'/><title type='text'>Celoteh Aksara [31]: “WeKa..WeKa..WeKa..Wisata Kata, Wisata Keluarga, dan Wisata Kuliner” ^^v</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9kQMpjtAxD0/Tcnr5ywxDKI/AAAAAAAAAtg/O5SlyhKvgS4/s1600/Image1430.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9kQMpjtAxD0/Tcnr5ywxDKI/AAAAAAAAAtg/O5SlyhKvgS4/s400/Image1430.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605270589350677666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Sunday, May 1, 2011 at 11:17am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 30 April 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisata Kata di SOLOPOS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahay, lihat schedule hari ini bakalan seru nih! Kunjungan ke SOLOPOS bersama MATA PENA, MAdrasah kaTA PEngukir MAkna. Yuhuy, bertemu keluarga FLP Pelangi dan FLP UNS. Ikuti reportasenya, ya... Cekidot!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini kita janjian di SOLOPOS jam 08.00 tet. Dan semalam pun Nung –sebagai sie humas Pelangi- dah berkoar-koar untuk ngingetin supaya pada kumpul di Solopos jam 08.00! Tapi apa yang terjadi saudara-saudara sebangsa dan setanah air? Nung baru tiba di tempat jam 08.30 an lah. Hihi. Lha kan Nung nebeng Mbak Santi euy! Maaph maaph…*)pasangtampangnyengir. Pas di jalan aja ketemu anak-anak FLP UNS. Wkwkwk…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai SOLOPOS kita disambut sang rektor universitas kata “MATA PENA”, Kang Nassirun Purwokartun. Kemudian kita dibawa ke ruang rapat di lantai dua. Ohoy, ternyata di ruangan itu dah ada Mas Cowie, Mbak Asri, Diah Cmut, Ayu’, Mbak Nury, Mbak Umi Kultum, ‘n Mbak Amrih. Baguuus!!! ^^v. Disambut dengan sangat hangat, meriah dan gegap gempita oleh keluarga besar SOLOPOS, yang pagi itu diprologi oleh Mbak Niken. Kemudian Kang Nass menyampaikan sambutannya lalu kita diajak oleh tuan rumah untuk mengenal SOLOPOS lebih dekat. Selain mbak Niken juga ada Pak Syifaul, dan Pak Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesi diskusi pun berlangsung seru. Kita jadi tahu banyak hal tentang dunia jurnalistik dan seluk beluk SOLOPOS. Nah, bagi teman-teman yang ingin mengirimkan karya/ tulisan bisa dalam bentuk opini/gagasan, kemudian Mimbar Mahasiswa (yang terbit tiap Selasa), Esai, Cerpen/ Hikayat, Resensi Buku  (ahad), Jagad Jawa, dan Kolom Bahasa Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sesi diskusi selesai, kita diajak mbak Niken berkeliling kantor. Mulai dari ruang sekretaris redaksi, ruangan para redaktur dan reporter, dll…sampai akhirnya ke ruangan percetakan. Hihi, sambil mendengarkan penjelasan tak lupa untuk mengabadikan setiap moment. Hehe. Dan ending yang paling Nung suka, foto-foto bareng! Narsis di depan gedung Griya Solopos dan di depan tulisan SOLOPOS. Cihuy….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisata Keluarga di Balekambang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada agenda lagi setelah dari Solopos. Pelangi mau ada rapat evaluasi Majalah Embun dan FLP UNS mau membahas program MATA PENA di Taman Balekambang. Nung masih setia nebeng Mbak Santi. Kita mubeng-mubeng beli camilan dulu. Laper juga euy… kita kumpul di sebelah barat “danau”. Hihi. Meja sebelah kanan, anak-anak FLP Pelangi sebelah kiri anak-anak FLP UNS. Ah, perbandingan yang sangat mencolok. Antara TK dan mahasiswa. wkwkwk… (adik-adik di UNS mohon maklum dengan tingkah polah kami ya! Masih dalam masa pertumbuhan soalnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pethunya Pelangi akhirnya bangkit juga dari semedinya. Dia datang bareng Mas Alib Isa. Pertemuan yang mengharu biru dengan Mas Tyo. Halah…Triangle Love, kata anak-anak! Hehe. Sambil ngemil, kita mendengarkan prakata dari pak rektor. Salah satunya pembahasan mengenai agenda tanggal 28 Mei 2011. Akan ada obrolan lagi bersama para penulis muda, Erny, Mbak Santi, Rani, Esthi, dan Ditya. Hoho. Pasti seru deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pending sholat Dhuhur dulu, Pelangi lanjut rapat EMBUN dan FLP UNS lanjut rapat MATA PENA. Pelangi ngumpul di bawah po’on. Sambil menikmati nuansa sejuk Balekambang, kita pun melakukan evaluasi terkait majalah Embun. Ah, banyak kejadian konyol yang terjadi. Salah satu aktornya Mas Tyo dan aktrisnya Mbak Ummi. Bikin ngikik guling-guling dah…pokokmen rapate gayeng bgt, susah mengungkapkan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisata Kuliner di ES KOBAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sesi pemotretan yang dilakukan oleh Mas Tyo, Ayu’, dan Diah Cmut, selanjutnya ROmbongan MAkaN graTIS deh! Menuju daerah Kota Barat dan akhirnya kita makan-makan di ES KOBAR. Mantabz bener. Ada 7 makhluk dalam ROMANTIS itu, Kang Sofa, Mas Alib, Mas Tyo, Mbak Santi, Nungma, Diah Cmut, dan Ayu’. Hihi, bagi yang pulang duluan maap-maap kate ya! Upin-Ipin-Apin makannya ayam goreng. Jiaaan, kompak tenan! Terima kasih Mas Alib buat traktirannya. Lain kali lagi yha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy ending deh…^^v. WkWkWk…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-6528464329187154275?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/6528464329187154275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=6528464329187154275&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/6528464329187154275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/6528464329187154275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/celoteh-aksara-31-wekawekawekawisata.html' title='Celoteh Aksara [31]: “WeKa..WeKa..WeKa..Wisata Kata, Wisata Keluarga, dan Wisata Kuliner” ^^v'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9kQMpjtAxD0/Tcnr5ywxDKI/AAAAAAAAAtg/O5SlyhKvgS4/s72-c/Image1430.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-170736796245837063</id><published>2011-05-11T08:50:00.001+07:00</published><updated>2011-05-11T08:50:32.601+07:00</updated><title type='text'>Ikuti Audisi Penulis Buku “Kupilih Guru Sebagai Profesiku”! (deadline malam ini euy...!!!)</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Saturday, April 30, 2011 at 6:58pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INGAT! SEMUA NASKAH AKAN DIBUKUKAN TANPA TERKECUALI. Asal SOPAN DAN MENGISNPIRASI PENUH DENGAN HIKMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, pekerjaan yang mulia. Dulu guru adalah gudangnya sumber ilmu, dan dengan kemajuan tekhnologi yang canggih, maka guru adalah sebagai fasilitatonya murid. Cerdaskan anak dengan pendidikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lewat event ini, mengajak teman-teman untuk menjadi satu bagian dari profesi seorang guru inspiratif, baik kamu guru PNS ataupun Sawasta, atau kamu sebagai : Guru Silat, Guru Piano, Guru Privat, Guru Ngaji, Guru Les, dll yang penting kamu seorang Guru, dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT-SYARAT PENGIRIMAN TULISAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tema Naskah: Kupilih Guru sebagai Profesi&lt;br /&gt;    * Gaya tulisan Boleh: feuture, Chicken soup, ngeblog (curhat) atau Narasi. Ingat, ini bukan Puisi Juga bukan Cerpen (bila ada dialog atau puisi maka akan kita dist) Tulisan orisinil, bukan terjemahan maupun hasil karya orang lain.&lt;br /&gt;    * Judul harus beda dengan Tema&lt;br /&gt;    * Naskah dikirimkan ke alamat email: indonesiaku2011@yahoo.co.id dengan subject email : (Guru Profesiku) + JUDUL TULISAN + Guru Bidang.  Naskah diattach di email dan bukan ditulis di body email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Guru Profesiku +  Panggilan Jiwa + Guru Bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Publish Materi Lomba di note FB-mu dan tag 20 orang, termasuk Ady Azzumar.&lt;br /&gt;    * Biodata Narasi + Nama FB + No. telp. Alamat Lengkap + Guru Bidang….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT KETENTUAN NASKAH, WAJIB:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø  TEMA NASKAH: KUPILIH GURU SEBAGAI PROFESI, pada kalimat pertama harus menggunakan kata: Aku bangga menjadi guru…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø  TULISKAN 15 ALASAN “KENAPA AKU MEMILIH GURU SEBAGAI PROFESI” JANGAN LUPA TAMBAHKAN ALASAN: SEBAGAI  LADANG AMAL &amp; LADANG DAKWAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø  SISIPKAN DI AKHIR NASKAH TIPS MENJADI GURU TELADAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø  Minimal 3 halaman, 1,5 spasi, Times New Roman. (Naskah Narasi + 15 alasan kenapa menjadi guru + tips menjadi guru teladan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada beberapa manfaat bila tulisan kita dibukukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Wujud partisipasi kita pada kebijakan pemerintah yang pro buku, menambah minat dan menggugah kegemaran membaca&lt;br /&gt;    * Mengedukasi masyarakat lewat buku, dan&lt;br /&gt;    * Sebagai persiapan untuk menambah point sertifikasi (bagi yang belum sertifikasi). Poin buku dalam sertifikasi adalah 30, sementara standar kelulusan sertifikasi adalah 850.&lt;br /&gt;    * Sertifikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb:  karena tidak ada sponsor untuk menerbitkan buku, maka tidak ada royalty, buku ataupun sejenisnya ketika buku tersebut nantinya terbit! Keuntungan Penulis hanya diikutkan dalam nasakah untuk dibukukan. Kami membuka kesempatan bagi penerbit, instansi, corporate, atau media yang berkeinginan menjadi sponsor dalam penerbitan buku ini. Bila nantinya ada keuntungan dari buku ini, maka dana tersebut akan dipergunakan kembali untuk proyek penerbitan buku berikutnya atau hal bermanfaat lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batas akhir pengiriman karya tanggal 30 April 2011. Pengumumanya tanggal 3 Mei 2011. Cp: Ady Azzumar (085267557556)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-170736796245837063?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/170736796245837063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=170736796245837063&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/170736796245837063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/170736796245837063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/ikuti-audisi-penulis-buku-kupilih-guru.html' title='Ikuti Audisi Penulis Buku “Kupilih Guru Sebagai Profesiku”! (deadline malam ini euy...!!!)'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-6312089192733164755</id><published>2011-05-11T08:45:00.004+07:00</published><updated>2011-05-11T08:50:12.830+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><title type='text'>Celoteh Aksara [30]: Notulensi Akhir Bulan Menuju Realisasi Impian!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-2J0VqGn2loo/TcnqdpiYDEI/AAAAAAAAAtY/oUVqrHLUbxc/s1600/Keisya%2B2011-2015.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2J0VqGn2loo/TcnqdpiYDEI/AAAAAAAAAtY/oUVqrHLUbxc/s400/Keisya%2B2011-2015.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605269006326434882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Saturday, April 30, 2011 at 2:00am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEPAT dan TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang selalu TEPAT melaju…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajak diri lakukan aktivitas TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar sendiri hela nafas TEPAT satu-satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam deguban TERBAIK kerja si jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa yang terbalut rapuh, TEPAT di dasar hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba mengerti apa artinya cinta TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kutip semua serpihan-serpihan rindu dengan TEPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berserakan di singgasana TERBAIK para perindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi indah TEPAT beriringan terus semalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewati hari-hari dan malam-malam hanya dengan harapan TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwaku melanglang buana menari-nari, TEPAT seirama simfoni alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membumbung tinggi, menembus sunyi, bermuara pada dekapan TERBAIK sang malam….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menebar senyum dan matanya tertuju TEPAT di hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah bayangan kerinduan : kau yang nun entah dimana, di tempat TERBAIK pastinya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bayangan itu TEPAT terpantul di cermin kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah suatu masa TERBAIK yang tlah Dia siapkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriring cahaya TEPAT benderang, tampak sebuah sinaran nan suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju kembara TERBAIK kerinduan hakiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan yang TEPAT, indah tanpa tepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labuhkan diri didetik akhir perjalanan TERBAIK ini….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desahkan nafas kerinduan, TEPAT hentikan jeritan jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di puncak TERBAIK, berteman keheningan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isyarat itu TEPAT terbaca sebagai petunjuk arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghentikan laju ini pada dermaga TERBAIK, saat pemberhentian tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berenang dengan TEPAT separuh nafas, dalam samudera rindu yang berpeluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapkan rasa, menitipkannya bersama hujan dalam tetesan TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kepak sayapku TEPAT lengkap, sempurna….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta-Nya lah yang menjadi penawar TERBAIK sayap yang dulunya terluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara lembut itu TEPAT menggema di lorong hatiku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerjemahkan dengan TERBAIK rindu yang mulai terkikis oleh waktu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sang waktu tertatih berjalan, rinduku menyelinap TEPAT di palung hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan ini pun menggenggam erat pena dan menulis surat cinta TERBAIK untuknya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata, hati dan jiwa meniti baris demi baris kata merangkainya dengan TEPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berteman kesunyian TERBAIK yang tak pernah ia kenal sebelumnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi jiwa yang selalu TEPAT merindu, membuka selaksa kenangan yang pernah tercipta dahulu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar alunan simfoni TERBAIK laksana nyanyian surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat cinta-Nya TEPAT ‘berbicara’…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rukuk dan sujud tanda pengabdian TERBAIK sang hamba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)my favorit poem...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-6312089192733164755?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/6312089192733164755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=6312089192733164755&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/6312089192733164755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/6312089192733164755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/celoteh-aksara-30-notulensi-akhir-bulan.html' title='Celoteh Aksara [30]: Notulensi Akhir Bulan Menuju Realisasi Impian!!!'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2J0VqGn2loo/TcnqdpiYDEI/AAAAAAAAAtY/oUVqrHLUbxc/s72-c/Keisya%2B2011-2015.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-1335970811911552607</id><published>2011-05-11T08:42:00.001+07:00</published><updated>2011-05-11T08:45:20.028+07:00</updated><title type='text'>Celoteh Aksara [28]: "Iya/Tidak"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-SFHFuG_HFgk/TcnqJMpi63I/AAAAAAAAAtQ/ExxWNXxLFM4/s1600/Image0392.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-SFHFuG_HFgk/TcnqJMpi63I/AAAAAAAAAtQ/ExxWNXxLFM4/s400/Image0392.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605268654974495602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Thursday, April 28, 2011 at 1:37pm&lt;br /&gt;Akhir2 ini aku sering berpikir, mencoba mereka-reka suatu hal. Mengajak bercengkerama dng sang waktu. Masa "kontrak rumahku" di Solo hanya smp akhir Agustus. Jd jika ku mulai berhitung berarti tinggal Mei, Juni, Juli,dan Agustus. Ah, 4 bulan lg. Apakah artinya masa berpetualangku di Solo jg tinggal 4 bulan lg?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalopun iya,berarti aku harus benar2 mengoptimalkan sisa waktu yg ada...sudah begitu buanyak kenangan d kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalopun tidak, berarti "masa kontrak rumahku" akan kuperpanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada sebuah keinginan besar yg terendap dlm batinku. Aku ingin sekali berkelana,keluar dr kota ini,untk kemudian singgah di kota lain. Menyiapkan sebuah lahan baru untk digarap! Sebuah jejak baru untk mewujudkan cita dan cintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, semuany harus benar2 kupersiapkan dr sekarang. Krn esok/lusa semua pasti tak kan pernah sama. Pintaku, setiap detik adalah nafas perbaikan. Dan smg aku bisa! Berdamai dng sang waktu dan berkolaborasi dngny tuk mengisi setiap detik dng kebaikan dan manfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Solo 'mungkin' (bukan) terminal akhirku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*terlintas di benakku:&lt;br /&gt;-Keluargaku d Solo&lt;br /&gt;-FLP SOLO RAYA&lt;br /&gt;-FLP Pelangi&lt;br /&gt;-Keluarga Ganesha-ku&lt;br /&gt;-Si Windu,dll...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya aku mulai membangun mentalitas it dr skrg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebaik2 rencana kita,jauh lbh baik rencna Allah untk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Krn Allah mencintaimu lebih dr yg km perlu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Keisya Avicenna,28 April 2011~&lt;br /&gt;*)Renungan di Terminal Tirtonadi. 19.35 waktu Solo ^^v! sejenak sebelum meninggalkan kota perjuanganku,menuju bumi cinta Wonogiri...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-1335970811911552607?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/1335970811911552607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=1335970811911552607&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1335970811911552607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1335970811911552607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/celoteh-aksara-28-iyatidak.html' title='Celoteh Aksara [28]: &quot;Iya/Tidak&quot;'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-SFHFuG_HFgk/TcnqJMpi63I/AAAAAAAAAtQ/ExxWNXxLFM4/s72-c/Image0392.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-4858995337459973493</id><published>2011-05-11T08:14:00.001+07:00</published><updated>2011-05-11T08:16:23.682+07:00</updated><title type='text'>Jangan Dibaca! Tapi, Semoga Diperoleh Hikmah!</title><content type='html'>by Deasy Lyna Tsuraya on Tuesday, May 10, 2011 at 7:09pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kisah nyata dan barangkali terdapat banyak kisah yang dialami oleh kalian yang membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah sebuah cinta dengan kejujurannya... Yang dibangun oleh pasangan muda-mudi yang memutuskan untuk menikah dini. Diawali dari sebuah perjanjian yang dinamakan 'kejujuran' antar kedua pasangan tersebut. Prinsip untuk saling terbuka dan mempercayai sangat dianut kuat oleh pasangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rawannya godaan yang dapat menerjang rumah tangga mereka memang patut diwaspadai sedemikian rupa. Sang istri yang sebelum menikah memang terlampau berwajah cantik dan berhati mulia, membuat para lelaki menaruh hati padanya dan berlomba-lomba untuk mendapatkan cinta dari si wanita tersebut, namun hasilnya nihil karena cinta itu sudah ditambatkannya pada lelaki lain yang kini jadi suaminya. Dan sang suami yang sebelum menikahnya juga menjadi idola dari kaum hawa, karena ketampanannya, kebijakannya dalam bertindak dan ilmu agamanya yang cukup bagus membuat para wanita masih mengejar-ngejar dirinya sekalipun kini sudah menikah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kebiasaan yang sering dilakukan baik si istri atau si suami saat belum menikah antara lain adalah senang menanggapi komentar-komentar dari status situs jejaring sosial atau saling berkirim email terhadap teman-teman lamanya. Semuanya ditanggapi dengan tanpa basa-basi, karena bagi mereka mungkin saat itu masih 'single' jadi tak apa juga kalau masih dalam masa pencarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan itulah yang akhirnya masih dilakukan sampai sekarang; Sulit untuk tidak membalas komentar-komentar yang masuk dalam status di jejaring sosial atau ketika diajaknya chat melalui messenger ataupun berkirim email dengan teman lamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berubah, ya seharusnya mereka bisa sama-sama berubah, sebab kini sudah menikah dan tak ada lagi ruang buat lawan jenis yang lainnya mengisi dengan ungkapan-ungkapan lebay, alay yang akhirnya bikin malay ataupun komentar-komentar yang gak penting lainnya, sebab bisa saja terjadi hal yang tidak diinginkan seperti perselingkuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang butuh waktu lama untuk bisa vakum dari situs jejaring sosial yang telah menghadiahkannya banyak teman pada masing-masing dari pasangan suami istri tersebut. Tapi ya seperti itulah pada akhirnya, perselisihan pun dimulai. Ada banyak keributan-keributan yang terjadi setiap malam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Bun, Ayah gak suka Bunda bales-bales komentar dari si *****, Bunda kan udah nikah sama Ayah, gak seharusnya menanggapi komentar dia di status Bunda itu!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Komentar yang mana, Yah? Emang ada yang salah ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Ya ampun Bunda, ini lho..." Sambil menunjukkan bukti komentar sang istri di situs jejaring sosial yang bertuliskan, "Iya, makasih banyak ya atas kirimannya... Jadi terharu nih dikirimin itu :)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sang istri menjawab, "Ya ampun Ayah, itu kan teman lama Bunda. Jauh sebelum Bunda kenal Ayah, kan sudah mengenalnya duluan. Itu lho... Bunda cuma ngucapin terima kasih kok atas kirimannya kemarin, apa salah? Gak ada yang aneh khan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Ihh Bunda, tetep Ayah gak suka! Boleh kalau jawab yang sewajarnya tapi gak usah pake emoticon senyum-senyum gitu deh ntar disangkanya Bunda ngasih harapan ke dia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Aduuhh Ayah, Bunda kan udah nikah sama Ayah... Masa' masih pindah ke lain hati juga? Ya gak mungkin lah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Bunda! Mendingan gak usah dibuktikan dengan ucapan deh, tapi Bunda buktikan dengan perbuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    aja kalau Bunda gak akan macem-macem dengan laki-laki lain!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Iya, baiklah... Bunda janji akan mengurangi komentar-komentar gak jelas yang bisa bikin kita salah paham terus, Yah. Maafin Bunda ya belum bisa menjadi istri yang baik buat Ayah"&lt;br /&gt;Malam itu ditutup dengan sebuah permintaan maaf dari sang istri terhadap suaminya... Sedangkan di lain waktu, terjadi lagi sebuah perselisihan antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Bunda... Kok email ayah rasanya ada yang dihapus ya? Apa Bunda yang menghapus email-email Ayah?"&lt;br /&gt;    "Email yang mana, Yah? Coba dicek dulu... Salah lihat kali, Yah."&lt;br /&gt;    "Ahh, bener kok. Ini dah dicek berkali-kali gak ada juga, di recycle bin pun gak ada... Sedangkan yang tau password email ini khan cuma Ayah dan Bunda aja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Emang email yang tentang apa sih? Atau yang dari siapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    'Itu lho... inbox dari teman lamaku, ***** namanya." &lt;br /&gt;    "Ohh yang itu... Emang udah Bunda hapus, sengaja biar gak ada lagi kenangan serta riwayat temenan sama dia. Habisnya inget deh kata-katanya, meski cuma melalui tulisan tapi tetep aja Ayah bisa ngasih sebuah harapan juga ke dia. Apalagi dia belum nikah, model pula. Wah, Ayah beruntung banget kali ya kalau nikahnya sama dia. Huhh...!"&lt;br /&gt;    "Ya ampun Bunda... Ayah kan udah punya Bunda. Ngapain lagi nyari-nyari perempuan lain. Cukup satu istri di hati Ayah yaitu Bunda."&lt;br /&gt;    "Udahlah Yah.. Pokoknya Bunda gak suka ayah masih kirim email-emailan sama dia, nanyain kabar lah, gimana kerjaannya lah..... Meski Ayah ngakunya itu teman lama Ayah. Bunda tetep gak sukaaaaaa!! Awas aja kalau masih ada email dari dia, Bunda hapus bahkan Bunda bisa marah-marahin dia, ganggu suami orang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Oke oke, Ayah minta maaf. Iya, Ayah ngaku salah... Maafin Ayah ya Bunda... Ayah gak akan mengulanginya lagi."&lt;br /&gt;Berakhirlah pula malam itu dengan sebuah permintaan maaf (lagi), kali ini dari sang suami pada istrinya... Begitulah riwayat pernikahan mereka. Hampir tiap malam meributkan kecemburuannya masing-masing mengenai hal sepele (menurut mereka) padahal berdampak besar bila tak dapat dikomunikasikan dengan baik.&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan moralnya dari si penulis: untuk sedari sekarang menjaga komentar-komentar atau tanggapan kita di situs jejaring sosial terutama dengan lawan jenis yang dapat membuahkan kebiasaan tidak baik yang terbawa terus terlebih ketika sudah menikah nanti. Ingatlah, komitmen yang sudah dibangun antara suami istri kelak. Jangan sampai hanya karena 'rasa tidak enak' tidak membalas komentar teman-teman kita membuat bahtera rumah tangga runtuh seketika akibat perbuatan ringan dan sepele namun berakibat sangat fatal. Pun juga bagi yang belum nikah untuk tidak mengumbar kata-kata ringan kekerabatan yang bisa mengandung kesalahpahaman dan seolah memberi harapan satu sama lain meski yang dimaksud sebenarnya tidak seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kembali surah An-Nur: 26, "Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik, dan lelaki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    'Hebat'kan dirimu agar siap menerima pasangan yg 'Hebat' pula. (Mario Teguh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah... cintanya laki-laki mungkin pada awalnya menderu-deru seperti mesin kendaraan yang masih baru, namun bisa luntur seketika dengan sebuah hal yang sepele. Sedangkan cinta seorang wanita itu mungkin seperti rambut, ia akan tumbuh sehelai demi sehelai bertahap dan konsisten tapi pun bisa luntur tatkala terus menerus disakiti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi... Tetap jagalah cinta kalian (bagi yang sudah bersuami istri) jangan hanya karena masalah sepele, rumah tangga kalian berada di ujung tanduk. Sedangkan bagi yang belum menikah, perbaikilah terus diri kalian dengan mengurangi kebiasaan buruk atau hal gak penting lainnya khususnya komentar-komentar di situs jejaring ini yang  dapat menimbulkan kebiasaan tidak baik hingga kalian kelak akan mendapat pasangan yang terbaik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *Silakan terbuka ruang bagi yang ingin memberi komentar tapi  jangan komentar yang lebay dan alay sehingga bikin malay yaa. Hehe :&lt;br /&gt;~DLT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://deasukata.blogspot.com/2011/05/jangan-dibaca-tapi-semoga-diperoleh.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-4858995337459973493?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/4858995337459973493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=4858995337459973493&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4858995337459973493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4858995337459973493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/jangan-dibaca-tapi-semoga-diperoleh.html' title='Jangan Dibaca! Tapi, Semoga Diperoleh Hikmah!'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-3927741432053308962</id><published>2011-05-09T12:24:00.001+07:00</published><updated>2011-05-09T12:24:38.400+07:00</updated><title type='text'>10 Langkah Penghangat Cinta</title><content type='html'>by Fadil Syahrulkhan Ngr on Sunday, May 1, 2011 at 9:20am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1. Mengungkapkan Cinta :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut mengatakan cinta, kadang kita merasa bahwa hal tersebut tidak penting dan gombal, kadang kita berdalih bahwa kata-kata cinta tidak penting untuk diucapkan secara verbal tapi cukup dibuktikan dengan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi coba kita tengok bagaimana Rasulullah  SAW mengajarkan kepada para shahabatnya ketika ada seseorang yang mengatakan kepada Rasul "Ya Nabiyullah, sesungguhnya aku sangat mencintai si fulan" sambil menunjuk kepada seorang lelaki yang sedang lewat dihadapannya. "Apakah kamu pernah mengatakan perasaanmu kepadanya ?" Tanya Rasul. "Belum ya Rasul". Jawab shahabat. "Sekarang, katakanlah padanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mengatakan cinta itu bukan hal yang tabu, tapi sunnah hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mulai sekarang, katakanlah cinta pada istri tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I love u, I love u, I love u "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2. Efek Sentuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjabat tangan ketika bertemu, memeluk atau mencium, adalah kiat2 penghangat cinta, jangan sampai satu haripun anda tidak menyentuhnya. Apakah hanya sekedar mencubit, menjewer mesra, dan sebagainya. Menurut ahli psikologi, efek sentuhan dapat memberi kenyamanan, kesenangan dan ketentraman dan menciptakan rasa kedekatan antar individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3. Memberi Bantuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi bantuan kepadanya diminta atau tidak, ketika ia sibuk didapur, kita yang memandikan anak. Ketika ia sedang menyuapi anak, kita ngelap meja. Kamu bunga yang jadi tangkainya.. suit suiit¡¦ kamu tarzan.. aku yang jadi  kikuk3...!!! Uhuyyy...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4. Siap Dengan Dukungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi dukungan harus dilakukan, terutama jika istri kita mengalami tekanan psikologis. Tetapi memberi dukungan juga harus proporsional, jangan sampai berlebihan. Ini yang perlu diperhatikan. Dukungan moril sangat dibutuhkan disaat2 tertentu. Misalnya istri sakit, jangan malah di takut2in "Mi' tetangga diseberang sana sakitnya juga sama kayak umi¡¦. Sekarang dia udah pulang ke Rahmatulloh lho.." he3,....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    5. Jangan Pelit Dengan Pujian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada suami yang pelit pujian, bisa dipastikan ia juga pelit dengan hartanya, kalau pujian yang gratis aja pelit, gimana dengan harta yang dicari dengan susah payah ? suami yang pemurah adalah suami yang senang memuji. Memuji yang baik tidak dilakukan didepan khalayak ramai, tetapi disaat berdua, misalnya memuji kecantikannya, enak masakannya, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    6. Munculkan segala Kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika cinta sudah melekat, tempe goreng terasa coklat" begitu pepatah mengatakan. Tanda cinta adalah kita senantiasa mengingat kebaikan-kebaikannya, jika ada permasalah yang membuat renggang hubungan. Segera ingat kebaikan yang pernah ia lakukan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    7. Sisihkan waktu Untuk berdua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kesibukan membuat suami istri jarang punya waktu untuk mereka berdua, maka perlu disiasati supaya punya waktu untuk berbicara dari hati kehati, tanpa ada yang mengganggu. Just me and u ¡¦ cieee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    8. Membuat panggilan khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggil namanya dengan nama nama yang ia senangi misalnya "Mawar", "Darling", "Yayang", "My Love" jangan sebut nama panggilan yang ia tidak senangi "Ndut,.. sini ndut" (karena istrinya gendut) atau "Tuyul¡¦ sini yul" (karena namanya Yuli).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    9. mendengarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi pendengar yang baik perlu kiat tersendiri, kadang kala ada rasa emosi, saat pulang kerja,lelah dan suntuk.. istri menyambut dengan cerita2 horor dan teror. Yah sabar sedikit, usahakan tersenyum. Dengarkan sampai ia selesai bicara. Setelah ia selesai baru bilang "umi tadi certain apa sih ?" (gubraks)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    10. Lazimkan Tiga kata ajaib :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tolong : jika meminta bantuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terima kasih : jika selesai dibantu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Maaf : jika membuat kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    CATATAN INI DIBUAT BAGI YG SUDAH MENIKAH/MENJADI SUAMI ISTRI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-3927741432053308962?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/3927741432053308962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=3927741432053308962&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3927741432053308962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3927741432053308962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/10-langkah-penghangat-cinta.html' title='10 Langkah Penghangat Cinta'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-7408610159208221499</id><published>2011-05-04T09:49:00.002+07:00</published><updated>2011-05-11T07:49:32.798+07:00</updated><title type='text'>Sebelum Anda Mengambil Keputusan Besar Itu</title><content type='html'>PERSIAPAN MENUJU PERNIKAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minimal ada 4 hal yang harus dimiliki oleh seseorang ketika ia ingin memasuki gerbang pernikahan:&lt;br /&gt;1Kesiapan Pemikiran&lt;br /&gt;2Kesiapan Psikologis&lt;br /&gt;3Persiapan Fisik&lt;br /&gt;4Persiapan Finansial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIAPAN PEMIKIRAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1mempunyai kematangan visi keislaman&lt;br /&gt;2mempunyai kematangan visi kepribadian&lt;br /&gt;3mempunyai kematangan visi pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEMATANGAN VISI KEISLAMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, mempunyai dasar-dasar pemikiran yang jelas tentang identitas ideologinya.&lt;br /&gt;Artinya, mengetahui MENGAPA ia menjadi muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di dalam hidup ini, kita akan sesekali menghadapi banyak alternatif. Saat itu, kita akan banyak menghadapi masalah yang pemecahannya sangat ditentukan oleh kematangan pengetahuan tentang MENGAPA kita menjadi muslim, sehingga kita mampu dihadapkan pada berbagai pilihan dalam kehidupan riil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEMATANGAN VISI KEPRIBADIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, mempunyai konsep diri yang jelas&lt;br /&gt;Artinya, mengetahui apa kelemahan dan kekuatannya, apa ancaman yang bisa meruntuhkan dirinya, tahu peluang berdasarkan potensi yang ada dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemahaman diri yang benar tentang diri sendiri akan melahirkan penerimaan diri yang baik. Membuat kita menerima diri secara apa adanya. Tidak menganggap diri kita melebihi kapasitasnya atau kurang dari kapasitasnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sarankan pada Anda yang belum menikah, bahwa ketika kita mencari pasangan, jangan pernah bermimpi mencari pasangan yang ideal, tapi carilah PASANGAN YANG TEPAT.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita tidak sedang berpikir mencari istri atau suami yang unggul. Carilah istri yang tepat dengan bingkai kita, dengan kepribadian kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebab ternyata,&lt;br /&gt;tidak semua orang cerdas membutuhkan orang yang cerdas lain,&lt;br /&gt;tidak semua orang gagah membutuhkan wanita cantik,&lt;br /&gt;tidak semua orang hebat membutuhkan orang hebat.&lt;br /&gt;Sebuah penelitian yang dilakukan oleh banyak orang, menemukan bahwa kebanyakan orang besar dalam sejarah, ternyata memiliki pasangan yang bersahaja dan sangat sederhana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mampu menerima diri kita dengan baik, setelah menikah pada umumnya kita juga mampu menerima pasangan kita dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INGAT!!!!&lt;br /&gt;Bukan istri atau suami yang unggul.&lt;br /&gt;Tapi,&lt;br /&gt;Istri atau suami yang TEPAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEMATANGAN VISI PEKERJAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf Qardhawi: “Pertama ada ilmu lalu iman. Ilmu menghasilkan iman. Iman menghasilkan kekhusyukan. Inilah yang menggerakkan hati untuk beramal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu yang terkait dengan perkawinan:&lt;br /&gt;1hak dan kewajiban suami-istri&lt;br /&gt;2masalah pendidikan (anak)&lt;br /&gt;3masalah kesehatan&lt;br /&gt;4masalah seksual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIAPAN PSIKOLOGIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, kematangn tertentu secara psikis untuk menghadapi berbagai tantangan besar dalam hidup, untuk menghadapi tanggung jawab, untuk menghadapai masa-masa kemandirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kesiapan psikologis pada keseimbangan emosi di dalam jiwa kita. Ambivalensi dari rasa takut dan rasa berani. Ambivalensi dari rasa cinta dan benci. Ambivalensi antara harapan dan realisme.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling sering kita alami dalam pernikahan adalah fluktuasi emosi yang cepat ketimbang saat kita masih bujang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai istri, kata Rasulullah, kalau dilihat suaminya, ia menggembirakan. Seorang istri membutuhkan kemampuan psikologis luar biasa untuk setiap saat mampu melakukan 3 pekerjaan sekaligus: SEKRETARIS, RESEPSIONIS, PRAMUGARI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEMATANGAN FISIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematangan fisik menjadi persyaratan mutlak dalam sebuah perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fisik yang perlu kita perhatikan bukan berarti harus membuat orang tertarik. Cukuplah bila tidak membuat orang lari ketika melihat kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga yang dianjurkan dalam Islam: menunggang kuda (kekuatan), berenang (kecepatan), dan memanah (kejelian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIAPAN FINANSIAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, perkawinan juga kerja ekonomi, bukan sekedar kerja cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang wanita juga perlu mempertanyakan kepada calon suaminya tentang masalah finansial. Tidak berarti bahwa wanita itu materialistis. Tidak demikian. Seorang wanita perlu yakin bahwa suami yang mampu mengatakan I Love You 1000x sehari juga bisa memberikan susu bagi anak-anaknya. Paling bagus, beri susu buat anak-anak, nafkah buat istri, lalu katakan I Love You. Anda bisa memberikan susu, tapi tidak mengatakan I Love You, itu juga salah. Dua-duanya perlu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita harus melihat sesuatu dengan rasional. Unsur Romantika sangat penting ada karena akan membuat hidup jadi indah. Romantika yang bagus dibangun di atas Realisme. Realisme tapi juga Romantis. Realistis tapi tidak Romantis, jadi kaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENJALIN KEHARMONISAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan ibadah melekat di dalam pikiran setiap orang yang ada di dalam rumah itu, sehingga misi kemudian membentuk satu muatan bahwa setiap anggota rumah adalah orang yang berjalan menuju Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nuansa ibadah, kita akan menemukan pengorbanan. Semua keringat yang keluar adalah sumber utama kenikmatan di dalam hidup, suatu kegembiraan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar mampu membangun keharmonisan, setiap orang haruslah memiliki kemampuan ntuk memahami orang lain. Anda tidak mungkin mampu memahami orang lain dengan baik, kecuali jika Anda telah lebih mampu memahami Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya struktur kejiwaan manusia memiliki berbagai kesamaan. Apa yang menggembirakan kita pada umumnya juga menggembirakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan MENCINTAI dengan arti bahwa Anda menerima orang lain apa adanya, menerima secara utuh dengan segala kelebihan dan kekurangannya, kekuatan dan kelemahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tingkat berikutnya, kita menginginkan kebaikan bagi orang itu. Apapun yang kita lakukan, selalu berorientasi agar orang menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan waktu kita bagi orang lain. Perhatian dan keinginan yang lebih banyak untuk membahagiakan. Kemampuan MEMPERHATIKAN merupakan kemampuan jiwa yang luar biasa besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai teknik berhubungan, muncul dari kemampuan dasar. Kemampuan memperhatikan, memahami, mencintai, mengembangkan diri, dst. Untuk memiliki kemampuan dasar, ketrampilan utamanya adalah KETRAMPILAN KOMUNIKASI. Ketrampilan ini lahir dari pengetahuan kita tentang jiwa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan kita tentang orang lain, diungkap setiap saat, baik suka pun tidak suka. Nyatakan cinta Anda dengan tindakan dan kata-kata. Bahkan pujian sekalipun, jelas kita semua sedang beribadah. Kelelahan akan berkurang kalau kita mendengar berita gembira, artinya, sebelum mendapatkan di surga, sebaiknya kita mendapatkan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mengajak kita unytuk memenuhi rumah dengan panggilan yang indah dan kalimat-kalimat yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah saya renungi, mengapa Islam perlu menyatakan secara verbal, hikmah yang saya temukan adalah ternyata setiap kita membutuhkan penguatan dari waktu ke waktu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting bagi kita mulanya, bukan mencari pasangan yang baik, tetapi berusaha untuk menjadi pasangan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain keterarahan, keharmonisan, konsistensi dan berbagai sarana fisik, jangan lupakan misi sebuah rumah tangga Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga dimulai dari 2 orang yang bertemu menjadi suami-istri, kemudian bertambah anggotanya dengan anak-anak yang lahir. Keluarga ini harus mengupayakan agar setiap anggota memiliki misi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila misi yang sama telah tertanam di dada, maka setiap orang yang ada di keluarga itu akan merasakan bahwa rumah tangga ini hanyalah satu perahu dari sekian banyak perahu yang berlayar menuju Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku: &lt;br /&gt;Penulis: H.M. Anis Matta, Lc&lt;br /&gt;Penerbit: Syamil, Maret 2003&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-7408610159208221499?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/7408610159208221499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=7408610159208221499&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/7408610159208221499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/7408610159208221499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/05/sebelum-anda-mengambil-keputusan-besar.html' title='Sebelum Anda Mengambil Keputusan Besar Itu'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-3240429594336073855</id><published>2011-04-27T11:56:00.002+07:00</published><updated>2011-04-27T11:58:18.000+07:00</updated><title type='text'>KELUARGA SEBAGAI LABORATORIUM PERADABAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-CrhduD6wvZY/TbeiXzs5yoI/AAAAAAAAAtA/3Ml0kfdWclo/s1600/28.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 301px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-CrhduD6wvZY/TbeiXzs5yoI/AAAAAAAAAtA/3Ml0kfdWclo/s400/28.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600123191557737090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posted by pak cah on August 19, 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Cahyadi Takariawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa keluarga dapat dikatakan sebagai batu pertama untuk membangun negara ?” demikian pertanyaan Husain Muhammad Yusuf dalam bukunya Ahdaf Al Usrah Fil Islam mengawali pembahasan tentang Posisi Keluarga dalam Negara. “Sebab”, tulisnya, “Sejauh mana keluarga dalam suatu negara memiliki kekuatan dan ditegakkan pada landasan nilai, maka sejauh itu pula negara tersebut memiliki kemuliaan dan gambaran moralitas dalam masyarakatnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga, dalam terminologi sosial sebagaimana dikemukakan Robert MZ. Lawang, dipahami sebagai kelompok orang-orang yang dipersatukan oleh ikatan perkawinan, darah atau adopsi; yang membentuk satu rumah tangga; yang berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain dengan melalui peran-perannya sendiri sebagai anggota keluarga; dan yang mempertahankan kebudayaan masyarakat yang berlaku umum, atau bahkan menciptakan kebudayaan sendiri. Empat karakteristik universal keluarga, tercermin dari definisi di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan, darah atau adopsi. Kedua, mereka hidup bersama dalam satu rumah dan membentuk satu rumah tangga (house hold). Ketiga, mereka merupakan satu kesatuan yang berinteraksi dan berkomunikasi. Keempat, mempertahankan kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum yang luas, atau mereka menciptakan kebudayaan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memiliki pandangan yang spesifik tentang keluarga, dan memberikan penghargaan yang tinggi. Menurut Hibbah Rauf Izzat, dalam konsepsi Islam keluarga adalah unit yang sangat mendasar di antara unit-unit pembangunan alam semesta. Ismail Raji Al Faruqi menganggap keluarga juga merupakan infrastruktur bagi masyarakat Islam yang bersaing dengan infrastruktur masyarakat lain di dalam mewujudkan tujuan-tujuan konsep istikhlaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Edukatif (Tarbiyah) dalam Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;William J. Goode menyebutkan tiga fungsi keluarga, yaitu fungsi reproduktif, ekonomi dan edukatif. Sedangkan William Ogburn, selain fungsi edukatif dan ekonomi,  menambahkan dengan fungsi perlindungan, rekreasi, agama dan status pada individu. Lebih dari itu, Islam sejak empat belas abad silam telah memberikan perhatian yang amat spesifik dalam masalah keluarga, dan menempatkan keluarga sebagai batu bata kokoh dalam membangun peradaban umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara fungsi besar dalam keluarga adalah edukatif (tarbiyah). Dari keluarga inilah segala sesuatu tentang pendidikan bermula. Apabila salah dalam pendidikan awalnya, peluang untuk terjadi berbagai distorsi pada diri anak demikian tinggi. Demikian pula sebaliknya. Di sini kita akan menggunakan kata tarbiyah, bukan ta’dib,  sebagai makna pendidikan atau juga pembinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya Islam telah menjadikan tarbiyah (pendidikan) sebagai atensi yang dominan dalam kehidupan. Di antara bukti yang bisa diungkapkan adalah, banyaknya istilah Ar Rabb yang digunakan dalam Al Qur’an, yang menurut Ibnu Manzhur, diturunkan dari akar yang sama dengan kata tarbiyah. Abul A’la Al Maududi menyatakan, “mendidik dan memberikan perhatian” adalah salah satu dari makna-makna implisit kata Rabb. Al Qurthubi berpendapat, kata Rabb dipakai untuk menggambarkan siapa saja yang melakukan sesuatu menurut cara yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar Razi membuat perbandingan antara Allah sebagai Pendidik dan manusia sebagai pendidik, menyatakan bahwa Allah sebagai Pendidik -tidak seperti manusia- tahu betul segala kebutuhan yang dididikNya lantaran Dia adalah Dzat Pencipta. “PerhatianNya tidak terbatas hanya pada sekelompok manusia; Allah memperhatikan dan mendidik seluruh makhluk dan karenanya kemudian digelari Rabbul Alamin”, lanjut Ar Razi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman An Nahlawi berpendapat, ada tiga akar kata untuk istilah tarbiyah. Pertama, raba – yarbu yang maknanya bertambah dan berkembang. Kedua, rabiya – yarba sebagaimana wazan khafiya – yakhfa, yang bermakna tumbuh dan berkembang. Ketiga, rabba – yarubbu sesuai wazan madda – yamuddu, yang berarti memperbaiki, mengurusi, mengatur, menjaga dan memperhatikan. Najib Khalid Al Amir dalam bukunya Min Asalibi Ar Rasul Fi At Tarbiyah, mengemukakan hal yang senada. Seterusnya Najib menambahkan, “Kata Ar Rabb ditujukan kepada Allah Swt yang artinya Tuhan segala sesuatu, raja dan pemiliknya, Tuhan yang ditaati, Tuhan yang memperbaiki”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis tafsir Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta’wil, Imam Baidhawi, menyebutkan bahwa pada dasarnya kata Ar Rabb itu bermakna tarbiyah yang artinya menyampaikan sesuatu hingga mencapai kesempurnaannya setahap demi setahap. Senada dengan itu, penulis Al Mufradat, Ar Raghib Al Asfahani berpendapat bahwa Ar Rabb berarti tarbiyah yang bermakna menumbuhkan sesuatu setahap demi setahap hingga mencapai batas kesempurnaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan makna itu, Abdurrahman Al Bani mengambil empat unsur penting dalam pendidikan. Pertama, menjaga dan memelihara fitrah obyek didik. Kedua, mengembangkan bakat dan potensi obyek didik sesuai  kekhasan masing-masing. Ketiga, mengarahkan potensi dan bakat tersebut agar mencapai kebaikan dan kesempurnaan. Keempat, seluruh proses tersebut  dilakukan secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa disangkal lagi bahwa pendidikan bermula dari rumah, bukan dari sekolah. Bahkan, meminjam istilah Bobbi DePorter dan Mike Hernacki dalam teori Quantum Learningnya, pembelajaran masa kecil di rumah adalah saat-saat yang amat menyenangkan. Mereka menyebut contoh belajar berjalan pada anak usia satu tahun. Kendati dengan tertatih dan berkali-kali jatuh, toh anak pada akhirnya mampu berjalan, tanpa merasa ada kegagalan, suatu hal yang amat berbeda dengan pembelajaran orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi edukatif dalam keluarga menjadi sedemikian vital untuk mempersiapkan masa depan umat. Khalid Ahmad Asy Syantuh menyebutkan, pendidikan merupakan sarana perombakan yang fundamental. “Sebab”, katanya, “ia mampu merombak jiwa manusia dari akar-akarnya”. Seluruh anggota keluarga harus mendapatkan sentuhan tarbiyah untuk menghantarkan mereka menuju optimalisasi potensi, pengembangan kepribadian, peningkatan kapasitas diri menuju batas-batas kebaikan dan kesempurnaan dalam ukuran kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuan tertinggi dari proses pendidikan, menurut Omar Mohammad Al Toumy Al Syaibany, bisa dirumuskan dengan beberapa rumusan berikut: perwujudan diri, persiapan untuk kewarganegaraan yang baik, pertumbuhan yang menyeluruh dan terpadu, serta persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat.  Dengan demikian, pendidikan dalam keluarga tengah menyiapkan anggotanya mencapai tujuan tertinggi tersebut, atau dalam bahasa Muhammad Quthb diistilahkan dengan ungkapan ringkas, “manusia yang baik”, sebagaimana ungkapan Al Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian adalah yang paling bertaqwa” (Al Hujurat: 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-klaki dan perempuan yang menjaga kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah; Allah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (Al Ahzab: 35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersma dengan dia adalah tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka; kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” (Al Fath: 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan Dimulainya Pendidikan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glenn Doman pernah menuturkan kisah seorang ibu yang bertanya kepada ahli perkembangan anak tentang mulai kapan ia harus mulai mendidik anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kapan anak  ibu akan lahir?” tanya sang ahli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, anak saya telah berusia lima tahun sekarang” jawab ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cepatlah ibu pulang. Anda telah menyia-nyiakan lima tahun yang paling baik dari hidup anak anda”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas diangkat dari pertanyaan: kapan mulai mengajar anak membaca? Apabila kita perluas dalam bahasa pendidikan, maka pendidikan anak dimulai bukan saja ketika bayi telah lahir, atau ketika masih dalam kandungan si ibu. Akan tetapi prosesi pendidikan itu telah dimulai sejak seorang laki-laki memilihkan calon ibu bagi calon anak-anaknya, dan ketika seorang wanita memilihkan calon bapak bagi calon anak-anaknya. Ikatan perkawinan merupakan awal mula terjadinya pendidikan, dan awal mula pendirian laboratorium peradaban. Husain Muhammad Yusuf berpendapat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Islam tidak menganggap perintah untuk melaksanakan perkawinan hanya sebatas jalan resmi menurut hukum untuk membentuk keluarga, atau sebagai cara yang mulia untuk melahirkan anak-anak shalih, atau untuk menundukkan pandangan mata, atau untuk merendahkan gejolak nafsu, atau untuk memenuhi tuntutan biologis saja. Tetapi Islam menganggap perkawinan sebagai sesuatu yang lebih agung dari masalah-masalah tersebut. Islam menganggap keluarga sebagai jalan untuk merealisir tujuan yang lebih luas lagi, yang mencakup seluruh sektor kehidupan masyarakat Islam. Perkawinan mempunyai pengaruh yang lebih luas dalam kehidupan orang-orang Islam dan pembentukan umat Islam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian pendidikan telah dimulai dari awal: pembentukan pribadi muslim yang bertemu dalam ikatan pernikahan untuk membentuk sebuah keluarga. Pendidikan tidak dimulai ketika bayi telah lahir, atau ketika sudah saatnya sekolah. Sejak awal, orang tuanya telah mempersiapkan bekal yang baik bagi calon anak-anak yang diharapkan baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, prosesi pendidikan secara operasional baru dapat dilakukan ketika anak sudah maujud. Adnan Hasan Shalih Baharits mengemukakan bahwa pada lima tahun pertama dalam kehidupan anak, 90 % pendidikan sudah dapat dilakukan secara tuntas. Sejalan dengan itu adalah pernyataan ulama besar Ibnul Qayim al Jauzi bahwa pembinaan yang paling baik adalah di waktu kecil. Hal ini menuntut peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya, sebagai suatu kewajiban besar yang tak mungkin dihindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Integratif dalam Keluarga: Sebuah Laboratorium Peradaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara fungsi keluarga dalam tinjauan sosiologis, baik menurut Goode maupun Ogburn, adalah fungsi edukatif. Secara normatif, Abdullah Nasih Ulwan menyebutkan tujuh macam pendidikan integratif dalam keluarga, yaitu pendidikan iman, pendidikan moral, pendidikan fisik, pendidikan intelektual, pendidikan psikis, pendidikan sosial, dan pendidikan seksual. Ketujuh macam pendidikan tersebut harus terintegrasikan secara sistemik dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hibbah Rauf Izzat menambahkan perlunya pendidikan politik dalam keluarga, sekaligus melancarkan kritik pedas terhadap wacana fiqih keluarga yang cenderung mengabaikan perhatian terhadap masalah politik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sisi-sisi politik di dalam institusi keluarga tidak mendapatkan perhatian di dalam pemikiran dan fiqih Islam. Tulisan-tulisan filsafat yang memberikan perhatian kepada politik kaum lelaki telah mempergunakan politik dengan makna kaidah-kaidah pergaulan antara manusia dan perilaku mereka dan berpusar pada kerangka moralitas. Berbagai tulisan yang membahas politik agama sama sekali tidak pernah menyebut institusi keluarga sebagai salah satu unit politik, sedangkan buku-buku fiqih hanya bertumpu kepada segi-segi muamalah, hukum perkawinan dan perceraian, serta tidak menyentuh sama sekali kepada bidang-bidang yang lainnya. Begitulah institusi keluarga tetap menjadi medan kajian fiqih dan akhlaq, dan tidak pernah dikaji dalam kerangka politik agama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan iman merupakan pondasi yang kokoh bagi seluruh bagian-bagian pendidikan. Komitmen ideologis yang tertanam pada diri setiap anggota keluarga akan memungkinkannya mengembangkan potensi fitrah dan beragam bakat. Pendidikan moral akan menjadi bingkai kehidupan manusia, setelah memiliki landasan kokoh berupa iman. Pada saat budaya masyarakat menyebabkan degradasi moral, maka penguatan moralitas melalui pendidikan keluarga menjadi semakin signifikan kemanfaatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan psikis membentuk berbagai karakter positif kejiwaan, seperti keberanian, kejujuran, kemandirian, kelembutan, sikap optimistik, dan seterusnya. Karakter ini akan menjadi daya dorong manusia melakukan hal-hal terbaik bagi urusan dunia dan akhiratnya. Pendidikan fisik tak kalah penting. Keluarga muslim harus menampakkan berbagai kekuatan, termasuk kekuatan fisik: agar tubuh menjadi sehat dan kuat. Kekuatan fisik termasuk alasan yang diberikan Allah atas diangkatnya Thalut sebagai pemimpin bani Israil, bashthatan fil ilmi wal jismi. Konsumsi fisik yang halal dan thayib harus mengarah kepada penyiapan kekuatan peradaban masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan intelektual harus dilakukan dalam keluarga sejak dini, karena peradaban masa depan umat amat bergantung kepada kapasitas intelektual mereka. Anggota keluarga harus memiliki kecerdasan yang memadai, sebab mereka harus bersaing dengan beraneka kebudayaan sebagai konsekuensi logis globalisasi informasi. Pendidikan sosial bermaksud menumbuhkan kepribadian sosial anggota keluarga, agar mereka memiliki kemampuan bersosialisasi dan menebarkan kontribusi positif bagi upaya perbaikan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga muslim tidak boleh menjadi eksklusif dengan keislamannya, sebab Islamlah agama yang melarang sikap-sikap antisosial. Pendidikan sosial memunculkan solidaritas sosial yang pada gilirannya akan mengoptimalkan peran sosial seluruh anggota keluarga. Wanita, yang kadang tersterilkan peran sosialnya lantaran pemahaman tradisional, dalam keluarga muslim harus memiliki kontribusi yang sejalan dengan fitrahnya. Muhammad Abdul Halim Abu Syuqah menyebutkan, wanita berpertan serta dalam kegiatan sosial, politik dan tindakan lain yang dapat dikerjakannya di masa Rasulullah Saw. Malah menurut Abu Syuqah, “peran serta dalam bermasyarakat ini tidak diikat kecuali oleh sejumlah tata cara luhur yang melindungi mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan seksual juga diperlukan dalam keluarga muslim. Kesadaran diri  sebagai laki-laki atau perempuan penting untuk mendapatkan perhatian sejak dini agar tidak menimbulkan bias. Pengertian tentang kesehatan reproduksi bukan hanya diberikan kepada anak perempuan, tetapi juga kepada anak laki-laki. Penghormatan satu pihak dengan pihak yang lainnya -antara laki-laki dan perempuan- sehingga tidak terjadi dominasi laki-laki atas perempuan, bagian dari kesadaran gender yang mesti ditumbuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan politik dalam keluarga, sebagaimana disampaikan oleh Izzat, mendesak untuk mendapatkan perhatian. Ia menuliskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keluarga (suami isteri) atau keluarga kecil, dianggap sebagai proyek percontohan kecil umat dengan berbagai karakteristik yang dimilikinya. Hal ini tercermin dalam nilai-nilai mendasar yang menentukan sistem Islam dan pada saat yang sama dianggap sebagai tonggak Islam dan batu pondasi yang sangat penting bagi sistem ini. Barangkali konsep kepemimpinan dan konsep syura merupakan karakteristik yang paling menonjol padanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kajian mengenai pendidikan politik telah dimulai bersamaan dengan munculnya pandangan Plato dan Aristoteles yang mengasumsikan pendidikan anak-anak itu serupa dengan tabiat negara. Pemikir lainnya, Boden, dalam tulisan-tulisannya mengemukakan mengenai urgensi ketaatan dalam institusi keluarga sebagai dasar ketaatan terhadap institusi pemerintah. Kendati demikian, kesadaran akan adanya pendidikan politik dalam keluarga seperti ini memang belum dimiliki oleh sebagian masyarakat kita. Mereka hanya memberikan hak pendidikan politik ini kepada pemerintah dan partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan politik bisa dilakukan melalui berbagai macam media, seperti keluarga, sekolah, kelompok, dan sarana informasi. Media-media itulah yang dapat memindahkan budaya politik suatu masyarakat kepada generasi lainnya, yang dalam hal ini satu konsep berkaitan dengan konsep-konsep lainnya seperti syari’at, identitas, kepemimpinan dan kewarganegaraan. Semua itu, menurut Ahmad Jamal Zhahir dalam bukunya At Tansyi’ah Al Ijtima’iyah wa As Siyasiyah fil Alam Al Arabi, ditujukan untuk mewujudkan stabilitas dalam hubungan antara rakyat dengan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik pendidikan politik dalam institusi keluarga dapat berlangsung dengan baik apabila didukung oleh berbagai perangkat dan mekanisme. Menurut Izzat, yang paling penting di antaranya adalah, pertama, hierarki kekuasaan dalam institusi keluarga, kedua, suasana keluarga, dan ketiga, bahasa, konsep serta simbol-simbol. Hierarki kekuasaan dalam keluarga merupakan cara pendidikan politik, karena institusi keluarga merupakan negara mini bagi anak-anak. Bagi Dean Jaros dalam bukunya Socialization to Politics, pengetahuan anak-anak tentang kekuasaan yang ada dalam institusi keluarga merupakan awal pengetahuannya terhadap kekuasaan di dalam negara dan kedudukannya di dalam negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumbangan besar dari hierarki dalam keluarga beserta segala implikasinya dalam konteks pendidikan keluarga, bisa dilihat dari beberapa tema berikut: konsep kepemimpinan (al qiwamah), ketaatan dalam kebaikan, serta konsep syura. Keluarga harus memiliki kepemimpinan yang jelas, dan untuk itu Allah menunjuk laki-laki sebagai pemimpin (al qawwam) dalam rumah tangga. Perkataan al qiwamah (kepemimpinan) ini muncul tiga kali dalam Al Qur’an, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita” (An Nisa’: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah… ” (An Nisa’: 135).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-oranmg yang selalu menegakkan keadilan karena Allah” (Al Maidah : 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian kepemimpinan mengharuskan sikap adil terhadap yang dipimpinnya. Agar bisa berlaku adil dalam memimpin, sehingga kepemimpinannya layak ditaati, diperlukan prinsip syura. Dalam keluarga, Islam menuntunkan umatnya untuk membina kehidupan di atas prinsip syura. “Oleh karena itulah”, kata Yusuf Qardhawi, “nash-nash syari’at menolak adanya paksaan seorang ayah untuk menikahkan putrinya tanpa meminta pendapatnya, walaupun putri itu masih gadis. Sebaliknya Islam mewajibkan agar anak gadis itu dimintai izin, meskipun ia merasa malu, maka keizinannya adalah diamnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul Saw memerintahkan kepada wali pihak wanita (yaitu ayah) untuk bermusyawarah dengan ibu wanita tersebut dalam urusan pernikahannya, yaitu suami melakukan musyawarah dengan isterinya untuk menikahkan anak gadisnya, sebagaimana hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bermusyawarahlah dengan kaum wanita (isteri-isteri kalian) dalam urusan anak-anaknya” (Riwayat Imam Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an menyebutkan pentingnya syura dan saling ridha antara suami dan isteri dalam kaitannya dengan menyusui anak dan menyapihnya, meski setelah cerai di antara keduanya sekalipun:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya” (Al Baqarah: 233).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana keluarga juga memegang peranan penting dalam pendidikan politik. Cinta, kasih sayang dan kemesraan hubungan yang diperoleh anak-anak dalam keluarga merupakan sesuatu yang dapat mencetak jiwa dan perilaku sosial serta politik mereka. Kajian yang dilakukan oleh Kenneth P. Langton dan M. Kent Jennings untuk masyarakat Barat memberikan petunjuk bahwa ketika anak kecil dihadapkan kepada pemilihan afiliasi partai politik kedua orang tuanya, ia akan cenderung kepada orientasi ibunya. Ini dianggap sebagi pengaruh ibu dalam pembinaan orientasi politik individu. Langton juga menunjukkan hasil kajian yang lain, adanya pengaruh ayah terhadap perilaku politik anak-anaknya sebagai pemain politik dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izaat mengungkapkan bahwa simbol-simbol politik bukanlah simbol-simbol yang berkaitan dengan kekuasaan dan negara saja, melainkan semua simbol budaya memiliki muatan makna politik. Bahkan sesungguhnya simbol-simbol itu sifatnya tidak langsung, tetapi terkadang lebih besar dan lebih dalam pengaruhnya dalam membentuk kesadaran politik anak-anak daripada simbol-simbiol yang langsung. Dalam hal ini institusi sosial khususnya keluarga, lebih efektif dibandingkan dengan institusi-institusi politik pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh simbol-simbol yang memiliki indikasi pendidikan politik banyak sekali dijumpai dalam keluarga. Simbol ini bisa terkandung dalam kisah kanak-kanak sebagai tokoh sentral atau pahlawan, atau nilai-nilai yang terkandung dalam kisah kepahlawanan pada umumnya. Permainan senjata pada anak-anak bisa menghantarkan pada nilai kepejuangan dan patriotisme. Bahkan nama anak itu sendiri bisa mencerminkan suatu simbolisasi politik yang diambil dari nama tokoh-tokoh dalam sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan integratif yang terjadi dalam keluarga akan menghasilkan produk yang berkualitas, sebagai bahan baku meretas peradaban baru. Perubahan sosial, budaya dan politik dari masyarakat senantiasa beranjak dari perubahan individu, sebagaimana jastifikasi Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Ar Ra’du : 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maa bi anfusihim, apa yang ada pada diri mereka sendiri adalah faktor kejiwaan masyarakat. Tentu saja pembinaan kepribadian ini harus dimulai dari rumah. “Atas dasar ini”, kata Hibbah Rauf Izzat, “Perhatian pandangan Islam memulai perubahan dari institusi keluarga, kemudian melangkah kepada kelompok, dan akhirnya menjangkau umat, untuk menciptakan kemajuan kepada Islam”. Tak bisa disangsikan lagi, bahwa keluarga merupakan laboratorium bagi sebuah peradaban yang dicitakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Pendidikan Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan telah diuraikan secara ringkas bahwa pendidikan dalam keluarga bersifat integratif, dimana segala aspek potensi kemanusiaan mesti terberdayakan. Paulo Freire mengembangkan wacana pendidikan yang humanis, ungkapan antagonistik dari sistem pendidikan dominasi dan dehumanisasi. Dalam pandangan Freire, salah satu perbedaan utama antara pendidikan sebagai sebuah kewajiban humanis dan liberal di satu sisi, dengan dominasi dan dehumanisasi di sisi yang lain, adalah bahwa dehumanisasi merupakan proses transformasi ilmu pengetahuan, sedangkan humanisasi merupakan proses pemberdayaan masyarakat melalui ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungannya dengan kesadaran manusia dan dunia, menurut Freire, pendidikan yang dilihat sebagai bentuk dominasi menganggap kesadaran manusia semata-mata merupakan wadah kosong yang harus diisi; sedangkan pendidikan sebagai sebuah proses pembebasan dan humanisasi memandang bahwa kesadaran itu sebagai suatu ‘hasrat’ (intention) terhadap dunia. Selanjutnya Freire menambahkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan mengasumsikan pendidikan sebagai proses dominasi, orang yang menguasai ilmu pengetahuan justru meniadakan prinsip kesadaran aktif. Pendidikan ini menjalankan praktik-praktik yang digunakan orang untuk ‘menjinakkan’ kesadaran manusia, mentransformasikannya ke dalam sebuah wadah kosong. Pendidikan budaya dalam dominasi ini diarahkan pada situasi dimana guru merupakan satu-satunya orang yang mengetahui dan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik sebagai orang yang tidak tahui apa-apa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wacana pendidikan keluarga, yang terjadi haruslah sebuah pemberdayaan yang aktif. Kendatipun ada kekuatan dominasi karena otoritas kepemimpinan laki-laki (suami) dalam rumah tangga, tetapi tidak boleh mengarah kepada prosesi pendidikan yang melakukan praktik dehumanisasi. Di rumah tak sekadar terjadi transformasi pengetahuan secara sepihak dan searah dari suami kepada isteri dan anak-anak, akan tetapi terjadi proses pembelajaran bersama sebagai wujud kesadaran kosmopolis manusia terhadap alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Freire, pendidikan dan aksi budaya yang membebaskan, “merupakan proses yang otentik untuk mencari ilmu pengetahuan guna memenuhi hasrat keinginan peserta didik dan guru dengan kesadaran untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru”. Interaksi yang terjadi dalam keluarga tidak boleh terkungkung hanya kepada upaya untuk menghafalkan teori-teori, atau mengumpulkan konsep-konsep, kendatipun tentang kebenaran, akan tetapi harus sampai kepada dataran pencarian-pencarian makna serta hakikat yang lebih mendalam untuk mendapatkan kebaruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan dalam keluarga juga tidak cukup sebatas upaya preventif terhadap munculnya ketidakbaikan. Eksplorasi optimal terhadap potensi-potensi kebaikan harus dimunculkan secara seimbang dalam keluarga. Tidak tepat memegangi prinsip Jean Jacques Rousseau dalam prinsip pendidikan anak-anak, “pendidikan pemula harus sepenuhnya negatif. Ia bukan pendidikan mengenai kebajikan dan kebenaran, melainkan mencegah atau melindungi hati dari kejelekan dan pikiran dari kesalahan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pendidikan dalam keluarga ditentukan oleh banyak faktor, di antaranya adalah landasan ideologis keluarga, model interaksi dan komunikasi yang dibangun di dalamnya, juga lingkungan sosial, politik serta budaya yang melingkupi keluarga tersebut. Bagi keluarga muslim, landasan ideologis mereka amat kokoh, yaitu Islam, sehingga menggampangkan untuk merunut model pendidikan yang diinginkan. Tatkala keluarga memiliki keterikatan yang kuat dengan keyakinan hidup materialisme, maka model-model pendidikan yang ada di dalamnya juga bersifat material sentris. Artinya, model pendidikan yang terjadi tak bisa dipisahkan dari keyakinan primordial keluarga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model interaksi yang dibangun dalam keluarga amat menentukan model pendidikan yang terjadi di dalamnya. Allah memerintahkan Rasul Saw dalam surat Al Hijr ayat ke 88 agar bersikap rendah hati dalam berkomunikasi dengan pengikutnya. Ungkapan wahfidh janahaka dalam ayat tersebut dipahami oleh Al Qurthubi sebagai keintiman hubungan Rasul dan para sahabat, yang pada awalnya digunakan untuk mendeskripsikan burung-burung yang menyelimuti anak-anak mereka dengan sayapnya. Keluarga hendaknya memiliki hubungan yang akrab dan intim satu dengan yang lain, karena akan memudahkan untuk proses pencerapan nilai-nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi keintiman hubungan saja tidak cukup, kata Abdurrahman Shalih Abdullah. Diperlukan perangkat lainnya berupa metoda, pertimbangan waktu dan kondisi. Prinsip ini dianggap sesuai dengan makna hadits Nabi saw dari Ibnu Mas’ud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi saw biasa mengajari kami dengan memilih hari (waktu) yang tepat, sehingga kami tidak merasa bosan” (Riwayat Bukhary).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sisi yang memungkinkan hasil pendidikan menjadi lebih baik, perlu mendapat perhatian dalam keluarga. Akan tetapi model yang dipilih tentu yang akan membawa anggota keluarga menuju nilai kebaikan optimal mereka. Sebagaimana dikemukakan oleh Muhammad Quthb bahwa metodologi Islam dalam melakukan pendidikan adalah dengan melakukan pendekatan yang menyeluruh terhadap wujud manusia, sehingga tidak ada yang tertinggal dan terabaikan sedikitpun, baik jasmani maupun ruhani, baik kehidupannya secara fisik maupun kehidupan secara mental, serta segala kegiatannya di bumi ini. Bukan model pendidikan yang akan mematikan potensi dan memandulkan bakat mereka sebagaimana digambarkan Freire sebagai proses dehumanisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Quthb menggambarkan proses pendidikan dalam Islam seperti menggesek biola:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia menganalisa fitrah manusia itu secara cermat, lalu menggesek seluruh senar dan seluruh nada yang dimiliki oleh senar-senar itu, kemudian menggubahnya menjadi suara yang merdu. Di samping itu ia juga menggesek senar-senar secara menyeluruh, bukan satu demi satu yang akan menimbulkan suara sumbang dan tak serasi. Tidak pula menggeseknya hanya sebagian dan mengabaikan bagian yang lain, yang menyebabkan irama tidak sempurna, tidak mengungkapkan irama yang indah sampai ke tingkat gubahan yang paling mengesankan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Abdul Karim Zaidan, Ushulud Da’wah, Mu’assasah Ar Risalah, Beirut, 1987&lt;br /&gt;   2. Abdullah Nasih Ulwan, Ruhaniyah Ad Da’iyah, Darussalam, Kairo, 1986&lt;br /&gt;   3. Abdurrahman An Nahlawi, Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah dan Masyarakat, Gema Insani Press, Jakarta, 1983&lt;br /&gt;   4. Abdurrahman Shalih Abdullah, Landasan Pendidikan menurut Al Qur’an serta Implementasinya, CV. Diponegoro, Bandung, 1991&lt;br /&gt;   5. Abdul Halim Muhammad Abu Syuqah, Tahrir Al Mar’ah Fi Ashri Ar Risalah, Darul Qalam, Kuwait, 1990&lt;br /&gt;   6. Abdullah Nasih Ulwan, Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam, Asy Syifa, Semarang, 1988&lt;br /&gt;   7. Adnan Hasan Shalih Baharits, Tanggung Jawab Ayah terhadap Anak Laki-laki, Gema Insani Press, Jakarta, 1996&lt;br /&gt;   8. Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan, Kaifa, Bandung, 1999&lt;br /&gt;   9. Cahyadi Takariawan, Pernik-pernik Rumah Tangga Islami, Intermedia, Solo, 1997&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Hibbah Rauf Izzat, Wanita dan Politk: Pandangan Islam, Remaja Rosdakarya, Bandung, 1997&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.  Hussain Muhammad Yusuf, Motivasi Berkeluarga, Pustaka Al Kautsar, Jakarta, 1992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.  Ibrahim Muhammad Al Jamal, Fikih Wanita, Asy Syifa’, Semarang, 1986&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.  Isham Muhanmmad Asy Syarif, Shurah Al Bait Al Muslim, Darush Shfawah, Kairo, 1993&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.  Khalid Ahmad Asy Syantuh, Tarbiyah Al Banat Fi Al Usrah Al Muslimah, Darul Mujtama’, 1991&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.  Muhammad Quthb, Sistem Pendidikan Islam, PT. Al Ma’arif, Bandung, 1984&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.  Najib Khalid Al Amir, Min Asalibi Ar Rasul Saw Fi At Tarbiyah, Maktabah Al Busyrah Al Islamiyah, Kuwait, 1990&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.  Omar Mohammad Al Toumy Al Syaibany, Falsafah Pendidikan Islam, Bulan Bintang, Jakarta, 1979&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.  Paulo Freire, Politik Pendidikan: Kebudayaan, Kekuasaan dan Pembebasan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.  Robert MZ. Lawang, Pengantar Sosiologi, Depdikbud, Jakarta, 1985&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.  Syed Sajjad Husain dan Syed Ali Asharaf, Menyongsong Keruntuhan Pendidikan Islam, Gema Risalah Press, Bandung, 1994&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.  Yusuf Qardhawi, Malamih Al Mujtama’ Al Muslim Alladzi Nansyuduhu, Maktabah Wahbah, Kairo, 1997&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.  Yusuf Qardhawi, Al Khasha’ish Al Amah Lil Islam, Maktabah Wahbah, Kairo, 1989&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&lt; Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan RDK 1420 UNY&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 18 Desember 1999&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-3240429594336073855?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/3240429594336073855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=3240429594336073855&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3240429594336073855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3240429594336073855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/04/keluarga-sebagai-laboratorium-peradaban.html' title='KELUARGA SEBAGAI LABORATORIUM PERADABAN'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-CrhduD6wvZY/TbeiXzs5yoI/AAAAAAAAAtA/3Ml0kfdWclo/s72-c/28.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-4058908101123254962</id><published>2011-04-27T11:32:00.004+07:00</published><updated>2011-04-27T11:34:56.217+07:00</updated><title type='text'>Celoteh Aksara [27]: “M-Four: Mengenang Masa-Masa Mbolang #1”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-5lxWY8n86l8/Tbec3SoL4PI/AAAAAAAAAs4/s4i0qjPGVkk/s1600/perjalanan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5lxWY8n86l8/Tbec3SoL4PI/AAAAAAAAAs4/s4i0qjPGVkk/s400/perjalanan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600117135365628146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Wednesday, April 27, 2011 at 10:34am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan ini hanya sebagai sarana refreshing aja, tatkala hari-hariku disibukkan untuk menyelesaikan satu PR yang benar-benar ekstra menguras tenaga, waktu, pikiran, dan harta tentu saja. Bagian terkuras yang terakhir itu lantaran ketika menulis atau asyik membenamkan diri dalam buku, lebih asyik kalau ada yang menemani. Bukan berwujud manusia, tapi camilan. Hehe…Lanjut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena asyik menulis tentang PNS sakwadyabalane, tangan ini tergerak untuk mengambil satu dari deretan buku DNA yang berbaris manis di pojokan rak kiri bawah di perpus pribadi AL FIRDAUS 2. [NO]stalgia [R]o[MA]ntic bulan September-Desember 2010. Ah, sampai saat ini, catatan harian yang terdokumentasikan di buku ini masih menempati rating teratas. Jika dibandingkan dengan catatan-catatan harianku yang lain. Banyak kisah seru yang takkan terlupakan, yang sudah tertulis, terjadi diantara 4 bulan itu. Kapan-kapan moga bisa bikin memoar. Hihi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya kisah seru bulan Oktober 2010. Masa-masa mbolangku saat mengikuti audisi abdi negara. Tertulis di buku DNA-ku itu, hari Jumat tanggal 22 Oktober 2010 aku berangkat ke Bandung dengan kereta Lodaya bersama keluarganya Gestin Mey Ekawati (Gest-Chay). Sahabat terbaikku zaman putih abu-abu sampai sekarang. Bersama keluarganya (bapak “kepala suku”, ibuk, dan Resha –adiknya-) kita menikmati perjalanan ke Bandung. Dah kayak keluarga sendiri deh. Ini perjalanan keduaku ke Bandung naik kereta. Dulu pertama kali sendirian…mewujudkan impian dan janji pada diri sendiri setelah dapat gelar S.Si.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisuda Chay di ITB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yupz, keesokan harinya (tanggal 23 Oktober 2010) aku mendampingi mahasiswi Teknik Geofisika itu wisuda. Ya, akhirnya aku pun bisa mewujudkan salah satu impian yang sempat tertuliskan. Mendampingi sahabat terbaikku itu di salah satu hari bersejarah dalam hidupnya. Senangnya bisa menginjakkan kaki di kampus Ganesha lagi, kampus yang sampai detik ini pun masih menjadi kampus impianku. “Hm, kalau belum rejekinya tahun ini, semoga tahun depan…”. Setidaknya, kalau bukan aku, semoga saudari kembarku atau mungkin anak cucu kelak. Kalau suami? Hm, ntahlah. Hehe…semuanya masih dalam bingkai rahasia-Nya. Xixixi. Yang jelas, ITB selalu punya cerita tersendiri dalam hidupku. Setidaknya sekarangpun aku merasakan menjadi bagian dari keluarga besarnya. Keluarga Ganesha! Alhamdulillah…^^v. Waktu itu, aku juga sempat menangkap sosok Teh Ninih yang ternyata mengantarkan salah satu putrinya wisuda juga. Hm…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak yang Terpetakan di Ibukota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah selanjutnya, tanggal 24 Oktober. Ahad pagi itu aku berangkat mruput dari kost Gestin menuju stasiun Bandung. Kali ini aku kembali mbolang sendirian. Ya Rabb, hanya kepada-Mu hamba memohon perlindungan. Padahal lebih baik ada mahram yang menemani, tapi mau gimana lagi Mas Dhody juga sibuk dengan pekerjaannya di Solo. Bismillah, dengan ACC dan restu bapak-ibuk akhirnya aku benar-benar berani mbolang sendirian ke Jakarta. Walaupun itu bukan kali yang pertama. Hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 08.45 sampai di stasiun Jatinegara. Tadi sempat beli teh panas di kereta buat mengganjal perut karena belum sempat sarapan, e…pas turun minumanku yang belum habis itu tersenggol dan tumpah. Hehe…aku hanya nyengir! Keluar stasiun, nunggu Mbak Thicko. Dan akhirnya SUPERTWIN berkumpul! Nyampe RedZone, sarapan dulu, tyuz pergi lagi! Kali ini Nungma mau diselundupkan Mbak Thicko di acaranya rekan-rekan FLP Jakarta. Naik kopaja tyuz naik bajaj sampai depan Taman Ismail Marzuki. Oh no, bajaj pertamaku nih! Ah, ku jadi terkenang dengan komunitas dan genk-ku zaman kelas 3 SMA dulu. Hahaha…3 IPA 4 SMA 1 Wonogiri yang mengatasnamakan keluarga mereka (keluargaku juga ding) “BAJAJ COMMUNITY”. Alasannya cukup simple, karena “icon” kelas kita yang bernama Ali, wajahnya plek-njiplek pemeran utama dalam sinetron Bajaj Badjoeri. Hihihi…Ali, no coW no enJoy dah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Penyusup di FLP Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serunya nyusup di pertemuan FLP Jakarta pagi mpe siang itu. Seneng banget! Ketemu para penulis yang biasanya aku hanya bisa menikmati tulisan-tulisannya, dan pada kesempatan itu aku bisa bertatap muka dan ngobrol langsung. Hihi…ketemu Kang Taufan E.Prast (ketua FLP Jakarta) yang saat aku mengeluarkan oleh-oleh berupa mete, tu mete langsung beliau bawa kemana-mana. Hahaha…gubrak! Tyus ketemu istri beliau yang cantik, Mbak Erawati. Terima kasih donatnya, ya Mbak! Ketemu Mbak Lia Octavia, Mbak Icha, Soson, Ikal, Mas Sakti Wibowo juga ada, dll…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah.Perjuangkan.Nikmati.Syukuri (side A…^^v)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, keesokan harinya. Senin, 25 Oktober 2010. Agenda hari ini pengambilan kartu test Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan BATAN. Dari Jak-Tim aku mbolang ke Jak-Sel buat ngambil kartu KKP yang berlokasi di Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta. Sempet nyasar pas sampai daerah Pasar Minggu karena salah masuk angkot, untungnya segera ngeh! Adegan paling seru pas ngambil kartu test BATAN di GOR Pertamina Simprug. Motoran sama Tanti. Byuuuh…benar-benar merasakan romantika kerasnya perjuangan di ibukota. Menikmati si Komo lewat yang bikin macet kaya ular naga panjangnya bukan kepalang, bising, polusi, dan pemandangan yang bikin miris. Ah, negeriku…Hampir 1,5 jam kita motoran. Lebih mungkin! Akhirnya sampai juga di lokasi. Hadeh, gak nyampe 5 menit kartu kita di ACC. Betapa singkatnya! kelkelkel...Mubeng-mubeng GOR dulu sekalian sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ikut Tanti ke Bintang Pelajar, tyuz aku naik busway dari halte di dekat situ. Saatnya menikmati perjalanan. Turun Dukuh Atas-Pulogadung-Matraman-Kampung Melayu. Naik angkot 06, ke arah Jl. Otista daerah kampus STIS. Mendadak aku lupa harus turun dimana. Pengalaman perdana turun daerah situ sendirian je…akhirnya, apa yang terjadi saudara-saudara, Nungma nyasar-nyasar! Mpe 3x ganti angkot. Tapi akhirnya nyampai juga. Haha, buat merayakan kemenangan, halah…beli eskrim deh! Gubrak… Jadi inget pesan Mbak Thicko, yang darinya aku dibekali peta JABODETABEK (xixixi…tak lengkapi dengan ngeprint jalur busway. Yupz, benar-benar bekal jadi si bolang!), dia minta maaf karna gak bisa membersamai perjuanganku di ibukota, tapi dia selalu yakin, senyasar-nyasarnya aku pada akhirnya aku pasti bisa kembali ke Redzone-nya dengan selamat! Hihihi….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malem harinya, aku belajar buat test BATAN. Bismillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 26 Oktober 2010. Kehebohan terjadi di semua stasiun televisi. Mulai dari bencana tsunami Mentawai sampai Gunung Merapi yang meletus. Ya Rabb, ampunilah dosa-dosa kami…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar Redzone jam 05.30. bismillah…berdasarkan pertimbanganku lebih baik aku naik busway aja ke GOR Pertamina Simprug-nya, karena kemarin sempat lihat ada halte busway di dekat lokasi. Naik angkot 06 arah Kampung Melayu, naik busway yang ke Harmoni. Sampai di Harmoni celingukan, naik busway yang jalur apa nih. Berdasarkan peta jalur busway yang kupelajari pokoknya yang arah Grogol. Akhirnya, aku tanya petugas. Beliau nyuruh naik yang arah Blok M dulu. Antri deh, berhubung rame, desak-desakan ‘n gak kelihatan pas ada busway berhenti, aku naik aja. E, ternyata tu busway yang arah Ragunan. Seharusnya aku naik yang setelah busway ini. Hadeh. Pagi-pagi dah nyasar! Tapi seruuu…bisa menikmati gagahnya MONAS yang berdiri diterpa hangatnya sang mentari. Ops, puitis-puitisannya ntar dulu, nyasar nih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, aku turun halte terdekat dan balik ke Harmoni lagi. Kemudian naik busway yang ke Grogol, pas turun halte Grogol 2 dah jam 07.30. Transit di Lebak Bulus. Tanti dah harap-harap cemas di lokasi test. SMS-an terus sama dia. Alhamdulillah, jam 07.45 nyampe juga di Halte Simprug. Langsung deh lari-lari nyebrang jalan, cukup rame euy…then nyegat metromini B6. Ternyata ada mas-mas juga yang mau ikut test. Tapi langkah kakinya cepet banget. Jalaaaan dulu sampai lokasi test. Pyuuuh, jam 07.56 di N5300-ku! Legaaa…kalau sampai datang lebih dari jam 08.00 gak bakal boleh masuk ruangan. Aku nitipin tas ke petugas dulu, kemudian masuk ke dalam GOR. Sudah dipisah-pisahkan menurut jurusan. Cari yang S1 Biologi. Ketemu Tanti, Mbak Tahan, dan Mbak Shofi. Hanya 20 orang dari jurusan S1 Biologi yang nantinya hanya diambil 5 nilai tertinggi. Hihi…sebenarnya aku dah gak terlalu berharap. Karena ada hubungannya dengan radiasi dan nuklir-nuklir gitu. Lha wong syaratnya aja ada yang tanda tangan materai mpe 3 lembar, salah satunya tidak akan hamil dalam kurun waktu sekian tahun, dll…tapi semangat CPNS tetap bergelora! Cobalah, Perjuangkan, Nikmati, dan Syukuri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kejadian lucu pas pulang. Kan hujan lebat banget ya…tapi aku tetap nekat. Dari GOR Pertamina Simprug aku naik metromini (ngasal aja, karena aku masih bingung harus naik apa pulange. Hehe…), akhirnya aku turun di Blok M, tyuz naik busway lagi deh. Ada kejadian yang bikin dongkol nih. Kan dari pagi aku belum sarapan, diem-diem aku nyuil roti “SARI ROTI” yang sedari pagi adem ayem di dalam tas backpacker hitamku. Padahal aku tahu kalau di busway gak boleh makan/minum (kalau gak ketahuan. Hehe). E, lha kok ketahuan sama mas-mas kondekturnya. Tengsin euy…hadeh mas, laper banget nih! *pasangtampangpalingmemelas. Ah, Norma! Kamu melanggar namamu sendiri sih…wkwkwk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kemarin, turun Dukuh Atas-Matraman-Kampung Melayu-Gelanggang Remaja. Tyuz jalan kaki deh sampai RedZone. Aksi mbolang hari ini happy ending. Aku merayakannya dengan makan cireng Bandung. Uhuy…^^v.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be continued…alias bersambel…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, 27 April 2011. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Langkah yang telah terlewati adalah catatan untuk menuju nilai yang sempurna. Jika kemarin diri ini belum ada hasil. Maka jadikan hari ini awal dari catatan kehidupan yang baru”. Karena mbolang selalu mengajarkan padaku apa itu bersyukur, survive, makna perjuangan, berani mewujudkan impian, berproses menjadi lebih baik, dan yang jelas…mendewasakan!!!]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-4058908101123254962?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/4058908101123254962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=4058908101123254962&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4058908101123254962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/4058908101123254962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/04/celoteh-aksara-27-m-four-mengenang-masa.html' title='Celoteh Aksara [27]: “M-Four: Mengenang Masa-Masa Mbolang #1”'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5lxWY8n86l8/Tbec3SoL4PI/AAAAAAAAAs4/s4i0qjPGVkk/s72-c/perjalanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-3420765438721917115</id><published>2011-04-27T11:32:00.001+07:00</published><updated>2011-04-27T11:32:33.421+07:00</updated><title type='text'>Celoteh Aksara [26]: "Celotehku Terdiam"</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Tuesday, April 26, 2011 at 8:28pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-kubiarkan lembaran ini kosong-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-3420765438721917115?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/3420765438721917115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=3420765438721917115&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3420765438721917115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3420765438721917115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/04/celoteh-aksara-26-celotehku-terdiam.html' title='Celoteh Aksara [26]: &quot;Celotehku Terdiam&quot;'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-1704664699570468744</id><published>2011-04-27T11:30:00.001+07:00</published><updated>2011-04-27T11:32:18.839+07:00</updated><title type='text'>Celoteh aksara [25]: "BIDADARI-BIDADARI SURGA"_Catatan Reflektif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-fQXNUsaIOJs/TbecKHkZ_4I/AAAAAAAAAsw/NTfM4sOMsaI/s1600/Bidadari-Bidadari%2BSurga.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 257px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-fQXNUsaIOJs/TbecKHkZ_4I/AAAAAAAAAsw/NTfM4sOMsaI/s400/Bidadari-Bidadari%2BSurga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600116359302872962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Monday, April 25, 2011 at 12:14pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepedihan, penderitaan, suka cita, canda tawa, cinta dan pengorbanan, tumpah ruah di pondok bambu Lembah Lahambay rumah keluarga mamak Lainuri dan Laisa. Pengorbanan tulus tiada tara seorang Laisa. Setelah bapaknya meninggal dicabik-cabik harimau gunung Klendeng, mamak Lainuri lantas berjuang demi kelangsungan hidup anak2nya. Laisa memutuskan berhenti sekolah dan berjanji dalam hatinya untuk memperjuangkan pendidikan adik2nya hingga mereka sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat mereka menerima pesan dari mamak Lainuri: “PULANGLAH. Sakit kakak kalian semakin parah. Dokter bilang mungkin minggu depan, mungkin besok pagi, boleh jadi pula nanti malam. Benar-benar tidak ada waktu lagi. Anak-anakku, sebelum semuanya terlambat, pulanglah..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah perjalanan mereka diceritakan apik dan sederhana tapi menyentuh oleh penulis. Dengan gaya penceritaan alur mundur dan meloncat-loncat, cerita tetap enak dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini LUAR BIASA!!! tentang pengorbanan seorang kakak (Laisa) demi kesuksesan keempat adik tirinya (Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, dan Yashinta). Juga cinta, semangat, kerja keras, dan doa kepada Tuhan. Namun, Tere-Liye mengemasnya dengan begitu cantik, apik, menyentuh, dan sangat manusiawi. Deskripsinya tentang keindahan alam Lembah Lahambay yang dikelilingi batu cadas setinggi lima meter, Gunung Kendeng, sungai, hutan rimba, dan kebun strawberry nyaris sempurna. Pembaca seolah-olah menyaksikan sendiri panorama-panorama tersebut di depan matanya, persis menonton sebuah film dengan alur maju-mundur yang begitu rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kak Laisa, seorang teladan dalam keluarga yang sudah terbiasa bekerja keras setelah babak (ayah) nya meninggal karena dimakan harimau Gunung Kendeng. Kak Lais, begitu ia dipanggil, memiliki keterbatasan fisik. Tubuhnya pendek (ketika dewasa hanya setinggi dada adik-adiknya), hitam, rambut kumal, dan gemuk serta dempal. Berbeda sekali dengan keempat adiknya yang tampan-tampan dan cantik. Ia mungkin tidak memiliki kecantikan fisik yang didambakan oleh setiap lelaki, tetapi ia memiliki kecantikan hati yang luar biasa yang mungkin sebetulnya lebih dibutuhkan oleh semua lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, Kak Lais dengan ikhlas meminta kepada mamak (ibu) nya untuk berhenti sekolah saja saat kelas 4 SD, demi melihat keempat adik tirinya bisa sekolah, karena ia tahu saat itu mamaknya tidak punya cukup uang untuk menyekolahkan kelima anaknya sekaligus. Dengan ketekunan kerjanya bersama mamak, akhirnya Lais berhasil memiliki ribuan hektar kebun strawberry yang sebelumnya sama sekali belum pernah ditanam oleh penduduk Lembah Lahambay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kampung terpencil di pinggir hutan, Dalimunte, Profesor muda yang mengejutkan dunia science dengan penelitiannya “Pembuktian tak terbantahkan Bulan yang pernah terbelah”. Dalimunte berhasil menciptakan rangkaian kincir air saat umurnya beranjak 12 tahun, sebagai cikal bakal kemakmuran di lembah Lahambay. Dalimunte akhirnya berhasil menjadi profesor di bidang fisika yang terkenal di seluruh dunia, dengan penelitian terbarunya tentang “Badai Elektromagnetik Antar Galaksi” yang akan menghantam planet ini sebelum kiamat. Ikanuri dan Wibisana meskipun beda jarak usianya satu tahun tetapi sering dianggap kembar, berhasil mendirikan bengkel mobil modifikasi dan akan membangun pabrik spare-part mobil sport, dan Yashinta si bungsu yang mendapat beasiswa S2 ke Belanda dan menjadi peneliti untuk konservasi ekologi, meneliti tentang burung Peregrin atau Alap-alap Kawah dan sejenisnya, serta menjadi kontributor foto untuk majalah National Geographic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat adiknya tergolong mudah dalam mencari jodoh. Bagaimana tidak, mereka secara fisik menarik, pandai, shaleh, bisa menempatkan diri dengan baik, dan tetap rendah hati. Sedangkan Kak Lais? Hingga usianya 40 tahun lebih, belum juga mendapatkan jodohnya. Kak Lais bukannya tidak peduli dengan omongan penduduk kampung, apalagi setelah dilintasi (ditinggal menikah lebih dulu) tiga kali oleh adik-adiknya, tetapi Kak Lais selalu mengatakan kepada Dalimunte bahwa Allah telah mengirimkan keluarga terbaik dalam hidupnya, dan itu sudah cukup. Ia menerima takdir Tuhannya dengan lapang dada, meski tak dipungkiri setiap habis shalat tahajjud ia sering menghabiskan waktu sendirian di lereng bukit, bernostalgia tentang adik-adiknya yang dulu nakal sekali sekarang sudah sukses semua, dan tentunya merenungi tentang hidupnya sendiri; memandangi kebun strawberry yang luas, menuggu hingga langit menyemburatkan cahayanya tanda subuh menjelang. Dalimunte lah yang sering menemani kakaknya disana, setiap dua bulan sekali kepulangannya dari luar negeri. Haru, sedih, tawa, bangga, bergantian saat membaca kisah ini. Saya dibuat menangis oleh penulis saat detik-detik kematian Laisa, bersamaan dengan pernikahan Yashinta dan Goughsky, saat Laisa menerjang hujan mencari dokter demi Yashinta. Saat ikanuri mengatakan kau bukan kakak kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romantisme juga disuguhkan dalam cerita ini. Saat Dalimunte dan Cie Hui menikah di lembah strawberry. Saat Yashinta bertengkar dengan Pria setengah-setengah bermata biru keturunan Uzbekisthan. Dan saat 2 sigung bebal, Ikanuri dan Wibisana meminang Wulan dan Jasmine pada hari dengan kata2 yang sama, menikah di hari yang sama, ditambah istrinya melahirkan anak di hari yang sama pula Hingga hari kematian Kak Lais tiba karena kanker paru-paru stadium IV yang telah disembunyikan dari adik-adiknya selama sepuluh tahun, Allah belum juga menurunkan jodohnya ke bumi. Tapi mamaknya yakin sekali bahwa Lais adalah bidadari surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh di surga ada bidadari-bidadari bermata jeli (QS Al-Waqiah: 22), Pelupuk mata bidadari-bidadari itu selalu berkedip-kedip bagaikan sayap burung indah. Mereka baik lagi cantik jelita (QS Ar-Rahman: 70), Bidadari-bidadari surga, seolah-olah adalah telur yang tersimpan dengan baik (QS Ash-Shaffat: 49).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dalam epilog novel ini, Tere-Liye menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengarkanlah kabar gembira ini. Wahai wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belum juga menikah (mungkin karena keterbatasan fisik, kesempatan, atau tidak pernah ‘terpilih’ di dunia yang amat keterlaluan mencintai materi dan tampilan wajah), yakinlah, wanita-wanita shalehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, berbagi, berbuat baik, dan bersyukur, kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari surga. Dan kabar baik itu pastilah benar. Bidadari surga parasnya cantik luar biasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel yang sarat akan makna keikhlasan dalam kerja keras, pengorbanan dan keteguhan hati. Satu pesan yang tersirat dalam novel ini adalah, bahwa kecantikan hati jauh lebih penting daripada kecantikan paras, dan sesungguhnya kecantikan hati seseorang dapat mengantarkannya menjadi seorang bidadari di surga kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam novel ini kita bisa belajar banyak hal, selain yang saya sebutkan di atas. Salah satunya adalah tentang takdir Tuhan, yaitu bahwa HIDUP, JODOH, REZEKI, dan MATI adalah sepenuhnya milik Allah. Manusia hanya bisa berikhtiar dan berdoa, tapi keputusan akhir tetaplah di tangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, saat membuka file lama "Catatan 02 November 2010 (saat ku mbolang di Jakarta), BACALAH, dan RESAPI KEDALAMAN MAKNANYA!]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Special thx untuk Om Dude "dr.Risang" atas kado novelnya...^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-1704664699570468744?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/1704664699570468744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=1704664699570468744&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1704664699570468744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/1704664699570468744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/04/celoteh-aksara-25-bidadari-bidadari.html' title='Celoteh aksara [25]: &quot;BIDADARI-BIDADARI SURGA&quot;_Catatan Reflektif'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fQXNUsaIOJs/TbecKHkZ_4I/AAAAAAAAAsw/NTfM4sOMsaI/s72-c/Bidadari-Bidadari%2BSurga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-3314905422497320068</id><published>2011-04-27T11:29:00.002+07:00</published><updated>2011-04-27T11:30:25.448+07:00</updated><title type='text'>Celoteh Aksara [24]: "MENGEJA SENJA"</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Sunday, April 24, 2011 at 5:13pm&lt;br /&gt;Senja mengajak kita duduk merenung&lt;br /&gt;Dengan kemilauan mentari pantulkan seberkas cahaya jingga&lt;br /&gt;Membuncahkan rasa yg tlah lama terendap dlm dada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas gerimis sore tadi&lt;br /&gt;Bersama butiran air mata langit yg menghujam bumi&lt;br /&gt;Sedikit mengaburkan bayangan...&lt;br /&gt;Berbaris kata dlm untaian nasihat,&lt;br /&gt;"Terkadang kita perlu menghadirkan sesuatu untk mengaburkan yg lainnya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slalu kujaga rasa itu agar mengambang sempurna hingga senyumku mengembang sempurna!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan senjaku yg sederhana, sesederhana cinta yg mendewasakan jiwa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keisya Avicenna, 24 April 2011...@istana KYDEN]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-3314905422497320068?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/3314905422497320068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=3314905422497320068&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3314905422497320068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3314905422497320068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/04/celoteh-aksara-24-mengeja-senja.html' title='Celoteh Aksara [24]: &quot;MENGEJA SENJA&quot;'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-3550923718378820337</id><published>2011-04-27T11:29:00.001+07:00</published><updated>2011-04-27T11:29:48.890+07:00</updated><title type='text'>Celoteh Aksara [23]: "MENJEMPUT TAKDIR-NYA #2"</title><content type='html'>by Norma Keisya Avicenna on Saturday, April 23, 2011 at 9:25am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik bergulir menuju siang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwanya terbang bagaikan layang-layang putus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata menggenang bak lautan kesedihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ia lupa, hidup ini memang penuh dengan rahasia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat angin bertiup setengah hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun harus pergi untuk sebuah mimpi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [Keisya Avicenna, 23 April 2011...sebelum berdiskusi di Taman Pujangga Ronggowarsito]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6067472187983065490-3550923718378820337?l=nungma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nungma.blogspot.com/feeds/3550923718378820337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6067472187983065490&amp;postID=3550923718378820337&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3550923718378820337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6067472187983065490/posts/default/3550923718378820337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nungma.blogspot.com/2011/04/celoteh-aksara-23-menjemput-takdir-nya.html' title='Celoteh Aksara [23]: &quot;MENJEMPUT TAKDIR-NYA #2&quot;'/><author><name>KEISYA AVICENNA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04526306938135669327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_7He8BD8kCJQ/SpH0d-dLr6I/AAAAAAAAAQg/41n1gj-mc-c/S220/Copy+of+NUNGMA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6067472187983065490.post-2339186098589271250</id><published>2011-04-27T11:25:00.002+07:00</published><updated>2011-04-27T11:29:18.371+07:00</updated><title type='text'>Celoteh Aksara [22]: “MENJEMPUT TAKDIR-NYA [TEPAT dan TERBAIK]"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-yBs7c-IpIuk/TbebGUP03fI/AAAAAAAAAso/DGtbCho6wJY/s1600/Keisya%2B2011-2015.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-yBs7c-IpIuk/TbebGUP03fI/AAAAAAAAAso/DGtbCho6wJY/s400/Keisya%2B2011-2015.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600115194475109874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Norma Keisya Avicenna on Friday, April 22, 2011 at 10:29am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hidup bukanlah bagaimana menunggu hujan dan badai berlalu, tetapi bagaimana kita belajar menari dalam irama hujan”– Vivian Green&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca ‘quotes’ di atas membuat saya menelusuri kembali ruang dan waktu perjalanan hidup saya yang telah berlalu. Sejenak saya teringat nasihat Mas Bayu Gawtama dalam buku yang baru saja saya rampungkan, “11 AMANAH LELAKI: Menjemput Keping Hikmah”. Beliau berpesan: “Hidup adalah perjalanan panjang. Buatlah beberapa terminal untuk berhenti sejenak dan berkaca pada masa lalu. Agar tak ada yang perlu disesali karena kesalahan yang terjadi berulang kali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan detik ini saya ingin menciptakan “terminal” dalam diri saya, ‘pemberhentian sejenak’: untuk sejenak merenung, memahami, dan belajar memaknai lebih dalam. Menengok masa lalu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keindahan hidup itu bukanlah berasal dari keberhasilan kita melintasi padang rumput yang indah, melainkan ketika kita berhasil melewati terpaan hujan dan badai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode terindah dalam hidup adalah ketika kita mampu berdiri di saat berdiri itu adalah sesuatu hal yang amat sulit untuk dilakukan. Keindahan itu baru akan terasa ketika kesulitan itu telah berhasil kita lewati dengan baik. Hidup memang bagaikan musim, namun demikian musim kehidupan tentunya tak seperti musim yang terjadi pada setiap belahan bumi yang hampir pasti dapat diprediksi jenis dan kapan terjadinya. Musim-musim yang kita alami di dalam kehidupan sulit sekali untuk kita prediksi. Kita berharap akan terangnya matahari dalam kehidupan, namun Allah berikan hujan dan badai. Ada rahasia terbaik rupanya yang akan diberikan oleh Allah kepada kita, dengan hujan dan badai Dia akan memberikan kita pelangi yang indah.&lt;
