BOGOROMANTIC [2]: "MELACAK JEJAK SURGA" [Persembahan Cinta untuk Mbak Win]

12 Januari 2013



by Norma Keisya Avicenna on Tuesday, November 27, 2012 at 10:11pm ·


Di suatu senja dengan temaram cahaya

Saat simfoni cinta bersenandung mewah di lubuk jiwa

Berpendar mesra seiring derap sang kala

Rerentet aksara pun terlahir dari jemari yang menari

Berbaris dalam laju keheningan menjelma setangkai puisi

Puisi yang menenangkan jua melipur hati



Saat malam menghamparkan selendang hitam

Masih kau pasrahkan lelahmu dalam khusyuknya sajadah malam

Semesta pun setia bersenandung tentang harapan

Harapan dalam sebaik-baik penghambaan

Karna kau pun percaya, sang waktu pasti menggoreskan takdir…

Takdir cinta nan istimewa untuk dirimu jua sosok ‘tepat dan terbaik’ itu



Kau pun luruh dan hanyut dalam samudera rindu

Saat ekspedisi mimpi membawa imajinasimu berkelana

Meneguhkan ketegaran yang tak pernah menguap oleh sang waktu

Sampailah tapak jejakmu pada sebuah tempat yang asing

Kau pun mulai menyusuri taman melati yang memutih dan kian mewangi

Inilah saat istimewa di mana hatimu merindu hakikat pemaknaan diri

“Awal perjalanan melacak jejak surga…”



Sampai nanti, saat hujan mengering…

Tepat di ujung pelangi, kau ‘kan kembali menguatkan rasa percaya…

Saat sang pekerja bahagia mengembangkan senyuman

Meluruhkan sepi yang menggelayuti jiwa

Lisanmu pun basah mengeja pinta

Karena jika masa penuh cahaya itu tlah tiba

Impian cintamu ‘kan menjejak nyata

Atas izin-Nya…

Atas kehendak-Nya…



“…Saudariku, kaulah mutiara terindah dunia. Bunga melati terharum sepanjang masa. Ada kilau cahaya berpendar indah di matamu. Sebagai tanda eloknya pesona akhlaqmu. Bidadari bermata jeli pun terbakar api cemburu kepadamu. Kelak, jika tlah tiba masanya, kau ‘kan dapat hadiah tahta teristimewa dari-Nya, terindah dari segala yang ada…”



[Inilah SEDERHANANYA KATA yang terangkum dalam SELAKSA CINTA yang kami persembahkan untuk kakak terkasih: Juariah Windarsih… Klaten, 18 November 2012]



*Sebuah puisi yang kami bacakan saat episode "DOWNLOAD MANTU" SIS-NUNG di Klaten ^_^

BOGOROMANTIC [1]: “Jejak Cinta di Andalusia”

26 November 2012



Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah Swt Sang Penggenggam Kehidupan juga Kematian. Tak ada kisah terindah yang terhampar di muka bumi ini kecuali Allah hadirkan hikmah.

Atas izin-Nya dan diri ini selalu merasa “saat Kun Fayakuun-Nya bekerja sepenuh energi cinta”.

10-11-12: tanggal impian, tanggal impian pernikahan yang pernah aku tuliskan di catatan dream book Doraemon-ku. Dan Allah Swt izinkan aku menikah dengan seseorang yang sungguh: ia adalah mimpi-mimpi dan do’a-do’aku selama ini. Banyak sahabat yang kemudian bilang, “Ini buah yang sangat manis dari kesabaran dan perjuanganmu selama ini, Mbak Nung!” Subhanallah… Allah begitu baik, teramat sangat baik, sungguh Maha Kasih jua Maha Sayang. Terima kasih Ya Rabb… dan AMANAH menjadi seorang istri bukanlah amanah yang main-main. Maka nasihat untuk diriku: “Berjuanglah Nung! Berjuanglah untuk menjadi seorang ISTRI yang SHALIHAH!”

***
Kemarin adalah lembar ke-5 jejak kelanaku di kota Bogor… (Ahad, 25 November 2012)

Bogor, sebuah kota impian yang dulu benar-benar aku impikan (selain kota Bandung) untuk mengukir jejak cinta bersama sang kekasih tercinta di kota ini. Lagi-lagi Allah izinkan impian itu menjejak nyata. Allah Swt memilihkan BOGOR sebagai kota cintaku.


Hm, ada kisah menarik yang ingin aku ceritakan. Kemarin sore, pasca silaturahim ke rumah sahabat dan ngumpul bareng rekan kerja kekasih hatiku, kita berdua singgah di Masjid Andalusia, kompleks kampus STEI TAZKIA karena adzan Ashar sudah berkumandang. Kereeen euy masjidnya. Ada sosok keren di balik kampus ini. Siapa lagi kalau bukan Syafii Antonio dan kekasih hatiku pun punya impian ingin melanjutkan studi S2 di kampus ini. Semoga Allah memudahkan, ya cinta… (Aamiin Yaa Rabb)

Sambil nunggu sang kekasih hati sholat, aku bawa hatiku pada sebuah dimensi perenungan. Duduk sendiri di salah satu anak tangga di lantai dua. Saat itu suasana teramat sangat syahdu…(jemariku pun mulai menari di Nokia-ku, mencoba merekam semuanya lewat aksara)

“Kembali aku temukan ke-Maha Besar-an Mu, Ya Rabb. Betapa aku khusyuk tertunduk saat menikmati lukisan nan memesona yang tertangkap oleh retina. Lihatlah Nung di hadapanmu itu! Gumpalan awan hitam yang semakin lama semakin berat menahan beban. Dan selang beberapa saat kemudian, air mata langit pun tumpah tak terbendung, menjelma batang-batang air yang jatuh menghujam bumi…

Arahkan pandangan matamu bergeser ke sebelah kiri, Nung! Kau kan dimanjakan dengan hamparan permadani hijau lewat bukit-bukit yang membentang. Rapi. Sungguh rapi! Dan nikmatilah tempat berpijakmu saat ini! Kau tengah berada pada lingkungan sebuah gedung nan indah, megah, dan mewah. Dan lihatlah benda kubus hitam yang kini terguyur hujan itu Nung! Benda hitam itu adalah miniatur Ka’bah yang berdiri gagah di tengah lapangan gedung perkuliahan STEI Tazkia itu.  Subhanallah, entah dengan aksara yang seperti apa aku melukiskan itu semua. Seketika mataku langsung terpejam, aku visualisasikan semuanya. Aku kepalkan tanganku erat. Lalu aku hadirkan satu per satu wajah orang-orang terkasih. Tergambar jelas pada imajinasiku, kita semua berpakaian serba putih. Pakaian ihram. Kemudian kalimat talbiyah pun membahana, mengagungkan asma-Nya. Kita thawaf 7x dengan hati yang hanyut akan kebesaran-Mu, dengan linangan air mata taubat yang senantiasa mendamba ampunan-Mu… Aku biarkan hening menguasai qalbuku berteman iringan orchestra hujan. Seketika hatiku pun semakin sejuk…syahdu! Aku buka mataku perlahan dan aku bangkit dari tempat dudukku kemudian dari tempatku berdiri aku tatap lekat-lekat kaligrafi besar bertuliskan “ALLAH” yang ada di mihrab masjid Andalusia itu. Lagi-lagi aku merasa sangaaat kecil, teramat kecil dan bukanlah siapa-siapa di hadapan-Mu Ya Rabb…Hatiku pun kembali sejuk dan aku dapati ada butiran kristal bening kerinduan yang perlahan mencipta jejak di kulit pipi… Aku rindu menatap wajah-Mu Ya Rabb, aku rindu perjumpaan istimewa dengan-Mu… Aku rindu…”

*Teruntuk kekasih hatiku terima kasih, karna engkau telah mengajakku singgah di tempat yang sungguh sangat istimewa itu…

[Keisya Avicenna, 26 November 2012 @Istana IPK, Bogor]