PIDATO ANAK : "SAY NO TO KORUPSI, SAY YES TO PRESTASI"

17 November 2013

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Alhamdulillah, puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat, karunia, serta nikmat yang telah diberikan kepada kita semua. Tak lupa shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada teladan kita, Rasulullah saw.
Kepada dewan juri yang saya hormati, kepada bapak-ibu guru yang saya banggakan, serta teman-teman yang saya cintai, saya ucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan kepada saya.
Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan suatu hal yang saat ini sedang ramai dibicarakan oleh banyak orang. Sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga kita : KORUPSI! Dalam pidato ini, saya ingin menularkan semangat saya kepada semuanya dengan sebuah slogan : “SAY NO TO KORUPSI! SAY YES TO PRESTASI!”

 Kita semua tahu, saat ini Indonesia sedang ‘sakit’. Indonesia belum merdeka seutuhnya. Korupsi merajalela, baik dari kalangan pejabat sampai rakyat jelata dan bahkan tanpa kita sadari, korupsi pun sering terjadi di lingkungan sekolah kita.
Para hadirin yang saya hormati, ini gambar apa? (sambil menunjukkan gambar tikus sebagai lambang koruptor).
Pertanyaannya sekarang, mengapa koruptor atau orang yang melakukan korupsi itu dilambangkan dengan seekor tikus? Ada yang tahu?
Nah, tikus dan koruptor itu memiliki beberapa persamaan, diantaranya :
1.      Suka mencuri, mengambil sesuatu yang bukan miliknya tanpa izin terlebih dahulu.
2.      Sulit ditangkap. Mereka sangat gesit dan pintar bersembunyi.
3.      Hidup membaur di masyarakat.
4.      Bermuka ‘menjijikkan’.
5.      Pantas dihukum seberat-beratnya.
Sekarang, kita cermati praktek-praktek korupsi di lingkungan sekolah. Bisa jadi, tanpa kita sadari, kita sering melakukannya. Ada yang bisa menyebutkan contohnya?
1.      Mencontek.
2.      Berbohong kepada guru.
3.      Terlambat datang ke sekolah (bentuk korupsi waktu).
4.      Melanggar aturan sekolah.
5.      Menggelapkan uang SPP atau uang pembayaran buku yang diberikan oleh orang tua, dll.
Nah, sikap-sikap yang saya contohkan di atas sangat merugikan, bukan? Sikap yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Kita tidak akan menjadi anak yang berprestasi jika kita memiliki sikap dan meniru kebiasaan seorang ‘koruptor’ tersebut.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan?
Budaya antikorupsi sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Orang tua dan para guru harus memberikan contoh dan teladan sikap-sikap antikorupsi. Pendidikan karakter antikorupsi harus diterapkan, seperti sikap kejujuran, hidup sederhana, rasa tanggung jawab, keberanian, sikap adil, peduli pada sesama, dan masih banyak lagi. Sikap-sikap positif tersebut harus dilandasi dengan rasa iman yang kuat kepada Allah SWT serta semangat untuk menjadikan Indonesia lebih baik. Semuanya berawal dari diri sendiri dan lingkungan terdekat kita.
Para hadirin yang saya hormati, khususnya kepada teman-teman yang sangat saya cintai. Mungkin banyak dari kita yang tidak paham apa itu korupsi. Tetapi, kita harus terus belajar menumbuhkan karakter dan semangat antikorupsi dalam diri kita. Marilah kita menjadi generasi antikorupsi karena generasi antikorupsi adalah generasi yang penuh dengan prestasi.
SAY NO TO KORUPSI! SAY YES TO PRESTASI!
Para hadirin yang saya hormati, sebelum saya akhiri pidato ini, marilah kita selalu berdo’a agar negara kita tercinta Indonesia, menjadi negara yang bebas dari korupsi. Indonesia menjadi negara yang masyarakatnya penuh dengan prestasi, menjadi negara yang aman dan sejahtera.
 Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan. Semoga dapat bermanfaat.
Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.





0 komentar: