DNA Fun Writing di Yayasan Izzatul Islam Getasan Bersama Kak Keisya dan Lazis Salatiga

16 Maret 2015





“DNA... Dream ‘N Action! Yes, I am Junior Writer!”
Suara yel-yel penuh semangat terdengar dari dalam masjid. Hari Selasa-Kamis tanggal 24-26 Februari 2015 menjadi hari yang spesial di SDIT dan SMPIT Izzatul Islam Getasan. Yayasan Izzatul Islam bekerja sama dengan Lazis Salatiga menyelenggarakan pelatihan menulis untuk para murid. Sebelumnya, guru Bahasa Indonesia mengadakan seleksi dan terpilih 25 murid SDIT dan 2 murid SMPIT.

Trainer menulis selama tiga hari ini adalah Kak Norma Keisya Avicenna. Kak Norma adalah seorang penulis dan juga memiliki klub menulis untuk anak-anak di Semarang, namanya DNA Writing Club. Kak Norma sangat bersemangat melatih anak-anak dalam training yang ia beri nama “DNA Fun Writing” ini.

Pada hari pertama, anak-anak diberikan materi tentang teknik menulis cerita pendek (cerpen). Kak Norma menjelaskan tentang unsur-unsur instrinsik yang harus ada dalam sebuah cerpen. Selanjutnya, anak-anak berlatih menangkap ide dan membuat judul. Setelah selesai, mereka pun mendapatkan tantangan dari Kak Norma untuk menulis cerpen selama 15 menit. Luar biasa, ternyata anak-anak cukup berbakat dan berhasil menulis cerpen yang menarik. Anak-anak pun mendapat tugas menulis cerpen di rumah dengan tema persahabatan untuk kelas 3 dan 4 SD, sedangkan untuk kelas 5 SD dan kelas 7 temanya lingkungan.

Pada hari kedua, anak-anak diberi pelatihan menulis puisi. Kak Norma memberikan materi dan contoh puisi yang bagus. Selanjutnya, anak-anak mendapatkan tantangan untuk menulis dua buah puisi dengan judul yang harus mereka ambil dan pilih sendiri dari ‘kotak inspirasi’ yang dibawa Kak Norma.

Pada hari ketiga, anak-anak membuat kelompok. Ada 5 kelompok : Aisyah, Fathimah, Khadijah, Khansa’, dan Umar bin Khattab. Kak Norma juga mengajarkan membuat dan mengemas sebuah mading yang menarik dengan berbagai tema. Anak-anak berlomba membuat mading. Dalam hal ini mereka belajar untuk kreatif dan bekerja sama dalam satu kelompok. Anak-anak sangat antusias dan penuh semangat.

Di akhir kegiatan “DNA Fun Writing”, Kak Norma membagikan beberapa doorprize untuk anak-anak yang telah menghasilkan karya-karya terbaik mereka. “Semangat berkarya dan terus berlatih dan banyak membaca untuk menjadi seorang penulis cilik!” Begitu pesan Kak Norma saat menutup acara.

Pelatihan Merajut Lazis Jateng Bersama Mbak Riri




Hari Ahad, tanggal 22 Februari 2015, bertempat di ruang kelas SMP IT Izzatul Islam Getasan dilaksanakan pelatihan merajut untuk ibu-ibu. Mereka adalah anggota kelompok pengajian di wilayah Getasan. Ada sekitar 20 orang yang ikut. Acara ini diselenggarakan atas kerja sama Yayasan Izzatul Islam dengan Lazis Salatiga.
Trainer merajut hari itu adalah Mbak Riri Margono dari Semarang. Saat akan memulai pelatihan, Mbak Riri bertanya kepada semua peserta apakah sudah ada yang bisa merajut sebelumnya. Ternyata sama sekali belum ada yang bisa.

Awalnya, Mbak Riri membagikan peralatan merajut yaitu benang rajut dan hakpen serta buku petunjuk teknis dasar merajut. Selanjutnya, para peserta diajari membuat rantai dan tusuk panjang. Karena itu dasar dari membuat rajutan. Ibu-ibu sangat antusias memperhatikan arahan dari Mbak Riri. Ada beberapa orang ibu yang langsung bisa membuat rantai dan tusuk panjang. Selanjutnya, Mbak Riri mengajarkan cara membuat bros mawar. Bagi peserta yang sudah cukup mahir, Mbak Riri mengajarkan membuat bros mawar dengan beragam model dan bentuk lainnya.

Ada yang berkomentar susah karena sehari-hari pegang cangkul sekarang harus belajar merajut. Ada yang komentar sangat seru, ada yang bertanya nanti kalau sudah berhasil membuat beberapa rajutan cara menjualnya bagimana, dan lain sebagainya. Pada intinya, ibu-ibu sangat senang karena mendapatkan keterampilan baru. Semangat belajar mereka juga sangat tinggi.
Semoga kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin.