Puisi Salim A Fillah

15 November 2010

Seorang pedagang kecil ambil tabungan haji,

sediakan kebutuhan pengungsi.

Kupeluk berkaca-kaca, “Kau mabrursebelum berhaji!”





Sebuah rumah sederhana berkamar 3 tampung 100 pengungsi Merapi.

Kusalami haru, “Istana surgamu pasti megahsekali!”





Sebuah rencana walimah, anggaran& berasnya dialihkan ke barak Merapi

Kusembahkan jemari di dada, “Kalian pengantin surga!”...



Seorang penjual gudheg,sedekahkan dagangan sepekan untuk Merapi,

Kuselamati, “Butir nasi & serpihnangka bertasbih untukmu!”...



Juru masak hotel berbintang ambilcuti 3 pekan, layani dapur umum Merapi.

Kutakjubi, “Harum aroma masakanmu sampai ke surga!”...


Tukang pijat & tukang cukur hibahkan keahlian, keliling barak-barak.

Kugeleng-geleng, “Kebermanfaatan surgawi sungguh buat iri!”...


Para dokter nan tinggalkan ruang nyaman ber-AC & keberlimpahan untuk berdebu-debu,

kusenyumkan syukur terbaik, “JzkmLlh..


Seorang dokter hewan kelilingevakuasi ternak, suntikkan nutrisi tuk sapi-sapi.

Kutundukkan kepala,“Kebergunaan nan memukau!”..



Pemulia insan nan tak gentar abu& gemuruh api,

yang terus berjuang temukan warga, hidup maupun mati.

Speechless tuk kalian!


Pemuda-pemudi yang kembalikan dirinya jadi kanak-kanak,

bermain bersama bocah-bocah pengungsi.

Kalian lebih hebat dari Batman!


Dai-dai nan menguatkan hati;sedia mendengar tanpa banyak menasehati,

kehadirannya di barak mencahayai.Allah bersama kalian!


Allahu Akbar...

0 komentar: