Dari BALEKAMBANG, BINCANG PENANGSANG, HUNTING BUKU sambil MBOLANG…^^

12 Maret 2011






Ah, dah tiga hari ini Nungma mendiamkan doralepito. Kenapa? Karena ada kesibukan lain yang mengharuskan menulis dengan cara konvensional alias tulis tangan. Subhanallah walhamdulillah…Allah SWT telah mengaruniakan organ “tangan” yang luar biasa ini. 10 jari yang saling berkolaborasi dan bersinergi. Untuk memegang pena dan menuliskan banyak hal meluapkan isi kepala. Hehehe.

Lihat kalender di dinding. Tanggal 10 Maret. Baru ingat, kalau hari ini hari terakhir pameran buku di Solo Islamic Book Fair. Sabtu kemarin sudah kesana sebenarnya, tapi belum bisa fokus hunting buku. Malah jadi moderator di acara BINCANG PENANGSANG bareng Kang Nassirun Poerwokartun bersama temen-temen FLP Solo Raya.
Flash back dulu ke hari Sabtu tanggal 5 Maret 2011 yuk…

Sabtu, 5 Maret 2011
Nostalgia Akhwat MIPA di Balekambang
Dengan berbekal novel Penangsang yang tebelnya lebih dari 700, Nungma melangkahkan kaki menuju gapura jalan Surya Utama untuk ‘nyegat’ angkun 03. Tas “backpacker” nya Nung lebih terasa berat dari biasanya. Yang jelas isi wajib tas itu harus ada Al Qur’an, air putih, pena, buku DNA dan buku bacaan pluz payung. Isi yang lain hukumnya sunah, kayak camilan, tissue, dll. Dari sekarpace naik minibus arah ke terminal. Bertemu Etika Aisya Avicenna, kemudian kita mbecak sampai Balekambang.

NOstalgia RoMAntic pun terjadi. Ada mbak Ria, mbak Rini, Betty, Kur”, Saras, menyusul mbak Afni dan mbak Anti. 9 muslimah MIPA. Hihi…ada kejadian “mengusir secara halus” dua insan yang tengah pacaran…hehe…makan siomay bersama, foto-foto, sampai akhirnya tiap orang harus bercerita kehidupan pasca kampus sama planning masa depan. Setelah puas menikmati suasana Balekambang, kita ber-9 pun makan siang di Lombok Ijoe. Asyik, di traktir mbak Thicko nih. Tak terasa sudah jam 12.45, adik-adik FLP UNS dah SMS menanyakan posisi. Uhuy, segera meluncur ke Graha Wisata Niaga. I’m commiiiiing….^^v

Bincang-Bincang Penangsang bareng Kang Nassirun Purwokartun di SOLO IBF
Rencana awal, SUPERTWIN akan tampil bersama sebagai moderator membersamai Kang Nassirun Purwokartun, tapi berhubung mbak Thicko suaranya ‘tergadaikan’ karena flu berat jadinya Nungma aja yang beraksi. Sumpah, grogi banget pas di awal. Ma’rifatul medan ku kurang lama soale. Hehe… alhasil, Nungma kurang bisa menguasai intonasi di permulaan. Hoho…sampai Kang Nass aja bilang: “gak usah cepat-cepat”. Huahaha…inilah salah satu kelemahan yang masih terus Nung minimalisir, termasuk ketika ngajar di GO. Kadang “ngemengnya” terlalu cepet. Tapi terus semangat belajar dan memperbaiki public speaking-mu ya Nung!!! “Minimal kamu dah berani bicara di depan umum…” (padahal dulu paling males kalau disuruh ngemeng di forum…hehehe…tapi Alhamdulillah, sekarang dah lebih PD dan berani, meski Nungma sadar masih banyak kekurangan di sana-sini. Hoho….hari ini jadi moderator seorang novelis semoga kelak gantian dimoderatori oleh orang lain pas bedah buku karya sendiri. Amin…jadi salah satu motivasi juga nih!).

Wah, anak-anak Pelangi dah pada datang juga (ada Diah Cmut, Ayu’, mbak Santi. Mbak Umi, Mas Tyo, Mas Dwi, Mas Aris El Durra, Kang Pahmi, siapa lagi ea?). Gek do ngguya-ngguyu neng mburi. Jadi pengin nimpuk!!! Hahaha…paling pada syok, ngapain tu personil humas pelangi nangkring di panggung??? Hahaha...hey, tjah…ini juga salah satu tugas humas. Berkoar-koar di depan umum. Xixixixi…Hidup Humas yang selalu berseri-seri sepanjang hari (iya kan mbak Santi, mbak Amrih???hehe…HIDUP HUMAS!!! Plok..plok..plok..). Pas beraksi, kadang ada yang say hello dari jauh, kayak adik-adik MIPA, adik-adik UNS juga, eh…ada mbak Bella juga (dengan ekspresinya yang tidak jelas.hahaha), malah bikin Nung ketawa/i sendiri dengan tingkah polah mereka….hm…

Bicara tentang novel Penangsang, novel ini special karena memotret dari sisi lain. Biasanya dari sisi Hadiwijaya (Karebet), kali ini dari sisi Penangsangnya. Upaya yang sangat BERANI dan BARU!!! Salut dah buat Kang Nass, apalagi proyek penggarapan buku itu hanya memakan waktu 5 bulan. Wow!! Tapi tentunya sudah melalui research yang cukup panjang dan penuh perjuangan.

Pokoknya, pengalaman jadi moderator hari itu seru banget lah. Gak bakal terlupakan seumur hidup dah…(minimal dalam sejarah hidupku tertulis kalau pernah jadi moderatornya seorang Kang Nass yang luar biasa itu…hehe…ada bahan cerita buat anak-cucu kelak). Yang penting, happy ending dan berakhir foto-foto…moment yang paling Nung suka. ^^v

Ada beberapa inspirasi yang bisa Nung dapatkan selain ilmu kanuragan yang luar biasa dari acara itu :
1. Saatnya kembali “MENGAKRABI KATA”.
2. Sejarah bisa ditulis ulang dan ditafsirkan ulang.
• Karena sejarah adalah Nostalgia RoMAntic. Hehehe…(versi NORMA)
3. Tentang sebuah “konsep pewarisan”. Salah satu warisan yang mungkin bisa kita berikan untuk generasi mendatang adalah BUKU. Lembaran-lembaran kertas yang tersusun buah karya kita.
4. Syahadat kreativitas : “TIDAK ADA YANG TIDAK BISA, SELAIN BISA!!!”
5. Tidak ada alasan apapun untuk tidak menulis. Jangan jadikan “bassic” kita sebagai penghalang, jadikan ia sebagai tantangan yang harus ditaklukkan!!!
Terima kasih Kang Nass..terima kasih adik-adik FLP UNS…terima kasih keluarga Pelangiku…terima kasih FLP SOLO RAYA!!!

Kamis, 10 Maret 2011
Mendekati Salah Satu Sumber Inspirasi: Pameran Buku
Cukup itu aja NOstalgia RoMAntic tanggal 5 kemarin, dan di hari terakhir Solo IBF, akhirnya Nungma memutuskan untuk ‘mbolang sendirian’. Hehe…berangkat dari kost jam 08.30. seperti biasa setelah sampai sekarpace, naik ATMO. Hm, update status dulu ah…
“………..


Saatnya berinspirasi..melihat banyak hal yang lucu bin seru sambil berimajinasi. Pas lewat depan stasiun Balapan lihat ada tulisan “potong rambut Ruri”. Hahaha…jadi inget Mas Sururi Pelangi. Gara-gara tadi pagi beliau tak tugasi bikin puisi yang ditujukan untuk Mas Slamet, sebagai bentuk hadiah saat kita “MUBENG KRATON” hari Sabtu besok. Ckikikik…gek di FB ada dua unyu yang komen statusku. Bhupa supu ‘kang sopah’ dan si Muwu ‘ayu’. Dasar!!!

Turun perempatan SGM kemudian naik Surya Kencana, turun di depan Graha Wisata Niaga. Ahay, saatnya hunting buku…(tidak boleh melebihi budget yang telah ditetapkan). Hinggap dari satu stand ke stand berikutnya. Ah, ni tas dah berat. Ada 8 buku baru yang terbeli. Dan Insya Allah, buku-buku itu yang sedang dibutuhkan saat ini dan semoga mampu menjadi bekal untuk menyongsong masa depan serta mewujudkan impian. Amin.

Kayaknya Nung menangkap sosok seseorang penulis favorit juga nih…ahay, Mbak Afifah Afra lagi asyik pegang HP di depan stand INDIVA. Menyapa beliau dan ngobrol dengan beliau. Nung juga sempat beli buku di INDIVA yang berjudul “LELAKI YANG DIIMPIKAN BIDADARI”. Hehehe…tu buku rencana mau Nung berikan buat kakak tercinta.

Hm, tak terasa sudah jam 11. Menurut schedule, jam kunjungan di Solo IBF usai. Karena jam 14.00 Nung ngajar. Minimal ada sedikit waktu buat rehat sebentar sebelum beraktivitas lagi. Ke bagian informasi dulu, tukar kupon. Paling seru pas sesi ngisi form kesan dan pesan serta harapan. Hm, acara yang paling menarik di Solo IBF ini, Nung tulis pas tanggal 5 Maret waktu Bincang-Bincang PENANGSANG bareng Kang Nass…hehehe…n harapan buat Solo IBF ke depan, ya semoga standnya tambah banyak dan tambah rame, acaranya tambah seru, bedah bukunya juga tambah banyak. Dalam hati ada harapan-harapan yang lain….semoga buku-buku anak-anak FLP Pelangi dah mejeng di stand-stand IBF, keluarga FLP Pelangi atau FLP Solo Raya bisa bikin stand di Solo IBF, n yang paling penting Nung punya “teman” waktu hunting buku biar bisa diajak diskusi waktu milih buku. Hwkwkwk…HARAPAN ITU SENANTIASA ADA!!!!

[Keisya Avicenna, Catatan 11 Maret 2011: met milad UNS ku tercinta, kawah candradimuka-ku selama 3,6 tahun…]

NB alias NamBah :
Kejadian yang bikin ngakakgulingguling pas tanggal 5 Maret di Solo IBF :
1. Waktu Kang Nass nyebutin nama Ayu’, tu anak pas banget nongol di samping kiri panggung. Hahaha…gek ekspresine innocent banget!!! Muwu Thedmamu!!!
2. Pasca bedah novel malah jadi ajang jumpa fans-nya SUPERTWIN. Hehehe…terima kasih buat fans kami yang jauh-jauh datang dari luar negeri. Mbak Santi dari Sragentina dan Mbak Umi Kultum. Pemaksaan buat foto bareng. Haha…

Ah, HARI-HARIKU dan WARNA-WARNI YANG KUPILIH!!!
Terima kasih ya Rabb…scenario-Mu indah…sangat indah…

Be A Writer : Jangan Mau Gak Nulis Seumur Hidup!!! [FLP Solo Raya feat. Gol A Gong dan Tias Tatanka_behind d’event…]

05 Maret 2011




Bermula dari SMS Mas Aris El Durra tanggal 16 Februari 2011 yang ngasih tahu kalau dia sedang mengupayakan menghadirkan Gol A Gong ke Solo…sip…kebetulan waktu itu pas Nungma buka statusnya Mas Gola, beliau memang sedang roadshow untuk “RUMAH DUNIA”.
Hm, dan perjuangan itu pun dimulai…

25 Februari 2011 : Rapat perdana pembentukan panitia

Jumat sore, bertempat di Mushola Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta (tempat berinspirasinya Mas Aris.hehe), berlangsung rapat perdana untuk koordinasi event BE A WRITER with Gol A Gong. Waktu itu Nungma tidak bisa datang karena ada jadwal mengajar di Ganesha Operation. Tapi Nungma minta transferan dari duo unyu (Diah Cmut didaulat jadi bendahara dan Ayu’ didaulat jadi sie konsumsi. Kayaknya dua peran itu memang cocok untuk mereka. Haha…sedangkan Nungma jadi sekretaris). SEMANGAT PANITIA!!!

26 Februari 2011 : Aksi publikasi dan penyebaran leaflet

Sebelum kajian di eNHa, Nung sempat ketemu Mas Aris untuk mengambil leaflet dan tiket. Dan aksi publikasi pun dimulai. Ayu’ datang ke NH dan kita berdua mulai berkeliling fakultas demi fakultas di UNS untuk menyebarkannya. Seru euy…^^v. aksi publikasi juga kita gencarkan di Facebook dan via SMS. Di bis kota, tempat-tempat umum juga tak luput dari sasaran kita…(kayak warnet, tempat fotocopian, counter, Toga Mas, dll). Hari itu juga Nung dapat 4 pendaftar.. Salah satunya, tak lain dan tak bukan adalah mysupertwin, Etika Aisya Avicenna yang kebetulan pada saat hari H sedang ada di Wonogiri, cuti dari aktivitasnya sebagai PNS di Kementerian Perdagangan RI setelah dinas 2 hari di kota inspirasi SUPERTWIN, SEMARANG. Yadah deh, dia ikutan. Hehe… publikasi pun semakin gencar dan membabi buta. Hehehe….Bismillah, semoga sukses!!!

1 Maret 2011: Rapat Koordinasi Kedua @Huruhara
…^^v
Setelah mencari-cari tempat untuk rapat dan koordinasi, akhirnya tercetuslah tempat favorit “Trio Permen Sunduk”-nya FLP Pelangi (Ayu-Diah-Nungma).xixixi…hara-kiri, harakanan, huruhara…alias lokasi yang cukup uwenak untuk bersemedi eh salah, untuk berinspirasi n ngademin pikiran. Yupz, di dekat bantaran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di bawah jembatan Jurug. Sip…rapat sambil ndegan. Mantabz dah! (apalagi gratisan. Hihihi…terima kasih mas ketupat). Pelaporan perkembangan dari masing-masing Sie. Sip, Konsumsi…OK! Sekretaris…Alhamdulillah, akumulasi data pendaftar yang masuk sudah 29! Waktu itu yang hadir ada Mas Aris El Durra, beliau bawa teman juga, namanya Mas Trims (trima kasih ya Mas…bawain snack. Kurang sih…kurang banyak!!!^^), ada Wahab (pj kolapz..eh korlap), ada Isna (publikasi), ada Nungma (sekretaris), ada Diah Cmut (bendahara), ada Ayu’ (konsumsi), dan ada apa dengan Mas Tyo (perkap). Huaa…Mas Tyo datang di saat kita dah bubar. Xixixi… Rapat siang itu happy ending, terus berjuang lagi agar kuota peserta bisa memenuhi target…

Sesuai dengan jatah waktunya, matahari menggelincir dari titik kulminasinya, hari sudah siang menjelang sore. Awan hitam pun berarak berbaris mewarnai langit. Guruh mulai menggelegar dan batang-batang air mulai turun menghujam bumi. Perlahan lalu menderas…

Huaaa….akhirnya menuju GO Monginsidi dengan berhujan-hujan ria…(karena sistem imun Nungma mungkin sedang kacau kinerjanya, kejadian siang menjelang sore itu berefek samping,hm… terserang virus dah!!!)

3 Maret 2011 : [H-1] Sebelum Pertemuan Dahsyat Itu…

Checking akhir di kepanitiaan. Hm, meski jumlah kita terbatas…SEMANGAT TOTALITAS!!! Update terakhir peserta yang ndaftar ada 38… Alhamdulillah…ada yang dari Salatiga, Semarang…ada yang PNS, guru, dosen, mahasiswa, dll…wah…keren dah!!! Dan hari ini, kondisi fisik Nung agak ngedrop…virus itu semakin dahsyat menyerang…demam n flu berat!! Tapi agak terlupakan karena hari ini KYDEN lengkap dan bisa berkumpul dengan keluarga besar di rumah simbah Nawangan, sebuah desa kecil di selatan kota Wonogiri. Dekat dengan tanah kelahiran penulis asli Wonogiri juga, Mas SAKTI WIBOWO.
Malam hari kembali disibukkan dengan pertanyaan2 dari beberapa peserta dan sms para panitia, tapi kegiatan itu harus diakhiri jam 20.00. Saatnya istirahat total….hihihi…sempat ketawa juga, efeknya kok dahsyat banget yak karena mau ketemu penulis favorit n mewujudkan salah satu impian….hehe…

4 Maret 2011 : SEMUA DIMULAI KETIKA KATA-KATA DISUSUN…

Berdasarkan rapat kedua, panitia kumpul jam 06.30 di Aula Pesma Ar Royyan. Karena harus setting tempat dulu. Tapi berhubung kemarin sore mas Aris dkk sudah cek tempat, jadi panitia kumpulnya jam 7 aja dah. Sarapan-sarapan dulu. (kecuali Mas Tyo, xixi…dia dah datang pagi….salut dah!hehehe…kan pj nyinom!). Nung nunggu mbak Thicko dulu yang datang dari Wonogiri, e…ternyata dia pengin mampir NH dulu buat sholat Dhuha. N dari ceritanya dia banyak ‘menipu’ para akhwat di NH. Yaiyalah, kita kembar sih….hehe…afwan ya ukhti-ukhti….Nung akhirnya berangkat dulu ke Ar Royyan. Jiaah, bendahara n konsumsi datang belakangan. Nung prepare di meja registrasi, nyapu-nyapu, main sama dik Faqih, dll. Ohya, terima kasih juga untuk DIk Denis yang dah nganterin DORALEPITO ke Ar Royyan. Siipp…

Para peserta mulai berdatangan dari berbagai penjuru. Adik-adik panitia juga. Oke dah! Di meja registrasi akhwat ada Nungma n Diah Cmut, yang ikhwan ada Mas Tyo. Ah, banyak kejadian konyol dah….apalagi kalau inget “Circle Crop”. Bikin ngakakgulingguling. Ahihihi…

Sekitar jam 9 an, datanglah dua sosok yang sudah tidak asing. Berjalan beriringan.. Sambil ketawa, Nung persilahkan mereka berdua…”selamat datang, mas Gola..selamat datang mbak Tias…”. Xixixi…Mas Trims dan Mbak Noer yang datang…haha…becanda! Mas Gola n mbak Tias masih mampir sarapan dulu. Ada kejadian lucu lagi. Ni menyangkut reputasi Ayu. Hahaha…..(yu’, gak sah tak critain di sini ya… cukup aku n Diah yang ngakakglundhungglundhung. :D)
Wah, masih deg-degan nih!!! Akhirnya dua sosok penulis favorit Nungma itu datang…Horee….Alhamdulillah, akhirnya impian yang dulu pernah Nungma tuliskan di buku DNA (Dream ‘N Action), hari ini Allah SWT izinkan untuk menjadi kenyataan….terima kasih Ya Rabb…Impian no.133 “Bertemu dan belajar dengan Mas Gol A Gong dan Mbak Tias Tatanka”. Gempita rasa syukur dan bahagia itu sulit untuk diterjemahkan dengan bahasa sastra tertinggi negara manapun…bener2 seneeeeeeeeeeeennnng buangetttt!!!
Kita ke ruang transit dulu, beberapa menit kemudian aksi dua penulis dahsyat itu pun dimulai. Nung yang merangkap jadi peserta pun segera membersamai Mbak Thicko dan segera mengoptimalkan segenap panca indera untuk berinspirasi dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. BE A WRITER = BE CREATIVE!!! Seru banget dah…ada simulasi membuat nama pena (Keisya Avicenna and Aisya Avicenna, ni nama penanya SUPERTWIN. Hehe. Filosofinya juga ada kok. Keisya dari kata “keyza” yang konon kata mbah Google artinya “bidadari yang cantik”.xixixi…Aisya karena terinspirasi dari bunda Aisyah. Tyuz Avicenna karena kita suka dengan tokoh Ibnu Sina). Ada pemutaran film RUMAH DUNIA juga…hm, untuk materi mungkin akan Nungma catatkan di note berikutnya. Ni lagi pengin nulis behind the event ajah…^^v.
***
Break sholat Jumat. Mas Gola pengin sholat Jumat di Masjid Agung Surakarta. Siiiip…akhirnya, berangkat deh ke sana. Masih gak percaya lagi, bisa satu mobil bareng dua penulis favorit. Huahuahua…..senangnya!!! di mobil ada mbak Janoer N Noer (yang tadi bikin nama pena “Nur Ash Sholihaat”…hihi…), ada Mas Aris El Durra yang ngikut juga, Mas Trims gak mau ketinggalan, mas driver (Nung blm tahu namanya), ada my supertwin juga (Etika Aisya Avicenna), duduk di sebelah Mbak Tias Tatanka, dan Mas Gol A Gong duduk di depan. Dahsyat dah….^^. Speechless euy….akhirnya bisa ngobrol seru juga dengan mas Gola dan mbak Tias. Nung paling suka buku mereka yang “INI RUMAH KITA, SAYANG…”. Memoar yang sangat romantic tentang perjuangan dalam hidup. Hehe… baca deh note Nungma yang…”BELAJAR CINTA DARI MAS GOL A GONG DAN MBAK TIAS TATANKA”.
Sampai di pelataran parkir Masjid Agung Surakarta, yang putra segera bergegas ke masjid, sedangkan yang putri (mbak Tias, mbak Noer, si kembar Thicko n Nungma) menjelajah Pasar Klewer. Uhuy….seru euy. Tak lupa foto-foto! Jam 12.45, saatnya kembali ke parkiran. Mas Aris, Mas Trims, dan Mas Driver akhirnya datang…tapi Mas Gola nya mana??? Hehe…mampir-mampir dulu ternyata. Hm, foto-foto dah. Seru..seru…^^v.
Kembali ke Pesma Ar Royyan, makan siang bareng dulu tyuz mulai pelatihan lagi sampai jam 15.30. Sippp…Hujan menambah kesejukan nuansa sore itu. Alhamdulillah, event BE A WRITER berjalan dengan lancar. Berakhir foto-foto dan hunting tanda tangan. Terima kasih buat Mas Gol A Gong dan Mbak Tias Tatanka. Sukses selalu ya!!! Salam buat rekan-rekan di Serang, Banten dan juga RUMAH DUNIA!!! Semoga kelak bisa ke sana. Amin ya Rabb…Hm, IMPIAN No. 151 !!!
***
Pasca Acara: Kehebohan di Ruang Transit (Kantor-nya Ar Royyan)
Mbak Yatik menjaga meja pengambilan sertifikat, ada Mbak Ungu juga yang tumben hari itu tidak pake kostum ungu-ungu. Mbak Fafa juga ada, bantu-bantu Cmut yang mendadak otaknya diare karena jumlah uang tidak pas-pas terus. Hahaha…(akhirnya dia bisa bernapas lega..pas juga endingnya!) ada Ayu’ yang sliweran nata-nata perkap konsumsi. Mas Aris El Durra, sang ketupat, yang juga sibuk sliweran, finishing nata macem-macem dan ngecek barang-barang pinjeman. Ada Mas Tyo yang juga ribut nata perkap.hehe. adik-adik FLP UNS dan UMS (Mega, Wien, Kurnia, dkk) yang didaulat ketupat untuk nyapu n bersih-bersih ruangan. Mbak Thicko yang pamitan mau pulang ke Wonogiri. Hati-hati ya mysupertwin… Sampai bertemu di Solo Islamic Book Fair!!! Hm, bukan bermaksud menularimu virus H4751 (baca :HATSI…influenza.wkwkwk). ada Mas Trims, yang malah duduk manis. Ngalamunin apa mas? Ada Mas Ranu yang sibuk diskusi dengan Pak Syamsudin di dekat pintu. Dan banyak kehebohan n keributan lain di ruangan itu. Lha Nungma??? Huhuhu…Nungma ribut nyari buku LEDAKKAN IDE-nya Mas Gol A Gong, buku berwarna kuning yang tadi pagi dibelikan mysupertwin kok mendadak lenyap??? Salah Nungma juga sih, tadi cuma dibuka sampulnya n lupa belum ngasih nama. Yasudahlah, memaknai “kehilangan” lagi. Semoga buku kuning itu menjadi keberkahan bagi yang menemukan. Amin. Ya..mungkin hari ini harus merasakan “kehilangan” tapi semoga esok dapat “menemukan”, dan mendapatkan ganti yang lebih baik. Amin Ya Rabb…Cukup air mata langit yang mewakili kesedihan atas kehilangan sebuah buku baru itu….hikshiks….Tetap TERSENYUM, Nung!!! ^^v. hehe…

“Ikhlas adalah syarat cinta dan sayang kita mendapat restu dari-Nya…karena dalam keikhlasan dan kesabaran tersimpan suatu janji akan kemudahan dari suatu kesulitan”


Salah satu hikmah hari ini, ya..belajar memaknai kehilangan dan belajar untuk lebih ikhlas jika harus menjalani episode kehilangan…hehe…

Karena setiap peristiwa, pasti ada hikmahnya….

[Keisya Avicenna, *sang sekretaris yang ingin jadi penulis]