Cobalah Perjuangkan Nikmati Syukuri by Keisya Avicenna

26 Mei 2011

Sesejuk angin di bulan Oktober 2010…

Dee Sayang, kembali kubiarkan aksaraku bermetamorfosis di lembaran putihmu. Mengabadikan setiap jengkal peristiwa dengan susunannya yang semoga penuh makna. Menjadi dokumentasi rekam jejak perjalanan hidupku.

Dee…Oktober menjadi bulan yang supersibuk, bulan yang penuh dengan Audisi Abdi Negara. Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil. Nah, dalam audisi ini pun aku ingin ikut berpartisipasi dalam rangka mewujudkan salah satu impianku, salah satu impian bapak dan ibu juga. Meskipun CPNS bukan menjadi orientasi utama. Tetapi, aku tetap berusaha semaksimal mungkin dalam memperjuangkannya. Aku tetap berpegang teguh bahwasanya “Sebaik-baik rencana kita, jauh lebih baik rencana Allah Swt. untuk kita.” So, KEEP FIGHT!!!

Bismillah, dengan berbekal kata motivasi dari rangkaian huruf CPNS (Cobalah, Perjuangkan, Nikmati, dan Syukuri), akhirnya aku pun mulai disibukkan dengan persiapan macam-macam. Mulai dari registrasi online, memilih formasi yang sesuai dengan jurusan dan kompetensiku, persiapan berkas-berkas persyaratan, dan lain-lain.

Sebagai seorang fresh graduate, aku mendaftar apa pun lowongan CPNS yang ada formasi S1 MIPA Biologi. Seperti LIPI, BATAN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Badan POM. Dari semua lowongan yang kudaftar itu, hanya LIPI dan Kementerian Lingkungan Hidup yang tidak lolos seleksi administrasi. Bismillah, saatnya berjuang totalitas untuk mengikuti audisi abdi negara! Doakan aku juga ya, Dee…

Jejak yang Terpetakan di Ibu Kota

Tanggal 24 Oktober 2010. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa menghirup udara pagi kota Jakarta, Dee! Dan perjuangan pun dimulai. Agendaku tanggal 25 Oktober 2010 adalah pengesahan kartu Kementerian Kelautan dan Perikanan serta kartu BATAN. Di Jakarta, aku menginap di kost saudari kembarku, Mbak Etika. Dia sudah bekerja menjadi seorang PNS di Kementerian Perdagangan. Selama di Jakarta, ke mana-mana aku berpetualang sendiri. Dari saudari kembarku itu, aku dibekali sebuah peta kota Jakarta. Hehe. Jadi si bolang deh! Ah, aku nikmati saja petualangan ini. Mulai dari naik bus way, angkot, sampai jalan kaki berpanas-panas ria. Benar-benar merasakan romantika perjuangan ibu kota! Heroik pisan euy…

Tanggal 26 Oktober aku mengikuti test tertulis BATAN di GOR Simprug Pertamina. Berangkat dari kost jam 06.00, karena naik bus way, otomatis muter-muter, lama banget! Akhirnya, sampai di lokasi test jam 07.55. Hampir saja terlambat, Dee! Kalau sampai terlambat, gak bakal boleh ikut test. Dan aku sangat bersyukur bisa sampai lokasi sebelum jam 08.00! Fyyuhh…Lega banget Dee rasanya…

Tanggal 27 Oktober aku mengikuti test tertulis Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berlokasi di GOR Senayan. Berangkatnya dah pagi banget, tapi tetap saja dapat bus kota yang empet-empetan, sesak banget euy…Tapi aku tetap menikmatinya. Kejadian serunya aku malah bisa ketemu seorang sahabat dari Universitas Sumatera Utara, yang dulu pernah ketemu waktu ada Seminar Nasional di Universitas Brawijaya. Jadi moment kangen-kangenan deh! Seru banget, Dee…

Tanggal 28 Oktober berpetualang ke Gedung Wanabhakti. Bisa melihat lebih dekat kompleks Gedung MPR-DPR. Jadi inget, salah satu impianku untuk bisa aksi di pelataran gedung itu pas zaman mahasiswa dulu belum bisa terealisasi. Hehehe…pulangnya naik bus way. Muter-muter lagi. Saking asyiknya menikmati perjalanan, aku malah nyasar sampai Terminal Pulogadung. Seharusnya aku tadi turun di Halte Senen, Dee. Hihi. Ya sudahlah…Kalau nyasar, cari halte bus way terdekat.

Tanggal 30 Oktober 2010 aku mengikuti test tertulis Kementerian Kehutanan. Lokasinya juga di GOR Pertamina Simprug, sama seperti saat test BATAN kemarin. Tapi, aku sudah punya jalur alternatif. Serunya, aku sudah sampai di lokasi sekitar jam 06.30. Masih sepi juga, hm…padahal test baru dimulai pukul 08.00. Rajin banget euy!

Test terakhir yang aku ikuti yaitu test Badan POM pada tanggal 1 November 2010 yang berlokasi di Balairung UI Depok. Alhamdulillah, aku dapat tebengan di rumah salah seorang kakak tingkatku dulu waktu kuliah. Akhirnya, terwujud juga impianku untuk menginjakkan kaki dan mengukir kisah di kampus kuning itu, Dee…

Tak terasa Dee, 8 hari aku berjuang mewujudkan impian untuk menjadi seorang PNS. Tidak aku pungkiri menjadi PNS merupakan impian banyak orang. Siapa sih yang gak ingin dapat penghasilan tetap tiap bulan, tunjangan pensiun, atau bonus-bonus yang lain, punya bargaining position yang kuat di tengah-tengah masyarakat? Ya, sekali lagi pekerjaan menjadi PNS masih menjadi incaran bahkan obsesi banyak orang. Tak heran, jika antrean panjang di loket-loket pendaftaran tidak akan pernah sepi saat audisi abdi negara itu dimulai. Tapi, PNS bukanlah suatu pekerjaan main-main. Menjadi PNS harus mampu melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan, serta bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Maka, hal pertama yang harus diperhatikan ketika hati kita tergerak untuk mengikuti audisi itu adalah niat. Niat hanya untuk mencari ridha-Nya. Dan ketika niat kita sudah menjadi kebulatan tekad, selanjutnya miliki keberanian untuk mencoba, bersungguh-sungguh dalam berjuang mengikuti audisi itu, menikmati setiap suka duka prosesnya, sampai akhirnya mensyukuri apa pun hasilnya. Karena dalam setiap kompetisi atau audisi pastilah ada yang MENANG dan ada yang BELUM BERHASIL. Karena sekali lagi, manusia hanya bisa berikhtiar dan berdoa maksimal. Dan, pada akhirnya nanti ada yang lebih berhak menentukan segala yang terjadi dalam hidup kita. Dialah Allah Swt.

Satu per satu hasil tes administrasi diumumkan. Bagi yang lolos seleksi test tertulis akan mengikuti tes selanjutnya, psikotes dan wawancara. Harap-harap cemas. Pada akhirnya, aku harus ikhlas menerima kenyataan, Dee. Dari sekian banyak test yang aku ikuti tidak ada satu pun yang lolos tahap selanjutnya. Sedih? Memang. Karena aku belum bisa mewujudkan impian bapak dan ibu. Tapi, aku harus tetap optimis. Mungkin aku belum bisa mewujudkan impianku menjadi seorang abdi negara, PNS (Pegawai Negeri Sipil). Tapi, aku akan berusaha mewujudkan impian-impian PNS-ku yang lain. Pengajar Nan Sabar (jadi guru); Penulis Nan Sensasional (jadi penulis); Pengusaha Nan Sukses (jadi entrepreneur); Pendamping Nan Setia (jadi istri yang shalihah. Amin Ya Rabb…); Pendakwah Nan Sholihah; serta PNS-PNS lain yang pada akhirnya nanti bisa mewujudkan impian paripurnaku untuk menjadi Penghuni Neng Surga. Bismillah…Allahu akbar!!!

“Yakinlah bahwa Allah Swt. selalu tersenyum dengan cara-Nya kepadamu. Mempersiapkan segala yang kamu butuhkan dengan misterius, menurut jalan-Nya. Jadi sekali-sekali wahai hati berhentilah bertanya, terimalah dengan lapang dada. Bersiaplah untuk rencana baru yang dipersiapkan oleh-Nya. Yakinlah bahwa Dia tidak akan mempersiapkan hal yang buruk untuk makhluk-Nya, semuanya pasti ‘kan indah pada akhirnya. TEPAT dan TERBAIK!!!”

*

Bio Penulis

Keisya Avicenna adalah nama pena dari Norma Ambarwati, S.Si. Terlahir kembar pada tanggal 2 Februari 1987. Saat ini berprofesi sebagai pengajar di Ganesha Operation Solo. Menguatkan azzam untuk menjadi seorang penulis dengan bergabung di Forum Lingkar Pena (FLP) Solo Raya angkatan ke-7 (FLP Pelangi). DNA (Dream ’N Action) menjadi salah satu motto hidupnya. Senang membaca, menulis, menggambar, membuat puisi, mengisi training, koleksi buku, berpetualang, melihat bintang, berkontemplasi, dan melakukan hal-hal yang menantang serta full inspirasi.
Share

1 komentar:

ksatria bumi mengatakan...

siip. semanagt amah cenung