by Norma Keisya Avicenna on Monday, August 1, 2011 at 3:09pm
Alhamdulillah, 1 Ramadhan…
Di bulan suci ini ada satu program yang Nungma luncurkan untuk diri sendiri, yaitu MELATI. Melati, karena Nungma sangat mencintainya karena bunga yang berwarna putih itu begitu harum mewangi, putih berarti suci dan harapannya “kesucian” itu mampu terinternalisasikan di dalam hati dan diri ini. Bunga melati juga merupakan bunga kesayangan Ibu. Ibu, wanita terhebat dalam hidup Nungma.
Eits, tapi di bulan ini Nungma gak bakalan jadi penjual bunga. Melati itu adalah sebuah akronim. MELATI = [ME]nulis [LA]pangkan ha[TI].
Nah, setiap hari ada targetan menulis.
Pertama, menulis di buku DIARY RAMADHAN.
Kedua, menulis di catatan harian [D’NA]
Ketiga, menulis naskah-naskah “impian” dan merampungkan naskah CPNS (tinggal nunggu dari mysupertwin nih! Mohon doanya biar segera dikumpulkan. Hehe); Insya Allah, pengin menulis proposal beasiswa juga (planning of study ^^v), menulis hal-hal sederhana yang kusuka…(khusus topik ini minimal 1 jam/hari, tapi mungkin gak bisa diupload tiap hari. Biasanya disimpan dulu aja di doralepito)
MELATI = [ME]nulis [LA]pangkan ha[TI] hari ini…
1. Kita tidak berhenti, karena cinta ternyata di sekeliling kita
` Kita tidak boleh ‘kalah’, jiwa kita harus menolak untuk patah, karena cinta ternyata ada di sekeliling kita. KYDEN, my dreams…my inspiration. PELANGI, my lovely family!
2. Kita tidak berhenti, karena kita memilih tegak meski tertatih-tatih
Langkah ke-1000, dimulai dari langkah pertama. Ciptakanlah jejak-jejak terbaik dalam kehidupan…
3. Kita tidak berhenti, karena kita harus menjadi ‘pelita kehidupan’
Boleh jadi, pilihan untuk tidak berhenti, didesak pula oleh lingkungan di sekitar kita. Namun, tidak semua orang menyambut desakan ini, hanya orang yang mengerti ‘hakikat berjuang’ lah yang kan mampu kuat bertahan, layaknya karang yang tak gentar meski dihantam amukan badai bertubi-tubi. Kita bisa jadi ‘lentera’ bagi orang-orang di sekitar kita, meski terkadang ‘nyalanya harus redup’, tapi yakinlah, kita mampu mengobarkan ‘bara semangat’ dalam jiwa-jiwa mereka, menjadi ‘pelita dalam kegelapan’, mampu menjadi ‘penerang bagi kehidupan’…
4. Kita tidak berhenti, karena kita punya mimpi
Mimpi dan cita-cita, yang di dalamnya terdapat tekad, semangat dan kerja keras, seringkali membuat orang tidak mau berhenti. Bahkan, seekor semut pun, menghayati semangat ini. Apalagi, kita, manusia…
DNA = Dream ‘N Action!!!! (nungmaholic)
5. Kita tidak berhenti, karena batin kita kaya (semoga…)
Satu kuncinya : SYUKUR. Kita serasa melihat potret kekayaan batin, jika kita senantiasa mensyukuri setiap kenikmatan yang telah Allah swt berikan untuk kita…. Ini adalah kekayaan hakiki, yang membuat manusia tidak patah, tidak kalah. Sampai kapan pun. Maka, BERSYUKURLAH!!!
“Aku sangat mencintai melati dan aku pun menyayangi sang mawar.”
[Keisya Avicenna, untuk diriku dan jiwaku yang terus belajar. Menikmati hari pertama jadi "KEPOMPONG"]
MELATI #1 Ramadhan 1432 H
11 Agustus 2011
Diposting oleh
KEISYA AVICENNA
di
Kamis, Agustus 11, 2011
2
komentar
Catatan 456 + 1 [NO]stalgia [R]o[MA]ntic: “IYA DAN MANTAB”
by Norma Keisya Avicenna on Sunday, July 31, 2011 at 4:37pm
Banyak yang kemudian bertanya kepada Nungma, “Kok dah lama banget ya Nung, kamu gak pernah upload note di FB?”. Hehe. Nung cuman bisa nyengir garing. Tapi selama ini Nung tetap rutin nulis di doralepito kok. Insya Allah nulis setiap hari. Selain di doralepito juga di catatan harian, buku DNA [NO]stalgia [R]o[MA]ntic. Tapi memang gak Nung upload. Hihi. Bukan apa-apa, alasannya karena Nung masih ingin mempertahankan angka 456, jumlah note Nung saat ini (dari tahun 2009 silam). Kata ketua Pelangi pas ketemu kemarin, “wah, alesane ra’mboiz”. Hahaha… unmutu tenan ogh! :p
Bytheway, tak terasa yha hari ini kita telah sampai pada penghujung bulan Juli yang bertepatan dengan penghujung bulan Sya’ban. Itu artinya, besok kita akan kedatangan bulan mulia nan luar biasa, Ramadhan! Detik-detik yang terasa sangat istimewa. Sekali lagi mari kita bertanya pada diri kita masing-masing, sudahkah kita semua menyiapkan diri dalam kondisi terbaik untuk mengerahkan segenap potensi jasadiyah, fikriyah, dan ruhiyah kita? Semoga kita telah melakukan banyak persiapan dengan sebaik-baik persiapan. Layaknya “seekor ulat” yang makan daun sebanyak-banyaknya sebagai perbekalan saat menjalani “fase kepompong”.
Marhaban Yaa Ramadhan…
Nung berharap kita berada dalam kondisi yang “IYA dan MANTAB”. Dua kata ini lahir tanpa sengaja lantaran suatu kondisi yang akhir-akhir ini menghadirkan kejutan-kejutan tak terduga dalam pilihan perjalanan hidup menjelang bulan suci Ramadhan. Hm, “IYA dan MANTAB”. Jika kita bertanya pada diri kita, seperti:
1. “Sudahkah aku mempersiapkan Ramadhan tahun ini dengan sebaik-baik persiapan?” Jawabku: “IYA!” J
2. “Sudahkah aku mempunyai targetan-targetan yang aku penuhi dan aku akan berusaha merealisasikannya di bulan Ramadhan kali ini?” Jawabku: “IYA!” J
3. “Jika aku mampu menjadi kepompong yang siap ditempa untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik, aku akan merasa sangat bersyukur dan bahagia karena aku bisa menjadi hamba-Nya yang BERMETAMORFOSA menjadi lebih baik (Insya Allah, semoga…). Maka, jawabku: “MANTAB! J
4. “Jika aku mampu melaksanakan dan siap menerima segala konsekuensi serta bertanggung jawab atas pilihanku, aku akan menjadi pribadi yang dewasa, memiliki kematangan dalam berpikir dan bertindak. Siap menjalani semua keputusanku itu dengan senang hati, bahagia, dan penuh rasa syukur. Karena aku melibatkan Rabb-ku.” Jawabku: “MANTAB!” J
Hehe.
Tapi yang jelas, “IYA dan MANTAB” tetep ada sisi humornya.
“IYA kan, Yu’?” (manggil ponakan!)
“MANTAB kan, Mut?” (manggil cucu semata wayang!)
Ya, setidaknya keceriaan-keceriaan harus senantiasa kita munculkan dan kita ciptakan dalam keseharian kita. Enjoy your life, guys!
Alhamdulillah, di penghujung Sya’ban ini Nung kembali ingin mengingatkan diri ini bahwasanya Ramadhan adalah bulan yang menawarkan bonus-bonus pahala. Marilah kita ber-fastabiqul khairat! Ayo, raih pahala sebanyak-banyaknya! ^^v
Karena Ramadhan adalah…
a. SYAHRU DAKWAH
b. SYAHRU QUR’AN
c. SYAHRU JIHAD
- Semangat seorang mujahid : siap, imannya kuat, tidak pernah lalai, menghiasi jam-jamnya dengan ibadah
d. SYAHRU TARBIYAH
- Bulan pembinaan, dengan kurikulum KBK (Kurikulum Berbasis Keimanan)
e. SYAHRU MAGHFIROH
- Bulan pengampunan
- Ikhlas dan iman menjadi landasan pokok berpuasa di bulan Ramadhan, karena bulan ini penuh kesempatan besar untuk mendelete dosa-dosa besar kita
f. SYAHRU DO’A
- Renungi kembali kisah Perang Badar, Rasulullah berdoa ketika menjelang Perang Badar dengan doa yang sangat luar biasa!
Serangkaian ibadah di bulan Ramadhan akan membentuk jiwa kebajikan pada diri seorang mukmin. Hal ini akan menjadi bekal baginya dalam menjalani kehidupan di dalam dan pasca Ramadhan. Rasulullah saw. mengukuhkan keyakinan mukmin akan keutamaan jiwa yang diliputi kebajikan ini dengan sabdanya, "Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan sepenuh iman dan kesungguhan, maka akan diampunkanlah dosa-dosa yang pernah dilakukannya.” (HR Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Abu Daud)
Benar-benar “IYA dan MANTAB” kan??? J
Wallahu’alam bishowab!
Afwan jiddan atas segala kesalahan dan kekhilafan…
***
Ramadhan yang Indah [Seventeen]
Bertekuk lututku disini
Dan memanjatkan doa
Bersembah sujudku ini
Hanya untuk-Mu Allah
Ku hanya mahluk ciptaan-Mu
Yang berlumur dosa
Ampuni segala kesalahan
Tunjukkan jalan surga-Mu
Ramadhan ini bulan yang sangat indah
Bulan yang suci ‘tuk melebur dosa
Ramadhan ini bulan yang sangat indah
Panjatkan doa atas Allah semata
***
[Keisya Avicenna, Ramadhan “Sarana Tarbiyah Jiwa agar Lebih Bercahaya”! @Penghujung Sya’ban, 31 Juli 2011 menjelang Dhuhur di Istana KYDEN Wonogiri]
Label:
cinta,
inspirasi
Diposting oleh
KEISYA AVICENNA
di
Kamis, Agustus 11, 2011
0
komentar