MEMBANGUN RUANG PRIVAT SAAT MENULIS (FLP Pelangi Solo Raya_4)

17 Januari 2011







Bismillahirrahmanirrahim…

Ba’da Subuh yang sangat dingin (bagi saya)…ingin rasanya kembali membenamkan diri di bawah selimut, meletakkan kepala yang terasa begitu berat karena dari kemarin pagi gejala flu melanda…terpaksa tadi malam harus ngedrug. Mencoba bertahan untuk tidak tidur lagi dengan menyalakan doralepito, kemudian menulis catatan ini. Menulis itu menyehatkan, konon hasil penelitian menyebutkan demikian. Dan saya pun telah membuktikan saat mengikuti suatu lomba menulis satu tahun silam. Yupz, menulis itu “menyembuhkan”!!! dan besar harapan saya, flu yang sekarang bersarang di tubuh saya segera pergi karena pekan ini banyak sekali tugas yang harus diselesaikan dan itu butuh fisik yang benar-benar fit. Allahumma ‘afinifii badanii…

Teriring nasyid-nasyid yang penuh semangat, izinkan saya menuliskan reportase pertemuan ke-4 keluarga FLP PELANGI SOLO RAYA hari Ahad kemarin (tadi malam gak sempat nulis, tepar euy…)

Ahad, 16 Januari 2011 @SMP Muhammadiyah 7 jam 13.00-17.30 WIB
Siang ini ada goresan cat hitam yang sedikit memberi warna gelap pada lukisan langit. Mendung belum berarti hujan..^^. Nungma dah siap berangkat sebelum jam 13.00, tinggal menunggu Erny datang. Tapi sampai jam 13.30 tu anak belum muncul juga, n HP nya gak bisa dihubungi. Yadah, akhirnya minta tolong adik kost buat nganter. Biasanya Nung pekewuh banget kalau harus minta bantuan orang lain. Selagi Nung bisa lakukan sendiri, pasti akan Nung lakukan!!! Tapi untuk kali ini, dengan sangat terpaksa (meski Nung sebenarnya bisa naik angkot buat ke lokasi), akhirnya Nung dianter Dik Denis yang kebetulan baru pulang beli makan, rasanya badan Nung remuk redam…jiaah..lemes banget rasanya. Gembrebeg, gak nggenah..sempet tidur waktu bersandar di tembok. Kepala rasanya berat banget..hehe…tapi mencoba menyemangati diri sendiri. Sakit itu bukan untuk dikeluhkan, tapi dikalahkan!!! Dalam hati berkata : “Berangkatlah, baik dalam keadaan ringan ataupun berat….!!!”. yadah, bismillah…semoga siang sampai sore nanti menjadi “pertemuan yang menyembuhkan”. Amin.

Sampai lokasi, sang kepala suku, Kang Sofa, baru ngasih pembukaan. Sip, belum terlalu telat kalau gitu. Ambil posisi tempat duduk terdepan (dah kebiasaan duduk di depan sih. Karena posisi menentukan prestasi. Hehe). Langsung mengeluarkan buku “PUGHABA”-ku yang bersampul DORAEMON dan pena kesayanganku. “Qayyidul ‘ilma bil kitabaah”(Ikatlah ilmu dengan menuliskannya!!!”

Pada kesempatan siang itu, bertempat di Ruang Multimedia SMP 7 Muhammadiyah, Kang Sofa (Pethunya NRS yang ‘unyu’) menyampaikan tentang “MEMBANGUN RUANG PRIVAT SAAT MENULIS”. Presentasi diawali dengan munculnya 2 lingkaran berwarna oranye dan hijau. Sebut saja zona oranye dan zona hijau. Zona oranye itu adalah zona “menulis untuk diri sendiri”. Contohnya saat menulis buku diary. (Haiiyyaah, Nung ditodong pertanyaan dari pethunya. Klo Nung mah, nulis diary ‘flow’ aja. Coz saat menulis diary Nung ibaratkan sedangkan mendokumentasikan hidup. Mencoba mengambil hikmah dalam setiap aktivitas yang terjadi setiap harinya…). Pada zona oranye ini kita akan membangun ruang privat saat menulis, tempat yang disana hanya ada diri sendiri dan tak ada yang lain, sehingga kita memiliki kebebasan mutlak saat menulis (merasakan manfaatnya secara langsung)

Zona kedua, zona hijau yang artinya : “menulis untuk orang lain”. Contohnya apa yang sedang kita ikhtiarkan sekarang : MENULIS BUKU!!!. Yang Nung tangkep, ketika kita ingin serius menekuni Zona Hijau, khatamkan dulu proses di Zona Oranye. Dengan kata lain, proses awal menulis buku : menulislah untuk diri sendiri dulu (ibaratkan buku itu untuk diri kamu sendiri, muatan-muatan pikiran yang berloncatan di otak dikeluarkan dulu).

Saudara kembar menulis bernama membaca. Kalau kata kang Sofa mah mereka berdua dah ditakdirkan berjodoh. wkwkwk…ketika proses membaca dan menulis kita lakukan, irisannya akan menghasilkan suatu manfaat untuk diri kita sendiri (ada gambar diagram Venn nya).

Ada beberapa cara membangun ruang privat saat menulis :
1. Menulis adalah keterampilan. Untuk menguasainya perlu berproses menulis atau membiasakan diri menulis dalam rentang waktu yang panjang.
2. Menulis boleh apa saja dan untuk siapa saja. Tetapi, menulislah untuk mendapatkan manfaat langsung dan konkret bagi diri sendiri terlebih dahulu.
3. Tidak usah terlalu memikirkan masalah tata bahasa, ejaan, ataupun struktur kalimat ketika menulis di ruang privat. Berusahalah untuk dapat membebaskan diri. Terserah mau menulis apa, yang penting saat menulis merasa nyaman dan tanpa tekanan.
4. Tentukan AMBAK (Apa Manfaatnya Bagi Ku) saat membaca dan menulis bagi diri sendiri.
5. Selalulah “MENGIKAT MAKNA” dari setiap buku.

Nah, sekarang apa manfaat membangun ruang privat saat menulis :
1. Menulis dengan ringan dan senang
2. Menulis dengan perasaan lebih puas (selalu dengan antusiasme)
3. Membaca yang menghasilkan (selalu mengikat makna dengan menuliskannya).


Yups, materi yang luar biasa dari kepala suku. Selanjutnya kita berkelompok lagi untuk mentoring langsung dengan beliau. Melaporkan penugasan pekan lalu, yaitu resensi 3 buku yang nanti bakalan jadi sumber utama buku yang akan kita tulis dan outline sementara. Sippp….

Setelah Nung dan Erni selesai dimentoring, kita berdua ‘colut’ sebentar. Jeng-jeng ke pasar Ledoksari buat hunting snack. Coz logika tanpa logistic serasa sayur tanpa garam. Hambar….hehe. gerimis euy…tapi Nung suka. Palagi pas di lampu merah ada atraksi topeng monyet (Erny seneng banget. Ckikikik…). Ohya, Nung jadi lupa kalau tadi siang sempat KO..^^v. Jadi merasa sangat sehat…

Ba’da sholat Ashar mentoring dilanjutkan lagi ke kelompok yang lain. Nung memanfaatkan waktu luang yang ada buat ‘research’ dengan salah seorang narasumber yang masuk dalam daftar list orang yang bakal Nung wawancara karena beliau bisa jadi salah seorang sumber inspirasi sekaligus informasi dalam naskah buku yang mau Nung tulis. Xixixi..menginterograsi Mas Aris El Durra. Beliau seorang PNS sekaligus PNS pluz!!! (Pengusaha Nan Sukses. Amin). Serunya…coz temen2 yang lain juga pada ikutan nimbrung. Unyu…unyu… (terima kasih banyak ya Mas El..)

Sebelum pertemuan ke-4 kali ini diakhiri kita ‘meeting’ sejenak, terkait iuran, konsumsi, dll…dan akhirnya jam 17.30 pertemuan kita akhiri…sampai jumpa pekan depan. Jangan lupa PR dari kepala suku ya…
1. Outline final (diprint)
2. Ikhtisar 3 referensi utama (diprint)
3. Planing list awal naskah (diketik lagi n diprint)
4. Bagi yang outline nya sudah selesai, pilih salah satu sub bab dan tuliskanlah materinya….

Yups, sampai jumpa di pertemuan pekan depan….
Semoga Allah SWT mempertemukan kita dalam kondisi yang lebih baik…Amin.

Bahagianya berkumpul bersama keluarga Pelangi….

Ending : Nung n Erny ditraktir bakso mbak Fu’ah di BAKSO SONY. Mantapz dah…Alhamdulillah…hehehe…

[Keisya Avicenna, 17 Januari 2011…selesai menulis pukul 05:55 WIB @Zona NOstalgia RoMAntic-ku…]

0 komentar: